SYIRIK ASHGHOR ATAU KHOFI (kecil /tersembunyi) itu:
Riya' Ujub dan Takabbur. Ini dalam bahasan Islam (syari'at) soal 'Amal. Tidak menyebabkan kafir. Lawan bagi Ikhlash. Beramal RIYA ' itu beramal dengan tujuan mencari pujian atau harta dari manusia, baik tunai ataupun tunda.
'UJUB itu mengherani diri / menjadikan dirinya sebagai sentral dan penyebab kebaikan selain Allah. Kecewa bila tak dipatuhi. Dan ia dalam keadaan melampaui atau mendahului Allah dalam keinginan dan ketentuan, seakan dirinya sebagai sebab dan penentu kebaikan atau merasa bahwa dari dirinya lah kebaikan itu datang.
TAKABBUR adalah sikap membanggakan diri, memandang remeh dan hina selain dirinya dan amalannya. Tak suka amalannya dicela atau tersaingi. Padahal Allah lah Sang Pemberi & Penentu.
SYIRIK AKBAR atau JAALI (besar) ini dalam bahasan soal Iman (Aqidah). Ini yang menyebabkan kafir. Musyrik Jali atau Akbar ini muthlaq bertentangan dengan keesaan Allah. Inilah Lawan bagi Iman maka disebut kafir atau menafikan atau menyembunyikan kebenaran Allah.
ADAPUN HATI IKHLASH MELIPUTI:
1. Telah sadar kedudukan dirinya sebagai hamba Allah dan memurnikan peribadahan kepada-Nya.
2. Telah mengenali Keesaan Allah dan mewajibkan dirinya Mengesakan Allah dengan segala Shifat Shifat Asma' dan Af'al-Nya.
3. Menyerahkan segala CHAQQ ALLAH kepada Allah semata .
4. Meniatkan segala perbuatan terkait badan, waktu & tenaga, barang & harta, fikiran & hati hanya untuk tujuan diperhambakan kepada Allah dan dalam rangkaian mengharap Ampunan & Rahmat Ridho Allah semata.
5. Merasa cukup Allah yang mengupah dan tidak mengharap upah, penerimaan & pujian manusia atas ibadahnya.
6. Berbuat kebaikan tanpa peduli pujian, penolakan dan celaan manusia kepadanya atas diperbuat baiknya.
7. Mencukupkan baginya Allah sebagai satu-satunya penyaksi amal kebaikannya.
8. Tak mengandalkan diri sendiri dan tidak menganggap dirinya sebagai sumber asal kebaikan / penyebab / penentu kebaikan yang terjadi hanya dari Allah (:memahami bahwa terjadinya seluruh kebaikan, tertolak dan terhapusnya keburukan dan datangnya ni'mat dari Allah, berhasil atau gagalnya suatu pencapaian yaitu akibat atau hasil itu hanya dari ketentuan qudrat dan irodat Allah).
9. Tak memandang diri sebagai pemilik: kebaikan, kekayaan, kemampuan, kehebatan, kemuliaan dan kekuasaan dsb termasuk dirinya sendiri‼️
SYIRIK JAALI atau AKBAR (Besar)
Menyekutukan Allah atau Menganggap ada Tuhan lain selain Allah dan Menyamakan Allah dengan segala sesuatu atau Shifat Shifat segala sesuatu atau Tak mempercayai bahwa Allah itu Robbun dan Ilaahu (atheis). Bentuk penyetaraan yang dimaksud adalah wujud keyakinan hati yang sesat sehingga menshifati Allah tak sesuai dengan Kemuliaan (Jalaalullah), Keagungan (Qohhaarullah) Keindahan (Jamalullah), Kesempurnaan (Kamalullah) Allah. Seperti yang dimaksudkan dengan JAHMI atau keyakinan bahwa Allah tak memiliki Shifat, dan MUJASSIM atau meyakini Allah memiliki tubuh dan anggota tubuh walaupun dikatakan tanpa perincian (kaifiyyah) seperti menyakini bahwa Allah memiliki: Mata, Tubuh, Berusaha, Kaki dan Tangan, dan MUSYABBIH atau meyakini bahwa Allah bersifat dengan sifatan peri_kemakhlukan seperti memerlukan tempat dan arah dan waktu. Yaitu meyakini bahwa Allah diatas , dibawah, disamping, diluar dan diam sesuatu yaitu keyakinan bahwa Allah bersatu dengan makhluk atau bertempat pada Makhluk (Hulul).
Dan menolak untuk meyakini bahwa Allah Maha Ada (Shifat Nafsiyyah), Allah Qidam Baqo' Mukholafatuhu Lil Cahawadits, Qiyaamuhu Binafsihi dan Wahdaniyyah (Shifat Salbiyyah), Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengetahui, Allah Maha Hidup, Maha Mendengar Maha Melihat, Maha Berfirman Qodim atau Ajali. (Shifat Ma'ani), Dan Shifat Ma'nawiyyah yaitu Shifat semestinya bagi Allah dan Muthlaq Keberadaan Shifat itu sesuai dengan Shifat Jalal, Qohhar, Jamal dan Kamal Allah.
*






0 komentar:
Posting Komentar