Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

HAL HAL GHOYB DALAM PERISTIWA ISRO'MI'ROJ

BUROQ Imamam At-Tirmidziy meriwayatkan dari jalan Qataadah dari Anas bin Maalik, bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam ketika di Isra`kan, beliau diberi Buraq yang lengkap dengan tali (kendali) dan pelana, tetapi ia mempersulit beliau (tidak mau ditunggangi) lalu Jibril berkata padanya: “Patutkah kamu lakukan ini pada Muhammad? padahal belum ada yang menunggangimu yang paling mulia disisi Allah selain Muhammad?” Beliau bersabda: “Lantas mengalirlah keringatnya (karena takut).” [HR Tirmidziy no. 3056, beliau berkata hasan gharib. Diriwayatkan pula oleh Ahmad no. 12211]. Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abu An-Nadhr, telah menceritakan kepada kami Syaibaan, dari ‘Aashim, dari Zirr bin Hubaisy, ia berkata; “Aku mendatangi Hudzaifah bin Al-Yamaan saat ia bercerita tentang malam isra` Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda: “Kami pergi hingga sampai Baitul Maqdis.” Hudzaifah berkata : “Tapi keduanya tidak masuk”. Aku (Zirr) berkata...

RINGKASAN PERISTIWA ISRO'MI'ROJ

  Memulai Malam Isra Mi’raj Perjalanan isra’ mi’raj menempatkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di kedudukan yang tinggi. Sebuah kedudukan yang mengantarkan beliau pada derajat dengan limpahan kenikmatan. Ditampakkan perkara-perkara gaib yang tidak diketahu manusia selain beliau. Allah Ta’ala berfirman: لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى} “Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”  [Quran An-Najm: 18]. Usai shalat isya’ dan beristirahat sejenak, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang saat itu berbaring di Masjidil Haram didatangi malaikat Jibril. Dada beliau dibelah. “Lalu hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air zamzam kemudian dikembalikan ke tempatnya dan memenuhinya dengan iman dan hikmah,”  sabda beliau dalam riwayat Imam Bukhari dari Malik bin Sha’sha’ah. Setelah itu didatangkanlah buraq yang nantinya menjadi kendaraan beliau sewaktu isra. Buraq berarti barq yang artinya kilat. “...

AL CHADITS MU'JIZAT ISRO' DAN MI'ROJ SOAL PERISTIWA PERINTAH Sholat

AL CHADITS MU'JIZAT ISRO' DAN MI'ROJ  SOAL PERISTIWA PERINTAH SHOLAT حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ وَدُونَ الْبَغْلِ يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ قَالَ فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ قَالَ ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ خَرَجْتُ فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ ثُمَّ عَرَجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ فَقِيلَ مَنْ أَنْتَ قَالَ جِبْرِيلُ قِيلَ وَمَنْ مَعَكَ قَالَ مُحَمَّدٌ قِيلَ وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ قَالَ قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَ...

KILASAN ISRO' MI'ROJ

ISRO' MI'ROJ Kata Penghantar Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad saw. sebelum hijrah ke Madinah. Kaum Quraisy saat itu menjadikan pengalaman Nabi ini sebagai bahan olok-olok sambil mengatakan tidak mungkin perjalanan sejauh itu ditempuh dalam semalam. Namun, bagi orang mukmin, kabar dan pengalaman Nabi Muhammad ini adalah sesuatu yang harus dipercaya dan dilihat sebagai mukjizat yang diberikan Allah kepada hamba pilihan-Nya. Ayat-ayat Al Qur’an terkait Isra’ Mi’raj سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui ...

MENCAPAI CHUSNUL KHOTIMAH

MENCAPAI CHUSNUL KHOTIMAH Syeikh Sihabuddin Ibn Hajar al Asqalani mendapat Ijazah dari Al 'Allamah Syeikh Muhammad Al Khotib Asy Syamiy yang berasal dari Syam/sekarang Siria kemudian menjadi penduduk Madinah dan bermadzhab Hambali, beliau adalah putera Usman bin Abbas bin Usman dari guru-gurunya, bersambung sampai Abu Dzar Al Ghifari ra., dari Rasulullah saw. mengenai hal yang beliau riwayatkan dari Tuhannya. Allah ta’ala berfirman: يَا عِبَادِيْ إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا، يَا عِبَادِيْ كُلُّكُمْ ضَآلٌّ إِلاَّ مَنْ هَدَيْتُهُ فَاسْتَهْدُوْنِيْ اَهْدِكُمْ ، يَا عِبَادِيْ كُلُّكُمْ جَآئِعٌ اِلاَّ مَنْ اَطْعَمْتُهُ فَاسْتَطْعِمُوْنِيْ اُطْعِمْكُمْ ، يَا عِبَادِيْ كُلُّكُمْ عَارٍ اِلاَّ مَنْ كَسَوْتُهُ فَاسْتَكْسُوْنِيْ اَكْسُكُمْ ، يَا عِبَادِيْ اِنَّكُمْ تُخْطِئُوْنَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَاَنَا اَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا فَاسْتَغْفِرُوْنِيْ اَغْفِرْ لَكُمْ ، يَا عِبَادِيْ اِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوْا ضُرِّي...

URAIAN PERISTIWA ISRO'MI'ROJ

HADITS-HADITS TENTANG ISRA DAN MIRAJ NABI MUHAMMAD SAW BAB I PENDAHULUAN Perjalanan malam (Isrâ) dan naik ke langit (Mi’râj) melahirkan berbagai tafsiran, baik ketika Nabi mengisahkan kejadian itu maupun saat ini dikalangan ulama. Ketika Muhammad pergi ke Ka’bah dan menceritakan pengalamannya, ejekan, tawa, dan hinaan segera bermunculan. Orang Quraisy percaya bahwa akhirnya mereka memiliki bukti bahwa orang yang mengaku Nabi ini sesungguhnya orang gila, karena ia telah berani mengklaim telah melakukan perjalan ke Yerusalem dalam satu malam (yang biasanya membutuhkan waktu beberapa minggu), dan lebih dari itu, juga telah dibawa ke hadapan Tuhannya Yang Maha Esa. Kegilaannya tampak nyata. Pengalaman Isrâ yang diceritakan dalam kitab-kitab klasik tentang kehidupan Nabi sebagai sebuah hadiah dari Tuhan dan penobatan untuk Rasul pilihan (Al-Musthafa), merupakan cobaan nyata bagi Muhammad dan para pengikutnya. Ia menandai garis pembatas antara orang beriman yang keimanannya dibuktikan d...