Senin, 17 November 2025

HANIFAN MUSLIMAN

  

*'Ibad* Tugasnya beribadah kepada-Nya sesuai perintah-Nya dengan sikap Belajar Shabar dan Percaya. *'Alim* Tugasnya menerima Kebijaksanaan Aturan-Nya dengan sikap Selalu Shabar (Shoobir) dalam Tawakkal dan Yaqin. *'Arif* Tugasnya memuliakan Kebenaran-Nya dan Menghadap Allah Al Chaqq setiap saat dengan sikap Mencintai Keshabaran (Roobith) dalam Kesungguhan Rela & Cinta (Ridho) kepada-Nya. *Semuanya* wajib berakhlaq mulia kepada-Nya dan kepada seluruh sesamanya. Begitulah *Wujud Dzikir & Syukur* kepada Robbul_'Aalamiiin. Dan itu cara *Sami'na wa Atho'naa* yaitu Syukur nan Ikhlash. Dan itu jugalah yang dimaksud dengan *Chaniifan Musliman* sebagai *kedudukan yang tertinggi di sisi Allah.*

Berlabuh kepada pengakuan bathin: “innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardho *Chaniifan Musliman* wamaa ana minal musyrikiin,” (sungguh kuhadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan *cendrung kepada agama yang lurus* dan aku bukanlah bagian dari orang-orang yang menyekutukan-Nya). *Sikap Ruhani* chaniifan musliman ini pulalah yang diwasiatkan Nabi Ibrahim AS kepada anak-cucunya, dilanjutkan terus-menerus, hingga sampailah kepada sosok Nabi Muhammad ﷺ. Inilah tongkat estafet Chaniifan Musliman yang lantas dinyatakan sempurna dan diridhoi Allah Swt dalam bentuk agama Islam ini.



0 komentar:

Posting Komentar