Sabtu, 29 November 2025

Ash-Shalaatu Nuurun, Wash-Shobru Dhiyaan


Ash-Shalaatu Nuurun, Wash-Shobru Dhiyaan

Nuur itu menerangi, membuat apa yang ada di sekitarnya tampak jelas. Maka ayatnya berbunyi:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
"Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat."

Maka permintaan tolong itu tidak cukup hanya dengan sabar. Harus ada shalatnya. Karena dengan shalat akan ada pijar dalam qalbu. Allah akan menghidupkan dan menyalakannya. Dengan hati yang menyala, kita akan tahu permasalahan dan cara penyelesaiannya. Orang yang tidak menghadapi persoalannya dengan shalat, ia tidak akan tahu apa masalahnya dan bagaimana jalan keluarnya.

Kita doakan semoga orang-orang yang mengurus negeri ini, jika ada masalah, mereka shalat dua rakaat terlebih dahulu. Begitu juga kita. Masalah apapun, rumah tangga, anak-anak, pekerjaan, bahkan niat tertentu — jika kepala tidak ditundukkan dalam shalat, maka kepanikan akan mendominasi. Tapi dengan menundukkan kepala, energi kita bisa kembali penuh, sehingga kita bisa melihat masalah secara utuh dan tidak panik.

Sahabat Nabi ketika kehilangan sandal saja sudah panik. Coba bayangkan… sahabat Nabi itu manja sekali. Tapi Nabi mengajarkan kemandirian. Apa kata beliau?
"Sholluu Rok’atain" — shalatlah dua rakaat.
Jangan mengadu kepada saya, tapi mengadulah kepada Allah.


Sedekah itu Burhan

Burhan artinya argumentasi atau bukti. Maka sedekah adalah bukti: apakah seseorang benar-benar tidak cinta harta. Harta yang Allah titipkan sebenarnya milik Allah. Kalau Allah mau ambil, pasti akan diambil. Maka bersedekahlah, baik sedekah badan melalui shalat dhuha, sedekah harta dengan berbagi, atau sedekah ilmu dengan mengajar.

Di malam hari, shalat malam adalah sedekahnya badan. Siang hari, shalat dhuha juga sedekahnya badan. Kita boleh menyebutnya Sedekah Badaniyyah atau Sedekah Fisik.

Nabi bersabda bahwa tubuh manusia memiliki 360 persendian. Maka setiap sendi harus disedekahi. Bayangkan, jika satu sendi kita nilai Rp10.000, maka berapa jumlahnya? Bagaimana jika satu sendi dinilai sejuta rupiah? Berat, bukan? Baru terasa saat sakit. Coba kalau mata sakit, biaya operasi mata berapa? Belum telinga, gigi, paru-paru, bahkan otak dan syaraf. Bayarnya bisa dengan sedekah atau saat sudah sakit? Maka sedekahlah sejak sekarang.

Orang Barat menemukan manfaat olahraga. Tapi Nabi tidak melakukan penelitian. Nabi diperjalankan secara ruhani. Beliau sudah melihat masa depan dan tahu semua hasil penelitian zaman sekarang. Nabi memberikan intinya, kita tinggal mengikuti sesuai zaman kita.


Ash-Shobru Dhiyaan

Jika shalat itu cahaya, maka sinarnya adalah sabar. Shalat yang penuh kesabaran disebut tuma’ninah. Maka orang yang kuat sabarnya akan bersinar. Sinar inilah yang permanen. Dari langit, terlihat berpijar. Setiap hari malaikat naik dan turun, mereka melihat orang-orang yang shalat subuh bercahaya.

Ada yang cahayanya terang benderang seperti bintang, seperti Planet Venus, atau yang biasa disebut Bintang Kejora. Maka malaikat menggosipkan di langit: "Itu cahaya siapa?" Inilah yang viral di langit.

Ingin viral di langit? Jangan hanya viral di bumi. Viral di bumi tidak nyaman — terganggu ke mana-mana. Tapi viral di langit, kita diaminkan oleh shaf-shaf para malaikat. Bahkan ketika kita baru mengucapkan keinginan, para malaikat sudah datang dengan izin Allah. Maka para wali, para kyai, hati-hati dalam berbicara, karena mereka takut merepotkan makhluk-makhluk Allah lainnya.

Kalau bertemu guru yang sudah ma'rifat, beliau tidak meminta, cukup berkata “saya suka ini,” maka muridnya berlomba memberi. Itulah kyai yang viral di bumi. Bagaimana jika viralnya di langit? Heboh.

Al-Qur’an itu hujjah

Al-Qur’an bisa menjadi hujjah (argumentasi yang menyelamatkan) atau bumerang. Tidak semua penghafal Al-Qur’an selamat. Kaum Khawarij membunuh orang dengan dalil Al-Qur’an menurut pemahaman mereka. Bahkan ada yang berbicara pakai antum-antum-an, lalu berubah jadi dentum-dentuman (mengebom). Ngeri.

Seharusnya cukup berkata, "Jika saya menyebabkan engkau sesat, maafkan saya." Selesai.

Jika dalam diri kita ada Nurul ‘Afwu — cahaya pemaafan — maka minta maaflah. Mengapa sulit minta maaf? Di akhirat nanti, semua anggota tubuh akan bersaksi: tangan, kaki, mata, semua. Hanya lisan yang sendirian. Hadits Imam Tirmidzi menyebut: “Wahai lisan, engkaulah jaminan kami. Jika engkau selamat, kami pun selamat.”

Maka nanti kita akan berdebat dengan diri sendiri.

Kita tidak tahu siapa yang benar atau salah. Maka doakan saja semuanya. Al-Qur’an suci, tapi pemahaman manusia belum tentu sesuci itu. Banyak yang mengklaim pemahamannya suci hanya karena baca satu ayat. Padahal, pemahaman manusia pasti tidak sesuci Al-Qur’an.


Jumat, 28 November 2025

MERAIH INSAN KAMIL (GELAR HAMBA ALLAH)


MERASAKAN
 DIPANDANGI ALLAH

Ada yang harus berbeda antara hewan dengan manusia!

Aku nggak mau kalau mataku hanya sama dengan matanya Kera yang cuma bisa melihat dengan mata kepala tanpa tanpa bisa memahami arti dan makna apa yang dilihatnya.

Dan aku tak mau jika aku punya telinga tapi sama saja dengan telinganya Gajah yang tak memahami  apapun dari pendengarannya.

Dan aku pun juga tidak akan mau mempunyai nafas yang tidak ada perbedaannya dengan nafas monyet, yang hanya bisa hidup tanpa tujuan hidup dan memahami arti kehidupan

Dan aku pun juga tidak akan mau mempunyai lidah atau lisan dan mulut yang tidak ada perbedaannya dengan lidah lisan dan mulut Babi, yang hanya bisa makan dan minum saja.

Dan aku pun juga tidak akan mau mempunyai otak yang tidak ada perbedaannya dengan otak Sapi yang tidak mampu memahami apapun.


Manusia Mulia Dengan Akal Ilmunya

Dengan akalnya manusia dapat meraih berbagai macam pengertian dari ilmu pengetahuan, pertama pengetahuan dalam agama. Sebanyak apa yang dia tuntut di dalam agamanya untuk bisa dilaksanakan untuk amal ibadah sebagai hamba yang beriman kepada Allah.

Baik mata telinga nafas lisan atau lidah dan mulut dan otak difungsikan sebagaimana seharusnya sebagai manusia yang berbeda dengan hewan-hewan. Seluruhnya digunakan untuk meraih kebaikan dunia dan akhirat. Seluruhnya dimanfaatkan untuk meraih kebenaran sejati.

Bermanfaat matanya untuk melihat tanda-tanda atau ayat-ayat keagungan Allah, kemuliaan Allah, kesucian Allah, keindahan Allah dan kesempurnaan Allah.

Bermanfaat telinganya untuk mendengarkan ayat-ayat keagungan Allah, kemuliaan Allah, kesucian Allah, keindahan Allah dan kesempurnaan Allah.

Bermanfaat lisannya untuk membaca, berdzikir akan ayat-ayat keagungan Allah, kemuliaan Allah, kesucian Allah, keindahan Allah dan kesempurnaan Allah.

Bermanfaat akalnya untuk meraih pengetahuan dan pemahaman tentang ayat-ayat keagungan Allah, kemuliaan Allah, kesucian Allah, keindahan Allah dan kesempurnaan Allah.

Bermanfaat nafasnya untuk "berdzikir nafas" meresapi arti kehidupan dalam ayat-ayat keagungan Allah, kemuliaan Allah, kesucian Allah, keindahan Allah dan kesempurnaan Allah.


Meraih Insan Kamil dengan Hati Mencapai Wujud Nyata Ilahi

Namun tak terhenti pada nilai-nilai akal semata, yang hanya diselimuti oleh definisi-definisi yang tak pernah bertemu dengan kenyataannya.

Orang berilmu itu hanyalah seperti orang yang di dalam goa diceritakan dengan segala definisikan soal matahari di luar sana. Atau seperti orang yang mendengar cerita tentang rasa-rasa dari beraneka ragam buah-buahan makanan dan minuman. Mereka semua tidak akan pernah mampu memahami dengan sebenar-benarnya apa yang dapat dijangkau oleh orang-orang yang telah benar-benar menemukan segala kenyataan dari segala definisi-definisi itu.

Faham kenyataan rasa takkan bisa didapatkan oleh seseorang yang hanya memahami definisi-definisi ilmu tentang makanan, buah-buahan dan minuman. Kenyataan yang hanya dapat diraih oleh penciuman dan lidah atas apa yang dirasakannya saat mereka mengaroma dan mengunyah makana, buah-buahan dan minuman.

Faham kenyataan rasa takkan bisa didapatkan oleh seseorang yang hanya memahami definisi-definisi ilmu tentang Matahari. Seseorang yang kulitnya merasakan hangatnya sentuhan cahaya matahari dan matanya dapat merasakan silaunya sinar matahari.

Ilmu-ilmu itu hanyalah batasan-batasan dalam bentuk definisi-definisi yaitu pengertian-pengertian aqliyah semata. Namun dia tidak mampu menemukan kenyataan dari apa yang telah didefinisikan itu.
Orang yang menuntut ilmu harus keluar dari definisi itu untuk menemui segala kenyataan dari seluruh apa yang didefinisi-definisikan itu dengan hatinya.

Iya harus meningkatkan diri dengan mensyukuri karunia hati yang diberikan oleh Allah. Karena hanya dengan hati itulah manusia dapat terhubung dengan Allah, dan dengan hati itulah manusia dapat memahami Allah baik dan lebih nyata serta sempurna. Terlebih untuk mengenali Allah. Yang selama ini hanya berkutat dalam ilmu-ilmu yang mendefinisikan tentang shifat-shifat Allah.

Seseorang yang menempati rumah ialah yang memilikinya. Walaupun Bagaimana seseorang menyatakan bahwa dia memiliki rumah, Tapi rumah-rumah itu tidak pernah dikunjunginya atau ditempatinya. Boleh jadi memang itu miliknya tapi sejatinya dia tidak memilikinya, karena memiliki dalam makna pengakuan kepemilikan semata tidaklah berarti.

Sesungguhnya manusia memiliki hati, namun dia tidak menggunakannya, dan tidak mengambil manfaatnya. Padahal hati manusia adalah karunia terbesar Allah baginya. Seketika dia telah tersadar, maka seperti orang yang hendak menempati rumah, pastinya dia bersihkan rumahnya terlebih dahulu agar nyaman untuk ditempati. Tidak sempurna, ya tidak harus wajib langsung sempurna. Dia  boleh menempatinya sambil membersihkannya. Dan juga bisa mengecatnya dan menghiasi rumahnya dengan hiasan yang baik.

Seperti itu juga perumpamaan bagi orang yang menempati rumah yaitu hatinya. Dia harus membersihkan hatinya, yaitu membersihkan segala kotoran yang ada dalam hatinya. Membuang segala sifat-sifat yang buruk dari hatinya. Dan kemudian dia menghiasi hatinya dengan sifat-sifat yang baik dan mulia. Kemudian dia harus benar-benar menjaga hatinya, sebab hatinya adalah harta termulia yang dia miliki. Ada saatnya memperjalankan hatinya, menuju kepada suatu kesadaran yang meninggi tentang Tuhannya.

Ketahuilah bahwa saat kau bersama hatimu, lalu saat kau sadar akan kenyataan yang dapat dirasakan hatimu, maka *ketahuilah pada saat itu pulalah engkau akan mengenal Tuhanmu.* Mengenal sebenar-benarnya yang selama ini dalam definisi-definisi yang tiada nyata. Karena akal tidaklah mampu meraih Tuhan. Karena akal hanya dibolehkan pada sisi-sisi batasan-batasan tertentu. Yaitu batasan-batasan pengertian yang menjaga agar akal manusia tidak menyelisihi kebenaran yang dapat mengakibatkan akal jatuh ke dalam kesesatan.


Meraih Ma'rifat Dalam Ichsan Hakiki

Bukan seperti ingatan sebuah sebutan yaitu "aku dilihat oleh Allah atau aku merasa dilihat oleh Allah". Bukan... bukan hanya seperti itu. Ihsan yang sesungguhnya bukanlah ingatan tentang definisi Ihsan.

Seperti orang yang sedang diajak berbicara, terkadang dia merasakan kemarahan seseorang, terkadang ia merasakan penilaian seseorang. Dan seperti orang yang mendapatkan sesuatu sikap dalam pergaulannya, terkadang dia merasakan kegembiraan dan kesedihan. Bisa merasakan nyaman saat mendapatkan dukungan atau juga merasakan kekecewaan.Begitu pula akan dapat merasakan pahit dan manisnya saat pandangan mata seseorang mengarah kepada dirinya.

Seseorang yang merasa dipandang oleh Allah, dia pun seharusnya juga merasakan bagaimana rasanya saat dipandangi oleh Allah. 

Pada kali pertama, Ihsan seorang mu'min akan menggiringnya kepada suatu anggapan atau keyakinan sedang di lihat oleh Allah. Dan pada kelanjutannya, dengan idzin Allah ia akan dimampukan merasakan *"Suasana Dipandang"* itu dan seakan sedang disentuh -NYA. Sentuhan Maha Indah Sempurna, Sang Maha Kuasa Perkasa dan Mulia.

*Jika seseorang dipandangi Allah, maka kenyataan syurgawi terjadi di dirinya. Pasti akan serasa dipeluk oleh Keni'matan Syurga Firdaus dalam keadaan di Ridhoi Allah*

Apa yang hendak dihitung dan dikirakan oleh manusia tentang apa-apa yang terjadi saat seseorang dipandangi Allah. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menandingi *keni'matan berdekatan dengan Allah, dipandangi Allah dan melihat Allah dari alam dunia sampai syurga.*

Yang pasti bahwa segala yang dari Allah adalah segala bentuk Ni'mat dan sebagai Rahmat Ridho-Nya akan dirasakannya. Jiwa yang dipandangi Allah adalah jiwa yang di Rahmati-NYA - di Ridhoi-NYA. Rahmat Ridho itu pula yang membuat orang-orang didalamnya (syurga) mampu merasakan Keni'matan  Syurgawi. Tanpa Ridho Allah, syurgawi tak mampu memberikan apapun‼️

Ada banyak suatu urusan yang tak mungkin bisa diraih oleh sekadar akal, sain teknologi canggih atau bahkan filsafat sekalipun. Bukan *lewat logika tapi lewat Cahaya (Nur).*  Dan itulah Insan yang padanya _Cahaya Islam,_  dan ada _Cahaya Iman._ di kedalamannya, dan ada _Cahaya Ihsan_ di relungnya, dan ada _'Irfan_ dibatas akhirnya (Nihayah) itu, kita sebagai insan, sudah semestinya _Mensyukuri Karunia Ni'mat Allah_ yaitu *Dimensi Bathin* kita. Sebab selain memiliki dimensi fisik (Zhohir), kita juga memiliki *Dimensi HATI & RUH.* Dimensi yang nyata terutama saat seseorang tidur atau istirahat dari fisik dan akalnya. Didalam ibadah, seseorang yang khusyu' akan memasuki *Dimensi Hati dan Ruh.* Pada dimensi inilah Allah akan memberikan pemahaman suci, yang tidak bisa diraih oleh _Pemahaman Akal._ Agar dengan itu pula, insan akan meraih *hidup yang sejati,* yaitu _Hidup Zhohirnya dan Hidup pula Bathinnya._ Sehingga menjadi *sempurnalah kehidupannya.* dalam selamat sejahtera Lahiriyyahnya dan Damai Bahagia pula Bathiniyyahnya.

Ilham dari Allah akan diraih jika Dia menghendaki. Andaikan kita benar-benar mau dan bersungguh-sungguh menghayati (menghidupkan) keagamaannya (Islam Iman Ihsan) maka ia akan dimungkinkan memperoleh 'Irfan (Ilham kema'rifatan). Ilham adalah suatu penglihatan, pendengaran dan akal suci atau *pemahaman mendalam* tentang suatu rahasia kehidupannya. Ruh yang berjalan tanpa bebanan, lalu menemukan suatu yang istimewa dalam *Alam Keruhanian Yang Suci.*

Dengan idzin Allah, ruh itu akan dipertemukan dengan yang suatu urusan yang sangat berbeda dengan kenyataan fisik yang hampir sama dengan mimpi. *Penglihatan dan pendengaran yang jernih dan *Pemahaman Kebenaran* (yang tak dapat diragukan). Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai Pencipta Manusia, mengetahui keadaan ciptaan-NYA. Manusia dari fithrohnya adalah ciptaan yang paling sempurna di antara seluruh ciptaan Allah. Dilengkapi-NYA dengan Hati Suci *"Qolbu Nurani"* nan suci di kedalamannya *FUAD* untuk menerima dengan tanpa ragu setiap kebenaran Muthlaq dan untuk dipersiapkan untuk *Mengenal Allah* yang telah dikenali saat dahulu ia masih *di Alam Ruh* dengan *LUB-nya* menjelajahi _Dimensi Rahasia Dirinya_ yaitu *"SIRR".*

*ilaahii Anta Maqshuudii wa Ridhoooka mathluubii A'tinii machabbatika wa ma'rifataka.*


_Tuhanku, Engkau adalah tujuanku dan keridhoan-Mu adalah yang ku cari. Berilah aku Cinta-MU dan Ma'rifat-MU"._
(Ini Syair Du'aa*Rabii'ah Al-'Adawiyyah,* seorang Sufi wanita terkenal beraliran Sunni yang lahir pada tahun 95-99 Hijriyyah)

*Allahu Waliyulladziina Aamanuu yukhrijuhum Minzh_zhulumaati ilanNuur.* Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)._
.... *Ayat (QS. Al-Baqarah: 257)*

*"Althuf binaa yaa lathiifu"* (اُلطُف بنا يا لطيفُ) memiliki arti: *"Lembutkanlah (kasihanilah) kami, wahai Yang Maha Lembut"* atau "Bersikap baiklah kepada kami, wahai Yang Maha Lembut". 

****

SAPAAN MESRA ALLAH


SAPAAN MESRA ALLAH

Jika engkau disentuh oleh sesuatu yang membuatmu terpuruk tak berdaya, hal itu terjadi sebab Allah hendak menyadarkanmu bahwa:

•  Hanya Allah yang mampu melepaskanmu dari kedukaan, kesedihan dan kepiluan hati.

•  Hanya Allah yang mau menemanimu dalam segala keadaan, saat engkau sendirian tanpa saudara dan teman.

•  Hanya Allah yang mampu menolongmu dari segala bentuk bahaya atau kejahatan yang ada & melingkupimu dari alam dunia hingga akhirat.

•  Hanya Allah yang mampu menunjuki hatimu agar keluar dari segala kesesatan yang tak disadarinya.

•  Hanya Allah yang mampu memberikan segala kebutuhanmu.

•  Hanya Allah yang mampu mendatangkan keni'matan kehidupan (bahagia).

•  Hanya Allah yang mampu menolongmu untuk mewujudkan segala cita harapanmu, bukan dirimu atau orang lain.

•  Hanya Allah yang mampu menyembuhkan segala penyakitmu.

•  Hanya Allah yang mampu mengeluarkanmu dari ikatan kejahatan yang telah mengekang dirimu.

•  Hanya Allah yang mampu memberikan jalan terbaik dari setiap permasalahanmu, baik masalah agama, dunia dan akhirat.

•  Hanya Allah yang terbaik pilihannya dan hendak memberikan gantian yang terbaik daripada apa yang kau inginkan.

•  Hanya Allah Pemiliki segala apa yang kau hajatkan dan hendak melepaskanmu dari keterikatan dan ketergantungan terhadap selain-NYA.

•  Hanya Allah yang patut kau sembah dan andalkan, agar engkau terlepas dari kejahatan dan penipuan atas dirimu.

•  Hanya Allah yang mampu menunjuki hati manusia kepada jalan yang Ni'mat (benar atau lurus). Dan tak dibiarkan-NYA kau mengherani diri atas upayamu sendiri atas manusia.

•  Hanya Allah yang mampu memberikan pahala bukan manusia, jinn atau bahkan malaikat. Dia melepaskanmu dari segala niatan yang Riyaa'. Dia juga mencegahmu dari perbuatan (amaliyyah) yang dapat merugikan dirimu (Dengki, 'Ujub dan Sombong). Lalu mencukupkanmu dengan Rahmat Pahala dari SISI-NYA semata.

•  Hanya Allah Sang Pemilik segala Kehormatan, Keberkahan, Kesejahteraan dan Kebaikan seluruhnya. Agar hanya kepada-NYA engkau mencarinya.

•  Hanya Allah yang mampu membersihkan hatimu dan melepaskanmu dari kungkungan dosa-dosa yang mengerak dalam hatimu. Yaitu dari *Kotoran 'Ujub* maka berhentilah menganggap diri sebagai penentu kebaikan.  dan dari *Kotoran Takabbur* maka berhentilah dari menganggap diri lebih mulia dari siapapun, dan menganggap harta, ilmu, pangkat dan kekuasaanmu dapat mencukupi (merasa mampu dengan diri sendiri), dan memuliakanmu. dan dari *Kotoran Riyaa'* berbuat baiklah dan berhentilah berharap dan bergantung kepada selain Allah (suka pujian & benci celaan) dan dari *Kotoran Hasad* maka berhentilah dari membenci kebijakan pengaturan Allah. Syukurilah yang telah diberikan-NYA padamu, dan Ridhoilah Ketentuan-NYA.

*Seluruhnya hanyalah untuk menunjukkan kepadamu,* bahwa kau _hanya bisa berupa dengan segala perbuatan dan doa, akan tetapi tak mampu menentukan suatu apapun._ Sebab *segala ketentuan, hanya Allah Penguasanya.* Maka janganlah engkau berputus asa atas semua itu, sebab engkau adalah hamba di antara hamba-hamba Allah. Allah tak pernah berencana menganiaya hamba-NYA. Bahkan Kasih Sayang-NYA lah yang nyata dan tak tertandingi oleh siapapun, sekalipun dari orang yang paling menyayangi dan mengasihi dalam dunia.

Dia yang memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk. Tak ada pada-NYA kelemahan ataupun kesulitan untuk memenuhi segala keperluan hamba-NYA. Tak ada yang berkurang dari kekayaan-NYA dalam urusan memberi & memenuhi keperluan seluruh makhluk-NYA, sebab Dia Maha Kaya Maha Memiliki Segala Sesuatu. Seumpama kekayaan-NYA adalah samudera. Hanya seujung jari tangan manusia yang dicelupkan kedalam luasnya samudra itu yang diberikan-NYA untuk memenuhi segala makhluk-NYA.

Dan yang terpenting adalah bahwa Dia menghendaki dirimu, layak meraih
Pahala Terbaik (Syurga), Tercegah dari siksa Neraka, Memperoleh Rahmat Ridho-NYA dari dunia hingga akhirat. Hidup dengan dikekalkan-NYA di SISI-NYA dengan penuh keni'matan dan kesejahteraan dalam kehidupan abadi Nan Megah, Menghijau, Udara Bersih Nan Wangi dan yang tiada bercampur dengan kekeruhan dan kekotoran (:Bekerja, Berak, Kencing, dan Menstruasi). Bahkan saat berpeluh keringat pun akan beraroma kasturi (Sangat Harum Mewangi).

Yaa Allaah... kami memohon perlindungan-MU dari segala jahat dari pembawa kejahatan sebelum datang menjahati.
Dan kami memohon perlindungan-MU dari segala buruk dari pembawa keburukan sebelum datang memburukkan.
Dan kami memohon perlindungan-MU dari segala aniaya dari pembawa keaniayaan sebelum datang penganiayaannya.
Dan kami memohon perlindungan-MU dari keterperdayaan dari segala pembawa tipuan sebelum datang penipuannya.
Dan kami memohon perlindungan-MU dari sesat dari segala pembawa kesesatan sebelum datang penyesatannya.
Dan kami memohon perlindungan-MU dari celaka dari segala pembawa kecelakaan sebelum datang mencelakai.

Yaa Allaah... Kami memohon perlindungan-MU dari segala kejahatan, keburukan dan bahaya yang dibawa oleh Api, Angin, Air, Tanah, Logam & Bebatuan. Dan dari kejahatan, keburukan dan bahaya yang dibawa oleh Jinn, Manusia, Hewan dan Tetumbuhan. Engkaulah Penguasa atas segala pembawa kejahatan, keburukan dan bahaya itu. Dan kami memohon Perlindungan-MU dari Kejahatan yang dibawa Qorin kami dan Keburukan yang dibawa Hawa Nafsu kami.
Dan kami memohon Perlindungan-MU dari keburukan kelalaian dan kebodohan kami.
Dan kami memohon perlindungan-MU dari arah manapun kejahatan, keburukan dan bahaya itu datang menghampiri kami.

Hanya kepada-MU Yaa Allaah Yaa Chayyu Yaa Qoyyuum Yaa Dzal Jalaali Wal Ikroom kami serah wakilkan diri kami semua, Tiada pelindung selain Engkau. Jadikanlah kami termasuk dalam bagian dari hamba-hamba-MU yang selalu berpegang kepada *PETUNJUK KEBENARAN-MU* dalam keadaan menang, beruntung, aman, dan selamat sejahtera. Yang Dengan itu kami *SELALU DENGAN RAHMAT-MU.*  Dan dengan Rahmat -MU itu pula kami memohon perlindungan, maka lindungi dan selamatkanlah kami dalam kehidupan di dunia ini hingga akhirat kelak .... Aaamiiin Yaa Robbal 'Aalamiiin.

BERSYUKUR DAN BANGGA BERTUHAN ALLAH


MENERIMA DAN SELALU BERSYUKUR

Mendapatkan itu hanyalah gambaran *Kemurahan Rahmat Allah.* 

Tapi yang mendapatkan tanpa berdoa kepada Allah itu, hanya akan melahirkan *kesombongan diri.* 

Dan mendapatkan tanpa berusaha keras itu, hanya akan melahirkan *sikap ketergantungan dan kurangnya rasa penghargaan atau kurang syukur.*  

Mendapatkan tanpa ada kesulitan itu, bila tak diwaspadai akan mudah *mensia-sia-siakan ni'mat atau kurang syukur atau cepat berpuas diri,* sehingga tak bisa meraih yang terlebih baik. *

Sebaik-baik orang yang bersyukur* adalah yang paling _sadar akan hadirnya Ni'mat Allah_ dan orang yang selalu *mengenang kebaikan orang lain* walaupun telah lama berlalu.

Terlampau banyak Ni'mat yang Allah berikan, tetapi sudahkah kita mengenang selalu akan ni'mat itu ? Lalu bersimpuh dan bersyukur kepada Allah ?

*Perasaan (hawa nafsu) yang tak pernah merasa puas* hanya akan menambah jauh dari Allah dan mendatangi adzab Allah. 

Sedangkan bersyukur justru akan menambah ni'mat Allah baginya. Ni'mat yang Allah berikan beraneka ragam, ada kesehatan, ada harta, ada keselamatan, ada  keamanan, ada kegembiraan, ada kebahagiaan, ada kemudahan, ada perlindungan, ada keluarga yang baik, istri dan anak yang baik, ada saudara yang baik, ada teman yang baik, ada pekerjaan yang baik, ada istirahat yang baik, ada rumah yang nyaman, ada kendaraan yang baik, ada ilmu pengetahuan yang baik, ada amalan ibadah yang baik, ada keyakinan yang baik, ada kemampuan yang baik, ada kesempatan yang baik, ada wajah yang baik, ada tubuh yang bermanfaat, ada makanan dan minuman yang disukai, ada fasilitas kehidupan dunia (udara, air, tanah berpijak, langit yang luas dan pemandangan yang indah di bumi dan langit) yang baik, ada pemahaman yang baik dan benar, dan betapa banyak yang mampu kita *Istilahkan* dalam ni'mat yang tak terhinggakan lalu sampailah kepada *Allah yaitu Tuhan yang selalu kita banggakan.*


BANGGA BERTUHAN ALLAHITULAH SEBAIK-BAIKNYA TAQWA YAITU SYUKUR

Allah menciptakan segala sesuatu untuk manusia.
Allah menyediakan segala sesuatu untuk manusia.
Allah menciptakan segala Malaikat melayani urusan manusia.
Allah menciptakan segala Hewan, Tumbuhan dan Buah untuk melayani dan mencukupi keperluan manusia.
Semua-semuanya untuk manusia.
Allah menciptakan Tujuh Langit yang luas, agar manusia menyadari bahwa Allah Maha Kuasa Perkasa Maha Indah Maha Kaya.
Allah menciptakan 'Arsyi yang luas, agar manusia menyadari bahwa Allah Maha Kuasa Perkasa Maha Indah Maha Kaya.

Allah menciptakan Samudera luas sebagai perumpamaan Kekayaan-NYA nya tak terbatas dan Ilmu-NYA tak dapat di hinggakan jumlah dan macam ragamnya, takkan mampu dituliskan "Kalimat Allah" walaupun dengan banyak samudera sebagai tintanya.

Allah memberikan seluruh kebutuhan manusia, Jinn, malaikat dan segala apa yang diciptakan-NYA hanya seumpama jari yang air dicelupkan ke dalam samudera dan air yang  menempel di jari itulah yang dibagikan-NYA bagi seluruhnya keperluan ciptaan-NYA. Teramat sangat sedikit bahkan tidak *BERKURANG SEDIKITPUN* Kekayaan Allah Robbul 'Aalamiin saat seluruh keperluan hamba-NYA dipenuhi-NYA. Bahkan Kekayaan Allah tak pernah habis sampai kapanpun bagi manusia yang beruntung dengan Ridho Allah di dalam Syurga-NYA.

Ampunan Allah tak terbatas, walaupun dosa manusia sebanyak buih di samudera, walaupun sebanyak bintang di langit, walaupun sebanyak debu tanah. Menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun.

Hanya dengan membaca kalimah tertentu yang telah diajarkan oleh Muhammad Rosulullaah ﷺ kemudian Allah akan berkenan mengampuni dosa-dosa manusia dan menghapuskan dosa manusia dan memberikan kebaikan kepada manusia dan meningkatkan derajat manusia. Hal demikian itu menunjukkan betapa Luasnya Kemurahan Rahmat Allah dan Betapa banyaknya Ni'mat yang diberikan-NYA kepada manusia.

Aku bangga punya Allah,
Aku bersyukur punya Allah,
Aku sempurna sebab bertuhankan Allah,
Aku bahagia sebab bernabikan Muhammad ﷺ.
Allah menyempurnakan kejadian manusia.

Allah meninggikan kedudukan manusia.
Allah sangat mengutamakan manusia, diatas ciptaan-NYA yang lain. Dia menyediakan dan memberikan segala keperluan manusia. Bahkan segala sesuatu diciptakan-NYA untuk manusia karena Dia mencintai menyayangi dan mengasihi manusia.

Bila manusia menyadari betapa sangat bersungguh-sungguhnya Allah untuk mengutamaan Kasih Sayang, Kedermawanan dan Pemeliharaan-NYA kepada manusia, agar manusia mau mensyukuri hal itu. 

Dan seorang yang paling bersyukur kepada Allah adalah Nabi Muhammad ﷺ.  Rosulullaah Muhammad ﷺ telah mencontohkan bagaimana bersyukur kepada Allah dan Syukur sebagai Tingkatan Taqwa Tertinggi sebagai hamba Allah.

Bagaimana Takkan Merasa Bangga Ber_Tuhan_kan Allah !!?

Jika kita lemah, Dia Allah yang berkenan menguatkan. Jika kita sakit, Dia Allah yang berkenan menyembuhkan. Jika kita kekurangan, Dia Allah yang berkenan mencukupi. Jika kita lupa, Dia Allah yang berkenan mengingatkan. Jika kita membutuhkan, Dia Allah yang berkenan memenuhi. Jika kita lapar, Dia Allah yang berkenan memberikan makanan dan rasa kenyang. Jika kita haus, Dia Allah yang memberikan minuman dan *mempalumkan* (menghilangkan rasa haus). Jika kita dalam bahaya, Dia Allah yang berkenan mengamankan. Jika kita kesulitan, Dia Allah yang berkenan memudahkan. Jika kita bersedih, Dia Allah yang berkenan menemani. Jika kita beribadah, Dia Allah yang berkenan memberikan balasan tiada terperi. Jika berdosa, Dia Allah yang berkenan mengampuni. Jika kita keliru, Dia Allah yang berkenan mengarahkan. Jika kita berhajat, Dia Allah yang berkenan mengabulkan. Jika kita berjalan, berkendaraan, Dia Allah yang berkenan memperjalankan dengan mudah. Jika kita merasa takut, Dia Allah yang berkenan menenangkan hati. Jika kita merindu, Dia Allah yang berkenan mempertemukan. Jika kita marah, Dia Allah yang berkenan meredakan. Jika kita bodoh, Dia Allah yang berkenan memandaikan. Jika kita dalam keaiban, Dia Allah yang berkenan menutupi. 

Ni'mat Allah yang mana yang hendak kita dustakan ?

Jika mau *Meraih Kasih Sayang Ridho Allah* dalam kehidupan dunia hingga akhirat dengan menjalani kehidupan penuh *Rasa Syukur* kepada Allah sebagai Balasan atas Kasih Sayang Allah Yang Sejati* atas dirinya maka itulah suatu *Sikap Taqwa Tertinggi_Mulia* di hadapan Allah Ta'ala.

Agar hati tidak tersesat berdoalah dengan doa dari Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 8 ini:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. ( QS Ali Imran : 8)

Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa tersebut mengandung permohonan agar Allah melindungi hati kita *agar tidak condong kepada pemahaman yang sesat dan salah* justru setelah diberi petunjuk masuk agama Islam.

Dalam Tafsir al-Muyassar bahwa arti dari “petunjuk” ialah *Iman dan Islam.* Seorang muslim yang senantiasa berdoa dengan menggunakan ayat ini atas kehendak Allah akan diteguhkan imannya dan diberi rahmat yang luas.

*


Selasa, 25 November 2025

KEHANCURAN ISRAEL YAHUDI NETANYAHU

 


PM Kanada Mark Carney. (Anadolu Agency)

PM Kanada: Netanyahu Akan Ditangkap Jika Datang ke Negara Kami

Ottawa: Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan pada Senin, 20 Oktober 2025, bahwa pemerintahnya akan menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, apabila ia memasuki wilayah Kanada.

Dalam pernyataan pers singkat, dikutip dari Middle East Monitor, Selasa, 21 Oktober 2025, Carney menyampaikan bahwa pemerintahnya “menghormati hukum internasional dan prinsip akuntabilitas."

Ia juga menegaskan bahwa Kanada “akan memperlakukan surat perintah ICC sebagaimana perintah yudisial internasional yang bersifat mengikat.”

PM Carney menambahkan, aparat keamanan akan melakukan penangkapan jika Netanyahu memasuki Kanada, sesuai dengan kewajiban hukum di bawah aturan internasional.

ICC yang berbasis di Den Haag telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant atas tuduhan melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang terbaru di Gaza.

Kanada merupakan salah satu negara penandatangan Statuta Roma yang menjadi dasar pembentukan ICC. Dengan status tersebut, Ottawa berkewajiban secara hukum untuk mengeksekusi setiap surat perintah penangkapan yang diterbitkan oleh pengadilan internasional tersebut.

"Salah" atau kesalahan yang ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat dikategorikan menjadi dua jenis utama: masalah hukum (domestik) dan kritik politik/kebijakan (internasional dan domestik).

Masalah Hukum (Domestik)

Netanyahu telah didakwa oleh Jaksa Agung Israel atas beberapa tuduhan kriminal, menjadikannya Perdana Menteri Israel pertama yang menghadapi dakwaan saat masih menjabat. Kasus-kasus ini, yang sering disebut "Kasus 1000, 2000, dan 4000", meliputi: 

Penyuapan: Menerima hadiah mewah (seperti cerutu dan sampanye senilai puluhan ribu dolar) dari rekan-rekan bisnis kaya sebagai imbalan atas bantuan tertentu.

Penipuan dan Pelanggaran Kepercayaan: Diduga melakukan tawar-menawar dengan penerbit surat kabar untuk liputan media yang lebih positif dengan imbalan membatasi sirkulasi surat kabar saingannya.

Konflik Kepentingan: Diduga menggunakan jabatannya sebagai Menteri Komunikasi untuk memberikan keuntungan regulasi kepada perusahaan telekomunikasi besar, Bezeq, dengan imbalan liputan positif di situs berita yang dikendalikan oleh pemilik perusahaan tersebut. 

Kritik Politik dan Kebijakan (Internasional & Domestik)

Di luar masalah hukum, Netanyahu menghadapi kritik signifikan terkait kepemimpinannya dan kebijakan Israel, terutama terkait konflik yang sedang berlangsung: 

Kegagalan Keamanan: Banyak warga Israel menyalahkan Netanyahu atas kegagalan keamanan yang menyebabkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Penolakan Solusi Dua Negara: Netanyahu secara konsisten menolak mengakui negara Palestina, sebuah sikap yang menghambat upaya perdamaian dan normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab seperti Arab Saudi.

Kejahatan Perang (Tuduhan Internasional): Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza. Status ini membuatnya menjadi "buronan" ICC dan membatasi perjalanannya ke negara-negara yang mengakui yurisdiksi ICC.

Kepemimpinan di Masa Perang: Oposisi di Israel mengkritik Netanyahu sebagai orang yang tidak layak memimpin, terutama di masa perang, dengan klaim bahwa ia lebih mengutamakan kelangsungan politik pribadinya daripada kebaikan negara.

Pemecatan Pejabat: Pemecatan penasihat keamanan nasional dan menteri pertahanan yang menentang beberapa keputusannya menuai kritik, dianggap melemahkan lembaga keamanan negara di tengah krisis. 

Secara singkat, "kesalahan" Netanyahu merentang dari pelanggaran etika dan hukum domestik hingga kebijakan luar negeri yang kontroversial dan tindakan militer yang menyebabkan tuduhan internasional serius

*

Hubungan antara Benjamin Netanyahu dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) saat ini tegang karena ICC telah mengeluarkan surat perintah penangkapan resmi terhadapnya atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. 

Berikut adalah rincian situasinya:

Penerbitan Surat Perintah Penangkapan: Pada tanggal 21 November 2024, ICC, melalui Jaksa Penuntutnya Karim Khan, mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Tuduhan: Tuduhan tersebut mencakup kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, terutama menggunakan kelaparan sebagai metode perang dengan sengaja menghalangi pasokan bantuan penting seperti makanan, air, dan obat-obatan ke penduduk sipil di Gaza.

Respons Netanyahu/Israel: Israel menolak tuduhan tersebut, menyebutnya "tidak masuk akal" dan bermotivasi politik. Netanyahu menyatakan bahwa ICC telah kehilangan legitimasinya dan bersumpah bahwa surat perintah tersebut tidak akan menghentikan Israel dalam membela diri. Israel telah mengajukan banding untuk mencabut surat perintah tersebut, tetapi permohonan tersebut ditolak oleh hakim ICC pada Juli 2025.

Implikasi: Surat perintah tersebut berlaku secara hukum di 125 negara anggota ICC. Hal ini membatasi pergerakan internasional Netanyahu secara signifikan, karena negara-negara anggota secara hukum wajib menangkapnya jika ia memasuki wilayah mereka. Beberapa negara, seperti Kanada, telah mengonfirmasi bahwa mereka akan menangkapnya jika ia datang ke negara mereka.

Status Saat Ini (November 2025): Surat perintah penangkapan tetap berlaku, dan Netanyahu secara efektif adalah buronan ICC. Oposisi di Israel terus menggunakan status ini untuk mengkritik kepemimpinannya. 

*

Berdasarkan analisis perilaku oleh para ahli psikologi dan psikoanalis (bukan diagnosis klinis formal), kepribadian dan gaya kepemimpinan Benjamin Netanyahu sering dikaitkan dengan beberapa ciri kejiwaan utama:

Narsisisme dan Egosentrisitas 

Beberapa psikolog, seperti Dr. Avner Kimhi, menggambarkan Netanyahu memiliki sifat narsistik dan egosentris. Hal ini dijelaskan melalui beberapa pola perilaku: 

Melihat Diri Sendiri Superior: Netanyahu diyakini menganggap dirinya lebih cerdas dan perseptif daripada orang lain, dan mereka yang tidak setuju dengannya dianggap tidak memahami proses sejarah atau politik dengan benar.

Pentingnya Kesuksesan Pribadi: Sukses pribadi dan kelangsungan politiknya sering kali tampak lebih penting daripada ideologi atau kebaikan kolektif.

Menghubungkan Nasib Bangsa dengan Nasib Pribadi: Dia cenderung menyamakan nasib negara Israel dengan nasib pribadinya, memandang peran heroiknya untuk menyelamatkan negara. 

Otoriter dan Manipulatif

Gaya kepemimpinannya juga dicirikan oleh aspek otoriter dan manipulatif: 

Kesetiaan Pribadi Diutamakan: Ia menuntut loyalitas penuh dari para pembantunya dan orang-orang yang bekerja dengannya, sering kali mengabaikan keahlian demi kesetiaan pribadi.

Memanipulasi Kolega: Terdapat laporan bahwa ia menggunakan manipulasi untuk memajukan tujuannya dan tidak ragu-ragu meninggalkan sekutu yang sudah tidak berguna baginya.

Pengambilan Keputusan Sendiri: Meskipun terkadang berkonsultasi, pada akhirnya ia cenderung membuat keputusan penting sendiri tanpa tim kerja yang solid. 

Kecurigaan dan Perasaan Menjadi Korban 

Netanyahu juga menunjukkan tingkat kecurigaan yang mendalam dan perasaan menjadi korban, di mana ia merasa semua orang menentangnya. Pola perilaku ini dilaporkan menjadi lebih kuat seiring berjalannya waktu dan masa jabatannya yang panjang sebagai perdana menteri. 

Kemampuan Retorika dan Pencitraan 

Di sisi fungsional, ia diakui memiliki kecerdasan, kemampuan analitis, dan kemampuan retorika yang luar biasa, terutama di hadapan audiens berbahasa Inggris. Penampilannya di media direncanakan dengan cermat untuk memproyeksikan citra pemimpin yang kuat dan berwibawa. 

Secara keseluruhan, tinjauan psikologis menyoroti kepribadian yang kompleks, didorong oleh ambisi yang kuat, egosentrisitas, dan kecenderungan untuk memusatkan kekuasaan sambil berjuang melawan perasaan dikepung dan dicurigai. 

*

Latar belakang Benjamin Netanyahu yang membentuk kepribadiannya seperti yang dijelaskan dari segi kejiwaan (narsistik, otoriter, dan fokus pada keamanan) adalah hasil dari kombinasi pengalaman hidup yang mendalam dan traumatis.

Pengaruh Ayah dan Ideologi Zionis: Ayahnya, Benzion Netanyahu, adalah seorang sejarawan terkemuka dan aktivis Zionis Revisionis. Benzion sangat menekankan perlunya kekuatan militer yang kuat untuk menjamin keamanan Israel. Pengaruh ayahnya sangat membentuk pandangan dunia Benjamin Netanyahu mengenai keamanan dan pertahanan.

Pengalaman Militer: Netanyahu bertugas di unit pasukan khusus elit Israel Defense Forces (IDF), Sayeret Matkal. Pengalaman ini memberinya pemahaman langsung tentang tantangan keamanan yang dihadapi Israel.

Tragedi Keluarga: Kakak laki-lakinya, Yonatan Netanyahu, seorang komandan unit yang sama, tewas dalam Operasi Entebbe pada tahun 1976. Kematian Yonatan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan Netanyahu dan sering kali disebut sebagai salah satu motivasi utama di balik dedikasinya pada keamanan Israel.

Pendidikan dan Karir Politik: Netanyahu mengenyam pendidikan di Amerika Serikat dan meraih gelar dari Massachusetts Institute of Technology (MIT). Setelah kembali ke Israel, ia memasuki dunia politik dan memegang berbagai posisi penting sebelum akhirnya menjadi Perdana Menteri. 

*

Benjamin Netanyahu, perdana menteri terlama Israel, dikenal karena karier politiknya yang bergejolak, ditandai oleh manuver kekuasaan yang strategis, serangkaian skandal korupsi domestik, dan tuduhan "pengkhianatan" baik dari lawan politiknya maupun ia sendiri tujukan kepada pihak lain. 

Kekuasaan: Sang "Raja" Israel

Perjalanan Netanyahu menuju kekuasaan digerakkan oleh ambisi pribadi dan ideologi keamanan yang kuat. 

Kebangkitan Awal: Setelah bertugas di unit komando elit Sayeret Matkal dan mengejar karier diplomatik (termasuk Duta Besar PBB), ia terpilih sebagai pemimpin Likud pada tahun 1993. Pada tahun 1996, ia menjadi PM Israel pertama yang terpilih langsung melalui pemungutan suara populer.

Dominasi Panjang: Ia memegang rekor sebagai perdana menteri terlama dalam sejarah Israel, berkuasa selama lebih dari 15 tahun secara total. Ia dikenal piawai dalam menjaga stabilitas pemerintahan koalisi meskipun sering bergejolak.

Kembalinya ke Tampuk Kekuasaan: Setelah sempat tersingkir pada tahun 2021, ia kembali berkuasa pada akhir 2022 dengan dukungan partai-partai ultra-kanan, menunjukkan ketahanan politiknya yang luar biasa.

Gaya Kepemimpinan: Netanyahu dikenal sebagai master dalam mengendalikan pengikut dan lawan, memanipulasi mereka untuk memperkuat cengkeramannya pada kekuasaan. Ia mahir dalam retorika dan pencitraan di panggung global, terutama di AS. 

Skandal: Jerat Hukum yang Panjang

Kekuasaan Netanyahu dibayangi oleh berbagai tuduhan kriminal yang memecah belah masyarakat Israel. 

Kasus Korupsi (Kasus 1000, 2000, & 4000): Sejak 2019, Netanyahu didakwa atas penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga kasus terpisah. Tuduhan utamanya meliputi:

Kasus 1000: Menerima hadiah mewah (cerutu, sampanye) dari pebisnis kaya dengan imbalan bantuan politik.

Kasus 2000: Berusaha membuat kesepakatan dengan penerbit surat kabar besar untuk mendapatkan liputan yang lebih positif dengan imbalan membatasi sirkulasi koran saingan.

Kasus 4000: Memberikan keringanan regulasi yang menguntungkan perusahaan telekomunikasi Bezeq, dengan imbalan liputan media yang positif di situs berita yang dikendalikan pemilik perusahaan.

Respons Hukum: Netanyahu membantah semua tuduhan, menyebutnya "perburuan penyihir" (witch hunt) yang bermotivasi politik oleh media dan kelompok kiri. Sidang kasus korupsinya masih berlangsung hingga November 2025.

Surat Perintah Tangkap ICC: Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, termasuk menggunakan kelaparan sebagai metode perang. 

Pengkhianatan: Tuduhan Timbal Balik

Konsep "pengkhianatan" sering muncul dalam narasi politik Netanyahu, baik yang ditujukan kepadanya maupun yang dilontarkannya sendiri. 

Dituduh Mengkhianati Kepercayaan Publik: Kritikus dan demonstran di Israel menuduh Netanyahu mengkhianati kepercayaan publik dengan memprioritaskan kelangsungan politik pribadinya dan menghindari akuntabilitas hukum, terutama melalui upaya reformasi peradilan yang kontroversial.

Menuduh Pihak Lain Pengkhianat: Netanyahu juga dikenal menuduh lawan politiknya atau pemimpin negara lain sebagai "pengkhianat". Misalnya, pada Agustus 2025, ia menyebut PM Australia Anthony Albanese sebagai "pengkhianat" dan politisi lemah setelah Australia melarang seorang politisi sayap kanan Israel masuk ke negara tersebut.

Pengkhianatan Sekutu: Beberapa mantan sekutu dekatnya, seperti Avigdor Lieberman dan Naftali Bennett, akhirnya menjadi kritikus terkerasnya, mencerminkan sifat transaksional aliansi politiknya. 

*

Netanyahu tampak "tak bergeming" terhadap ancaman dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) karena ia mengandalkan beberapa kekuatan dan faktor strategis utama: 

1. Perlindungan Kedaulatan Israel dan Status Non-Anggota ICC

Israel bukan negara pihak (state party) pada Statuta Roma, perjanjian pendiri ICC. Meskipun ICC menegaskan yurisdiksinya di wilayah Palestina, Israel berpendapat sebaliknya dan tidak mengakui otoritas pengadilan tersebut. Selama Netanyahu tetap berada di Israel, negara tersebut tidak memiliki kewajiban domestik untuk menangkapnya dan kemungkinan besar akan menolak permintaan ekstradisi apa pun dari ICC. 

2. Dukungan Domestik dan "Rally-around-the-flag"

Di dalam negeri, ancaman ICC justru dapat memperkuat posisi politik Netanyahu. 

Sentimen Anti-ICC: Spektrum politik Israel secara luas mengkritik ICC, memandang tuduhan tersebut bias atau anti-Semit.

Penyatuan Nasional: Surat perintah penangkapan mendorong warga Israel untuk bersatu di belakang pemimpin mereka dalam menghadapi tekanan eksternal, yang dapat meningkatkan popularitasnya atau setidaknya mencegah oposisi domestik untuk menggulingkannya saat ini.

Narasi Pembelaan Diri: Netanyahu menggunakan surat perintah tersebut untuk memperkuat narasinya bahwa ia sedang "membela" Israel dari ancaman eksistensial dan bahwa ia sedang "dipersekusi" karena hal tersebut, sebuah argumen yang beresonansi dengan basis pendukungnya. 

3. Dukungan dari Sekutu Utama (Terutama AS)

Meskipun ada ketegangan, Amerika Serikat secara konsisten memberikan dukungan diplomatik dan politik yang kuat kepada Israel dan Netanyahu.

AS Bukan Anggota ICC: AS juga bukan negara pihak ICC dan secara eksplisit menolak yurisdiksi pengadilan atas Israel. Pejabat AS, termasuk Presiden Joe Biden, menyebut permintaan surat perintah itu "keterlaluan" dan berjanji akan selalu mendukung Israel.

Ancaman Sanksi: AS bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap pejabat ICC, yang melemahkan kemampuan dan kemauan pengadilan untuk menegakkan surat perintah tersebut secara efektif. 

4. Batasan Yurisdiksi Geografis

Surat perintah penangkapan ICC secara hukum mengikat 124 negara anggota. Artinya, Netanyahu berisiko ditangkap jika ia bepergian ke negara-negara tersebut. Namun, ia masih dapat bepergian ke banyak negara non-anggota, termasuk AS, Rusia, dan beberapa negara Timur Tengah (seperti Mesir dan Arab Saudi). Hal ini memberinya fleksibilitas diplomatik dan kemampuan untuk menghindari penangkapan fisik. 

5. Kelemahan Struktural ICC

ICC tidak memiliki pasukan polisi sendiri untuk menegakkan surat perintah penangkapan. Pengadilan sepenuhnya bergantung pada kerja sama dari negara-negara anggotanya, yang sering kali memprioritaskan aliansi politik di atas kewajiban hukum mereka. Contohnya, beberapa negara (seperti Hungaria dan Prancis pada awalnya) telah menunjukkan keraguan atau penolakan untuk menegakkan surat perintah tersebut. 

Secara keseluruhan, Netanyahu tetap "tak bergeming" karena ia berlindung di balik kedaulatan negaranya yang menolak ICC, dukungan politik domestik dan internasional yang kuat, dan kelemahan penegakan hukum dalam sistem peradilan internasional. 

*

Pengaruh Amerika Serikat dan Arab Saudi Terhadap PBB

Amerika Serikat (AS) secara konsisten menggunakan pengaruh diplomatik dan hak vetonya di Dewan Keamanan PBB untuk menghalangi resolusi yang secara keras menindak Israel atau Netanyahu. Ini didasarkan pada hubungan aliansi strategis yang kuat dan kepentingan nasional AS di Timur Tengah. AS telah menggunakan hak vetonya puluhan kali untuk melindungi Israel dari tindakan PBB. 

Di sisi lain, Arab Saudi (dan negara-negara Arab moderat lainnya) terlibat dalam proses normalisasi hubungan dengan Israel yang dikenal sebagai "Perjanjian Abraham" (Abraham Accords), yang dimulai di bawah pemerintahan Trump dan didukung Netanyahu. Meskipun proses normalisasi ini sempat tertunda akibat perang di Gaza, Arab Saudi tidak secara langsung "menghalangi PBB menindak Netanyahu" di forum PBB secara terbuka, melainkan memiliki prioritas diplomatik mereka sendiri, seperti menyeimbangkan pengaruh Iran di kawasan tersebut. Hubungan ini lebih bersifat transaksional daripada perlindungan langsung di PBB. 

Cara PBB Menundukkan Paksa Suatu Negara

PBB memiliki mekanisme untuk menundukkan paksa suatu negara yang melakukan genosida, tetapi mekanismenya dibatasi oleh dinamika politik di Dewan Keamanan (DK PBB).

Peran Dewan Keamanan PBB: DK PBB adalah satu-satunya badan di PBB yang dapat mengambil tindakan mengikat secara hukum terhadap suatu negara. Ini dapat mencakup sanksi ekonomi, embargo senjata, atau otorisasi penggunaan kekuatan militer ("pasukan penjaga perdamaian" atau operasi militer resmi) di bawah Bab VII Piagam PBB.

Hak Veto: Masalah utamanya terletak pada hak veto yang dimiliki oleh lima anggota tetap DK PBB (AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Cina). Satu negara anggota tetap dapat memblokir resolusi apa pun, terlepas dari dukungan mayoritas negara lain.

Hambatan: Dalam kasus Israel, Amerika Serikat sering menggunakan hak vetonya untuk memblokir resolusi yang dianggap merugikan Israel, termasuk seruan gencatan senjata yang mengikat atau penempatan pasukan perdamaian, sehingga PBB tidak dapat mengambil tindakan paksa secara efektif. 

Kesimpulannya, PBB memiliki kerangka hukum untuk menindak pelaku genosida, tetapi PBB tidak dapat menundukkan paksa suatu negara jika ada anggota tetap DK PBB yang menggunakan hak vetonya untuk menghalangi tindakan tersebut.

*

Dari perspektif kekuasaan dan pengaruh. Struktur PBB, terutama Dewan Keamanan (DK PBB), sering kali dikritik karena mencerminkan dinamika kekuasaan pasca-Perang Dunia II dan memberikan keistimewaan yang tidak proporsional kepada lima negara besar. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pandangan tersebut muncul:

1. Adanya Hak Veto di Dewan Keamanan 

Ini adalah argumen utama. Lima anggota tetap DK PBB—Amerika Serikat, Rusia, Cina, Prancis, dan Inggris—memiliki hak veto

Satu veto tunggal dari salah satu negara ini dapat membatalkan resolusi apa pun, meskipun didukung oleh 149 negara anggota Majelis Umum lainnya.

Hal ini secara efektif memberikan kemampuan kepada negara-negara besar tersebut untuk melumpuhkan fungsi utama PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, terutama ketika kepentingan nasional mereka atau sekutu mereka terlibat. 

2. Kepentingan Politik Mengungguli Prinsip

Dalam praktiknya, keputusan PBB sering kali lebih didorong oleh kalkulasi geopolitik dan aliansi politik daripada oleh prinsip-prinsip universal keadilan atau hak asasi manusia. Negara-negara besar menggunakan pengaruh mereka untuk melindungi sekutu mereka (seperti AS melindungi Israel, atau Rusia melindungi Suriah), yang membuat PBB tampak tidak netral atau tidak efektif dalam menghadapi krisis tertentu. 

3. Ketimpangan Ekonomi dan Pengaruh

Negara-negara besar juga merupakan kontributor keuangan utama PBB dan pemegang ekonomi terbesar di dunia. Pengaruh ekonomi dan militer ini sering diterjemahkan menjadi pengaruh politik di dalam lembaga PBB. 

Pandangan Lainnya

Meskipun demikian, ada pandangan yang berargumen bahwa PBB masih memiliki peran penting di luar Dewan Keamanan:

Majelis Umum: Meskipun resolusinya tidak mengikat secara hukum, Majelis Umum memberikan platform global bagi semua negara, besar dan kecil, untuk menyuarakan keprihatinan mereka dan membentuk opini publik internasional.

Badan-badan Lain: UNICEF, WHO, UNHCR, dll., menjalankan fungsi kemanusiaan dan pembangunan vital di seluruh dunia. 

Secara singkat, PBB adalah organisasi global yang mewakili hampir semua negara di dunia, tetapi alat penegakan hukumnya yang paling kuat berada di tangan segelintir negara besar, membuat efektivitasnya sangat bergantung pada persetujuan mereka. 

*

Apa yang kemungkinan terjadi terhadap Netanyahu baik aman atau celakanya atas genosida yang ia buat ?

Netanyahu menghadapi ketidakpastian besar mengenai nasibnya, terutama terkait tuduhan genosida dan kejahatan perang di Gaza. Kemungkinan "aman" atau "celaka" baginya bergantung pada perkembangan politik dan hukum di masa depan.

Berikut adalah skenario kemungkinan yang terjadi:

Kemungkinan "Aman" (Tidak Dituntut)

Bertahan di Israel: Selama ia tetap berada di Israel, ia aman dari penangkapan fisik oleh ICC karena Israel tidak mengakui yurisdiksi pengadilan tersebut dan tidak akan mengekstradisinya.

Perlindungan Sekutu: Dukungan diplomatik dari AS dan sekutu kuat lainnya dapat mencegah tekanan internasional yang signifikan untuk menegakkan surat perintah penangkapan ICC. Ancaman sanksi AS terhadap ICC dapat melemahkan lembaga tersebut.

Pergantian Politik di Masa Depan: Proses hukum internasional sangat panjang dan rumit. Mungkin saja terjadi perubahan politik di Israel atau di panggung global yang menyebabkan kasus ICC mandek atau ditarik di masa depan.

Bebas dari Tuduhan Genosida: Israel dan para pendukungnya berargumen keras bahwa tindakan mereka adalah pembelaan diri yang sah, bukan genosida. Jika argumen hukum ini berhasil dipertahankan di mata hukum internasional (di ICC atau ICJ), ia bisa dibebaskan dari tuduhan tersebut.

Kemungkinan "Celaka" (Dituntut atau Terisolasi)

Isolasi Internasional: Surat perintah penangkapan ICC sudah membatasi kemampuan Netanyahu untuk bepergian ke lebih dari 120 negara anggota ICC. Hal ini secara efektif menjadikannya paria internasional dan membatasi diplomasi tatap muka globalnya.

Tekanan Domestik: Tuduhan internasional dan perang yang berlarut-larut meningkatkan tekanan politik domestik di Israel. Tuntutan untuk pengunduran dirinya atau pemungutan suara tidak percaya (no-confidence vote) di parlemen dapat mengakhiri karier politiknya.

Perubahan Pemerintahan di AS: Jika terjadi perubahan pemerintahan di AS yang mengambil sikap lebih keras terhadap Israel, dukungan yang melindunginya di forum PBB dan ICC bisa berkurang.

Ekstradisi yang Tidak Terduga: Meskipun kecil kemungkinannya, jika ia bepergian ke negara anggota ICC dan negara tersebut memilih untuk menegakkan kewajiban hukumnya di atas hubungan diplomatik, ia bisa ditangkap dan diekstradisi ke Den Haag.

Hukuman Simbolis: Meskipun ia mungkin tidak pernah duduk di sel penjara, statusnya sebagai orang yang didakwa kejahatan perang akan menjadi warisan permanen yang mencoreng reputasinya dan reputasi Israel di mata sejarah.

Nasib Netanyahu sepenuhnya bergantung pada bagaimana dinamika politik dan hukum ini dimainkan. Saat ini, ia aman secara fisik selama di Israel, tetapi ia sangat "celaka" dalam hal reputasi dan kebebasan bergerak global.

*

Jika hal tersebut berlanjut, dimana PBB dengan ICC nya tak berfungsi sebagaimana mestinya dan negara negara di Dunia sudah mulai geram dengan Netanyahu. Ini aka memicu peperangan besar, ya dari arah Israel sendiri. Akan banyak yang akan menyerang Israel.

Pandangan bahwa ketidakberdayaan PBB dan ICC dapat memicu perang besar melawan Israel memiliki dasar, tetapi skenarionya sangat kompleks dan tidak pasti. Kegagalan lembaga internasional dapat meningkatkan frustrasi global dan memicu tanggapan yang lebih kuat, namun eskalasi langsung menjadi perang besar melibatkan banyak faktor lain. 


Analisis Skenario

Faktor yang dapat meningkatkan risiko perang:

Frustrasi Aktor Non-Negara: Kelompok-kelompok militan di kawasan, seperti Hizbullah, Hamas, dan kelompok lain yang didukung Iran, akan merasa lebih kuat untuk melanjutkan serangan berskala besar terhadap Israel karena tidak ada mekanisme internasional yang efektif untuk mengendalikan konflik.

Intervensi Regional: Jika Israel terus memperluas operasi militer atau menargetkan negara-negara tetangga, maka negara-negara yang tidak puas dengan respons internasional mungkin tergoda untuk melakukan intervensi. Ini bisa memicu perang regional yang melibatkan berbagai pihak.

Respons Negara Marah: Beberapa negara, terutama yang memiliki hubungan tegang dengan Israel dan AS, mungkin akan meningkatkan dukungan militer atau finansial kepada kelompok-kelompok anti-Israel, yang memperburuk konflik.

Eskalasi Situasi Kemanusiaan: Situasi kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza dapat mencapai titik di mana negara-negara lain merasa terdorong untuk bertindak, meskipun tindakan itu tidak selalu berupa perang. 

Faktor yang dapat mencegah perang besar:

Kekuatan Militer Israel: Israel memiliki kekuatan militer yang sangat unggul di kawasan, didukung oleh persenjataan modern dari AS. Setiap negara atau kelompok yang mempertimbangkan serangan skala besar harus memperhitungkan risiko pembalasan yang menghancurkan.

Dukungan AS: Selama AS terus memberikan dukungan militer dan diplomatik yang kuat, setiap negara yang ingin menyerang Israel secara langsung harus menghadapi kemungkinan konfrontasi dengan Amerika Serikat.

Normalisasi Hubungan Arab: Beberapa negara Arab, seperti Arab Saudi, telah terlibat dalam proses normalisasi hubungan dengan Israel. Meskipun konflik Gaza memperlambat proses ini, mereka mungkin tidak ingin mengorbankan stabilitas regional untuk terlibat dalam perang yang merugikan.

Ancaman Balasan Nuklir: Beberapa pihak berspekulasi bahwa Israel memiliki senjata nuklir. Ancaman balasan nuklir oleh Israel akan menjadi penentu utama bagi setiap negara yang mempertimbangkan invasi skala penuh.

Prioritas Politik dan Ekonomi Lain: Banyak negara mungkin memprioritaskan stabilitas ekonomi dan politik domestik mereka daripada terlibat dalam konflik militer yang mahal dan berisiko tinggi. 

Kesimpulan

Meskipun kegagalan PBB dan ICC secara signifikan meningkatkan ketegangan dan risiko konflik, hal itu tidak secara otomatis mengarah pada perang besar. Konflik kemungkinan besar akan berlanjut dan bereskalasi dalam bentuk serangan sporadis, bentrokan regional, dan ketidakstabilan yang berkepanjangan. Perang besar hanya akan pecah jika ada perubahan besar dalam dinamika kekuasaan di kawasan atau jika negara-negara kuat memutuskan untuk melakukan intervensi militer langsung, yang saat ini masih memiliki risiko yang terlalu tinggi bagi kebanyakan pihak. 

*

Peranan Timur Tengah kepada Palestina terhadap Genosida Israel -  Netanyahu dan Bahaya Perang Regional di Timur Tengah ?

Peran negara-negara Timur Tengah terhadap Palestina di tengah tuduhan genosida yang dilakukan Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu sangat beragam, mulai dari kecaman keras dan dukungan kemanusiaan hingga kekhawatiran pragmatis tentang stabilitas regional. Kegagalan mekanisme internasional (PBB dan ICC) dalam menghentikan konflik ini meningkatkan bahaya perang regional yang signifikan. 

Peranan Timur Tengah kepada Palestina

Negara-negara Timur Tengah memiliki pendekatan yang berbeda-beda:

Kecaman Keras dan Dukungan Diplomatik: Secara umum, negara-negara Arab dan mayoritas Muslim mengutuk keras tindakan Israel di Gaza, seringkali menyebutnya genosida. Mereka mendukung resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata dan pengakuan negara Palestina.

Peran Mediator: Negara-negara seperti Qatar dan Mesir memainkan peran krusial sebagai mediator antara Israel, Hamas, dan AS dalam upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera.

Bantuan Kemanusiaan: Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya telah memberikan bantuan kemanusiaan dan finansial yang besar untuk Palestina selama bertahun-tahun.

Prioritas Normalisasi vs. Solidaritas: Perang ini telah mengeraskan opini publik Arab terhadap Israel, menyebabkan beberapa pemerintah, termasuk Arab Saudi, untuk memperkeras posisi mereka dan menghentikan sementara proses normalisasi hubungan dengan Israel ("Abraham Accords") sampai hak-hak Palestina terpenuhi. Namun, kekhawatiran akan ancaman Iran terkadang mengarahkan beberapa negara Arab Teluk untuk secara tidak langsung berpihak pada Israel demi stabilitas politik dan keamanan bersama. 

Bahaya Perang Regional di Timur Tengah

Situasi saat ini secara dramatis meningkatkan risiko perang regional yang lebih luas:

"Axis of Resistance" Iran: Aktor non-negara yang didukung Iran, seperti Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman (menyerang pelayaran di Laut Merah), dan milisi di Irak dan Suriah, telah melakukan serangan sebagai respons terhadap operasi Israel di Gaza.

Ketakutan Eksodus Massal: Negara-negara tetangga langsung seperti Mesir dan Yordania sangat khawatir bahwa operasi militer Israel akan memaksa pengusiran massal warga Palestina ke wilayah mereka, yang dapat mendestabilisasi negara mereka sendiri dan memicu krisis kemanusiaan yang lebih besar.

Serangan Balasan: Israel, AS, dan Inggris telah melancarkan serangan balasan terhadap kelompok-kelompok ini, menciptakan siklus eskalasi yang berbahaya di luar perbatasan Israel-Gaza.

Kredibilitas Sekutu AS: Beberapa negara Teluk mempertanyakan komitmen keamanan AS dalam menghadapi serangan Israel. Bagi mereka, Israel mulai terlihat sebagai ancaman regional utama yang baru, menggeser Iran, yang semakin meningkatkan ketegangan dan potensi miskalkulasi militer. 

Intinya, ketidakmampuan PBB/ICC untuk secara efektif menghentikan tindakan Israel di Gaza memicu frustrasi yang berujung pada tindakan aktor regional, meningkatkan kemungkinan eskalasi menjadi perang besar di seluruh Timur Tengah. Gencatan senjata di Gaza adalah satu-satunya harapan untuk meredakan ketegangan regional. 

*

Pernyataan bahwa krisis pangan saja dapat melumpuhkan Israel adalah terlalu sederhana dan cenderung tidak akurat dalam konteks kemampuan negara dan militernya.

Meskipun Israel tidak sepenuhnya swasembada pangan dan bergantung pada impor untuk sebagian besar kebutuhan makanannya (sekitar 70% biji-bijian diimpor), negara tersebut memiliki ketahanan pangan (food security) yang kuat dan mekanisme darurat yang dirancang untuk menghadapi krisis. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa krisis pangan saja tidak mungkin melumpuhkan Israel:

Rantai Pasokan yang Tangguh: Israel memiliki rute impor yang beragam (melalui laut dan udara) dan hubungan dagang yang kuat, terutama dengan AS dan Eropa. Meskipun perang regional dapat mengganggu rute tertentu, AS kemungkinan besar akan menjamin pasokan penting terus berjalan.

Cadangan Strategis: Seperti banyak negara maju, Israel menyimpan cadangan makanan strategis untuk keadaan darurat yang dirancang untuk bertahan dalam konflik jangka pendek hingga menengah.

Kemampuan Militer Sendiri: Militer Israel (IDF) memiliki logistik dan rantai pasokan internal yang kuat untuk memastikan pasokan bagi pasukannya sendiri tidak terganggu, terlepas dari krisis pangan sipil. Kelumpuhan militer akibat kekurangan pangan sangat tidak mungkin terjadi.

Dukungan AS yang Konsisten: AS tidak akan membiarkan sekutu utamanya runtuh karena krisis pangan. Bantuan darurat (baik militer maupun kemanusiaan) akan segera dikirim untuk mencegah kelumpuhan negara.

Produksi Lokal yang Didukung: Meskipun banyak pertanian di daerah perbatasan (utara dan selatan) terkena dampak perang, produksi pangan lokal di wilayah lain terus berlanjut dan didukung oleh pemerintah untuk mengisi kesenjangan yang ada. 

Dampak yang Lebih Realistis dari Krisis Pangan

Krisis pangan di Israel akan menyebabkan masalah serius, seperti: 

Inflasi dan Harga Naik: Harga makanan akan melonjak, membebani rumah tangga Israel.

Ketidakstabilan Sosial: Ketidakamanan pangan dapat memicu protes dan tekanan publik yang signifikan terhadap pemerintahan Netanyahu.

Masalah Kesehatan: Warga mungkin terpaksa mengonsumsi makanan yang kurang bergizi, meningkatkan biaya kesehatan nasional. 

Kesimpulan

Krisis pangan akan menjadi pukulan telak bagi ekonomi dan stabilitas sosial Israel, tetapi tidak akan menjadi kekuatan tunggal yang melumpuhkan kemampuan militer Israel atau menyebabkan keruntuhan total negara tersebut, terutama selama mereka memiliki dukungan kuat dari Amerika Serikat.

*

Berarti kekuatan Tuhan yang dapat melumpuhkan Israel secara sepenuhnya. Israel akan kehabisan masa kehidupannya mengikut "fase 40 tahun menurut Syaikh Pendiri HAMAS.

sumber-sumber yang membahas pandangan Syaikh Ahmed Yassin dari perspektif Islami untuk memahami dasar analisis beliau. Analisa Syaikh Yassin bukanlah prediksi ilmiah atau politik konvensional, melainkan penafsiran teologis berdasarkan pemahaman terhadap Al-Qur'an dan sejarah Islam.

Berikut adalah penjelasan mengenai landasan argumen Syaikh Yassin:

Landasan Analisa Syaikh Yassin

Pandangan Syaikh Yassin bersumber dari keyakinan bahwa sejarah Israel (Bani Israil dalam Islam) berulang dalam siklus tertentu dan terkait erat dengan janji serta peringatan Allah SWT dalam Al-Qur'an.

Surah Al-Isra Ayat 4-7:
Ayat-ayat ini sering dikutip sebagai landasan utama prediksi semacam ini. Ayat-ayat tersebut berbicara tentang dua kali masa kerusakan besar yang dilakukan Bani Israil di muka bumi, yang diikuti dengan datangnya hamba-hamba Allah yang akan menimpakan azab kepada mereka.

"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: 'Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar'." (QS. Al-Isra [17]: 4)

Syaikh Yassin dan ulama lain menafsirkan peristiwa-peristiwa sejarah (seperti penaklukan oleh Babilonia dan Romawi) sebagai pemenuhan "dua kali" kerusakan tersebut, dan percaya bahwa pendirian negara Israel modern adalah puncak dari kesombongan (kerusakan) yang ketiga atau yang sedang berlangsung, yang akan diikuti oleh kehancuran.

Simbolisme Angka 40:
Angka 40 memiliki makna simbolis yang kuat dalam Al-Qur'an dan Hadits, sering dikaitkan dengan masa ujian atau transisi generasi (misalnya, 40 tahun Bani Israil tersesat di gurun). Syaikh Yassin mengaitkan siklus 40 tahun dengan periode kejayaan dan kejatuhan.

Periode Kejayaan dan Penindasan: Dalam pandangan beliau, Israel mungkin mengalami periode kekuasaan atau penindasan, tetapi siklus ini tidak abadi dan akan berakhir sesuai kehendak ilahi. 

Prediksi Waktu Keruntuhan

Meskipun analisis awal Syaikh Yassin tentang siklus 40 tahun (yang berarti kehancuran sekitar tahun 1988) tidak terjadi secara nyata pada tanggal tersebut, beberapa laporan media yang lebih baru menyebutkan adanya revisi atau penafsiran lain terhadap pandangan beliau yang memprediksi kehancuran Israel pada tahun-tahun mendatang, seperti tahun 2027

Ringkasan Perspektif Islami

Dari sudut pandang Khazanah Islami yang mendukung analisis Syaikh Yassin, kekuatan yang melumpuhkan Israel adalah kekuatan ilahi yang bekerja melalui umat beriman (hamba-hamba Allah yang saleh) yang ditakdirkan untuk mengakhiri "kerusakan" yang dilakukan oleh Zionis. Ini adalah keyakinan teologis bahwa nasib Israel telah tertulis dalam kitab suci dan bahwa keruntuhannya, meskipun mungkin tidak sesuai dengan jadwal 40 tahun yang diprediksi sebelumnya, adalah janji yang pasti akan terjadi pada waktu yang telah ditentukan oleh Allah SWT.

*

Saya dapat mencarikan informasi mengenai dalil-dalil keagamaan yang digunakan sebagai landasan pandangan tersebut dari sumber-sumber yang tersedia secara publik, termasuk ulasan tafsir dari para ulama.

Sumber utama dari pandangan ini, yang menjadi rujukan dalam Khazanah Islami, adalah Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Isra (ayat 4-7), serta beberapa Hadits.

Berikut adalah rincian informasi akurat dari sumber-sumber tersebut, sesuai dengan penafsiran para ulama yang mendukung analisis serupa Syaikh Ahmed Yassin:

Sumber Utama: Surah Al-Isra (17) Ayat 4-7

Ayat-ayat ini adalah pusat dari argumen kenabian (nubuat) mengenai nasib Bani Israil:

"Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: 'Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar'. 

Apabila datang janji (kehancuran) pertama dari kedua (kerusakan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di segala pelosok perkampungan. Dan itulah suatu ketetapan yang pasti terlaksana.

Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk menang atas mereka, Kami karuniakan kepadamu harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kamu lebih banyak pengikutnya.

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang janji (kehancuran) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk memusnahkanmu..." 


Penafsiran Ulama:

Para ulama, termasuk yang diulas dalam sumber-sumber Islami, menafsirkan ayat-ayat ini sebagai berikut:

Dua Kali Kerusakan: Sejarah mencatat bahwa Bani Israil dihancurkan dan diasingkan oleh bangsa lain dua kali di masa lampau (misalnya, oleh Babilonia di bawah Nebukadnezar II dan oleh Kekaisaran Romawi di bawah Titus).

Kehancuran Ketiga/Saat Ini: Sebagian ulama kontemporer menafsirkan pendirian Negara Israel modern dan penindasan terhadap Palestina sebagai "kerusakan" atau "kesombongan besar" ketiga yang sedang berlangsung, yang menurut janji Al-Qur'an akan diikuti oleh kehancuran atau pemusnahan mereka oleh "hamba-hamba Allah yang perkasa" (yang diyakini sebagai umat Muslim yang bersatu).

Ketetapan Pasti: Ayat ini memberikan keyakinan teologis bahwa kehancuran Israel adalah janji Allah yang pasti terjadi, meskipun waktunya tidak disebutkan secara eksplisit dalam ayat tersebut. 

Sumber Hadits

Selain Al-Qur'an, terdapat Hadits shahih yang sering dijadikan rujukan mengenai akhir zaman dan konflik dengan Yahudi: 

Hadits Abu Hurairah (Diriwayatkan oleh Muslim):
"Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu kaum Muslimin membunuh mereka, sampai orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu batu dan pohon itu berkata, 'Wahai Muslim! Wahai hamba Allah! Ini ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia!'" 

Kesimpulan

Dari Kitab suci Al-Qur'an dan Hadits, terdapat landasan dalil yang kuat yang digunakan oleh para ulama untuk meyakini bahwa Israel pada akhirnya akan hancur. Namun, perlu dicatat:

Tidak Ada Tanggal Pasti: Dalil-dalil tersebut tidak menyebutkan tanggal spesifik keruntuhan (seperti siklus 40 tahun yang merupakan interpretasi waktu tertentu oleh Syaikh Yassin).

Syarat Terpenuhi: Keruntuhan tersebut dikaitkan dengan syarat terjadinya "kerusakan" besar yang dilakukan Bani Israil dan kembalinya umat Islam untuk bersatu sebagai "hamba Allah yang perkasa". 

Saya hanya mengulas dan merangkum informasi dari Kitab suci dan tafsir ulama untuk menjawab permintaan Anda, tanpa melakukan penafsiran teologis sendiri.

*

[Syarah Hadis] Mendudukkan Pemahaman Hadis tentang Nasib Entitas Yahudi Akhir Zaman

14 Januari 2024

Penulis: Siti Murlina

Muslimah News, SYARAH HADIS —

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تُقَاتِلُوا الْيَهُودَ حَتَّى يَقُولَ الْحَجَرُ وَرَاءَهُ الْيَهُودِيُّ يَا مُسْلِمُ هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي فَاقْتُلْهُ

Telah bercerita kepada kami Ishaq bin Ibrahim, telah mengabarkan kepada kami Jarir dari ‘Umarah bin Al-Qa’qa’ dari Abu Zur’ah dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat hingga kalian memerangi orang-orang Yahudi hingga batu yang di baliknya bersembunyi seorang Yahudi akan berkata, ‘Wahai Muslim, ini Yahudi di belakangku bunuhlah dia.'” (HR Bukhari No. 2709, Muslim No. 2926).

Dalam hadis yang lain disebut secara lebih detail Rasulullah saw. bersabda,

لا تقوم الساعة حتى تقاتلوا اليهود حتى يختبئ اليهودي وراء الحجر والشجر فيقول : الحجر والشجر : يا مسلم يا عبد الله هذا يهودي خلفي فتعال فاقتله إلاّ الغرقد

“Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga umat muslim memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun, batu dan pohon berkata, ‘Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh. Kecuali pohon gharqad (yang tidak demikian) karena termasuk pohon Yahudi.’” (HR Muslim no. 2922).

Dalam riwayat yang lain juga dari jalur Salim bin Abdullah bin Umar dari Abdullah bin ‘Umar ra. dengan lafaz,

ُقَاتِلُكُمُ الْيَهُودُ فَتُسَلَّطُونَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ يَقُولُ الْحَجَرُ يَا مُسْلِمُ هَذَا يَهُودِيٌّ وَرَائِي فَاقْتُلْهُ

“Kaum Yahudi nanti akan memerangi kalian. Akan tetapi, kalian (diberi kekuatan) menguasai (mengalahkan) mereka, kemudian (sampai) batu pun berkata, ‘Wahai muslim, ada orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.'” (HR Tirmidzi No. 2236).

Dalam hadis tersebut, tidak ada nas atau teks yang berkolerasi langsung dengan Palestina secara khusus. Dengan demikian, substansi dari hadis tersebut bersifat umum dan bisa terjadi di Palestina atau tempat lain. Selain itu, Rasulullah saw. juga tidak menjelaskan soal kapan terjadinya itu. Beliau saw. hanya menyampaikan apa yang menjadi tanda-tanda akhir zaman. Namun, kehancuran Yahudi pasti terjadi sebelum hari kiamat.

Makna dari kandungan hadis memberikan informasi bahwa akan terjadi peperangan besar antara kaum muslim dengan entitas Yahudi, berarti kiamat betul-betul telah dekat. Dengan demikian, tanda tersebut ada kaitannya dengan dekatnya kedatangan hari kiamat. Karena dengan tanda tersebut Allah Swt. hendak menguji keadaan hamba-Nya, bahwa pertarungan antara hak dan batil akan terus ada sampai menjelang kiamat kubra.

Akan terjadi saling serang atau pertempuran antara kedua belah pihak, yang membuat entitas Yahudi terdesak oleh pasukan kaum muslim hingga mereka pun mencari tempat-tempat persembunyian. Akan tetapi, atas izin Allah Swt., batu, tembok, pepohonan, dan lain sebagainya yang merupakan benda mati kelak bila masanya akan berbicara, bahkan hampir seluruh makhluk memberi tahu keberadaan orang Yahudi dan menyuruh untuk membunuhnya. Pada akhirnya pertempuran tersebut ditolong oleh Allah Swt. dan kemenangan berada di pihak kaum muslim.

Dalam hadis selanjutnya, yang tidak akan berbicara tentang keberadaan entitas Yahudi itu adalah pohon gharqad, karena ia memihak pada entitas Yahudi. Imam An-Nawawi menjelaskan, ”Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang dikenal di Negeri Baitulmaqdis (Palestina). Di sanalah dajal dan Yahudi (akan) dibunuh (yakni oleh Nabi Isa as. dan kaum muslim).”

Imam Abu Hanifah dalam Al-Mu’jamul Wasith menerangkan, gharqad adalah pohon yang tingginya antara satu sampai tiga meter. Tergolong spesies terung-terungan, batang dan dahannya berwarna putih, mirip pohon ‘ausaj dari segi daunnya yang lunak dan dahannya yang berduri. Adapun bunganya yang berleher panjang lagi berbau harum, berwarna putih kehijauan dan buahnya berbentuk kerucut dapat dimakan.

Berkenaan dengan informasi dalam beberapa hadis tadi, Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari menyatakan, “Terdapat (berita) adanya tanda-tanda menjelang datangnya hari kiamat. Di antaranya, berbicaranya benda-benda mati, seperti pohon dan batu. Dan berdasarkan lahirnya, adalah berbicara secara hakiki, meskipun ada kemungkinan adanya makna kiasan. Maksudnya, bersembunyi (di balik benda-benda tersebut) tidak bermanfaat bagi mereka (Yahudi). Akan tetapi, (makna) yang pertama (secara lahiriah) adalah lebih utama.”

Memaknai konten hadis tadi dalam konteks kekinian makin menunjukkan kebenarannya. Telah tampak nyata keadaannya entitas Yahudi sejak dari munculnya hingga sekarang tak henti-hentinya membuat permusuhan dan peperangan. Fakta ini telah Allah Swt. kabarkan dalam Al-Qur’an, demikian juga Rasulullah saw. telah mengabarkan di dalam beberapa hadis.

Fakta selanjutnya adalah dalam lintasan sejarah, kalangan Bani Israil yang durhaka (entitas Yahudi) tersebut banyak ditulis dan dituturkan tentang sepak terjang mereka yang kelam. Sebuah entitas yang selalu diaspora ke mana-mana di muka bumi, tanpa tempat menetap. Di mana pun mereka menetap, senantiasa melakukan kerusakan dan permusuhan yang berakhir pada pengusiran, perbudakan, bahkan pembunuhan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Adolf Hitler di Jerman (Eropa).

Hal ini tidak lain disebabkan oleh kedurhakaan, pengingkaran, dan pembangkangan mereka terhadap risalah atau syariat Allah Swt. yang dibawa oleh para nabi. Apa lagi permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslim. Allah Swt. gambarkan dalam firman-Nya,

۞ لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ

“Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS Al-Maidah [5]: 82).

Dan dalam ayat yang lain,

وَلَيَزِيۡدَنَّ كَثِيۡرًا مِّنۡهُمۡ مَّاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ مِنۡ رَّبِّكَ طُغۡيَانًا وَّكُفۡرًا‌ ؕ وَاَ لۡقَيۡنَا بَيۡنَهُمُ الۡعَدَاوَةَ وَالۡبَغۡضَآءَ اِلٰى يَوۡمِ الۡقِيٰمَةِ‌ ؕ كُلَّمَاۤ اَوۡقَدُوۡا نَارًا لِّلۡحَرۡبِ اَطۡفَاَهَا اللّٰهُ‌ ۙ وَيَسۡعَوۡنَ فِى الۡاَرۡضِ فَسَادًا‌ ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الۡمُفۡسِدِيۡنَ

“Dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka. Dan Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Dan mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al-Maidah [5]: 64).

Relasi dari ayat di atas dengan beberapa hadis yang sudah dipaparkan sebelumnya sangat nyata adanya. Terjadi genosida dengan bombardir, penembakan, pembunuhan, pembantaian, dan lainnya terhadap kaum muslim di Gaza, Palestina saat ini. Pelakunya adalah bagian dari entitas Zionis Yahudi tersebut yang didukung oleh negara kafir penjajah yakni Amerika dan sekutunya.

Sungguh miris dan menyedihkan, entitas kecil Zionis Yahudi mampu melakukan genosida terhadap kaum muslim di Palestina. Sedangkan wilayahnya dikelilingi oleh negeri-negeri muslim yang jumlahnya jauh lebih besar dari entitas Yahudi. Hal ini disebabkan oleh sekat nasionalisme yang membuat mereka tidak satu tubuh lagi. Mereka tersandera oleh negara penjajah yakni Amerika dan sekutunya.

Entitas Zionis Yahudi yang saat ini menduduki Palestina tidak akan lama. Mereka berupaya membangun negara tempat menetap dan membuat tatanan dunia baru, tetapi hal itu tidak akan terwujud tanpa izin Allah Taala. Saat ini mereka berada di atas angin, sedang merayakan kemenangan dengan cara yang kejam dan biadab di atas genangan darah penduduk Palestina. Namun sungguh, tidak akan lama, Allah akan segera memenangkan kaum muslim di Palestina.

Oleh karenanya, untuk membebaskan Palestina membutuhkan aksi nyata sebuah negara, yakni dengan mengirim tentara dan senjata. Namun, hal ini tidak akan mungkin bisa dilakukan tanpa adanya persatuan kaum muslim. Dan persatuan kaum muslim beserta negeri-negeri muslim lainnya tidak lain hanyalah dengan Daulah Khilafah.

Jadi, upaya nyata bagi Palestina saat ini adalah jihad fisabilillah, yaitu mengirimkan bantuan militer berupa tentara lengkap dengan persenjataannya yang dikomandoi oleh seorang khalifah, pemimpin Daulah Islamiah. Dengan bersatunya negeri-negeri muslim di bawah naungan Daulah Khilafah, mereka akan terbebas dari belenggu penjajahan Amerika dan sekutunya. Dengan jihad dan Khilafah, bumi Palestina akan terbebas dari serangan dan kebiadaban entitas Yahudi. Mereka akan dihabisi sampai ke akar-akarnya dan musnah dari muka bumi. Kaum muslim akan memperoleh kemenangan yang nyata dan mereka akan dinaungi kehidupan yang mulia, baik di dunia maupun akhirat.

Wallahualam bissawab. [MNews/Rgl]

Sumber: suaramubalighah.com

   

Minggu, 23 November 2025

SAKAROTUL.MAWT


Hadis tentang sakaratul maut Nabi dan umat Islam menjelaskan bahwa sakaratul maut adalah proses yang berat dan sakit bagi setiap manusia, termasuk Nabi Muhammad SAW, yang digambarkan seperti dicabutnya nyawa dari setiap sendi, urat, dan saraf. Hadis juga menyebutkan dua faedah dari penderitaan ini, yaitu untuk mengangkat derajat nabi dan agar manusia mengetahui betapa beratnya sakaratul maut. Selain itu, terdapat hadis yang menganjurkan agar umat Islam mengajarkan kalimat "Laa ilaaha illallah" kepada orang yang sedang menghadapi kematian untuk meringankan sakaratul mautnya. 

Sakaratul maut bagi Nabi Muhammad SAW dan umat Islam 

Rasulullah SAW juga merasakan sakitnya: 

Sakaratul maut adalah keniscayaan yang dialami semua manusia, termasuk Nabi Muhammad SAW. Anas bin Malik meriwayatkan bahwa ketika kondisi Nabi memburuk, Fathimah berkata, "Alangkah berat penderitaanmu ayahku." Nabi menjawab, "Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini...".

Dua faedah dari penderitaan sakaratul maut:

Untuk menyempurnakan keutamaan dan mengangkat derajat para nabi, bukan karena kekurangan atau azab.

Agar manusia mengetahui kadar sakitnya kematian dan bahwa rasa sakit ini bersifat batiniah.

Gambaran kesakitan: 

Sakaratul maut digambarkan sangat dahsyat dan menyakitkan, seperti dicabut dari setiap urat, saraf, persendian, dan kulit. Beberapa hadis mengibaratkan sakitnya seperti dicabut 300 pedang. 

Amalan yang dianjurkan

Mengajarkan kalimat tauhid: 

Nabi Muhammad SAW memerintahkan untuk mengajarkan kalimat "Laa ilaaha illallah" kepada orang yang akan meninggal untuk meringankan sakaratul mautnya, seperti disebutkan dalam HR. Muslim dan empat imam hadits

Hikmah menghadapi sakaratul maut

Mengingat kematian: 

Mengingat kematian dapat mengingatkan kita akan akhirat, sehingga lebih mempersiapkan diri.

Menyikapi rasa sakit: 

Rasa sakit sakaratul maut tidak terlepas dari tujuan Allah SWT untuk mengangkat derajat hamba-Nya, sehingga penderitaan ini tidak harus dihindari, tetapi lebih kepada persiapan diri untuk menghadapinya. 

Doa Nabi Muhammad tentang sakaratul maut antara lain adalah "Allahummaghfirli warhamni wa alhiqni birrafiq al-a'laa" (Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, dan antarkanlah aku ke ar-rafiq al-a'la) dan doa "Allahumma ahyihi (ha) ma kanatil hayatu khairan lahu (laha), wa tawaffahu (ha) idza kanatil wafatu khairan lahu (laha)" (Ya Allah, panjangkanlah hidupnya jika itu lebih baik baginya, dan cabutlah nyawanya jika itu lebih baik baginya). Selain itu, beliau juga berpesan untuk mengajarkan kalimat "Laa ilaaha illallaah" kepada orang yang sedang sakaratul maut.

*

Doa Sakaratul Maut dan Artinya dalam Islam, Sesuai Hadist serta Ajaran Rasulullah

Ada sejumlah doa sakaratul maut yang bisa diamalkan oleh umat muslim agar terhindar dari rasa sakit kondisi ini.


SAKARATUL MAUT

Doa Sakaratul Maut dan Artinya dalam Islam, Sesuai Hadist serta Ajaran Rasulullah.

Ada sejumlah doa sakaratul maut yang bisa diamalkan oleh umat muslim agar terhindar dari rasa sakit kondisi ini.


Doa Sakaratul Maut dan Artinya dalam Islam, Sesuai Hadist serta Ajaran Rasulullah

Doa sakaratul maut sesuai ajaran Rasulullah bisa dibaca dan diamalkan oleh umat muslim. Sakaratul maut merupakan kesusahan dan rasa sakit yang memuncak menjelang maut. Mengingat betapa sakitnya saat sakaratul maut, umat muslim dianjurkan untuk senantiasa membaca zikir dan doa kepada Allah SWT agar terhindar dari beratnya kondisi ini.

Setiap orang tentu akan menghadapi kematian. Ia bisa menemui kematian siapa saja, baik tua maupun muda tanpa bisa dimajukan atau dijadwal mundur. Maka dari itu, sudah seharusnya umat muslim selalu mempersiapkan mati dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

Ada sejumlah doa sakaratul maut yang bisa diamalkan oleh umat muslim agar terhindar dari rasa sakit kondisi ini. Berikut doa sakaratul maut yang merdeka.com lansir dari Dream dan beberapa sumber lainnya:


Mengenal Sakaratul Maut

Sakaratul maut adalah keadaan di mana ruh secara perlahan terpisah dari jasad. Hal-hal ini terjadi selama proses itu tidak hanya dirasakan oleh jiwa manusia, tetapi juga dirasakan tubuhnya.

Karena tak ada yang dapat mengetahui kapan datangnya kematian, maka umat muslim selalu dianjurkan untuk mengingat-ingatnya dan mempersiapkan diri untuk menyambutnya dengan bertobat dan istiqamah dalam beribadah kepada Allah swt.

Rasulullah saw bersabda:

أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ

Artinya: Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kenikmatan (kematian) (HR Ibnu Hiban).

Terdapat pula banyak hadits yang menceritakan tentang pengalaman sakaratul maut dengan merasakan rasa sakit yang teramat sangat. Sakaratul maut pernah dijelaskan oleh ‘Amr ibn Al-‘Ash yang saat itu ditanya oleh putranya tentang gambaran kematian. Lalu ia menjawab:

“Demi Allah, dua sisi tubuhku seakan-akan berada dalam himpitan. Napasku seakan-akan keluar dari lubang jarum. Dan sebuah dahan berduri ditarik sekaligus dari ujung telapak kaki hingga ujung kepalaku.”

Pada waktu ini, seseorang yang mengalami sakaratul maut baiknya didampingi oleh keluarga dan sanak saudara. Selain mendampingi momen terakhirnya, keberadaan mereka adalah untuk membantu membacakan doa sakaratul maut.


Doa Sakaratul Maut Sesuai Ajaran Rasulullah

1. Surat Yasin

Doa sakaratul maut pertama yang bisa dibaca adalah surat Yasin. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Abu Darda bahwa Rasulullah saw bersabda:

Tidaklah seseorang yang menjelang kematiannya lalu dibacakan surat Yasin di atas kepalanya, melainkan akan dimudahkan baginya (proses kematian).” (HR. Ahmad, Ibn Ad-Dunya dan Dailami).

Kemudian dari mu’aqil ibn Yasar juga menjelaskan hal yang sama bahwa Rasulullah saw bersabda:

Bacakanlah surat Yasin untuk orang-orang yang mati di antara kalian.” (HR. Ibn Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, Al Hakim, dan Ibnu Hiban).


2. Surat Ar-Ra’d

Doa sakaratul maut yang bisa dibaca lainnya adalah surat Ar-Ra’d. Seperti yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah al-Marwazi yang meriwayatkan bahwa Jabir ibn Zaid berkata:

“Disunahkan membaca surat Ar-Ra’d di sisi orang yang sedang sakaratul maut. Hal itu dapat meringankan beban si mayat, memudahkan proses kematiannya, serta memperbaiki keadaannya. Pada hayat Rasulullah, sebelum kematian seseorang itu tiba, dipanjatkan doa untuknya, ‘Ya Allah, ampunilah si fulan; tenangkanlah pembaringannya; luaskanlah kuburnya; berikan ketenangan setelah kematiannya; pertemukanlah dia dengan nabinya; naikkanlah ruhnya bersama ruh orang-orang saleh; satukanlah antara kami dan dia dalam satu tempat di dalamnya senantiasa ada kesehatan; serta hilangkanlah keletihan dan kepenantannya.’ Lantas, dibacakan shalawat kepada Rasulullah secara berulang-ulang sampai kematian menjemputnya.”


3. Surat Al-Baqarah

Doa sakaratul maut lainnya yang juga bisa diamalkan adalah surat Al-Baqarah. Hal tersebut berdasarkan perkataan dari Ibnu Abi Syaibah dan Marqazi yang mengatakan bahwa Asy Sya’bi berkata:

“Dahulu orang-orang Anshar membacakan surat Al-Baqarah di sisi orang yang akan meninggal.”

4. Kalimat La Ilaha Illah Allah

Saat ada orang yang sedang mengalami sakaratul maut, bacaan yang biasanya dibacakan adalah kalimat “la ilaha illah Allah”. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At-Talaq ayat 2 berikut ini:

فَاِذَابَلَغْنَاَجَلَهُنَّفَاَمْسِكُوْهُنَّبِمَعْرُوْفٍاَوْفَارِقُوْهُنَّبِمَعْرُوْفٍوَّاَشْهِدُوْاذَوَيْعَدْلٍمِّنْكُمْوَاَقِيْمُواالشَّهَادَةَلِلّٰهِۗذٰلِكُمْيُوْعَظُبِهٖمَنْكَانَيُؤْمِنُبِاللّٰهِوَالْيَوْمِالْاٰخِرِەۗوَمَنْيَّتَّقِاللّٰهَيَجْعَلْلَّهٗمَخْرَجًاۙ

Artinya: “Maka apabila mereka telah mendekati akhir idahnya, maka rujuklah (kembali kepada) mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah pengajaran itu diberikan bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya,” (QS. At-Talaq: 2).

Dari ayat di atas, Abu Nu’aim mengatakan bahwa Qatadah pernah berkata maksud dari ayat tersebut:

“Jalan keluar dari berbagai hal yang syubhat di dunia dari kesusahan saat kematian dan dari berbagai rintangan pada hari kiamat kelak.”

Lalu Abu Sa’id meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Tuntunlah orang yang sedang berhadapan dengan kematiannya dengan kalimat ‘la ilaha illa Allah’.) (HR. Muslim).


5. Bacaan Doa Nabi Yunus

Doa sakaratul maut yang dianjurkan untuk dibaca adalah doa Nabi Yunus. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Sa’ad Ibn Abi Waqas bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan nama Allah yang paling agung? Yaitu doa Yunus: ‘La ilaha illa Anta, Subhanaka inni kuntu minazzholimi’ (Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). Barangsiapa yang berdoa dengan kalimat itu sebanyak empat puluh kali saat sakit menjelang kematiannya lalu meninggal, pasti dia kan diberikan pahala orang yang mati syahid, jika dia bebas, dia kan bebas dengan penuh pengampunan.” (HR al Hakim).

Bacaan doa sakaratul maut adalah sebagai berikut:

La ilaha illa Allah Al Halim al Karim, alhamdulillahirabbil’alamin, tabarokallazi bi yadih al Mulk yuhyi wa yumit wa huwa ala kulli syai’in qadir.


6. Doa Sakaratul Maut Ajaran Rasulullah

Doa sakaratul maut sesuai ajaran Rasulullah bisa diamalkan oleh umat muslim. Ada tuntunan doa dari Rasulullah SAW terhadap orang yang menghadapi sakaratul maut, sebagai berikut:

Allahumma ahyihi (ha) ma kanatil hayatu khairan lahu (laha), wa tawaffahu (ha) idza kanatil wafatu khairan lahu (laha).

Artinya: Ya Allah, panjangkanlah hidupnya jika itu lebih baik baginya, dan ambillah jika itu lebih baik baginya.


7. Doa terhindar dari Sakitnya Sakaratul Maut

Banyak hadis yang menggambarkan betapa beratnya menghadapi sakaratul maut, terutama yang dialami oleh hamba-hamba zalim dan ahli maksiat. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah surat Alquran, artinya:

“Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukuli dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan,

karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya,” (QS Al-An‘am [6]: 93).


8. Dzikir Sakaratul Maut

Mengingat betapa sakitnya sakaratul maut, umat muslim dianjurkan untuk membaca zikir dan berdoa agar terhindar dari rasa sakitnya. Berikut doa agar terhindar dari sakaratul maut dan artinya:

Allaahumma inna nasaluka salaamatan fid diini wa’aafiyatan fil jasadi waziyaadatan fil’ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qoblal maut wa rohmatan ‘indal maut wa maghfirotan ba’dal maut. Allohumma hawwinalainaa fii sakarootil maut wan najaata minan naari wal’afwa ‘indal hisaab.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesejahteraan atau kesehatan jasmani, ilmu yang bertambah, rezeki yang barakah, diterima tobatnya sebelum meninggal. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sakaratul maut dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami memohon ampunan ketika dihisab.”


9. Doa Agar Dipermudah Sakaratul Maut

Setiap muslim dianjurkan untuk memperbanyak mengingat mati dan menyiapkan diri untuk menyambutnya dengan bertobat dan beribadah kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadis, artinya:

Artinya: “Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kenikmatan (kematian).” (HR. Ibnu Hiban)

Doa agar dipermudah sakaratul maut, umat muslim bisa membaca doa dan mengamalkan doa setelah menunaikan ibadah salat. Berikut doa sakaratul maut dan artinya:

Allahumma Hawwin ‘Alaina Fii Sakarootil-Maut

Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah bagi kami di dalam menempuh sakratul maut.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Itulah sejumlah doa sakaratul maut yang bisa dibaca oleh umat muslim. Dengan membaca doa ini, semoga Allah SWT akan menjauhkan umat muslim dari sakitnya sakaratul maut.

Berdoa adalah salah satu usaha untuk menyembukan anak yang tengah sakit.


Kehadiran Keluarga Saat Sakaratul Maut: 4 Hal yang Harus Dilakukan

Melansir NU Online, Musthafa Al-Khin dalam kitabnya Al-Fiqhul Manhajî menyebutkan bahwa terdapat 4 hal yang semestinya dilakukan seseorang terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami naza’ atau sakaratul maut. Keempat hal tersebut adalah:

1. Memposisikan orang tersebut tidur miring ke sisi badan sebelah kanan untuk menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Bila hal ini dirasa susah maka menelentangkannya dengan posisi kepala sedikit diangkat sehingga wajahnya menghadap ke kiblat. Demikian pula kedua ujung kakinya juga disunahkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.

2. Disunnahkan mengajari (men-talqin) orang yang sedang sekarat kalimat syahadat yakni lâ ilâha illallâh dengan cara yang halus dan tidak memaksanya untuk ikut menirukan ucapan syahadat tersebut.

Cukuplah mentalqin dengan mengulang-ulang memperdengarkan kalimat lâ ilâha illallâh di telinganya tanpa menyuruh untuk mengucapkannya.

Berdasarkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim

لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Artinya: Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat lâ ilâha illallâh.

3. Disunnahkan membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat. Sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hiban:

اقرؤوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس

Artinya: Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian.

4. Orang yang sedang mengalami sakit dan merasakan sudah adanya tanda-tanda kematian ia dianjurkan untuk berbaik sangka (husnudhan) kepada Allah. Dalam keadaan seperti ini yang terbaik ia lakukan adalah membuang jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan yang telah ia perbuat. Sebaliknya ia dianjurkan untuk membayangkan bahwa Allah akan menerimanya dan mengampuni semua dosa-dosanya.

Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim Allah berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي

Artinya: Aku bersama prasangka hamba-Ku kepadaku.

*

Inilah 7 Bacaan dan Doa ketika Sakaratulmaut yang Diriwayatkan dalam Hadis

KETIKA seseorang mengalami sakaratulmaut, keluarga dan sanak saudara biasanya mendampinginya dengan membacakan doa-doa. Apa saja bacaan dan doa ketika sakaratulmaut tersebut?

Ya, sakaratulmaut pasti akan dialami oleh semua manusia yang hidup sebelum dinyatakan meningga dunia. Sakaratulmaut ini dahsyat dan sangat berat, terutama jika menimpa orang-orang yang tidak taat atau kerap berbuat maksiat selama hidupnya di dunia.  Oleh karena itu, doa menjadi sesuatu yang amat penting untuk dibacakan ketika seseorang menghadapi sakaratulmaut.

Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut ini banyak diriwayatkan dalam hadis dan juga diterangkan paraa ulama. Berikut beberapa keterangan terkait bacaan dan doa ketika sakaratulmaut tersebut:


1Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: Surat Yasin

Abu Darda menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda, “Tidaklah seseorang yang menjelang kematiannya lalu dibacakan surat Yasin di atas kepalanya, melainkan akan dimudahkan baginya (proses kematian).” (HR Ahmad, Ibn Ad-Dunya dan Dailami)

Mu’aqil ibn Yasar juga menerangkan hal serupa, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Bacakanlah surat Yasin untuk orang-orang yang mati di antara kalian.” (HR ibn Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, Al Hakim, dan Ibnu Hiban).


2. Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: Surat Ar Ra’du

Ibnu Abi Syaibah dan al-Marwazi meriwayatkan bahwa Jabir ibn Zaid pernah berkata, “Disunahkan membaca surat ar Ra’du di sisi orang yang sedang sakaratulmaut. Hal itu dapat meringankan beban si mayat, memudahkan proses kematiannya, serta memperbaiki keadaannya. Pada hayat Rasulullah ﷺ, sebelum kematian seseorang itu tiba, dipanjatkan doa untuknya, ‘Ya Allah, ampunilah si fulan; tenangkanlah pembaringannya; luaskanlah kuburnya; berikan ketenangan setelah kematiannya; pertemukanlah dia dengan nabinya; naikkanlah ruhnya bersama ruh orang-orang saleh; satukanlah anatara kami dan dia dalam satu tempat di dalamnya senantiasa ada kesehatan; serta hilangkanlah keletihan dan kepenantannya.’ Lantas, dibacakan shalawat kepada Rasulullah ﷺ secara berulang-ulang sampai kematian menjemputnya.”


3.  Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: Surat Al Baqarah

Ibnu Abi Syaibah dan Marqazi juga menuturkan bahwa Asy Sya’bi pernah mengatakan, “Dahulu orang-orang Anshar membacakan surat Al Baqarah di sisi orang yang akan meninggal.”

4Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: Kalimat ‘La ilaha illa Allah’

Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar.” (QS At Talaq: 2)

Mengenai ayat tersebut, Abu Nu’aim menuturkan bahwa Qatadah pernah berkata, maksudnya: “Jalan keluar dari berbagai hal yang syubhat di dunia, dari kesusahan saat kematian dan dari berbagai rintangan pada hari kiamat kelak.”

Abu Sa’id meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda, “Tuntunlah orang yang sedang berhadapan dengan kematiannya dengan kalimat La ilaha illa Allah.” (HR Muslim)

Ibnu Hibban dan lainnya pun mengatakan bahwa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah orang yang tengah mengalami sakaratulmaut.

Ibnu Abbas pernah mendengar Rasulullah ﷺbersabda, “Perdengarkanlah pertama kali kepada bayi kalimat La ilaha illa Allah. Bimbinglah ketika mereka menghadapi kematian dengan kalimat La ilaha illa Allah. Barangsiapa yang di awal ucapannya adalah La illah illa Allah dan di akhir ucapannya adalah La ilaha illa Allah juga, maka dia akan hidup selama seribu tahun dan dia tidak ditanya mengenai satu dosa pun.” (HR Baihaqi dan Syu’ab al Iman)

Al Baihaqi selaku periwayat hadis tersebut mengatakan, bahwa hadis di atas adalah hadis gharib.

Sedangkan dalam sebuah hadis marfu, Abu Hurairah mengatakan, “Jika orang-orang yang sakit di antara kalian merasa keberatan, janganlah kalian menjadikan mereka merasa bosan dengan kalimat La ilaha illa Allah. Akan tetapi, tuntunlah mereka karena sesungguhnya orang munafik sama sekali tidak akan mengakhiri hidupnya dengan kalimat tersebut.” (HR Abu Qasim Al Qusyair)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Malaikat maut pernah mendatangi seseorang menjelang kematiannya. Dia lalu mengoyak anggota tubuhnya tetapi tidak mendapatkan amal kebaikan. Dia kemudian mengoyak hatinya, tapi tidak mendapatkan kebaikan di dalamnya. Llau dia membuka mulutnya, ternayta dia menemukan kebaikan di ujung lidahnya yang melekat pada langit-langit mulutnya, yaitu ucapan ‘La ilaha illa Allah.’ Oleh karena itu, diampunilah dosa-dosanya karena kalimat tersebut.” (HR Ibn Abi Ad Dunya dan Baihaqi).


5Bacaan La illah illa Allah, Allahu akbar, la hawla wa la quwata illa billahil aliyyil azim

Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al khudri, menuturkan, “Barangsiapa yang menjelang kematiannya mengucapkan ‘La ilaha illa Allah, Allahu akbar, la hawla wa la quwwata ila billahil aliyyil azim’, niscaya dia tidak akan merasakan api neraka selamanya.” (HR Tabrani)


6Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: Doa nabi Yunus

Sa’ad ibn Abi Waqas menuturkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan nama Allah yang paling agung? Yaitu doa Yunus: ‘La ilaha illa Anta, Subhanaka inni kuntu minazzholimi’ (Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim). Barangsiapa yang berdoa dengan kalimat itu sebanyak empat puluh kali saat sakit  menjelang kematiannya lalumeninggal, pasti dia kan diberikan pahala orang yang mati syahid, jika dia bebas, dia kan bebas dengan penuh pengampunan.” (HR al Hakim)


Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: 

La ilaha illa Allah Al Halim al Karim, alhamdulillahirabbil’alamin, tabarokallazi bi yadih al Mulk yuhyi wa yumit wa huwa ala kulli syai’in qadir’

Ali bin Abi thalib menuturkan, “Aku pernah mendengar dari Rasulullah ﷺ, beberapa kalimat yang bila diucapkan oleh seseorang ketika kematiannya, dia akan masuk surga, yaitu: ‘La ilaha illa Allah Al Halim al Karim, alhamdulillahirabbil’alamin, tabarokallazi bi yadih al Mulk yuhyi wa yumit wa huwa ala kulli syai’in qadir’” (HR ibnu Asskir)

7Bacaan dan doa ketika sakaratulmaut: ‘Salamun ’ala al mursalin wa alhamdulillahi rabbil Aalamin’

Sa’id ibn Mansur, Al Marwazi, Muslim, dan Ibn Abi Syaibah menuturkan bahwa Ummu al Hasan berkata, “Aku pernah berada di sisi Ummu Salamah, alalu datang seseorang kepadanya seraya mengatakan, ‘Si anu meninggal.’ Kemudian dia menuturkan, ‘Berangkatlah ke sana. Jika engkau melihatnya sedang dalam keadaan sakaratulmaut, ucapkan ‘Salam’ala almursalin wa alhamdulillahirabbil’alamin.’”

Masih banyak riwayat terkait dengan doa dan bacaan ketika sakartulmaut yang lainnya. []

Referensi: Ziarah Ke Alam Barzakh/Karya: al-Imam Jalaluddin as-Suyuti/Penerbit: Inteam Publishing/Tahun: 2012


Dahsyatnya Sakaratul Maut dan Doa agar Dimudahkan saat Melewatinya

SETIAP makhluk yang bernyawa pasti akan menghadapi sakaratul maut. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam surat Qaf ayat 19, “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.”

Dikutip dari Ensiklopedia Kiamat karya Dr. Umar Sulayman al-Asykar, sakaratul maut berarti kesulitan dan kesukaran maut. Ar-Raghib berkata dalam al-Mufradat, “Kata sakar adalah suatu keadaan yang menghalangi antara seseorang dengan akalnya.

Dalam penggunaannya, kata ini banyak dipakai untuk makna minuman yang memabukkan. Kata ini juga berkonotasi marah, rindu, sakit, ngantuk dan kondisi tidak sadar (pingsan) yang disebabkan oleh rasa sakit.”

Rasulullah SAW pernah mengalami sakaratul maut. Dalam sakit yang menjelang wafatnya, Rasul meraih cangkir kecil berisi air, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalanya untuk membasuh wajahnya. Beliau berujar, “Tiada Tuhan selain Allah. Sesungguhnya pada maut pasti ada sakaratul maut.”


Dahsyatnya Sakaratul Maut

Aisyah bercerita mengenai sakitnya Rasullah SAW, “Aku tidak melihat sakit pada seseorang yang lebih keras disbanding yang dialami Rasulullah SAW.”

Aisyah juga pernah masuk ke kamar ayahnya Abu Bakar yang sedang sakit menjelang wafatnya. Tatkala sakit itu semakin berat, Aisyah mengucapkan sebait syair:

Kekayaan tidak berarti apa-apa bagi seorang pemuda saat sekarat melewati kerongkongannya dan menyesakkan dadanya.

Lalu Abu Bakar membuka wajahnya dan berujar, “Bukan begitu, yang benar (mengutip sebuah ayat) ‘Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya’.”

Sudah pasti orang kafir akan mengalami maut lebih berat disbanding yang dialami seorang mukmin. Kami mengutip sebagian hadis dari al-Barra’ ibn ‘Azib, “Wahai jiwa yang busuk, keluarlah menuju kebencian dan murka Allah!”

Lalu ia berpisah dari jasadnya dan si malaikat mencabutnya sebagaimana bulu wol yang tebal dan basah dicabut, dan bersamaan dengan itu terputuslah urat-urat dan syaraf-syaraf.

Alquran melukiskan betapa beratnya sakaratul maut yang dialami oleh orang kafir, “Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, ‘Telah diwahyukan kepada saya,’ padahal tidak ada dwahyukan sesuatu (renggang) pun kepadanya, dan orang yang berkata, ‘Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.’

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang lalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, dan para malaikat memukul dengan tangannya (al-mala’ikah basithu aidihim), (sambil berkata), ‘Keluarkanlah nyawamu! Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya’.”


Dahsyatnya Sakaratul Maut

Maksud ayat di atas, seperti dituturkan Ibn Katsir, adalah ketika malaikat azab memberi kabar kepada orang kafir tentang azab, belenggu, rantai, neraka Jahim, api yang panas membakar dan murka Allah, lalu si malaikat berusaha mencabut roh dari jasadnya, akan tetapi rohnya menolak keluar, maka malaikat memukul mereka sampai roh mereka keluar dari jasad, sambil berteriak:

“Keluarlah nyawamu! Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar.” Ibn Katsir menafsirkan “wa al-mala’ikah basithu aidihim” dengan “memukul”. Makna ayat ini sama dengan makna ayat:

“Sungguh kalau kamu mengerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku,” dan:

“… dan mereka menjulurkan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti(mu).”

Beberapa tokoh menceritakan pengalaman sakaratul maut mereka. Di antaranya adalah Amru ibn al-‘Ash. Saat ia sekarat, anaknya berkata kepadanya, “Wahai ayahku, engkau pernah mengatakan, ‘Semoga saja aku bertemu dengan seorang laki-laki yang berakal saat maut menjemputnya agar ia melukiskan kepadaku apa yang dilihatnya!’

Sekarang, engkaulah orang itu. Maka ceritakanlah kepadaku!” Ayahnya menjawab, “Anakku, demi Allah seakan-akan bagian sampingku berada di ranjang, seakan-akan aku bernafas dari jarum beracun, seakan-akan duri pohon ditarik dari tapak kakiku sampai kepala.” Kemudian ia mengucapkan sebaris bait syair:

Aduhai, andai saja sebelum hal yang telah jelas di hadapanku ini terjadi aku berada di puncak gunung sambil menggembala kambing gunung. 


Dahsyatnya Sakaratul Maut

Dalam satu haditsnya, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya agar menuntun orang yang sakaratul maut dengan kalimat ‘Laa ilaha ilallah.’

لقنوا موتاكم لااله الا الله

“Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat ‘Laa ilaha illaallah’”. (HR Muslim)

Doa ini dinukil dari beberapa riawayat hadis. Berikut lafaznya:

اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ⁣

Allahumma Hawwin ‘Alaina Fii Sakarootil-Maut⁣

“Ya Allah, mudahkanlah bagi kami di dalam menempuh sakratul maut.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

*