*CARA HINDARI KONFLIK* • Jangan sampai berhubungan dengan *orang-orang yang kurang jelas‼️* • Jangan terhubung dalam suatu urusan yang kamu *tak punya wenang membuat keputusan‼️* • Jika sudah terlanjur terhubung dengan kedua macam hal diatas, *upayakan jaga emosi,* jangan sampai bertengkar, biarkan waktu yang memutuskan‼️ • *Jangan percayai janji-janji* jika tak sanggup saat tak ditepati‼️ • Berusaha menghindari *berbisnis dengan keluarga,* bisa timbul bahaya konflik berkepanjangan hingga putus silaturrahmi‼️ • Jangan terhubung dengan orang-orang *bodoh, ngawur dan kurang peka tanggung jawab‼️*
*Lanjutan Cara Hindari Konflik* • Jangan memaksa orang lain agar sepertimu, tunduk kepadamu, menerima keadaanmu dan sependapat denganmu‼️ • *Terimalah setiap perbedaan* baik dalam hal: _tujuan, kepentingan, kesukaan_ *dengan lapang dada‼️ • Menghindari debat* sebab ada perbedaan *wawasan ilmu pengetahuan, keyakinan & pengalaman‼️* • Jangan *terlalu berharap terjadi perubahan* atas diri seseorang yang terkait dengan kita dalam hal & urusan apapun‼️ • Berusaha menyadari tentang adanya *banyak perbedaan* yang tak mungkin dipaksa menjadi sama, terutama soal *cara berfikir & berperasaan, kemampuan bertindak, dan adat kebiasaan ‼️*
**1. Perbedaan Nilai dan Keyakinan* Setiap individu / kelompok memiliki nilai-nilai yang berbeda, yang menjadi dasar dalam _berpikir, berperasaan, dan bertindak._ *Perbedaan keyakinan agama, prinsip moral & norma sosial* yang memiliki nilai-nilai _bertentangan_ saat dipaksakan nilai-nilainya kepada pihak lain. *2. Kurangnya Komunikasi* _Komunikasi yang buruk dan kurang efektif_ dapat menjadi pemicu utama konflik. *Kesalahpahaman, informasi yang tidak lengkap / bahkan tidak adanya komunikasi sama sekali* dapat memicu _kecurigaan, kecemburuan & ketidakpercayaan._ Ditambah lagi saat tidak dapat menyampaikan pikiran, perasaan & kebutuhan mereka dengan jelas.
*3. Perbedaan Kepentingan*. Konflik muncul sebab adanya perebutan sumber daya yang terbatas, seperti uang, kekuasaan atau status. Ketika kepentingan individu / kelompok saling bertentangan, persaingan & konflik bisa terjadi. Contohnya, dalam suatu organisasi, konflik bisa muncul karena _perebutan jabatan, kenaikan gaji atau pembagian tugas._ *4. Ketidaksetaraan & Ketidakadilan* Ketidakadilan dalam *pembagian sumber daya, perlakuan / kesempatan* bisa memicu konflik sosial. Ketika satu kelompok *merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan kelompok lain,* mereka cenderung merasa marah & frustasi, yang bisa memicu konflik. karena *kesenjangan sosial, ketidakadilan dalam sistem hukum.*
*5. Perubahan Sosial dan Budaya*
Perubahan sosial yang terjadi *secara cepat dan mendadak* bisa mengganggu tatanan sosial yang sudah ada, sehingga memicu konflik.
*Perubahan nilai-nilai budaya, norma sosial, atau sistem ekonomi* bisa _menimbulkan ketidakpastian dan ketidaknyamanan bagi sebagian orang._ Contohnya, industrialisasi yang cepat di pedesaan bisa *mengubah nilai-nilai gotong royong menjadi nilai kontrak kerja yang berdasarkan upah,* sehingga memicu konflik.
*6. Faktor Kepribadian* Faktor kepribadian individu, seperti *sikap egois, temperamental, atau fanatik,* juga dapat menjadi pemicu konflik. Individu dengan kepribadian yang _cenderung konflik mungkin lebih mudah terpancing emosi dan terlibat dalam pertengkaran._ *7. Kurangnya Pengendalian Diri* Ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi, seperti *amarah atau rasa frustasi,* juga bisa memperburuk konflik. Individu yang tidak dapat *mengelola emosi* mereka dengan baik _cenderung lebih mudah terpancing dan terlibat dalam pertengkaran._
*8. Ekspektasi yang Tidak Terpenuhi*
Konflik bisa muncul saat *harapan tidak terpenuhi,* baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Dalam hubungan suami-istri, konflik bisa muncul karena perbedaan harapan tentang peran & tanggung jawab dalam rumah tangga. Walaupun konflik adalah *bagian alami dari kehidupan sosial,* dan _tidak selalu negatif‼️_ Konflik yang dikelola dengan baik justru dapat *membawa perubahan positif & memperkuat hubungan.* Selesaikan konflik dengan cara *meningkatkan komunikasi, membangun pemahaman, dan mencari solusi yang saling menguntungkan.*






0 komentar:
Posting Komentar