Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

KABUROT KALIMATAN TAKHRUJU MIN AFWAAHIHIM

KABUROT KALIMATAN TAKHRUJU MIN AFWAAHIHIM Kalau Nabi Isa AS itu disebut Yesus Maka, sebelumnya Tuhan Nggak ada. Ya selama Langit dan Bumi itu ada, dia berada dimana ? Bahkan Yesus tidak menciptakan Langit dan Bumi dan juga tak menciptakan Ibunya sendiri ! Bagaimana ia akan menciptakan ibunya, sedang dia harus terlahir dahulu dari Rahim ibunya !? Ucapan orang-orang kristen yang mengatakan bahwa Yesus adalah tuhan itu hanyalah ucapan yang salah yang terlanjur keluar dari lisannya saja. Sebenarnya Yesus hanyalah manusia semata. Bahkan Isa atau Yesus itu tidak dapat menciptakan dirinya sendiri ! (Harus berproses di dalam rahim manusia dahulu). Apakah demikian itu layak disebut tuhan ? Wes ora masuk akal blass! Tandanya nggak Cerdas (fathonah). Demikan pula Nabi Musa AS yang berkata kepada Fir'aun ," Tuhanku adalah Tuhan Langit dan Bumi". Kata Fir'aun, "Selama saya jalan di bumi, nggak lihat ada Tuhan selain saya". Soal Tuhan Di Langit, saya akan perintahkan Hama...

MILLAH IBROHIM AS

Apa Itu Millah Ibrahim? Yang dimaksud dengan “millah ibrahim” dia adalah “al-hanifiah” yaitu agama Allah yang lurus, merupakan ideologi Nabi Ibrahim alaihissalam, dan juga aqidah seluruh Nabi dan Rasul, dan keduanya adalah Islam itu sendiri, ajaran yang dibawa oleh Rasul Muhammad shollallahu 'alaihi wa sallam yang menyerukan pada pengesaan ibadah kepada Allah dan menjauhi segala bentuk kesyirikan dan kekufuran. Pengertian Millah Ibrahim dalam Al-quran Lafadz millah Ibrahim sering kita dapati dalam teks ayat-ayat al-Quran, kadang kita penasaran dengan makna dari lafadz tersebut maksudnya bagaimana, lantas, kira-kira maknanya apa ya? Kita akan sedikit mengulik penjelasan tentang ungkapan “millah ibrahim”, lafadz tersebut ada beberapa kali disebutkan dalam al-Quran, diantaranya dalam beberapa ayat berikut: وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ “Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut ...