Senin, 30 Oktober 2023

QURAISY SHIHAB


Agama, Ilmu Agama, dan Sikap Beragama: Sebuah Renungan Inklusif

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Memahami Perbedaan Tiga Hal: Agama, Ilmu Agama, dan Pengamalan Agama

Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian, marilah kita merenungkan satu hal yang penting: kita harus bisa membedakan antara agama, ilmu agama, dan sikap dalam beragama.
Agama telah sempurna sebelum munculnya ilmu agama. Allah SWT berfirman:

"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku ridhai Islam sebagai agamamu." (QS. Al-Maidah: 3)

Ayat ini turun sekitar tiga bulan sebelum wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, saat itu ilmu-ilmu agama secara sistematik belum lahir, tetapi umat Islam sudah menjalankan agama dengan penuh keimanan dan kepatuhan. Jadi jelas, agama tidak identik dengan ilmu agama, apalagi sikap beragama.

Ada orang yang beragama tetapi belum memahami ilmu agama, ada juga yang punya ilmu agama, tetapi sikap beragamanya tidak mencerminkan akhlak agama itu sendiri.


Ketika Pendapat Benar tapi Sikap Salah

Pernah seseorang berkata bahwa hanya ada dua pandangan: pandangan Sayyidina Ali dan pandangan Muawiyah. Saya jawab: tidak hanya dua, sejarah mencatat lebih banyak lagi.
Misalnya, dari pendukung Sayyidina Ali muncullah kelompok Syi’at Ali, yang meyakini bahwa kepemimpinan harus dari keluarga Rasulullah ﷺ.
Sedangkan pihak Muawiyah berpendapat bahwa yang penting adalah kemampuan dan kelayakan, tak harus dari keluarga Nabi.

Dari konflik itu kemudian muncullah kelompok Khawarij, yang tidak hanya berbeda pendapat, tetapi juga mengkafirkan siapa pun yang tidak sepaham—termasuk Sayyidina Ali sendiri.

Inilah yang perlu direnungkan:

Pendapat mereka bisa jadi benar secara keagamaan, tapi sikap mereka sangat salah.

Tafkīr vs. Takfīr: Berpikir atau Mengkafirkan?

Ada dua kata yang hampir mirip: tafkīr (berpikir) dan takfīr (mengkafirkan). Hanya beda urutan huruf: satu mendahulukan fa, satu mendahulukan kaf.

Jika salah meletakkan huruf, bisa-bisa berpikir malah menjadi mengkafirkan.

Banyak orang berpikir keras tentang agama, tetapi hasilnya adalah vonis kafir kepada sesama muslim. Bahkan kadang dilakukan oleh orang-orang yang rajin ibadah — puasa sunnah, tahajjud, hafal Al-Qur’an — tetapi keras dan mudah menumpahkan darah sesama muslim.

Nabi ﷺ pernah menegur sahabat yang membunuh seseorang yang mengucap syahadat. Sahabat itu berdalih, “Dia hanya pura-pura masuk Islam.” Nabi bertanya:

"Apakah engkau sudah membelah dadanya dan mengetahui isi hatinya?"

Menghormati Pendapat Tanpa Harus Menyetujui

Salah satu prinsip yang kami pegang di Pusat Studi Al-Qur'an adalah:

“Kami menghormati semua pendapat, tapi penghormatan itu tidak berarti menyetujui semua pendapat.”

Dalam hadis tentang 73 golongan, sering kali masing-masing kelompok menyatakan hanya kelompoknyalah yang selamat. Namun perlu dicatat, hadis ini tidak diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim.

Dalam sebagian riwayat, bahkan disebutkan:

"Semuanya masuk surga kecuali satu."

Ini menenangkan hati. Kita tidak perlu terlalu mudah menjatuhkan vonis neraka atau sesat kepada sesama muslim.

Wawasan Sempit Melahirkan Fanatisme Buta

Orang yang wawasannya sempit akan bersikap sempit pula. Misalnya:

  • Kalau Imam Syafi’i mewajibkan membaca basmalah dalam Al-Fatihah, lalu kelompok lain tidak mewajibkan, langsung divonis salah.
    Padahal kedua pendapat punya dasar yang kuat.

Sering kali mereka yang baru belajar agama selama dua atau tiga tahun, langsung merasa dirinya sudah pantas menentukan halal dan haram seperti Tuhan.

Yang belajar lima tahun, merasa sudah seperti Rasul.
Sepuluh tahun? Ia sadar bahwa dirinya masih bodoh.

Imam Syafi’i berkata:

“Setiap kali aku menambah ilmu, semakin aku sadar betapa bodohnya diriku.”

Menghormati Ahlul Bait dan Menolak Fanatisme Mazhab

Saya dituduh Syi’ah. Bukan karena saya Syiah, tetapi karena saya menghormati Ahlul Bait. Padahal penghormatan kepada Ahlul Bait bukan monopoli Syiah.
Imam Syafi’i sendiri menulis:

لو كان رفضا حب آل محمد … فليشهد الثقلان أني رافضي
“Jika mencintai keluarga Nabi disebut sebagai Rafidhi (Syiah), maka biarlah seluruh alam menyaksikan bahwa aku seorang Rafidhi.”

Saya punya puluhan buku. Silakan baca. Jika ada satu kalimat saya yang menyatakan saya Syiah, saya akan beri hadiah. Tetapi kalau Anda temukan saya menguatkan pendapat Syiah, tentu ada. Dan Anda juga bisa menemukan sekian banyak pandangan Syiah yang saya tolak.

Perbedaan Sunni-Syiah: Bukan Soal Akidah, tapi Sejarah Politik

Syaikh Abdul Chalim Mahmud, mantan Rektor Al-Azhar dan guru saya, seorang ahli filsafat dan sufi yang rendah hati, menyatakan:

“Perbedaan antara Sunni dan Syiah pada dasarnya adalah soal politik, bukan soal akidah. Walau rumusannya berbeda, kedua-duanya adalah Muslim.”

Beliau mengajarkan sikap terbuka. Ia pernah berkata:

“Siapa yang langsung paham pelajaranku, mohon perlindungan kepada Allah. Siapa yang butuh mengulang-ulang, bersyukurlah!”

Sebab cepat paham belum tentu pertanda baik. Kadang justru orang yang lambat memahami adalah yang lebih selamat dari bahaya kesombongan intelektual.


Penutup: Beragama dengan Ilmu dan Akhlak

Agama ini adalah rahmat, bukan alat untuk saling mengkafirkan. Jangan mudah menuduh orang lain sesat hanya karena berbeda mazhab atau pendapat.

Mari kita bedakan antara agama, ilmu agama, dan sikap beragama.
Jangan sampai kita hanya berpikir (tafkīr) tapi malah terjebak dalam mengkafirkan (takfīr).
Mari beragama dengan akhlak, dengan ilmu, dan dengan kasih sayang.

والله أعلم بالصواب
Semoga bermanfaat dan menginspirasi.



LAPISAN BUMI


LAPISAN BUMI

Lapisan Bumi adalah susunan struktur yang membentuk bumi, terdiri atas berbagai lapisan dari permukaan hingga ke bagian terdalam. Lapisan-lapisan ini memiliki komposisi kimia dan sifat fisik yang berbeda, yang secara keseluruhan memengaruhi kehidupan di permukaan bumi.

Berdasarkan kajian geofisika, struktur bumi dibagi menjadi empat komponen utama: kerak, mantel, inti luar, dan inti dalam. Setiap lapisan memiliki ciri khas tersendiri.

Bila ditinjau dari sifat mekaniknya, kerak dan bagian atas mantel dapat dibagi menjadi beberapa zona seperti litosfer dan astenosfer.

  • Kerak benua umumnya bersifat felsik,
  • Kerak samudra bersifat mafik,
  • Mantel bersifat ultramafik,
  • Sedangkan inti bumi didominasi oleh unsur logam.

Lapisan kerak bumi yang keras dan rapuh membentang dari permukaan hingga mencapai diskontinuitas Mohorovicic atau Moho, yaitu batas antara kerak dan mantel. Moho tidak berada pada kedalaman yang seragam — sekitar 10 km di bawah dasar laut dan sekitar 35 km di bawah daratan benua.

Di bawah Moho terdapat mantel bumi, lapisan tebal dan kental yang menyusun lebih dari setengah volume bumi. Mantel ini dipisahkan dari inti oleh diskontinuitas Gutenberg, sekitar 2.880 km di bawah permukaan bumi.

  • Inti luar bersifat cair dan tersusun dari besi serta nikel,
  • Inti dalam bersifat padat dan sangat padat, bahkan lebih padat dari besi atau nikel di permukaan bumi.

Struktur Lapisan Bumi

Secara umum, lapisan bumi terbagi menjadi tiga bagian utama: kerak bumi, selimut bumi, dan inti bumi. Berikut penjelasan masing-masing:

1. Kerak Bumi

Lapisan paling luar bumi tempat makhluk hidup tinggal. Ketebalannya bervariasi antara 5 km hingga 70 km. Kerak bumi terdiri atas batuan beku, sedimen, dan metamorf.

Kerak bumi dibagi menjadi dua jenis:

  • Kerak benua: lebih tebal, hingga 70 km.
  • Kerak samudra: lebih tipis, sekitar 5–15 km.

2. Selimut Bumi (Mantel)

Merupakan lapisan paling tebal dengan ketebalan sekitar 2.900 km. Tersusun atas bahan seperti besi, aluminium, magnesium, kalium, silikon, dan oksigen.

Suhu di mantel bumi sangat tinggi, bisa mencapai 3.000°C. Lapisan ini juga mengandung magma, yang keluar saat terjadi letusan gunung berapi.

Selimut bumi terbagi menjadi dua:

  • Mantel atas
  • Mantel bawah

3. Inti Bumi

Bagian terdalam bumi, dibagi menjadi dua:

  • Inti luar: tebal sekitar 2.000 km, bersifat cair, panas (hingga 2.000°C), dan tersusun atas besi serta nikel. Inti luar juga menjadi sumber medan magnet bumi akibat rotasi bumi.
  • Inti dalam: terletak hingga kedalaman 5.200 km, dengan diameter sekitar 2.700 km dan suhu mencapai 4.500°C atau lebih. Inti ini bersifat padat dan tersusun dari logam berat seperti besi dan nikel.

Lapisan Atmosfer Bumi

Bumi juga diselimuti oleh atmosfer yang terdiri dari lima lapisan utama, yaitu:

1. Troposfer

Lapisan atmosfer terendah tempat manusia dan makhluk hidup hidup. Mengandung gas-gas utama seperti oksigen, nitrogen, dan gas rumah kaca. Lapisan ini mengatur suhu agar tetap stabil.

2. Stratosfer

Lapisan kedua yang terbagi dua:

  • Bagian atas: tempat pembentukan ozon yang menyerap sinar ultraviolet (UV) dengan intensitas tinggi.
  • Bagian bawah: menyerap UV intensitas rendah dan meradiasikan gelombang inframerah (IR) ringan.

Stratosfer melindungi permukaan bumi dari sinar UV berlebihan.

3. Mesosfer

Lapisan ketiga, tempat konsentrasi ozon mulai menurun drastis seiring meningkatnya ketinggian. Penyerapan UV di lapisan ini sangat kecil.

4. Termosfer

Lapisan keempat, bersifat sangat panas (bisa mencapai 1.200°C). Terdapat partikel-partikel terionisasi yang memungkinkan transmisi gelombang radio.

5. Eksosfer

Lapisan terluar atmosfer yang dapat mencapai ketinggian 1.000 km lebih. Atom dan molekul bergerak tidak beraturan, dan lapisan ini menjadi pelindung awal dari benturan benda langit seperti meteor.


Urutan dan Susunan Lapisan Bumi

Berikut urutan lapisan bumi dari luar ke dalam beserta karakteristiknya:

1. Kerak Bumi (Crust)

  • Lapisan terluar dan paling keras.
  • Terdiri dari kerak benua dan kerak samudra.

2. Selimut Bumi (Mantel)

Terdiri atas tiga bagian utama:

  • Litosfer

    • Lapisan sial (upper mantle)
    • Lapisan sima (mantle transition zone)
  • Astenosfer

    • Lapisan yang bersifat lebih plastis (lower mantle)
  • Mesosfer (D' Layer)

    • Lapisan mantel bawah terdalam

3. Inti Bumi

  • Inti luar (Outer core): cair, menghasilkan medan magnet bumi.
  • Inti dalam (Inner core): padat, tersusun dari logam berat dengan suhu sangat tinggi.

Kesimpulan

Struktur lapisan bumi tersusun dari tiga bagian utama: kerak bumi, selimut bumi, dan inti bumi. Masing-masing memiliki sifat fisik, ketebalan, serta komposisi kimia yang berbeda. Di samping itu, bumi juga dilindungi oleh lapisan atmosfer yang terdiri dari lima zona utama, berperan penting dalam menjaga keseimbangan suhu dan melindungi bumi dari bahaya luar angkasa.

Semoga artikel ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang struktur dan susunan lapisan bumi.




MELAWAN LIBERALISASI

MELAWAN LIBERALISASI: Tafsir QS. Al-Baqarah: 62

"Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi'in—siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh—mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(QS. Al-Baqarah: 62)


Makna Umum Ayat

Setelah menyebutkan sikap orang-orang yang durhaka terhadap perintah Allah dan akibat azab yang menimpa mereka, Allah menegaskan bahwa siapa pun yang taat dan berbuat baik di masa lalu akan mendapat pahala-Nya. Ini adalah prinsip abadi hingga hari kiamat: siapa yang mengikuti rasul pada zamannya, ia akan mendapatkan keselamatan.

Hal ini ditegaskan pula dalam ayat lain:

"Ingatlah, sesungguhnya kekasih-kekasih Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati."
(QS. Yunus: 62)

Juga saat kematian datang kepada orang-orang beriman, malaikat berkata:

"Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian bersedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepada kalian."
(QS. Fushshilat: 30)


Sebab Turunnya Ayat (Asbāb an-Nuzūl)

Salman Al-Farisi bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang kaum sebelumnya yang ia kenal: mereka rajin salat, beribadah, dan beriman kepada Allah. Ayat ini kemudian diturunkan sebagai jawaban, bahwa mereka yang benar-benar beriman dan beramal saleh akan mendapat pahala.

Namun, saat Salman memuji mereka, Nabi bersabda: "Mereka termasuk ahli neraka." Hal itu membuat Salman sedih, hingga Allah menurunkan QS. Al-Baqarah: 62 sebagai pelurusan konteks dan rahmat-Nya.


Penafsiran Ulama

1. Iman Orang Yahudi dan Nasrani

  • Yahudi: Iman mereka diterima hingga datangnya Nabi Isa. Setelah itu, yang tidak mengikuti Nabi Isa akan binasa.
  • Nasrani: Iman mereka diterima hingga datangnya Nabi Muhammad ﷺ. Setelah itu, yang tidak mengikuti beliau termasuk orang yang binasa.

Sebagaimana ditegaskan:

"Barang siapa mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi."
(QS. Ali 'Imran: 85)

Maka, setiap umat yang mengikuti rasul pada zamannya adalah berada di atas kebenaran. Namun setelah datangnya Nabi Muhammad ﷺ, hanya Islam-lah agama yang diterima.


2. Siapakah Orang-Orang Sabi'in?

Para ulama berbeda pendapat tentang mereka:

a. Pendapat Umum:

  • Mereka adalah kaum antara Majusi, Yahudi, dan Nasrani, tanpa agama yang jelas.
  • Ada yang menyebut mereka menyembah malaikat.
  • Ada yang menyebut mereka hanya mengesakan Allah, tanpa kitab dan syariat.

b. Pendapat-pendapat Khusus:

  • Abu Hanifah & Ishaq: Menganggap mereka Ahli Kitab karena mengakui Zabur.
  • Hasan Al-Bashri: Mereka menyembah malaikat.
  • Al-Khalil: Mereka mengaku mengikuti ajaran Nabi Nuh, salat menghadap arah datangnya angin selatan.
  • Qurtubi: Mengutip berbagai pandangan, sebagian menyebut mereka beriman pada bintang, sebagian seperti agama campuran.

c. Pandangan Ringkasan:

  • Mereka bukan Yahudi, bukan Nasrani, bukan Majusi, dan bukan musyrik. Mereka masih di atas fitrah, dan belum mendapatkan dakwah dari nabi mana pun.
  • Karena itu pula, kaum musyrik menyebut Nabi Muhammad dan para sahabatnya sebagai "Sabi’in" karena menyimpang dari semua agama lokal saat itu.

Penutup

Dengan turunnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai nabi terakhir, maka keselamatan hanya melalui iman dan ittiba' (mengikuti) beliau. Siapa pun yang menolak, meskipun sebelumnya beriman kepada nabi terdahulu, maka imannya tidak lagi diterima.

Allah Maha Mengetahui siapa yang benar-benar beriman, dan siapa yang menolak kebenaran setelah sampai padanya.



LALULINTAS SEGI PERSPEKTIF HUKUM


RAZIA LALU LINTAS: PERSPEKTIF HUKUM

Ketahui Syarat Razia Resmi, Hindari Oknum Nakal

Di tengah maraknya praktik razia lalu lintas, masyarakat semakin waspada terhadap kemungkinan adanya oknum petugas yang menyalahgunakan kewenangan. Walaupun sistem tilang elektronik (ETLE) dengan bantuan CCTV telah diberlakukan, operasi pemeriksaan di lapangan tetap rutin dilakukan oleh kepolisian untuk menekan angka pelanggaran yang masih tinggi.

Untuk menghindari tilang, satu-satunya cara adalah disiplin dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Ketaatan pada hukum bukan hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga menciptakan keselamatan bagi orang lain. Namun, perlu diingat: razia kendaraan bermotor tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan hukum yang harus dipatuhi oleh petugas.


SYARAT RAZIA LALU LINTAS YANG RESMI

1. Ada Tanda atau Plang Pemberitahuan

Menurut PP No. 42 Tahun 1993 Pasal 15 ayat (1–3), lokasi pemeriksaan harus diberi tanda minimal 50 meter sebelum tempat razia. Jika pengendara merasa “disergap” tanpa adanya pemberitahuan, maka patut dicurigai keabsahannya.

2. Petugas Harus Memiliki Surat Tugas Resmi

Petugas wajib menunjukkan surat perintah tugas sebagaimana diatur dalam Pasal 13 PP No. 42 Tahun 1993. Surat tersebut menjadi bukti legalitas operasi yang mereka lakukan.

3. Razia Malam Harus Pakai Lampu Isyarat Kuning

Pada malam hari, razia wajib dilengkapi plang dengan cahaya kuning dan petugas menggunakan rompi yang dapat memantulkan cahaya agar mudah dikenali pengendara.

4. Penilangan Hanya Boleh Dilakukan oleh Polantas

Yang berhak melakukan tilang hanyalah polisi lalu lintas. Jika ada petugas lain yang menilang tanpa surat tugas, waspadalah terhadap kemungkinan oknum.


TIPS AMAN AGAR TAK TERKENA TILANG

  • Selalu bawa STNK dan SIM.
  • Jangan berkendara ugal-ugalan.
  • Hindari modifikasi kendaraan yang melanggar aturan (misalnya knalpot bising atau rangka diubah).
  • Jangan membawa muatan berlebihan atau berboncengan lebih dari dua orang.
  • Patuhi semua rambu lalu lintas.
  • Lengkapi diri dengan perlengkapan berkendara sesuai standar (helm, lampu, kaca spion, dll).

LANGKAH HUKUM JIKA MENEMUKAN RAZIA ILEGAL

1. Kenali Ciri Razia Resmi

Pastikan:

  • Ada plang 50 meter sebelum lokasi.
  • Petugas berseragam lengkap.
  • Petugas menunjukkan surat tugas resmi.
  • Jika malam hari, harus ada pencahayaan dan atribut yang jelas.

2. Laporkan ke Divisi Propam Polri

Propam (Profesi dan Pengamanan) bertugas mengawasi profesionalitas polisi. Laporan bisa dilakukan dengan:

  • Datang langsung ke Mabes Polri.
  • Kirim surat kepada Kabid Propam Polda atau Kadiv Propam Polri.
  • Kirim aduan melalui email/media sosial Propam.

Jangan takut melapor! Melaporkan penyimpangan bukan pelanggaran hukum.


RAZIA DI JALAN PERUMAHAN, APAKAH BOLEH?

Razia kendaraan di jalan perumahan diperbolehkan, asalkan memenuhi syarat:

  • Jalan tersebut adalah jalur lalu lintas umum.
  • Petugas memiliki surat perintah tugas.
  • Ada tanda atau plang operasi.
  • Petugas mengenakan atribut lengkap.

Hal ini diatur dalam:

  • UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.
  • PP No. 80 Tahun 2012.

PROSEDUR RAZIA KENDARAAN BERMOTOR YANG BENAR

Berdasarkan Pasal 9 dan 10 PP No. 42 Tahun 1993:

  • Pemeriksaan dilakukan oleh Polri dan PPNS bidang LLAJ.
  • Bisa dilakukan secara berkala maupun insidental.
  • Harus menggunakan surat perintah tugas berisi: alasan, lokasi, waktu, daftar petugas, dan penanggung jawab.

Pemeriksaan Wajib Memperhatikan:

  • Keamanan dan keselamatan jalan.
  • Tidak boleh dilakukan di lokasi berbahaya seperti fly over atau tikungan tajam.

PENYELESAIAN JIKA TERKENA TILANG

Jika Anda benar:

  • Ambil slip merah, untuk pembelaan di pengadilan.

Jika Anda salah:

  • Ambil slip biru, bayar denda melalui bank yang ditunjuk.

Hindari pungli! Jangan menyuap petugas. Jika diminta uang "damai", segera laporkan.


KESIMPULAN

Mengetahui hak dan kewajiban dalam razia lalu lintas penting bagi setiap warga negara. Dengan memahami prosedur dan aturan resmi, Anda dapat:

  • Terhindar dari tilang yang tidak sah.
  • Melindungi diri dari oknum nakal.
  • Berkontribusi pada ketertiban berlalu lintas.

Jika Anda mengalami razia yang mencurigakan atau ingin mendapatkan konsultasi hukum lebih lanjut, segera hubungi layanan hukum terpercaya.




QUNUT NAZILAH

 

QUNUT NAZILAH

 merupakan doa yang dipanjatkan untuk keselamatan umat Islam. Doa ini biasa dibaca saat terjadi bencana, musibah, perang, dan keadaan tidak menyenangkan lainnya yang menimpa umat Islam.

Dalil pelaksanaan qunut nazilah ini bersandar pada beberapa hadits shahih yang termuat dalam kitab Shahih BukhariShahih Muslim, dan kitab hadits lainnya, sebagaimana diterangkan dalam Mausu'at Ad-Du'a karya Syaikh Hamid Ath-Thahir Al-Basyuni.

Dalam salah satu hadits Muslim disebutkan,

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى سَرِيَّةٍ مَا وَجَدَ عَلَى السَّبْعِيْنَ الَّذِينَ أُصِيبُوا يَوْمَ بِثْرِ مَعُونَةَ كَانُوا يُدْعَوْنَ الْقُرَّاءَ فَمَكَثَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى قَتَلَتِهِمْ

Artinya: "Aku belum pernah melihat Rasulullah SAW berduka atas musibah yang menimpa delegasi beliau sebagaimana rasa duka beliau atas musibah yang telah menimpa delegasi beliau berjumlah 70 orang yang dibunuh di Bi'ru Ma'unah, yang mana mereka semua biasanya disebut dengan qurroo'. Karenanya, beliau melakukan qunut selama sebulan guna mendoakan kecelakaan atas orang-orang yang telah membunuh mereka." (HR Muslim)

Imam an-Nawawi dalam Shahih Muslim bi Syarchi An-Nawawi mengatakan, menurut pendapat yang shahih dan populer, umat Islam harus membaca qunut nazilah setiap salat fardhu tatkala kaum muslim sedang dilanda bencana, seperti kedatangan musuh atau kekeringan atau banjir atau gempa dan lain sebagainya.

Berikut bacaan doa qunut nazilah sebagaimana dinukil dari buku Fiqh Wabah yang disusun oleh LPBKI MUI Pusat.

Qunut nazilah dalam situasi perang:

للهُم أَنْج سَلَمَة بن هِشَامٍ، اللهُمَّ أَنْجِ الوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْج عَيَّاسَ بْنَ أبِي رَبِيعَة، اللهُمَّ أَنْجِ المُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطَأتَكَ عَلَى مُضَرَ، اللَّهُمَّ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ

Allaahumma Anjil mustadh'afiina minal mu'miniina. Allahummasydud Wa Tho'taka 'Alaa Mudhoro Siniina Ka Siniina Yuusufa

(Ya Allah, tolonglah 'Ayyash bin Abi Rabi'ah. Ya Allah, tolonglah Walid bin Al Walid. Ya Allah, tolonglah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, tolonglah orang-orang lemah dari kaum mukminin. Ya, Allah sempitkanlah jalan-Mu atas orang-orang yang durhaka. Ya Allah, jadikanlah tahun-tahun yang mereka lewati ibarat tahun-tahun yang dilewati Yusuf).

Qunut nazilah saat Nabi dikhianati Yahudi dan Nasrani:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلْفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ اللَّهُمُ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائكَ اللَّهُم خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي : لا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ

*Allahummaghfirlil mu'miniina wal mu'minati - wal muslimiina wal muslimaati - wal alfa bayna quluubihim - wa ashlich dzaata baynihim -  wanshurhum 'alaa 'aduwwika wa aduwwihim - Allaahummal'an kafarata ahlal kitaabil ladziina yashudduuna 'an sabiilika - wa yukadz-dzibuuna Rusulaka - wa yuqootiluuna awliyaa-ika - Allahumma khoolif bayna kalimihim - wa zalzil aqdaa mahum - wa anzil bihim ba'salkal-ladzii laa tarudduhuu 'anil qowmil mujrimiina. Bismillaahir rahmaanirrachiim. Allahumma innaa nasta'iinuka.*

(Ya Allah ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas mushu-Mu dan musuh mereka. Ya Allah laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan memerangi para wali-Mu. Ya Allah cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat. (Dengan nama-Mu Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu).

****

*اللَّهُمَّ إنَّا نستعينك وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ*

Allaahumma innaa nasta‘iinuka wa nastaghfiruka, wa nastahdiika wa nu’minu bika, wa natawakkalu alayka, wa nutsnii 'alaykal khoyoro kullahuu nasykuruka.

(Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu. Beriman kepada Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu. Bersyukur kepada-MU).

*وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ*

Wa laa nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruka, Allâhumma iyyaka na‘budu, wa laka nusholli wa nasjudu, wa ilayka nas‘aa wa nakhfidu, narjuu rochmataka wa nakhsyaa 'adzabaka, inna 'adzabakal jidda bil kuffaari mulhaqq. 

(Dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah. Hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud. Hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir).

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك

Allaahumma 'adz-dzibil kafarata wal musyrikiina, a‘daa-ad-diniil ladziina yasyudduuna an sabiilik, wa yukadzzibuuna rusulaka wa yuqootiluuna awliyaa-ak.

(Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu).

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ

Allaahummaghfir lil mu’miniina wal mu’minaat, wal muslimiina wal muslimaat, al-achyaa-i minhum wal amwaat, innaka qoriibun mujiibud da‘awaat.

(Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat). 

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك

Allahumma ashlich dzaata baynihim, wa allif bayna quluubihim, waj‘al fii qulubihimul iimaana wal chikmata, wa tsabbit hum 'alaa millati nabiyyika wa rosuulik 

(Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu).

وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa awzi‘hum an yufuu bi‘ahdikal-ladzii ‘aahad tahum alayh. Wanshurhum 'alaa 'aduwwihim wa 'aduwwika ilaahal chaqqi, waj'alnaa minhum, wa shollallahu 'alaa sayyidina Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shochbihii wa sallam.

(Ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kau ikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya).

Sumber: https://m.mediaindonesia.com/humaniora/620449/bacaan-doa-qunut-nazilah-untuk-syuhada-palestina-salah-satu-amalan-rasulullah

*CARA MELAKUKAN QUNUT NAZILAH* Membaca qunut nazilah setiap salat fardhu pada rakaat terakhir setelah ruku'. Membaca qunut nazilah dengan suara keras sebagaimana dikatakan Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar. Ini mengacu pada hadits shahih dari Abu Hurairah RA yang menyebut, "Rasulullah SAW membaca qunut dengan suara keras dalam qunut nazilah (adanya bencana). Adapun, jika shalat sendirian maka bisa membacanya dengan suara pelan. Mengangkat tangan saat membaca doa qunut tapi tidak mengusap kedua tangan pada wajah.

*****

*اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ في فلسطين وَأَلْفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ  اللَّهُمُ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائكَ اللَّهُم خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي : لا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ*

(Ya Allah ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat di Palestina. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan para rasul-Mu, dan memerangi para wali-Mu. Ya Allah cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat. (Dengan nama-Mu Ya Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu).

*اللَّهُمَّ إنَّا نستعينك وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ*

(Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu. Beriman kepada Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu. Bersyukur kepada-MU).

*وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ*

(Dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah. Hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud. Hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir).

*اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك*

(Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu).

*اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ*

(Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau Maha Dekat Dan Pendengar segala munajat). 

*اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك*

(Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu).

*وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ*

(Ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kau ikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya).

*

*SEMOGA ALLAH MEMENANGKAN & MEMERDEKAKAN BANGSA PALESTINA DAN MENGHANCURKAN MUSUH-MUSUHNYA & MUSUH MUSUH MEREKA ... AAMIIIN YAA DZAL BATHSYASY SYADIID YAA NASHIIRU YAA JABBAARU YAA QOHHAARU YAA KHOOFIDHU YAA MUDZILLU YAA WAKIILU YAA  MUNTAQIMU YAA CHAYYU YAA QOYYUUM YAA DZAL JALAALI WAL IKROOMI YAA DHOORU YAA MUJIIBUD DA'AWAAT YAA QOODHIYAL CHAAJAATI YAA ROBBA MUHAMMADIN WA AALI MUHAMMADIN YAA ROBBAL 'AALAMIIN*

CARA ANTISIPASI PENIPUAN DI WHATSAPP



🔐 CARA ANTISIPASI PENIPUAN DI WHATSAPP

Seiring maraknya modus penipuan digital, terutama melalui WhatsApp, penting bagi kita untuk waspada dan tidak mudah tertipu, terutama dalam penggunaan WA Web, tautan palsu, dan aplikasi berbahaya.

1. Waspadai Nomor Tak Dikenal: Segera "VC" atau "Call"

  • Jika dihubungi melalui chat oleh nomor asing, jangan langsung percaya!
  • Coba segera Video Call (VC) atau panggilan suara (call).
  • Jika hanya muncul status "MEMANGGIL" (tidak nyambung), kemungkinan besar itu dilakukan via WA Web (komputer)modus umum pelaku penipuan!
  • Bila mencurigakan, blokir saja nomor tersebut.

2. Jangan Sembarangan Klik Tautan

  • Jangan sekali-kali mengklik tautan/link dari nomor yang tak dikenal, meskipun tampak “resmi”.
  • Tautan tersebut sering digunakan untuk mengunduh malware, yaitu virus digital yang bisa:
    • Meremote HP
    • Membuka aplikasi perbankan
    • Mengambil data pribadi
  • PERINGATAN! HP milik orang tua tidak boleh dipinjamkan ke anak-anak yang belum memahami risiko keamanan digital!

3. Atur Privasi WhatsApp dengan Ketat

  • Selalu cek dan atur ulang pengaturan privasi WhatsApp Anda:
    • Nonaktifkan "Terakhir Dilihat" untuk publik
    • Batasi siapa yang bisa melihat foto profil, status, dan info akun
  • Abaikan semua pesan dari orang asing, bahkan jika tampak sopan atau menggunakan nama orang yang dikenal. Waspadalah terhadap peniru!

4. Tolak Izin Akses Aplikasi Asing

  • Jangan asal mengizinkan aplikasi mengakses data di HP Android Anda, seperti:
    • Kamera
    • Mikrofon
    • Lokasi
    • Kontak
    • Galeri/file
  • Berikan izin hanya pada aplikasi yang terpercaya dan betul-betul dibutuhkan.

5. Konsultasikan Kepada Ahli

  • Bila ragu terhadap aplikasi, tautan, atau pesan mencurigakan, jangan bertindak sendiri.
  • Tanyakan pada orang yang paham IT atau ahli digital, terutama jika Anda adalah:
    • Pengguna aplikasi perbankan
    • Sering bertransaksi secara digital
  • Karena dalam dunia perbankan digital, kesalahan kecil bisa berakibat fatal.

⚠️ Ingatlah! Modus penipuan semakin canggih dan meyakinkan. Jangan panik, jangan gegabah, dan jangan percaya begitu saja. Waspada menyelamatkan data, uang, dan keluarga Anda.


RUQYAH DENGAN AYAT AL QUR-AAN

Berikut ayat-ayat yang Anda sebutkan dalam tulisan Arab saja, tanpa terjemahan dan tanpa transliterasi:


1. Untuk mendatangkan (berinteraksi) dengan jin:

إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ
أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


2. Untuk melawan sihir, jin, dan Dajjal: (QS. Al-Kahf ayat 1–10)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا
قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
مَاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآبَائِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا
فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا
أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا
إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا


3. Membuang pengaruh syaitan:

فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ
لَتَرْكَبُنَّ طَبَقًا عَن طَبَقٍ


4. Senjata kaum mu'minin:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ


5. Untuk mendakwahi jin syaitan (QS. An-Nur: 35):

اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ
مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ ۖ
الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ ۖ
الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ
يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ
لَّا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ
يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ ۚ
نُورٌ عَلَىٰ نُورٍ ۗ
يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَن يَشَاءُ ۚ
وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ ۗ
وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ
يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ
وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ
وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


6. Menyadarkan jin dari tipu daya Iblis:

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ
وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ
يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ
أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ
إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ
وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۚ
وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ
إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي
فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم
مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ
إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ
إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


7. Melemahkan jin syaitan dan menghapus kekuatannya:

بَرَاءَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدتُّم مِّنَ الْمُشْرِكِينَ
قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ
فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُم مِّنَ الْقَوَاعِدِ
فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِن فَوْقِهِمْ
وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ
وَقَدِمْنَا إِلَىٰ مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ
فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَّنثُورًا
وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ السَّمَاءِ مَاءً
لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ
وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ
وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ
فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ
فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ