Kamis, 05 Februari 2026

BISMILLAAH

 *Betapa Berharganya*  Dipilih menjadi manusia dan beragama Islam dan dididik untuk beriman kepada Allah Sang Pencipta segala sesuatu. Kita ada sebagai *Bismillaahi* Dzat Al Bukti Wujud-NYA (Shifat), Dan *Billaahi* yakni dengan-NYA kita hidup dalam karunia-NYA dalam dunia hingga akhirat, dan *Minallaah* yakni tak satupun yang adanya segala sesuatu itu selain hanya sebab Wujud (ADA) Allah, *Ilaallaahi* yakni Kepada-NYA pula berakhir dan kembalinya segala sesuatu. *'Alallaah* maka hendaklah kita hanya bersandar diri kepada Allah (bukan kepada segala sesuatu termasuk diri sendiri). Semuanya ini akan lenyap, dan tak berguna apapun yang dititipkan Allah selain *Di Manfaatkan untuk Iman & 'Amal‼️*

 *Mengapa kamu diciptakan dan diberi Ni'mat?*  Sebab ada amanat dan tugas bersyukur. *Mengapa kamu diberi kesulitan, mushibah dan beribadah?* Sebab ada tugas bershabar dan bertawakkal. *Mengapa kamu diberi Ilmu, kekuatan, keahlian, kedudukan jabatan, harta, dan kemudahan?* Sebab ada tugas yaitu berbuat kebaikan. *Mengapa kamu diberikan pengajaran Agama?* Sebab ada tugas menyaksikan kebenaran Allah dan bertaqwa kepada Allah yaitu mengikuti petunjuk Allah dan selalu terhubung sebagai hamba dengan Allah agar selamat dunia dan akhirat. Jika kamu _tidak memahami agama dengan baik dan benar,_ itu akan membuatmu *KUFUR* atas segala karunia ni'mat yang yang besar dari Allah dan *KAFIR* kepada-Nya‼️

*Biarkan saja‼️*  Kalau tidak mau diatur dan dinasehati untuk segera berubah ya sudah biar sajalah. Kalau tidak mau merubah sikap dan tetap buruk sikap, nanti akan ada waktunya *Allah sendiri yang akan memberi peringatan‼️*  Tapi kalau sudah begitu biasanya sudah agak terlambat sih. Mestinya mau menurut dengan nasehat yang baik untuk kemajuan diri. Tapi masih saja *suka memakai pemikirannya sendiri yang terbatas.* Orang yang terbatas ilmu dan belum banyak pengalaman dalam kehidupan ya pasti akan mengalami banyak kendala. Terutama bagi *kaum muda* dan juga bagi yang usianya sudah menginjak *dewasa apalagi menua,* tapi tak mau segera bijak dalam menjalani kehidupan.

Ada yang *berani* tapi tak mesti kuat, sehingga bisa dikalahkan. Ada yang *takut* tapi karena tak ingin masalah, sehingga selamat dalam menghadapi persoalan. Ada yang *pandai* tapi sembarangan, itu akibat kecerobohan akhirnya mendapat rugi sial atau celaka. Ada yang *lemah* tapi telaten, sehingga mampu menjalani. Ada yang *muda* tapi jangkauannya pemikirannya lebih sehingga mampu meraih prestasi. Ada yang *tua* tapi masih bersemangat, sehingga berhasil meraih. Ada yang *hebat* tapi tak disukai karena wataknya, sehingga kesulitan dalam kehidupannya. Ada yang *sederhana* dan simple tapi berkeyakinan kuat, maka mampu melewati banyak tantangan. Ada pula yang *tak punya apa-apa,*  selain merasa.

Dan ada yang *kaya* tapi tidak pelit dan bersyukur maka ia selalu hidup dalam keberkahan. Ada yang *miskin* yang shabar sehingga bisa menjalani kehidupannya dengan kebahagiaan. Ada yang *kaya* tapi sangat pelitnya, dan tak mau bersyukur karena rakusnya, maka ia selalu hidup dalam kelelahan dan tertekan. Ada yang *miskin* yang menjalani kehidupan selalu dengan keluh kesahan, sehingga kesusahan tak ada hentinya. Ada yang *beriman* kepada Allah, dan *kokoh keyakinannya kepada Tuhan-NYA,* maka pasti ia mendapatkan dalam hidup di dunia atau di akhirat. Ada yang *mengaku beriman,* tapi selalu menbenci ketentuan-NYA bila tak sesuai harapannya, maka ia hidup dalam kesempitan & jauh dari Rahmat Allah.

*"SELURUHNYA HANYA WASILAH"*  Sebab pemegang seluruh ketentuan hanya Allah. Tiada yang berdaya dengan seluruh apa yang ada ditangannya selain dengan Idzin Allah semata. Jika lebih mengutamakan atau mengandalkan apa yang ada pada dirinya, maka itu *salah jalan* namanya. Sesungguhnya Allah hanya memerintahkan beribadah, sedangkan wasilah adalah *AMANAH yakni Titipan Allah* agar dengannya kita _bisa melaksanakan ibadah sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah._ Jikalau Allah pemberi wasilah diabaikan itu artinya *menjauhi Allah.* Sungguh bahwa segala amanah hanya bisa dipegang oleh yang memiliki *kesetiaan kepada agama, berakhlaq mulia dan bertujuan hidup menjadi hamba Allah yang sebenarnya.*

 Jadi... Jangan pernah sekalipun merasa *tahu, kuat, mampu, punya atau berdaya upaya‼️*  Walaupun hanya menelan air, menggerakkan jari, berkedip atau bahkan yang lebih sepele daripada itu, *kita baru mampu dan dapat meraih manfaat setelah ada Idzin Allah.* Kita _tak bisa lepas dari kebergantungan kepada Allah_ ... Lebih-lebih di saat kita sedang terpuruk atau sakit atau mengalami kesukaran & musibah. *Hanya Allah* yang kita harapkan, hanya DIA yang dapat menolong dari segala yang tak disukai, hanya Allah yang bisa melindungi kita dari marabahaya dan dan yang kita takuti. *Bukan diri sendiri, bukan harta & jabatan, bukan kepandaian & keahlian kita, bukan manusia atau siapapun dari makhluk.*

*Kebaikan* itu bergantung kepada Allah sebab DIA Pemiliknya, *Kesejahteraan* itu bergantung kepada Allah sebab DIA Pemegangnya, *Keberkahan* itu bergantung kepada Allah sebab DIA Pemberinya, *Kemuliaan* itu tergantung sebab DIA Penentunya‼️ Maka hendaklah kita mengakuinya dan Berkata, *"Sungguh Sholatku, Ibadahku, Hidup dan Matiku itu Milik Allah‼️"* Janganlah sampai terpedaya oleh _hawa nafsu yang jahat, setan yang memperdaya dan kesibukan dunia yang melalaikan_ dari urusan utama *menghamba kepada Allah dan tujuan hidup yang baik & benar* sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ. Agar selalu ingatkan diri sendiri dan selalu *memohon taufiq hidayah 'inayah & ma'unah kepada Allah.*

*Syethan* mendatangi kita dari berbagai arah dan *membawa fitnahan* tanpa kita sadari, *membawa tipudaya* tanpa kita sadari, *membawa namimah* (ajakan permusuhan) tanpa kita sadari, *membawa bujuk rayuan* menyesatkan dam menjauhkan diri kita dari kedekatan dengan Allah tanpa kita sadari, *membawa suatu urusan* yang mengeluarkan kita dari bimbingan petunjuk Allah tanpa kita sadari pula. Semua itu telah diperingatkan Allah agar kita memposisikan syethan *sebagai musuh nyata.*  _Pastinya syethan bukan kawan, bukan pemberi penasehat dan bukan pula orang kepercayaan)._ Berjagala dan berlindunglah kepada Allah dari segala  kejahatan mereka *"La'natullaah 'Alyhim"* yang sangat halus dan licik itu.

Janganlah mengajak *hawa nafsu* untuk berembuk, jangan menerima *nasehat dari syethan,* jangan mempercayai yang bukan dari *petunjuk Allah dan Rosulullaah ﷺ.* Jika *memperturutkan keinginan* hawa nafsu, jika *enggan bersyukur* atas ni'mat telah Allah berikan dan jika *enggan bershabar* atas ketentuan Allah, jika *mengeluh* soal kehidupan, jika *meragukan* kebaikan dan kebenaran ketetapan Allah dan saat memandang cukup atas *pemikiran sendiri* dalam menjalani suatu urusan. Sema itu artinya *tanpa arah (sesat)* sebab tanpa petunjuk Allah & Rosulullaah ﷺ. Hal itu merupakan _jalan yang mudah bagi syethan_ untuk mempengaruhi dan _keadaan yang luas_ bagi syethan untuk *menguasai diri kita.*

Tak ada jalan selain *selalu berdzikir pada Allah dan selalu bersyukur* atas segala Ni'mat-NYA, dan *selalu bersabar* atas segala ketentuan Allah. Dan jangan selalu *mengikuti hawa nafsu* keinginan duniawi. Jangan *melakukan sesuatu* yang _datangnya tiba-tiba_ pada pemikiran kita‼️Sebab  *pemikiran itu* bukan selalu dari diri kita sendiri, jika bukan didapat dari ajaran agama, maka pasti itu dari syethan‼️ *Perasaan kita* tak selalu benar dari diri kita sendiri, jika akhirnya bisa membawa akibat permusuhan, pasti itu dari syethan‼️  Jika kita dapati suatu perasaan dalam benak kita dan hal itu  membuat kita kurang syukur dan shabar, lalu jadi syak ragu kepada Allah, maka pasti dari syethan‼️

*Tak Disadari atau Salah Mengira*  Manusia yang sedang berbuat jahat itu bukanlah seperti tak kita lihat, bukan pula seperti yang kita perkirakan. Sebab manusia yang sedang melakukan kemaksiatan dan dosa-dosa itu ternyata *tidak sebenar-benarnya sadar!* Mereka sedang *terlena, tak sadarkan diri oleh pengaruh sihir atau hipnotis atau bujuk rayu syethan.* Mereka *tidak sedang sendirian* melainkan sedang _ditemani syethan!_  Jika hawa nafsu ditundukkan dan syethan disingkirkan, manusia itu akan tersadar lalu bertaubat (kembali) kepada Allah. _Perbuatan aniaya yang merugikan membahayakan dirinya dan orang lain_ yang diperbuat seseorang adalah *bukti nyata penguasaan syethan atas manusia‼️*

*"Inilah Dakwah Para Syethan"* Setiap yang merusuhi dalam *pemikiran,*  setiap yang mengacaukan dalam *perasaan,* setiap yang membatasi *kebahagiaan hati,* setiap mengeruhkan *suasana,* setiap yang merenggangkan hubungan *kekeluargaan - kerukunan,* setiap yang menyuarakan *permusuhan,* setiap yang membatasi terlaksananya *kebaikan,* setiap yang mencegah tersebarnya *kemanfaatan (kikir),* setiap yang mengajak kepada *memperturutkan kelalaian* setiap yang mengajak kepada *kerugian & kerusakan,*  setiap yang menyuruh pandangan yang *mendengki,* setiap yang mencegah *pendengaran tersumbat* dari kebenaran dan menjauhi agama... Itulah *dakwah para syethan‼️*

Pada *Petunjuk Allah* ada ketenangan, ada kedamaian, ada kesejahteraan, ada keselamatan, ada keamanan, ada kesehatan, ada kemanfaatan, ada kebahagiaan, ada kemenangan, ada harapan, ada kepastian dan ada kebaikan yang berlimpah tak ada habisnya yaitu keberkahan. Pada *Suri Teladan Rosulullah* ﷺ ada chikmah, ada keutamaan (fadhilah), ada rahmat (karunia) yang bertaburan tiada hingganya, ada kebaikan di dunia hingga akhirat. Pada  *Hati Yang Suci* ada kebenaran yang diyaqini dan peri_kehidupan sejati. Sebagai perisai Islam Iman Ichsan dan Irfan serta ada kemuliaan derajat (attachiyyah), ada kesejahteraan (sholawah), ada keberkahan (mubarokah), ada kebaikan berlimpah (thoyyibah) dunia akhirat‼️

*Kalimat Penyesatan Syethan.* Adakah yang paling menyesatkan dari yang *mendakwahkan tauchid* tapi jalannya bertentangan dengan Prinsip-Prinsip Tauchid yang diajarkan Rosulullaah‼️ Dan yang mengaku *berprinsip dan berpegang kepada As-Sunnah* tapi jalannya bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran sunnah Nabi Muhammad ﷺ itu sendiri‼️ Dan mengajak-ajak kembai kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan jalan Pemikiran & Tafsirannya sendiri‼️ Syethan hendak menyesatkan manusia dengan *Slogan-Slogan Penuh Tipuan Syethan* hendak mengajak manusia yang *Belajar Agama Tanpa Bimbingan Yang Seharusnya.* Mereka *yang tertipu mengira* bahwa merekalah orang-orang yang Baik, yang Benar & Suci Tauchidnya‼️

Mereka yang tertipu syethan ini adalah *penerus keangkuhan Dzul-Khuwaysiroh* kepada Nabi Muhammad ﷺ , dimana ia menyuruh Nabi Muhammad ﷺ berbuat adil. Padahal Nabi adalah pilihan Allah dan Paling 'Ādil (عادل).  Mereka memandang menilai menganggap menuduh kaum muslimin selain mereka telah *Berbuat kesesatan (dhollah), Berbuat kekafiran (Kafir), Berbuat kesyirikan (musyrik) dan Berbuat Bid'ah (mubtadi')'.*  Tanpa terasa mereka telah memasuki kerugian dan celaka yang sangat besar oleh sebab perkataan dan penuduhan dan keyakinan mereka sendiri yaitu *tadhlil, takfir, tasyrik dan tabdi'.* Akibatnya mereka sendirilah yang sesat (dholl), yang kafir, yang musyrik dan ahli bid'ah (mubtdi').

*Apa Itu Persoalan?*  Ada 2 hal yang dilihat. Pertama: Persoalannya dan Kedua : orang yang menyelesaikan persoalan. Apakah yang menjadi Persoalan itu ? Ia ada saat kita tak mampu mengatasinya, saat tak berpetunjuk untuk menuntaskannya, saat kita lemah dan bodoh atas apa yang mesti dilakukan. Apakah persoalan itu tak ada ? Ia selalu ada dan tak mesti selesai dipersoalannya. Palestina tak kunjung selesai dijajah oleh Israel. Apakah rakyat Palestina terlepas dari itu ? Tidak! Penjajahan masih berlangsung. Tapi mereka selesai dengan *tak mempersoalkannya lagi.* Mereka selesaikan di dalam diri mereka. Mereka menghadapinya dengan tekad merdeka / syahid. Selesai hawa nafsu dengan petunjuk Allah.

*Beribadah*  Apa itu ibadah? Adapun yang ditemukan dalam kenyataan ada 4 macam. *Pertama:* mereka yang dikategorikan *penyembah* dalam istilah *menjalankan kewajiban taat rutin kepada Allah* dalam *islam jasadi dan Iman Shodri* disebut *bersyari'at.* Ada kata berat & ringan dalam menjalani ketaatan. Pada hubungan dengan Allah berbicara _pahala & dosa._ *Kedua:* mereka yang dikategorikan *Pengharap Allah* dalam istilah *merasa butuh* untuk menjalin hubungan dengan Allah lebih mengarah. Pembahasan soal *iman qalbi* disebut *berthoriqoh.* Ada kata Syukur & Shabar. Pada hubungan dengan Allah berbicara _sudah dekat & masih jauh_ dari Allah.

*Ketiga:* mereka yang dikategorikan *Pencari Allah* dalam istilah *Pergi menuju kepada Allah* dengan Ichsan Fuadi disebut *Berhaqiqat.* Ada istilah *sampai & belum sampai* kepada Allah. Pada hubungan dengan Allah ada kata Tawakkal, Ikhlash & Ridho.*Keempat:* mereka yang dikategorikan *Pengenal Allah* dalam istilah *pertemuan dengan Allah* dalam Irfan Lubbi disebut *Berma'rifat.* Ada istilah *sempurna mengenal & belum sempurna mengenal* Pada hubungan dengan Allah ada kata Cinta & Rindu._Shodr, Qalb, Fu’ad, dan Lubb,_ keempat kata tersebut pada umumnya sering disebut *HATI,*  sedangkan _Sirr_ itu *Rahasia Allah.*

Tak ada yang perlu dibahas tentang *"Bagaimana Allah Terhadapku‼️"*  Hanya Allah Yang Paling Mengerti, Memahami, Mengetahui dan Bijaksana dalam Rachman Rachim-NYA atas diriku.  Sedangkan aku hanyalah hamba-NYA yang harus *percaya tanpa jika, dan yaqin tanpa kalau* .... terhadap-NYA‼️ Istiqomah *dalam tha'at penghambaan* dan Istiqomah dalam *tawbat* dan Istiqomah *mengandalkan Peranan Robb-ku* dalam urusan kehidupanku. *Berharap* hanya kepada Allah semata ... bukan selain-NYA dan _tidak juga diriku sendiri‼️_ Itulah kebenaran yang harus diyakini & diikuti. Semoga beroleh *kemenangan keberuntungan kebahagiaan dunia & akhirat* dengan penyertaan Ampunan dan Rachmat Ridho Allah selalu‼️

Saat *bencana telah mengepung secara merata dan tak perduli siapa dan bagaimana,* barulah menyebut Allah Allah Allah‼️ Semuanya itu diakibatkan maksiat & membiarkan kemaksiatan terjadi dihadapan mata. Bila orang tua tak peduli anaknya, bila guru tak peduli muridnya, bila 'alim ulama' tak peduli ummatnya, maka kehidupan kehilangan essensinya. Akhlak Mulia tak ditegakkan dan Ilmu tak dapat dirasakan manfaatnya, Kesia-siaan & Kesenangan duniawi diperturutkan, bahkan perbuatan² dosa dianggap biasa... Hari akhirat melenyap dari ingatan, seakan takkan pernah terjadi. Tapi saat mushibah melanda, ketakutan & kesusahan sudah merengek-rengek minta pertolongan Allah. Bagaimana jika telah dalam Qubur‼️

*Teruslah Bergerak, Allah Menilaimu* Hidup itu seperti naik sepeda; kalau kita berhenti mengayuh, kita bakal kehilangan keseimbangan. Begitu juga hati kita. Kalau kita _berhenti berikhtiar dan bersandar pada Allah,_ iman kita pun mudah goyah. *Islam nggak minta kita jadi yang tercepat, tapi meminta kita untuk istiqamah.* Jadi, nggak masalah kalau langkahmu hari ini _terasa lambat atau lelah mulai menyapa._ Allah nggak cuma melihat hasil akhir, tapi Dia sangat menghargai setiap langkah sabar dan doa yang kamu panjatkan.

Sangat sesuai Janji-Nya di QS. Al-‘Ankabut: 69, mereka yang bersungguh-sungguh di jalan-Nya pasti *akan dibukakan jalan keluar yang tak terduga.* Kalau lelah, beristirahatlah sebentar. Tapi jangan pernah menyerah‼️ Langkah kecilmu hari ini adalah cara Allah membimbingmu menuju takdir terindah yang sudah DIA siapkan dengan penuh cinta. Karena sesungguhnya ada yang hendak *DIA LIHAT* yakni seberapa percaya dan yakinnya dirimu kepada-NYA. *Bahwa DIA tak sedikitpun bermaksud buruk kepadamu, tapi hanya rencana kebaikan bagimu.*

*Persoalannya Apa? Caranya menyelesaikannya bagaimana?*
Apakah persoalan dunia, akhirat dan agama dapat diselesaikan dengan cara tertentu? Ya.. tentunya urusan harus diselesaikan dengan ilmu! Tanpa ilmu takkan bisa! Ilmu dunia, agama & akhirat. Tapi *ilmu harus tunduk kepada Iman* yaitu *selaras dengan kebenaran* dalam berkeyakinan & selaras dengan *prinsip-prinsip syari'at Islam.* Terlebih harus disertai akhlaq mulia pada manusia juga kesyukuran, keshabaran, ketaqwaan, dan ketawakkalan kepada Allah. Tujuan selesainya urusan adalah *selamat  dunia - akhirat dan mencari ridho Allah.* Jika berhasil meraih keduanya maka selesailah persoalan‼️

*Apa Sebenarnya Persoalan Itu?* Sebenar-benarnya persoalan adalah ketika kita *tidak selaras dengan ilmu dan agama.* Tidaklah benar bahwa apa yang sedang dihadapi manusia dapat dikatakan sebagai persoalan. Sebab setiap orang diberi Allah kapasitas ilmu dan kemampuan masing-masing yang telah sesuai dengan apa yang disuguhkan Allah kepadanya. Jadi tidaklah tepat jika dikatakan bahwa ada persoalan atas dirinya.  Yang ada ia enggan menghadapinya. Sebab *Allah tak memberi bebanan melebihi batas kemampuannya‼️* Jika apa yang dihadapkan Allah kepadanya dianggap sebagai persoalan, padahal Allah telah *memberikan petunjuk jalan penyelesaiannya.*  Itu artinya telah menuduh Allah berbuat aniaya‼️

Itu terjadi sebab manusia _enggan menggunakan petunjuk Allah_ maka jadilah itulah yang bisa kita katakan sebagai yang *sebenar-benarnya persoalan‼️*  Jika manusia menjalankan apa-apa yang dihadapkan oleh Allah dengan cara atau jalan yang bertentangan dengan petunjuk Allah, maka itulah persoalan yang *sangat parah‼️* Dan  itu berakibat buruk bagi dirinya dalam kehidupan dunia bahkan mengorbankan kehidupan akhirat‼️ *Sesungguhnya dunia bukanlah persoalan sedikitpun‼️* Sebab kehidupan dunia itu hanya _setara dengan sebagian waktu pagi dari kehidupan sehari di akhirat._ Tiada sebanding dunia dengan kekekalan akhirat. Bahaya jika menganggap dunia sebagai persoalan dan menyelisihi Petunjuk Allah‼️

Ulang Ulang Doa Nabi Ayyub AS Ini Agar Mendapatkan Kesembuhan segera dari Allah:
*Robbi Innii Massaniyadh_dhurru Wa Anta Archaamurroochimiin*
dan *Robi innii massaniyasy_syaythoonu Binushbiw_wa 'adzaab*

*Nabi Muhammad SAW bersabda:*

“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya api neraka? Atau api neraka haram baginya? Yaitu setiap orang yang qariib (dekat/mudah bergaul), layyin (lembut),  sahl (mudah/tidak mempersulit), dan hayyin (tenang/tidak mudah marah).”
(HR. At-Tirmidzi no. 2488 dan Ibnu Hibban no. 470)


*Nabi Muhammad SAW bersabda: *
“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya api neraka? Atau api neraka haram baginya? Yaitu setiap orang yang  *hayyin* (tenang/tidak mudah marah).”   *layyin* (lembut), *qoriibin* (dekat/mudah bergaul), dan *sahlin* (mudah/tidak mempersulit).
 
HR. At-Tirmidzi no. 2488 dan Ibnu Hibban no. 470)

Penjelasan 4 Sifat Tersebut:
*Hayyin (Tenang/Ketenangan Jiwa):* Orang yang memiliki ketenangan jiwa, wibawa, tidak mudah tersulut emosi, dan tidak gampang marah. *Layyin (Lembut):* Orang yang lemah lembut dalam perkataan dan perbuatan. Tidak kasar, tidak keras hati, dan santun kepada orang lain. *Qaribin (Mudah bergaul/Ramah):* Orang yang mudah akrab, ramah, murah senyum, mudah didekati, dan menyenangkan dalam pergaulan.
*Sahlin (Mudah/Ringan):* Orang yang tidak mempersulit urusan orang lain, suka memberi kemudahan, dan fleksibel.

https://www.facebook.com/share/r/1NMMitpQcW/

الى حضرة سيدي الشيخ عبد القادر الجيلاني و سيدي الشيخ احمد الرفاعي و سيدي الشيخ احمد الدسوقي و سيدي الشيخ احمد البدوي رضي الله عنهم الفاتحة

*JANGAN SESEKALI MENYERAHKAN ATAU MEMBOLEHKAN ORANG MENGAMBIL DATA DIRI KITA TANPA ALASAN YANG JELAS!*  Sewaktu duduk sendiri diteras, tiba-tiba ada yang ngedeketin aku dengan "menawarkan paket WiFi." Tapi sebab sudah punya, ya nggak ada keinginan mengganti. Tiba-tiba dia mau mau meminta izin mengambil foto wajah. Ya nggak kuizinkan. Karena nggak ada hubungan apa-apa pun yang mengharuskan aku mengizinkan data "wajah" diambil oleh orang yang baru kukenal. Untuk kalian, siapapun orang yang hendak mengambil data kita jangan sesekali diizinkan, soalnya saat ini ada banyak caranya (modus) orang yang bermaksud menggunakan data-data kita untuk tujuan-tujuan yang dapat merugikan kita.

Makanya tiap kali ditemui siapapun yang tidak kita kenali, sebaiknya kita langsung memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan terselubung. Sebab saat dimana banyak orang merasa membutuhkan uang, mereka menggunakan cara-cara sihir (gendam) untuk menguras hak milik kita. Dan terutama saat bepergian, berdoa memohon perlindungan kepada Allah dan juga selalu waspada dan biasakan tidak sendirian. Dan jangan pula konsen ke gadget ditempat umum. Sebaiknya mengurangi aktivitas hp ditempat umum kecuali sedang bersama keluarga atau saudara. Sebab hal itu rawan perampasan (jambret) tanpa disadari. Dan bawalah uang sekedar keperluan yang sudah direncanakan saja (jangan berlebih-lebihan).

https://www.facebook.com/share/v/17sWqUcfrt/  *Berdoa* itu untuk mentaati perintah Allah, untuk menyadarkan diri kita agar kita tahu bahwa kita lemah tak bermampuan, untuk menyadarkan diri kita bahwa kita sangat membutuhkan Allah semata dan menyadarkan diri kita hanya Allah yang dapat mewujudkan semua harapan kita.  Berdoa bukanlah sebab, atau memerintah Allah, bukan pula untuk memandang kehebatan doa-doa kita itu, akan tetapi agar menyadari bahwa Allah Maha Kaya dan hanya DIA yang mampu mewujudkan segala harapan kita. Berdoa untuk menggapai Rahmat dan Ridho Allah semata. Siapa siapa yang telah mendapat ridho dari Allah maka itulah kesempurnaan keadaan dan perolehannya. Itulah doa penghambaan.

Penghambaan dihadapan Allah itu bertauchid. Mengenal hak-hak Allah. Yang dimasukkan dalam istilah penghambaan akan selalu menunjukkan kepada kehinaan diri di hadapan Allah. Penghambaan menafikan seluruh kebaikan berasal dari dirinya sendiri, tidak ada satupun yang baik itu selain dari Allah (bukan dari sebab apapun dirinya sendiri... Baik amal maupun doa atau ilmunya). Sebab ia sadar bahwa pada hakikatnya semuanya itu, Allah sendiri yang memilikinya, mengaturnya dan menentukannya. Maka itulah sebaik-baik penghambaan adalah mensyukuri ni'mat Allah itu. Berahabar dalam mentaati Allah dan Rasul-NYA. Dan akan lebih mendekati yang terbaik itu jika telah mengenal Rahasia Allah dan Muhammad ﷺ.

Menjadi tanda-tanda bahwa seseorang telah benar-benar telah sadar akan Nur Muhammad ﷺ, ia akan selalu merindukan Allah, menyukai dan berlama-lamaan berdekatan dengan Allah. Dan tanda-tanda bahwa ia telah benar-benar dekat  dengan Allah maka ia akan mengenal Allah dengan baik dan benar. Dan itu ditandai dengan: Dia Mencintai Allah lebih daripada segala sesuatu,  Menegakkan syari'at Islam, Aqidah Iman dengan benar dan lurus serta selalu Ichsan kepada Allah dengan sebaik-baiknya, Bila memutuskan perkara, maka ia mengutamakan Petunjuk Allah sebagai satu-satunya Pemberi Arah Kebenaran, dan bila bersikap, selalu di dasarkan rasa kasih sayang atau menjunjung tinggi nilai-nilai adab & kemanusiaan. Dia tiada meminta upah selain hubungan persaudaraan.

Tanda-tanda mengikuti hawa nafsu bahkan dalam berberibadah adalah merasa berat dan sulit saat berpindah dari ibadah yang sudah biasa ia lakukan. Padahal tiada beda antara ibadah satu dan lainnya jika telah berniat Ikhlash kepada Allah. Karena sejatinya setiap ibadah itu akan membawa akibat yang sama-sama ni'matnya. Maka perlu menguji diri sendiri, semisal apakah tetap terasa ni'matnya saat sholat, dengan membaca Al Qur'an / berzikir-wirid / menolong sesama / bershodaqoh / berumroh / meringankan beban orang yang memerlukan pertolongan. Jika ni'matnya hanya terasa pada pilihan tertentu saja, hal itu menandakan bahwa beribadah dengan adanya keuntungan bagi hawa nafsunya (T.G. Zuhdiannur).

Jangan pernah sekalipun meremehkan Allah Yang Maha Agung. Bagaimana meremehkan Allah itu ? Dia Allah mampu memberimu rejeki tapi kau meragukan Kemampuan-NYA, karena kamu berkata,"Kalau aku tak begini & begitu bagaimana aku bisa makan?" Seakan kamu dapat menyediakan rejeki, padahal Dia lah Sang pemberi rejeki. Dia mampu menentukan segalanya tapi kamu meragukan Kemampuan-NYA, sebab kamu berkata,"Kalau aku tak berbuat begitu & begitu, bagaimana akan dapat merubah keadaanku." Seakan dengan kekuatanmu engkau dapat menentukan sesuatu. Maka tempatkanlah Allah didepanmu yaitu sebagai Tuhanmu dan Pemenuh keperluanmu. *Allaahu Al-Achad Ash-Shomad.*

Jangan menyombongkan diri dengan inginkan diri sendiri sebagai ukuran kebaikan dan kebenaran. Mengukur orang lain dengan dirinya sendiri sedangkan ilmunya tidak meliputi seluruh urusan itu suatu sikap tak tahu diri disisi Allah sebab mengikuti hawa nafsu semata. Bila kedudukan dirinya dijadikan sebagai ukuran untuk membolehkan menuntut orang lain harus bersikap tertentu kepadanya, hal itu sama saja melampaui Rosulullaah ﷺ sebagai penyampai. Beliau tak marah jika berkenan dengan pribadi. Sebab ukuran semua urusan *hanya tunduk kepada aturan & ketentuan Allah.* Memaksakan seseorang mentaati seseorang, itu termasuk merebut Hak-Hak Allah. Maka sampaikan & contohkan saja kebenaran dan kebaikan.

*Ego Diri* adalah musuh atau berlawanan dengan ketauhidan. Semua harus tunduk kepada Tuhan Semesta Alam. Tidak ada ajaran yang menekankan tentang adana keharusan tunduk kepada makhluk. Kalaupun ada perintah Allah mentaati seseorang, seluruhnya berkiblat kepada Ketaatan kepada Allah.  Dan sudah pasti bukan berkiblat kepada makhluk. Yang sejatinya hanyalah ketaatan kepada Allah. Walaupun perintah Allah memerintahkan untuk mentaati seseorang tertentu akan tetapi tetap *dalam koridor mentaati Allah* juga. Tak sekalipun bukan untuk keluar dari ketaatan kepada Allah saja, dan bukan mentaati seseorang *untuk menentang Allah dan hendak menguasai orang lain.*

*MUSYRIK*
Tiada yang dapat memberikan manfaat sesuatupun selain Allah.
Penekanannya pada anggapan atau keyakinan. Orang Mu'min diperintahkan makan
(كلوا والشربوا ولاتصرفوا)
Berarti makan minum diperintahkan dengan kesederhanaan. Yang bikin kenyang dan palum hanyalah Allah semata, bukan makanan dan minuman itu sendiri. Hal demikian tidak lantas meninggalkan makan dan minum gara-gara bukan makanan dan minuman yang memberikan kenyang dan palum. Bukanlah begitu maksudnya.

Setiap perantara diperlukan dalam kehidupan manusia. Orang yang berkeahlian, Orang alim atau guru, rumah, uang, pakaian, barang dan peralatan keperluan sehari-hari, segala jenis yang dapat di makan dan diminum, perusahaan, pekerjaan, pertanian, peternakan, perhubungan, transportasi, dan seluruh yang ada kaitannya dengan kehidupan manusia baik yang lahir maupun yang batin semuanya boleh digunakan selama tak ada penegasan keharamannya. Yang tak boleh adalah *"Keyakinan tentang ada seseorang atau sesuatu yang mampu memberikan manfaat atau memberikan mudhorot" selain Allah.*

Segala kejadian di alam semesta, pada diri manusia, perbuatan manusia, perbuatan angin, air dan bumi, perbuatan bintang, matahari dan bulan dan langit dan seisinya memang dapat mengakibatkan akibat tertentu bagi manusia. Segala yang memiliki kebuasan, kejahatan dan penipuan memanglah ada, benda tajam, besi dan batu yang keras, kayu yang dibentuk, suasana malam kelam dan siang ... semua itu memang ada dan dalam ketetapan Allah. Namun *berkeyakinan bahwa alam semesta itu sendiri yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudhorot* tanpa Idzin-Allah adalah keyakinan musyrik. 

Segala yang terjadinya kemanfaatan atau kemudhorotan itu masih tergantung kepada adanya Idzin-Allah. Manusia terhubung dalam batas berinteraksi dengan makhluk / menggunakan sesuatu / upaya menghindarkan diri dari hal yang diperkirakan membahayakan atau mendekati perkara yang dimungkinkan bermanfaat pada kebiasaan itu boleh-boleh saja. Namun *meyakini bahwa ada seseorang, sesuatu atau hal keadaan itu sendiri yang mampu mendatangkan kemanfaatan dan menolak kemudhorotan* adalah keyakinan musyrik.

Maka kita harus mengingat bagaimana api tak membakar Nabi Ibrohim AS, Ikan tak membunuh Nabi Yunus, Racun tidak membunuh sahabat, Air bisa diinjak oleh Nabi Isa AS, Ashchaab al Kahfi tidur tanpa makan minum selama 309 tahun. Sebab segala sesuatu hanya tunduk kepada perintah Allah dan tak mampu menentukan dirinya sendiri, kecuali mendapatkan Idzin dari Allah. Walaupun memiliki kekuatan yang besar, ilmu yang banyak, harta yang melimpah, tentara yang membela, walaupun berlindung di balik besi yang kokoh dan rahasia, walaupun memiliki segala sesuatu... *Maka tidaklah ia mampu menentukan sedikitpun tanpa idzin Allah.*

Tidak sedikit orang yang kaya menjadi musyrik sebab kekayaannya. Mereka musyrik karena hati mereka *merasa mampu karena kekayaannya.* Tidak sedikit orang yang berilmu menjadi musyrik sebab ilmunya. Mereka musyrik karena hati mereka *merasa sudah tahu karena ilmunya.* Tidak sedikit orang yang berpangkat menjadi musyrik sebab kedudukannya. Mereka musyrik karena hati mereka *merasa mulia karena kedudukannya.* Tidak sedikit orang yang berkekuatan menjadi musyrik sebab kekuatannya. Mereka musyrik karena hati mereka *merasa mampu karena daya upayanya.*

*Hawa Nafsu* Di dunia yang sesaat jika tak memegang teguh iman maka akan sesat & merugi. Tak ikuti teladan Kanjeng Nabi, tapi mengikuti hawa nafsu‼️ Menggantikan kebahagiaan di akhirat yang kekal dengan kesenangan dunia yang sesaat. Kesenangan akan harta, emas, wanita, pangkat kedudukan, pertanian, peternakan, perdagangan, orang tercinta, kesenangan yang beraneka. *Semua telah membuat lalai terhadap Allah & mensia-siakan akal & agama‼️* Hanya mereka yang menjadikan dunia sebagai ladang akhirat sajalah yang beruntung... yang beriman kepada Allah & Rosulullaah dan mengutamakan hari akhirat. Berjihad utama  *Menundukkan hawa nafsunya dengan Dzikirullaah & Syukur sebab takut kepada Allah.*

*SIKAP MU'MIN.* Langsung menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Mentaati dan melaksanakan perintah manusia jika untuk mentaati Allah dan Rasulullah. Mengutamakan Allah dan Rosulullaah dalam segala urusan. Mengutamakan akhirat daripada kesenangan duniawi. Tidak menyembah selain Allah, tidak mentaati orang tua, suami, pemimpin dan siapapun yang memerintahkan untuk melanggar aturan agama (maksiat), tidak ada ketaatan kepada siapapun untuk menantang Allah dan Rosulullaah ﷺ, melaksanakan agama sesuai dengan apapun telah diperolehnya dari para guru dan ulama', tidak melakukan suatu perbuatan atau mengikuti perbuatan orang bila belum jelas baik dan buruk untuk agamanya‼️

Segala sesuatu yang diciptakan Allah adalah hal-hal yang baik membaikkan tubuh manusia. Segala sesuatu yang digunakan dengan cara yang baik akan berakibat baik pula. Bila menggunakan *secara berlebih-lebihan* itu akan  memburukkan, yang menggunakannya *dengan jumlah kurang* juga bisa memburukkan, *yang menjadikannya dalam proses yang aneh-aneh*  juga memburukkan. Yang menggunakan *produk yang tak alami* juga memburukkan. Manusia bisa tetap sehat jika *mengikuti ilmu yang telah diajarkan oleh Allah melalui Nabi Muhammad dan Para Ahli yang meneruskan beliau.* Al Qur'an dan Assunnah Nabi Muhammad ﷺ adalah cara yang paling tepat untuk mendapatkan *kesehatan lahiriyyah terutama bathiniyyah.*

Bagaimanapun bermula dari hati yang baik - terbaik - pengasih penyayang, rendah hati jauh dari kebencian jauh dari kesombongan dan keujuban. Nggak ada yang bisa benar-benar tahu mana yang terbaik atas kita selain Allah. *Jangan merugikan diri sendiri dengan perilaku hati yang tak disukai Allah* hanya karena _melampaui Hak Hak Allah dalam urusan Ilmu, Kuasa dan Kehendak & Kemuliaan Allah_ yaitu Allah lebih tahu daripadamu, Allah Kuasa merobah yang buruk menjadi baik, jika Allah menghendaki maka yang buruk menjadi baik. Jangan sampai merebut hak pujian Allah untuk kita miliki. Jangan *Menjadi Juri Atas urusan Sesama* lalu melemparkan kita _kejurang kesalahan dan kerugian yang besar._

Mengubah cara pandang kita terhadap sesama ummat Muhammad ﷺ agar senantiasa baik dan mengubah cara bersikap kita kepada sesama ummat Muhammad ﷺ agar selalu bijaksana dengan penuh kasih sayang dalam doa dan pengajaran. Selama yang kita hadapi orang-orang yang bersyahadat dan mencintai Allah dan Rosulullaah ﷺ selama itu pula kita menyayangi mereka. Sunnah dari Nabi kita Muhammad ﷺ yaitu tiada benci apalagi laknat batas pecinta Allah dan Nabi. Jangan membatasi Allah untuk menyayangi siapapun terkhusus diri kita sendiri yang senyata-nyatanya sangat membutuhkan ampunan dan Rahmat Allah, tak terkecuali sesama ummat Muhammad ﷺ.
 

Tiada keputus_asaan atas diri sendiri dan memutuskan_asakan orang lainnya. Tiada pandangan merendahkan terhadap orang lain, karena kita sendiripun berharap agar keburukan kita dihapuskan Allah dan kesalahan kita diampuni-NYA dan beruntung mendapatkan Rahmat Allah. Seperti yang dicontohkan oleh Asy-Syaikh 'Abdul Qoodir Al Jiilani... Bagaimana beliau Rachimahullaah berpandangan dan bersikap hati terhadap siapapun dan berstatus bagaimanapun. Selalu kebawah ... selalu merendah... Selalu tak mau mendahului Allah dalam taqdir yang hanya Allah yang mengetahui segala urusan. Sedangkan malaikat berkata, "Maha Suci Engkau Wahai Allah ... Kami tak mengetahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami".

Dan bahkan sekelas para sahabat saja hanya memboleh diri untuk  berkata, "Allah dan Rasul-NYA yg lebih mengetahui!" Yang Allah melalui Nabi Muhammad ﷺ agar kita tak membiarkan ada kesombongan terhadap *yang taqdirnya hanya dalam genggaman tangan (kuasa dan kehendak) Allah,* tak lain adalah *seluruh sesama kita* yaitu ummat Muhammad ﷺ. Dan tak membolehkan kita bersikap hati 'ujub atas segala amanah titipan karunia Allah yang seharusnya hanya di syukuri adanya. *PANDANGAN GUS BAHA' UDDIN NUR SALIM* adalah pandangan yang menyadarkan kita akan  kebersamaan dalam meraih Rahmat Allah yang Berkeselamatan dan Berpengharapan kepada Allah.

Hal ini juga mengisyaratkan kepada kita semua bahwa kita perlu *mendekatkan diri kepada para Ulama' seraya mendengarkan wejangannya.* Dan mengingatkan kepada kita agar menyediakan diri untuk itu. Agar kita menjadi *ingat & selalu berkesadaran akan hukum Allah, Adanya Allah, Kebijakan Kuasa Kehendak Allah,* dan Pengajaran dari Sayyidi Rosulillaah ﷺ berupa *pengajaran Islam, Iman, Ichsan dan 'Irfan* dalam Islam yang diridhoi Allah ini. Agar dengan begitu kita dapat dimungkinkan mendekatkan diri kepada Allah dan juga *dilayakkan Allah untuk menerima Rahmat-Nya.* Bi Hayyin Layyin Qoribin Sahlin. Dan dapat tercegah dari jauh lalu semakin menjauh dari Allah dan mendatangi Kemarahan Allah Ta'ala.

*Kesimpulannya* adalah Kita memang harus baik dan benar dalam Islam "*tapi tidak untuk menjadi seorang yang sombong dan 'ujub* terhadap sesama ummat Muhammad ﷺ.  Kita memang harus menjadi hamba Allah yang terbaik *"tapi tidak untuk menjadi pencela pelaknat atas perilaku hamba Allah"* yang masih dalam keadaan berbuat dosa-dosa dan kesesatan (fasiq).  Kita memang harus mengatakan yang baik dan benar dalam segala urusan *"tapi tidak untuk mendahului Allah dalam urusan ketentuan"* yang hanya Allah saja yang mampu mengetahuinya. Kita hamba sahaya yang mana kita inipun ada cela dan dosa-dosa.

Dan kita harus segera memposisikan diri kita sendiri sebagai *Lawan dari yang sebenar-benarnya golongan yang telah baik atau terbaik yang ada dari ummat Muhammad ini ﷺ* yaitu bahwa kitalah *yang melampaui batas dan kitalah yang sebenar-benarnya yang paling berhajat terhadap Ampunan dan Rahmat dari Allah,* sebab kita yang tak sadar diri telah berdosa sebab *telah menyombongkan diri dan telah 'ujub dan memandang diri sendiri telah baik dan benar.*  Bahkan telah dengan *tak tahu diri  telah merasa pantas berposisi sebagai tolok ukur kebaikan & kebenaran,* padahal masih belum baik dan benar bahkan tak pantas sedikitpun dengan itu.. Yaa Roobb ... Innaa Lillaaahi Wa Innaa Ilayhi Rooji'uun😭🤲

PERAN MUHAMMAD ﷺ
Apa yang ada dan terjadi pada diri manusia hanyalah peranan yang diperankan. Memerankan peranan siapa? Dan itu semuanya hanya keharusan memerankan peranan kehidupan Muhammad ﷺ. Bukan peranan siapapun selain peranan Rosulullaah ﷺ Sang Nur Muhammad. Yaitu peranan yang baik dan benar yang sesuai dengan skenario Al_Qur'an dari Allah. Dan pemeran yang berhasil dalam  memerankannya itu hanya karena Allah telah menyinari Cahaya Nur Muhammad ﷺ dalam dirinya.

*SATU YANG PENTING* yang harus sudah dimengerti dalam menjalani kehidupan yaitu: *Sadar kalau tak bisa menentukan apapun, Tak mampu meraih segala kebaikan Rahmat dan Ni'mat serta Melepaskan diri dari segala keburukan selain dengan Idzin dan Ridho Allah‼️*  Dan _tak ada keberhasilan dalam meraih segala sesuatu baik dunia maupun akhirat_ selain dengan *keikhlasan dan ketundukan hati (tawaadhu'), kesungguhan harap hanya kepada Allah dan Istiqomah dalam keshabaran dan keyakinan hanya kepada Allah* (bukan _mengandalkan keahlian, kedudukan, ilmu, dan kemampuan_ yang ada pada diri sendiri). Kalau tak faham atau masih belum bisa begitu .... Pastinya tak akan mendapatkannya‼️

*CUKUP* Dengan Nama Allah - Cukup Ber_Tuhan Allah - Cukup Allah Sandaran (pencukup) - Cukup bersama keyakinan dengan cara Allah - Cukup berpegang pada pengajaran Allah - Cukup dengan menyerahkan urusan kepada Allah - Cukup dengan yang di Kehendaki (pilihan) Allah.

*UNDANGAN TERPENTING*
Kalau ada undangan atau acara dan sepenting apapun dari manusia .... semuanya itu tak sebanding dengan undangan Allah untuk menghadap kepada-NYA ...*SHOLAT.* Tapi diriku masih tak memuliakan undangan itu. Astaghfirullahal 'Azhiiim.

Ikhlash itu melepaskan dan bukan untuk kita, seluruhnya bagi Allah. Syukur itu kebaikan untuk kita. Menuturkan pengajaran lewat cerita atau yang luwes (hindarkan ketegangan). Tidak pakai bahasa kitab yang terlalu teoritis dan kaku.

BUKAN OLEH SEBABKU
Sabtu 25 April 2026

*AGAR SADAR DIRI*
Mengalami Sakit, Agar bisa menyadari bagaimana kenyataan sakit itu: "Agar merasakan bagaimana rasa sakit itu, Agar merasakan bagaimana lemahnya seseorang yang sakit itu, bagaimana perlunya bantuan dari orang lainnya untuk membantunya, dan bagaimana sulitnya menggapai kesembuhan tanpa Allah. Dan *tak satupun dari upaya yang dilakukan dapat menentukan kesembuhan* selain dengan petunjuk dan pertolongan dari Allah. Dan kelemahan dari sakit itu membuatmu sadar akan kelemahan sebenarnya, agar tidak memandang diri dengan keangkuhan atas kekuatan dan kesehatan terhadap orang lain yang lemah ataupun sakit. Dan agar segera menghilangkan sikap sombong saat sehat dan kuat. Seluruhnya adalah untuk menyadarkan diri agar lebih tahu diri atas apa yang dikaruniakan Allah kepadamu dan menjadi hamba Allah yang rendah hati dan bersyukur.

Demikian pula dengan *ILMU PENGETAHUAN* yang Allah berikan. Semua pengetahuan bukan untuk menjadi sombong atas orang lain yang masih belum memahami. Dan bukan untuk merasa lebih tahu atas banyak urusan lalu menuntut orang lain agar juga faham. Padahal semuanya hanyalah Allah yang memahamkan kepada seseorang melalui petunjuk-NYA. Dan tidak pula ilmu pengetahuan itu untuk boleh menjadikan seseorang merasa yang paling berhak dengan kebaikan dan kebenaran hanya karena telah mengetahui ilmu pengetahuannya. Padahal seluruh urusan baik dan benar itu hanyalah milik Allah semata. DIA, yaitu ALLAH sajalah yang paling mengetahui mana-mana dan siapa-siapa yang telah benar-benar berjalan di atas kebaikan dan kebenaran itu.

Dan terlebih *SOAL KETENTUAN* dalam segala urusan. Manusia hanya dalam taraf berusaha. Baik dengan doa-doanya, usaha-usahanya dan ilmu pengetahuannya. Itu semua tidak mampu menentukan apapun di sisi Allah. Tidak ada kebaikan dan kemanfaatan yang dapat manusia raih atau dapatkan dan tidak ada keburukan yang dapat manusia tolak atau hilangkan. Tidak Ni'mat yang dapat manusia rasakan dan tidak ada kekuatan yang membuat manusia dapat melakukan. Segala kebaikan atau kemanfaatan, segala ni'mat dan kekuatan hanyalah Milik Allah dan datang dari Allah. Apalagi soal ketentuan urusan dalam kehidupan dunia dan akhirat, seluruhnya bergantung kepada idzin dan ridho Allah semata.

Dengan demikian tidak menjadi seseorang yang suka menvonis orang lain tentang suatu persoalan, tidak pula suka menghina orang lain atas suatu kekurangan dan atau marah seseorang atas suatu kesalahan apalagi yang hanya karena disandarkan pada suatu kepentingan dirimu sendiri yang tidak terpenuhi. Urusan dunia dan akhirat, baik dan buruk, benar dan salah, berhasil dan gagal, mendapat dan tak mendapat, cepat dan lambat, tinggi dan rendah, mulia dan hina, banyak dan sedikit, kaya dan miskin, untung dan rugi, atau bahkan syurga dan neraka sekalipun....

Tak ada manusia yang dapat menentukan dirinya sendiri ataupun orang lain. Manusia hanya pada batasan melaksanakan apa-apa yang diperintahkan dan menjauhi apa-apa yang dilarang Allah dengan taat dan patuh. Manusia tak samasekali berhak merasa bisa menentukan ataupun bahkan sekedar merasa telah ikut andil didalam soal segala bentuk ketentuan Allah. Tidak ada seseorang atau sesuatupun yang dapat menentukan kejadian segala sesuatu. Hanya Allah satu-satunya Sang Maha Penentu. Dengan menyadari hal itu semua, barulah engkau dapat duduk sebagai hamba Allah yang Islam (tunduk patuh). Alam semesta, itulah kedudukan Islam sesungguhnya di sisi Allah. Islam yang benar-benar tunduk dan patuh hanya kepada Allah, bukan selain-NYA.

Beraturan dan berkesinambungan dan saling isi dan berbagi kebaikan kemanfaatan titipan Allah. Tidaklah berdiri sendiri dalam ego tapi semuanya berinteraksi dalam aturan yang kokoh dan tetap sebagaimana yang telah Allah tetapkan sebagai Islam. Sesungguhnya langit dan bumi dan segala isinya telah tunduk dan patuh kepada Allah baik suka rela maupun terpaksa. Dan janganlah sampai menjadi seorang yang menyesal disebabkan terlambat dalam iman (keyakinan) dan Islam (menundukkan diri) di Chadhorot Allah Subachaanahuu Wa Ta'ala.

Meruntuhkan Ego Diri
Tak ada yang benar-benar ikhlash orang-orang yang berbuat atau berkata atau berniat yang disandarkan kepada dirinya sendiri.

Bila tak ikhlash dalam berpendapat ataupun memberikan nasehat

Orang harus tunduk kepada dirinya atas dasar dirinya sendiri, bukan karena Allah. Hal seperti itu bukanlah karena ingin menegakkan agama Allah, tapi hanya untuk agar manusia patuh kepada dirinya sendiri. Perbuatan itu tidak dinilai berkeikhlasan hati kepada Allah, akan tetapi mengikuti hawa nafsu. Apa yang ia nasehatkan atau tuturkan itu tidak akan menjadikan petunjuk dan kebaikan bagi manusia lainnya.

Kenyataan bahwa dia tidak ikhlas kepada Allah yaitu "Jika orang tidak mengikuti pendapat atau pengajarannya maka dia marah dan kecewa. Dan jika orang mengikuti pendapat atau pengajarannya maka dia berbangga diri." Orang seperti itu adalah orang-orang yang hanya mengikuti hawa nafsu dan tertipu oleh iblis yang terkutuk.

Jika ia tak ikhlash dalam menyuruh atau memerintahkan atau melarang

Bila orang mengikuti atau mengerjakan apa yang ia perintahkan, selalu orang mengikutinya dan mengerjakan atas perintahnya, maka ia merasa senang. Dan sebaliknya bila orang tidak mengikuti atau tidak mengerjakan apa yang ia perintahkan maka ia kecewa dan marah. Bukan karena Allah tapi karena hawa nafsunya sendiri.

Jika ia benar-benar ikhlash menyuruh seseorang akan sesuatu hal urusan karena Allah, maka ia hanya menyampaikan semata bukan memaksakan. Ia suka orang melakukan segala sesuatu hanya karena semata-mata ikhlash kepada Allah bukan karena tunduk kepada dirinya sendiri. Jika ia mengetahui bahwa tidak seluruh orang akan bisa memahami atau pun melaksanakan apa yang dia katakan, itu karena sebab segala kekuatan dari Allah dan segala petunjuk dari Allah bukan dari dirinya sendiri... Itu yang dia harus benar-benar ketahui dan sadari!

Tidak hanya Yang mendengarkan nasehat atau penyampaian ilmu yang memiliki kekurangan dalam memahami nasehat dan ilmu. Seseorang yang menyampaikan nasehat dan ilmu sekalipun, tidak ada yang benar-benar selamat dari keburukan ataupun kesalahan, sekalipun ia bermaksud kepada kebaikan dan kebenaran. Karena manusia tidak memiliki kesempurnaan dalam berbagai segi. Adakalanya kesalahan itu tidak bisa terhindari karena kelemahan atau kekurangan atau kelalaian saat penyampaian nasehat dan ilmu.

Untuk itulah pentingnya menyadari bahwa segala kebaikan itu dari Allah datangnya. Kebaikan nasehat dan ilmu Allah lah yang menyampaikan ke dalam jiwa manusia ke dalam hatinya. Memberi petunjuk bukanlah kemampuan si penyampai nasehat dan penutur ilmu itu sendiri. Sehingga perlu menyederhanakan segala urusan baik perkataan maupun sikapan dalam memberikan nasehat dan menyampaikan ilmu pengetahuan.

Kesimpulan:

Tak ada satupun yang akan benar-benar terhindar dari keburukan jika tidak diiringi oleh kesadaran hati bahwa hanya Allah yang dapat mewujudkan kebaikan dan kebenaran, dan tak ada satupun kebaikan bagi orang-orang yang tidak mengikhlaskan dirinya kepada Allah dalam agama ini.

DUNIA HANYA SUATU PERMAINAN BELAKA

Tak satupun di dunia ini, semuanya hanyalah permainan semata. Selain permainan, di atasnya tidak ada yang kekal sama sekali. Bagaimana suatu yang hanya berkedudukan permainan bisa atau boleh di anggap serius? Atau bagaimana suatu yang tak kekal boleh di utamakan dan didudukkan sebagai suatu yang diprioritaskan ? Dan bagaimana suatu yang hanya berkedudukan serius bisa atau boleh di anggap permainan? Dan bagaimana suatu yang kekal (akhirat) boleh dikesampingkan dan didudukkan sebagai suatu yang tak penting ? Akal mana yang dapat membenarkan hal demikian itu? Sudah barang tentu tidak ... Sekali-kali tidak!

Kesusahan dan kegembiraan duniawi bukanlah suatu yang sebenar-benarnya apalagi kekal! Maka janganlah terlalu bersedih dan terlalu bergembira. Sedangkan kesusahan dan kebahagiaan akhirat adalah perkara yang kekal abadi, maka harus diupayakan dengan serius dan Istiqomah.

Maka itulah akal nurani yang dimaksudkan yakni menempatkan segala sesuatu atau urusan pada tempatnya.

Tidak ada obat atas berkobar-kobarnya hawa nafsu yang menjadi lahan bagi iblis untuk menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan, penyesalan dan kedukaan pedihnya penderitaan siksa abadi. Tidak ada obat selain Taqwa sebenar-benar taqwa yakni *Mencintai Allah dan Rosulullaah ﷺ melebihi dari mencintai dirinya sendiri. Dan atau selalu merindukan akhirat.*

*TAK DIKETAHUI MANUSIA*
Ada terlalu banyak yang tak diketahui manusia, apa-apa yang tampak sampai tak tampak di bumi, di langit, di mana sebutan tempat yang dekat sampai yang jauh. Bahkan masih ada banyak yang tak diketahui manusia dari apa-apa yang ada pada dirinya sendiri. Yang fisik pada diri manusia itu ada yang tampak dari luarnya sampai pada dalamnya adalah hal yang sangat rumit untuk bisa dijelaskan semuanya. Hanya sedikit yang dapat diterangkan dan masih banyak tak mampu difahami. Ada pula pada sisi bathin manusia yang sangat kompleks yang merupakan hal yang paling rumit dan menakjubkan. Yaitu hati dan ruh manusia. Semuanya Itu hanya menandakan bahwa ilmu manusia terbatas. Lalu apa yang mau dibanggakan?

*FINISH ALLAH BAGI ORANG YANG DZIKIR.*
Apapun yang kau lihat, yang kau dengar, yang kau pikirkan, yang kau rasakan haruslah berakhir pada Allah. Yaitu melihat Wujud Allah baik sebelum (awwal) dan sesudah (aakhir) segala sesuatu ataupun atas (zhohir) dan tak ada sesuatu selain-Nya (bathin) segala sesuatu. Jika kau tidak mampu berbuat demikian atas sesuatu dan sebab takut kepada Allah akan terpengaruh oleh sesuatu yang negatif, maka janganlah kau hubungkan dirimu dengannya! Karena segala sesuatu yang negatif itu mempengaruhi buruk atas dirimu. Dan sudah seharusnya kau hubungkan diri hanya dengan segala sesuatu yang positif, agar dengan begitu dirimu pun akan mendapatkan yang baik. Dan sebaik-baik hubungan itu dengan Allah melalui Al Qur-aan, Ibadah dan perbuatan baik, kesukaan yang baik-baik, kebiasaan yang baik-baik. Jangan sampai berbuat yang seharusnya tidak diperbuat dan tidak berbuat yang seharusnya diperbuat!

*BERBUATLAH TAPI JANGAN MERASA BISA ('UJUB)*  Bersyukur tapi jangan merasa telah bisa bersyukur dengan sendirinya, Bershabarlah tapi jangan merasa telah bisa bershabar sendirinya, Berdermalah tapi jangan merasa telah bisa menjadi sebagai seorang dermawan dengan sendirinya, Berbuat baiklah tapi jangan merasa telah mampu berbuat baik dengan sendirinya, Tolonglah manusia tapi jangan merasa telah mampu menolong atau pun berjasa dengan sendirinya.

Bersungguh-sungguhlah tapi jangan merasa mampu menentukan dengan sendirinya, Berdoalah tapi jangan merasa dan mengira boleh mengatur Allah, Raihlah kedudukan yang tertinggi tapi jangan menyombongkan diri. Jika diberikan kebaikan, rahmat, ni'mat, dan apapun yang disukai janganlah beranggapan bahwa hal itu dari arah dirimu sendiri! Semuanya itu harus dipandang bahwa itu datang dari sisi Allah. Jika engkau lemah akan sesuatu maka pandanglah Allah Maha Pemurah dalam segala urusanmu.

Jika engkau ketakutan atau khawatir dan merasa tak pantas akan sesuatu, maka yakinlah bahwa rahmat Allah lah yang pantas keatasmu. Tidak ada segala sesuatupun yang terbit dari dirimu sendiri. Selalulah memandang dari Sisi Allah yaitu bahwa dari DIA sajalah segala kebaikan, Rahmat dan Ni'mat itu berasal. Dan janganlah sesekali menganggap apalagi meyakini bahwa ada yang mampu mendatangkan kebaikan atau mencegah kebaikan atau mendatangkan keburukan atau menghilangkan keburukan selain Allah semata.

*KEBERSIHAN HATI*  Nabi Muhammad ﷺ memberitahukan bahwa ahli syurga adalah seorang yang hatinya bersih, jauh dari perasaan iri dengki atas ni'mat yang Allah berikan kepada orang lain. Jika hanya rajin beribadah namun masih memelihara kedengkian hati, dendam dan apalagi sampai sering menganiaya orang lain dengan perilakunya dan ucapannya maka itu dikatakan ahli neraka. Apalagi masih memiliki hati yang sombong dan angkuh. Maka yang sombong tak layak di syurga tapi lebih pantas di neraka.

*HIDUP INI TARBIYYAH* Hidup ini adalah pendidikan langsung dari Allah Sang Robbil 'Aalamiin. Allah mendidik kita dengan cara yang sangat baik dan benar. Allah tak pernah salah dalam mendidik manusia. Allah juga tak pernah salah dalam memilihkan pola pendidikan atas manusia. Kita diciptakan atas dasar *Cinta Allah,* dan kita selalu diliputi oleh *Rahmat Allah,* dan kita mengalami segala kenyataan yang tak keluar dari *Kasih Sayang Allah* dan kita hidup selalu bergelimang lipuran *ni'mat Allah.* Ni'mat sebagai tanda atau ayat atau bukti bahwa *Allah Maha Ada (Wujud).* Maka ni'mat Allah manakah yang hendak kita dustakan? Sudah sepantasnyalah kita *bersyukur kepada Allah* dan menerima dengan *hati yang ridho* akan segala *ketentuan Indah-NYA.* Maka jika kita mau *berikhlash hati* dalam menjalani itu semua dengan Nama Allah (: yaitu selalu _menegakkan karakteristik shifat Muhammad_ ﷺ pada diri kita), maka Allah akan *menjamin keselamatan dan kebahagiaan hidup kita di dunia sampai di akhirat.*

Aku ini wujud *Cinta Allah,* Aku diliputi dengan Rahmat Allah dan Apapun yang terjadi padaku adalah Kasih Sayang Allah. Segala Ni'mat (Hati, Pengrasa, Akal, Mata, Telinga, Hidung, Kaki, Tangan, Kulit, Lidah) itu adalah Tajalli (Menampak) Allah. Maka aku mengenal Allah. Semua Ni'mat itulah Tanda atau Ayat Allah. Sebab aku ini Nur Muhammad.

Kita (Bani Adam) tercipta dari Chadhrot Mahabbah (Kechadhiran Cinta) Allah. Kalau sudah tercipta Adam itu, maka akan adakan hati (qolbi) dan Aku akan menampakkan diri-KU, yaitu pada pemikiran otak  mereka, pada penglihatan mata  mereka, pada pendengaran telinga mereka, di perkataan lidah mereka, di kaki mereka dan ditangan mereka, di rasa hati mereka dengan beberapa keni'matan-keni'matan. Aku menampakkan diri -KU dengan segala keni'matan-keni'matan yang dapat mereka rasakan. Semuanya itu AKU maksudkan agar mereka Mengenal AKU.

https://www.facebook.com/share/v/1FZERfhhBN/

Melupakan tugas utama adalah *kelalaian yang terparah.* Beribadah adalah tugas utama sebagai hamba Allah dalam pelbagai urusan dan hal. Apapun kenyataan dalam dunia ini, kita hanya diperintahkan hanya takluk kepada aturan Allah. Tidak untuk membuat cara atau mencari pilihan lainnya selain *menundukkan diri di Hadapan Allah dengan segala Ketentuan-Nya.* Apapun yang disengajai Allah pasti ada tujuan Chaqq dan pasti bukan Baathil. *Tidak ada setelah Chaqq selain Baathil!* Maka mencari cara selain ikut atau mentaati Allah adalah Baathil. Maka yakinlah Chaqq Allah dan ikutilah Nabi Muhammad ﷺ dan Para 'Alim 'Ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah.

Rahasia Huruf A L L A H
https://youtube.com/shorts/i3NezbbWc9o?si=SSTChq61g6zfdRbO

Niat untuk berbuat baik bagi kepentingan orang lain
https://youtube.com/shorts/gJGoDZP-uWY?si=XC54no63b3UZCvRt

*Pengen Hati Tentram?* Yah *ikutilah Allah dan Dominankan peranan Allah* dalam kehidupan kita dalam segala keadaan dan urusan. Terlebih jika kita mau memberikan perhatian bagi sesama kita. Jangan *terlalu bersedih* dengan yang sudah-sudah dan tak perlu *merasa takut* dengan masa mendatang. Selama kamu dalam keyakinan *Inna sholaatii wa nusukii wa machyaaya wa mamaatii lillaahi robbil 'Aalamiin,* maka nggak perlu khawatir. Karena Allah tak mensia-siakan hamba-Nya. _Allah selalu melihat kita, Allah selalu menyaksikan kita, Allah selalu hadir bagi kita dan Allahlah yang terdekat kepada kita._ Allah penjamin kita dan DIA menjadi pelindung kita dalam segala keadaan dan urusan.

*Kembalilah Ke Kampung Halaman kita!!* Nabi Adam 'Alayhisaalam diturunkan Allah dari syurga ke alam dunia. Dunia adalah pengasingan. Ditempat pengasingan koq *seakan-akan mau bertahan dengan menghabiskan sebagian besar energi untuknya?* Dunia memang harus dicari, tetapi mencari cara bagaimana kembali ke syurga dengan selamat & sukses *adalah prioritas utama.* Bahwa dunia hanyalah tempat pengasingan dan tempat yang tak akan pernah bisa memuaskan kita, lalu bagaimana kita yang begitu bersungguh-sungguh dengan apa yang di atasnya? Sudah sepantasnya kita *segera sadar diri akan apa yang seharusnya kita perjuangkan untuk dapat kembali ke syurga kita*... Di sanalah rumah kita dan  sanalah kehidupan yang sebaik-baiknya.

*Ada yang dalam perencanaan kita ada yang tidak dalam perencanaan kita*  Mensikapi apa yang dalam rencana kita, kita tak dapat berdaya dengan apa yang dalam perencanaan Allah. Jika rencana kita berjalan sesuai rencana Allah maka akan *lancar dan bersyukurlah.* Namun jika rencana kita tidak berjalan sesuai dengan rencana Allah, jika beriman kepada Allah, *pastikan tetap percaya dan yakin bahwa rencana Allah lebih baik daripada rencana kita sendiri.* Jika kita *tawakkal* kepada Allah maka *tercukupilah urusan kita.* Jika *memaksakan* sesuatu rencana dengan kekuatan diri kita sendiri, bisa jadi terlaksana namun harus memiliki kesiapan mental untuk menghadapi *suatu yang tak kita sukai.*

*Tiada Mampu.*  Manusia takkan pernah mampu meraih yang terbaik, jika ia selalu mengikuti hawa nafsunya dan tertipu oleh syethan dengan perkara-perkara duniawi. Manusia ... Adalah Allah Sang Penciptanya, teramat sangat mengetahui apa-apa yang dibutuhkan manusia. Terutama untuk mejamin keselamatannya. Untuk itulah Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ. Al Qur'an sebagai Wahyu Allah dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai tauladan adalah dua perangkat bimbingan manusia yang benar tiada keraguan padanya adalah buku & Sosok yang terbaik bagi manusia. *Dzikir, Berbuat baik, Sholat, Sholawat, Syukur, Shabar, Taqwa, Tawakkal, Ikhlash dan Ridho kepada Allah adalah perangkat utama bagi manusia untuk mencapai sukses.*

https://youtube.com/shorts/6MtSox8eJFQ?si=yUbosT6qC3Lrj0aZ

Mungkin ada banyak kesombongan dan ke'ujuban yang tidak disadari. Manusia punya kelebihan atau keunggulan sendiri-sendiri. Ada yang *rajinnya, kekuatannya, kepandaiannya, kecerdasannya, ketelitiannya, kekayaannya, kesungguhannya, kesyukurannya, keshabarannya, ketawakkalannya, keikhlashannya, keyakinannya, perhatiannya, keramahannya,  kebersihannya, kelembutannya, keadilannya, kebijaksanaan, kedermawannya, kelapangan hatinya atau keridhoannya, dan masih ada yang tak tersebutkan.* Jadi jangan memandang diri sendiri dalam keadaan terbaik, sebab kita tak memiliki apa yang mereka punyai‼️

*BEDA KARUNIA.*  Jangan sangsikan kehebatan, keadilan dan kebijaksanaan Allah dalam menentukan karunia-Nya. Jangan merasa paling unggul dalam suatu persoalan *gara-gara kita  memiliki suatu karunia.* Penting disadari bahwa *notabenenya karunia Allah itu hanya titipan* bukan untuk menyombongkan diri, tetapi mensyukuri-Nya. Jika menyombongkannya apalagi sampai dijadikan alat untuk menganiaya sesama, itu telah mengkufuri ni'mat Allah namanya. Yang seharusnya dilakukan adalah menggunakan karunia Allah sebagai *sarana pengabdian - penghambaan kepada Allah dalam manfaat.* Kita berlindungan kepada Allah dari _melakukan perbuatan yang dimurkai Allah_ dan *meninggalkan perbuatan yang diridhoi Allah.*

Kalau masih belum faham juga, maka perlu contoh real yang diharapkan dapat menyadarkan diri sendiri. Sekaya apapun, sekuat apapun, sepandai apapun, sebaik apapun kita , semua itu hanya untuk sebuah kata *"Saling Berbagi karunia".* Jika tidak karena berbagi karunia Allah, maka menjadi susah dan payah lah semua orang karena mereka mengerjakan seluruh urusannya sendiri-sendiri. Dari sekedar urusan makanan saja, mereka harus menanam sendiri, beternak sendiri, berlayar sendiri dan memasak sendiri. Dan itu siksaan kehidupan yang luar biasa. Terlebih saat ia mati, maka siapa yang akan memandikan, menggotong tubuhnya dan menguburnya di pemakaman. Apakah bisa melakukannya sendiri!?

Sebab itulah tidak ada satupun yang boleh merasa lebih hebat atau unggul daripada selainnya. Kesombongan dan ke'ujuban adalah kedunguan yang paling parah dalam kehidupan manusia. Dan yang terbaik sudah pasti yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Yaitu bertolong-tolongan dalam kebaikan dan taqwa. Kesyukuran terbaik dalam kehidupan berumah tangga, bertetangga, bermasyarakat dan berbangsa adalah bertolong-tolongan dalam berbagai urusan. Selama masih perlu makanan dan minuman dari para petani peternak dan nelayan, selama masih memerlukan bantuan dari dokter saat sakit, selama masih membutuhkan orang lain untuk menemani keseharian kita maka *jauhi segala kesombongan dan ke'ujuban.*

*JIKA INGIN MENANG.*  Menjadi kebiasaan ingin menang dan unggul. Menang dengan menundukkan kah? Menang dengan menguasai kah? Menang dengan membuat lawan kalah atau malu kah? Menang dengan menganiaya kah? Tidak ... Tentu tak begitu, karena semuanya itu *masih ada menyisakan luka fisik dan hati yang berakibat permusuhan.* Permusuhan dapat mengeruhkan kehidupan. Sedangkan kemenangan sejati, adalah kemenangan saat kita *mampu menundukkan diri kita sendiri, nafsu kita - ego kita.* Hal itu yang dapat menyentuh hati dan bisa membuat lawan berubah menjadi kawan, merubah suasana yang mengandung bahaya menjadi suasana yang mengandung selamat dan sejahtera. Itulah kemenangan yang membawa kebahagiaan‼️

*SETIAP YANG DIKENDALIKAN ITU KALAH!*  Kita memahami kata *"Dikendalikan"* yaitu suasana yang diperbudak, ditundukkan atau kalah. Seseorang yang sedang dikendalikan oleh sikap orang lain, seseorang yang sedang dikendalikan hawa nafsu dirinya sendiri, atau dikendalikan oleh keinginannya, dan dikendalikan oleh emosinya (syethan) adalah suasana yang dimaksud dengan diperbudak dan sedang terjajah. Orang yang mau dikendalikan adalah orang yang menyediakan diri untuk dikuasai. Itu suatu kerugian dan membahayakan dirinya sendiri. Jika tak ingin dikuasai dan diperbudak, maka tak boleh tidak, dialah yang seharusnya terposisi sebagai pemimpin atau tuannya. Barulah ia merdeka dan menjadi pemenang.

*BERSUJUD.* Tiada yang termulia di dunia manusia selain kepalanya. Sebab jikalau ada seseorang menyentuh keras kepala seseorang maka itu adalah penghinaan. Dan di hadapan Allah, kepala seseorang beriman bersujud, merendah lebih daripada lainnya. Menunjukkan bahwa ia tak ada artinya di hadapan Allah. Menafikan dan merendahkan dirinya saat bersujud kepada Allah. Saat itulah ia mendekat kepada Allah dengan sedekat-dekatnya. Penghambaan yang mewariskan Akhlaq Tawaadhu' di dalam kehidupan dalam pergaulannya dengan manusia dan alam semesta. Dan sholat yang diterima adalah setelah terukir sifat tawaadhu' dalam dirinya. Ketinggian manusia disisi Allah sangat ditentukan oleh sifat tawaadhu'nya. Dan itu lawan dari sifat sombong yaitu sifat yang dapat merendahkan martabat manusia serendah-rendahnya.

https://youtube.com/shorts/oHLvn1cywkI?si=vzo-vMIdZrDQFzl0

*MEMAHAMI KAIDAH MUSYRIK.* Ketahuilah bahwa segala sesuatu itu di bawah kendali ketentuan Allah. *Tiada segala sesuatu itu bisa berdiri dengan sendirinya tanpa Idzin Allah.* Segalanya hanya bergantung kepada Qudrot Irodat Allah. Tanpa idzin Allah tak ada suatu kejadian yang terjadi dan tanpa idzin Allah tak suatu keadaan terkondisi.
*Menyandarkan kejadian atau keadaan kepada selain Allah itu musyrik!* Satu permisalan:  Seperti perkataan "Saya sakit sebab saya tak teratur makan dan kurang istirahat." atau "Saya sehat sebab saya teratur makan dan Istirahat."  *"Qul kullun min 'indillaah"* Katakanlah bahwa segala ketentuan itu dari sisi Allah. Tidak ada kebaikan dan keburukan seluruhnya hanyalah dari *"SISI ALLAH."* Artinya segala sesuatu itu tak ada daya upaya untuk menjadi penentu baik dan buruk, seperti sehat dan sakit.

https://www.facebook.com/share/v/1BL8PYBBnx/

*PERTANYAAN ORANG DUNGU* Sering kali menjawab pertanyaan orang dungu itu ribet. Yang dungu yang tak bisa memahami apa yang ditanyakannya sendiri. Dan itu pasti bikin ribet yang ditanyai. Menanyakan sesuatu *yang dia sendiri tidak mengerti apa yang ditanyakannya, kemana arah pertanyaannya, apa yang hendak diketahuinya dan apalagi bertanya seakan hendak menyelidiki orang yang ditanyai*... Maka mereka itu tak lain hanyalah orang yang *sedang menampakkan kebodohannya sendiri* dengan pertanyaannya. Karena bertanya pun ada syaratnya ilmunya. _Bertanya tanpa ilmu_ itu *tak terhindar dari sikap tak beradab terhadap Ulama', dan itu bikin ribet, buang-buang waktu dan energi percuma.*

*Orang yang tergolong awam dan bukan ahli Al Qur'an dan Al Chadits,* bila mereka dalam bertanya saja sudah mengalami kesalahan, maka bagaimana lagi kalau sampai menyimpulkan. Ungkapan "kembali kepada  Allah Qur'an - Assunnah" yang disebarluaskan oleh kalangan Ustadz Wahhabi yang notabene mereka bukanlah ahli dalam ilmu Al Qur'an & Al Chadits. Mereka itu sangat bermasalah. Memangnya kita menyeleweng kemana koq disuruh kembali? Dari dahulu para ulama Ahluussunnah Wal Jama'ah Sunni Asy-Ayaafi'iyyah - Asysyaa'iroh selalu bersama Al Qur'an & Assunnah, tidak keluar & menjauhi keduanya. Kata kembali "inilah ungkapan orang-orang dungu dari kalangan Wahhabi Salafi" yang salah dalam memahami agama.

Jika ada model-model para ustadz yang suka melarang apalagi mengharamkan mendengar pengkajian selain dari kelompoknya sendiri. Itu pasti dari kalangan yang berlebih-lebihan. *Mengharamkan yang tidak diharamkan oleh Allah apa sebutannya?* Pelarangan itu perkerdilan bagi pengikutnya. *"Seperti katak dalam tempurung"* yang merasa paling baik dan benar. Padahal tidak begitu. Di luar sana ada kebenaran agama Islam yang luas dan indah. Tujuan pelarangan  itu adalah agar mereka belajar langsung pada Al Qur'an dan Al Chadits dengan pemikiran sendiri seperti para ustadz mereka yang juga *tanpa mengikuti panduan para Ulama'. Hal itu sangat menyesatkan pengikutnya.*

Setiap yang beramal jangan hanya terbatas pada lahiriyyahnya saja, tetapi harus mengerti bahwa *semuanya itu hanya af'al Allah.* Tiada daya dan upaya kita selain Billaah Al 'Aliyyil 'Azhiiim. Kalau mengerti bahwa itulah ruhnya ibadah. *Segala Wujud sejatinya hanyalah Allah* maka dzikirlah Laa Ilaaha illallaahu, Allahu, Huu, Laa chawla wa laa Quwwata illaa Billaahil 'Aliyyil 'Azhiim. *Allah Qidam hanyalah Allah,* sedangkan segala yang ada hanyalah ciptaan. Allah ada terdahulu tanpa diciptakan. Maka  dzikirlah Alchamdulillaah. Yang *Baqo' hanyalah Allah*, sedangkan selain Allah pastilah fanaa'. Maka dzikirlah Astaghfirullaah.

*Hendak menyampaikan sesuatu* kepada Allah, padahal DIA Sang Maha Mengetahui segala urusan. *Hendak membentangkan penjelasan* kepada Allah, sedangkan DIA yang telah Mendahului segala urusan. *Hendak merasa ada diri ('ujub)* bahwa kita ada andil dalam berbuat, bekerja, berupaya, berjihad, berkata, membaca, menulis, mengingat, mengerti, memahami, berkekuatan, berkebijaksanaan, berkeadilan, berkongsi dalam memberi, berjasa dalam menolong, dan sebagainya sedangkan semuanya itu hanyalah *sebab DIA yang telah mengidzinkan kita* dalam segala urusan dalam suatu ketentuan yang telah ditetapkan-NYA.

*Lalu apakah yang boleh kita lakukan?* Tidak ada selain apa-apa yang telah DIA tetapkan di *Luchil Machfuuzh* sajalah yang terjadi. Kita diciptakan Allah tidak lain hanya diperintahkan untuk *menghambakan diri kepada Allah* melaksanakan *keislaman* kita dengan *tho'at dalam taqwa, tawakkal, ikhlash, syukur, shabar, ridho, dan meyakini Allah dalam iman yang berhiaskan Ichsan dan akhlaqul karimah kepada Allah* yaitu mempercayai Kebenaran Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang Maha Bijaksana. Agar dengan demikian itu kita ini layak mendapatkan keselamatan dan rahmat - ridho Allah dalam syurga-NYA.

https://www.facebook.com/share/r/17cK5c6NDb/

*Tak Ada Yang Mengetahui Hakikat Ruh Selain Allah Semata.* Ruh itu bukan alam alamul_kholqi (bukan ciptaan) tapi alamul amri (urusan Allah). Dan tak ada yang mengetahui hakikat urusan (ruh) ini selain Allah.  *Allah lah yang menggerakkan ruh* dan ruh inilah yang menggerakkan badan kita, ruh ini pula yang mengaktifkan pemikiran pada otak kita, ruh ini pula yang menegakkan kehidupan pada jasad kita, ruh ini pula yang memperdengarkan pada telinga kita, ruh ini pula yang memperlihatkan pada mata kita, ruh ini pula yang memperbicarakan pada lisan kita, Tapi jangan sekali-kali mengatakan bahwa ruh itu Shifat Allah! Jangan berkata begitu sebab ruh itu hanya urusan Allah, bukan Allah itu sendiri!

https://www.facebook.com/share/r/1DiDVnBvGa/

Menyembah itu apa ? *Beramal?* Ya beramal tapi kebanyakannya *masih musyrik!* Lho kenapa koq bisa dikatakan masih musyrik? Sebabnya *nggak ngerti siapa yang disembah selain hanya Sebuah Nama.* Siapa yang di sembah? Jawabnya *"Allaah", Ya* tapi koq masih menyembah diri sendiri? Itu karena ia *"Tak Mengenal Sang Pemilik Nama."* Dan oleh sebab itu pulalah dirinya *masih selalu Heran diri ('ujub)* dalam banyak urusan dan *Tak Memuji Allah* dengan sebenarnya. Padahal segala urusan itu Allah semata pemiliknya. Tak berguna setiap hari membaca Al Fatihah yang di dalamnya ada ayat "الحمد لله رب العالمين" tapi masih selalu berbangga diri, masih suka pujian, padahal *Segala Puji Hanya Bagi Allah.*

*الا له الخلق و الأمر* Bukankah segala ciptaan dan urusan itu milik Allah. *الله خلقكم وما تعملون* Dan Allah menciptakan manusia dan segala apa yang kita perbuat (: Kita berbuat tergantung Idzin Allah). Harus memahami hal itu. Jika tidak, yang terjadi hanyalah *"Penyembahan Diri Sendiri."* Orang yang menyembah dirinya sendiri itu biasanya suka dipuji, suka dimuliakan, marah jika tak dihormati / tak dihargai, benci jika disalahkan, benci bila tak diterima, mendengki bila disaingi, berharap pujian jika memberi, tak terima bila ada yang menyepelekannya, kecewa jika kesukaannya tak dituruti, dan suka menonjolkan kelebihan diri kepada orang lain

Orang yang *menyembah diri sendiri* itu lupa seperti orang mabok. Tak memahami bahwa apa yang ditanganya itu hanyalah *Titipan Allah* kepadanya. Lupa jika apa yang ada pada dirinya hanyalah *Amanah Allah.* Padahal dirinya sendiri pun ada karena diciptakan Allah dan segala kebaikan yang dihiaskan Allah itu juga Allah Penciptanya. Bagaimana diri yang *tak mampu berdiri sendiri* itu hendak mengherani dirinya sendiri, padahal yang dibanggakannya itu bukan miliknya. 'Ilmu, 'amal, keahlian, kekuatan, kedudukan, jabatan, peranan, harta kekayaan, dan *semua amanah yang dibanggakan & dipakainya untuk mencari pujian & penghormatan manusia* itu kelak akan dipintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah.

*GUSTI ALLAH*  Siapapun yang tak berpegangan kepada Allah maka tak ada kebaikan hatinya. Siapa yang tak baik hatinya, maka sia-sialah 'amalan ibadahnya. Hancur oleh kebusukan hatinya. Dengki akan membakar pahala 'amalnya seperti api yang membakar sekam, sombong akan dila'nat Allah & tidak masuk syurga,  'Ujub tidak bernilai 'amalannya dan akan dimasukkan kedalam neraka, Ri-a' akan menghapuskan 'amalannya. Kebusukan hati hanyalah akan mendorong ke perbuatan aniaya pada dirinya sendiri & sesama. Maka jalan yang paling joss menuju ridho Allah itu nggak punya hati busuk. Dan baru bisa punya hati bagus jika *selalu berpegang kepada yang membaguskan hati* (Gusti: Mbagus-bagusi Ati: DIA lah Allah).

*Macam Penyakit Hati:* *Riya (Pamer)*: Melakukan amal kebaikan bukan karena Allah, tap agar dilihat & dipuji oleh orang lain. *Hasad (Dengki/Iri):* Merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan ni'mat/sukses, dan berharap nikmat tersebut hilang. *Takabur (Sombong):* Merasa dirinya lebih hebat/baik/suci dari orang lain dan meremehkan sesama.*'Ujub (Bangga Diri):* Mengagumi diri sendiri lalu merasa bahwa semua kebaikannya sebagai hasil usahanya sendiri, tanpa Allah. *Sum'ah:* Beramal dengan tujuan agar kebaikannya didengar/viral . *Su'uzhzhon (Buruk Sangka):*  Selalu berprasangka negatif terhadap niat/tindakan orang lain. *Bakhil (Kikir):* Enggan berbagi ni'mat & harta sebab takut miskin.

*Tidak punya apa-apa lagi...* Selain hanya kebanggaan punya Rosulullaah ﷺ yang *teramat cinta dan penyayang,* Pemimpin Jinn dan Insan (sayyidis ats_tsaqolayn), Pemimpin Malaikat, Pemimpin dun_yaa dan akhirat. Dan *tak punya sedikit pun kebaikan,* selain punya Tuhan, DIa lah *Allah yang Maha Luas Rahmat-Nya.* Dan tak ada lagi yang dimiliki selain _kehinaan diri sebab jasad yang penuh dengan kekurangan yang telah banyak melakukan kesalahan dan dosa-dosa,_ tapi tetap bisa bangga sebab  memiliki Tuhan: Allah Yang Maha Sempurna, dan menjadi sempurna sebab punya *Allah yang Maha Luas Ampunan-Nya.*

*Jauh Dari Kemuliaan*  Setiap hari sarungan, pakai sorban putih,  setiap hari waktu sholat hadir ke Masjid, Kadang ya adzan,ya iqomah, ya mengimami sholat, setiap hari memangku kitab-kitab, ceramah dimana-mana, sering berhaji dan umroh, ibadahnya sampai menyentuh langit tapi *nggak punya laku adab yang baik,* lisannya masih suka menyayat hati, bicaranya masih suka vonis menghakimi, sikapnya masih sering merendahkan martabat orang lain, masih suka mengadu domba & membingungkan kaum awam, merasa tak pantas berdekatan dengan kaum miskin, suka dengan penghormatan & pujian, enggan dan benci koreksi, buruk sangka dan selalu merasa paling baik dan benar sendiri. Maka *takkan mendapatkan kemuliaan.*

Nggak usah *mencuri, merampok, menipu, dan korupsi...* Sekali bukan bagianmu ya nggak bakalan bisa dini'mati. Mana ada keharusan mengembalikan itu kan ribet. Kalau nggak mengembalikan di dunia ya pastinya di akhirat. *Rejeki itu sudah ditetapkan Allah di langit* dan *tak penah bertukar* oleh sebab apapun. Dan tidak berkurang sebab *bersedekah dan berinfaq.* Bahkan akan menjadi *berlimpah* sebab *janji Allah* bagi yang mau bersedekah dan berinfaq. Sedangkan *zakat* itu hanya *mengembalikan hak orang lain* yang ada pada kita. Jika dikembalikan (berzakat) maka pahala melaksanakan baginya. Jika tidak ya sama dengan mencuri hak milik orang lain.

Ada cerita yang baik dan penuh hikmah dari sikap *"Chusnuzh_zhonn."* Ada perampok dikira jihad fii sabilillaah. Dihormati dengan baik dan dijamu layaknya pejuang agama Allah. Disuruhnya mereka *berwudhu' dan dijamu makan minum.* Si penghuni rumah itu punya anak yang terbaring sebab sakit lumpuh. Dan keesokannya si para parampok datang lagi dan yang membukakan pintu adalah anaknya yang lumpuh tadi. Para perampok bertanya soal anaknya yang lumpuh, koq sekarang sudah sehat. Dia berkata, *"Air bekas wudhu'* kalian kubuat mandi anakku, berharap dari *keberkahan dari kalian* sebagai pejuang agama Allah. Maka aku mendapati anakku sembuh setelah kumandikan dengan air itu".

Pada titik tertinggi, pasti akan menurun kembali. Shifat di dunia akan selalu begitu. Seperti roda yang berputar, *tidak ada yang langgeng pada posisinya.* Yang kaya akan bertahap miskin, yang kuat akan betahap melemah, yang diatas akan bertahap menurun, yang sehat akan bertahap sakit dan sebaliknya. Kekayaan, kekuatan, kedudukan, kesehatan semuanya selama di atas dunia akan berubah dengan kebalikannya silih berganti. Dan semuanya akan berakhir di titik ketiadaan seperti sebelumnya... tiada. Semuanya hanyalah peranan hidup. *Beruntunglah mereka yang bertanam kebaikan dan berjalan di atas  kebenaran.* Mendapat bagian yang terbaik dan kekal abadi di sisi Allah Robbul 'Izzati yang Maha Tinggi.

Ada suatu *kejadian yang terjadi tapi tidak pernah disadari* oleh mereka yang mengalaminya. Itulah kejadian yang namanya *Gendam - Hipnotis‼️*  Setiap orang yang sedang tergendam atau terhipnotis takkan pernah mampu menyadari apa yang sedang terjadi‼️ Dalam kehidupan nyata tapi sebenarnya *tidak nyata menurut akal‼️* Dan baru dapat disadarkan oleh ahlinya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari saja, kita merasa sadar 100%, tapi sebenarnya tidak dalam keadaan sepenuhnya sadar‼️ *Sebab terhipnotis oleh syethan dengan kehidupan dunia‼️* Syethan tak membiarkan kita untuk dapat *seutuhnya menggunakan akal* dan *malalaikan kita dari tujuan utama* yaitu meraih kehidupan akhirat yang diridhoi Allah‼️

Manusia diciptakan Allah dan Allah pasti sangat mengerti keadaan-keadaan manusia. Allah tak hanya memberikan *Akal* tapi juga _hawa nafsu._ Allah tak hanya menyertakan *malaikat* tapi juga _syethan (qorin)._  Diberikan Allah *hati* dengan dua buah Ilham: *Ilham Fujur dan Ilham taqwa.* Allah *menciptakan manusia dan apa-apa yang diperbuatnya.* Dan Allah menjadikan urusan-NYA bagi manusia dengan meniupkan *Ruh-NYA* dan mengatur ketentuan-NYA.  Dan diberikannya *Buku Panduan Kehidupan Selamat.*Dengan panduan itu, manusia ditaklif  *Free Will* untuk memilih & memilah mana-mana yang baik & benar yang menguntungkan dirinya. Tanpa panduan itu, manusia akan tersesat jalan dan arah kehidupan.

*Terlambat Sadar*  Manusia terlambat dari kesadaran dan baru menyadari jika hal itu sudah berlalu dan sudah tak bisa diperbaiki. Suatu kitab menerangkan bahwa: Seorang muda baru akan sadari kesalahannya saat menua, orang sehat baru sadari kesalahannya saat sakit, orang yang hidup baru akan sadari kesalahannya saat di liang lahat. *Lalu siapa yang dapat terhindar dari penyesalan itu?*  Jawabannya *"Orang Yang Totalitas Beriman Kepada Allah."* Yakni *orang yang tanpa ragu-ragu menyerahkan segenap jiwa raganya bagi keimanannya.* Tak perlu harus bisa faham baru yakin, sebab semua pada akhirnya terkuak oleh *ilmu & waktu* di dunia dan di akhirat dengan kesadaran *Aynal Yaqin* (langsung faham).

*TIDAK TERJANGKAU SYETHAN* Yang selamat dari bahaya syethan hanya yang tidak bisa diganggu atau dijangkau oleh syethan. Apa dan bagaimana itu? Jawabannya *"Beriman Ikhlash dan Tawakkal."* Bahwasannya syethan tak mampu menggelincirkan hati *orang yang Ikhlash, Beriman dan Tawakkal.* Orang yang ikhlash tidak mencari atau berharap kepada selain Allah. Dengan Ikhlash, hati manusia terputus dari bahaya-bahaya mencari pujian / penghormatan makhluk. Dan dengan beriman (bertauchid), ia menetapkan diri sebagai hamba Allah semata dan mengarahkan tujuan hidup bagi akhiratnya. Segala yang di luar jangkauan dirinya, mereka bertawakkal kepada Allah. Dan syethan tak berkuasa atas orang yang bertawakkal.

*MANUSIA PERLU APA SIH?*  Manusia dalam kehidupan sehari-harinya membutuhkan banyak hal dan tak terhitung. Sebab terlalu banyak ni'mat yang diberikan Allah.*Apa manusia memiliki kemampuan* untuk memenuhi keperluannya sendiri? Ya sudah jelas tidak sama sekali mampu. Dari awal sampai akhir kehidupan manusia, selalu bergantung pada Allah. Sendiri maupun bekerjasama tetap saja bergantung pada Allah. *Apa Allah bisa mencukupi keperluan manusia?* Ya sudah pasti bisa. Allah ciptakan manusia dari sel terkecil sampai berbentuk manusia seutuhnya (fisik, ruh, akal, hawa nafsu dan hati). Bukan manusia sendiri yang menentukan dan mengatur melainkan Allah. *Apa akal manusia sudah tertutup hawa nafsu?*

*ALLAH SEGALA-GALANYA*  Bagi mereka yang menggunakan akal lalu dengan bersegera beriman kepada Allah adalah *puncak kesejahteraan dan kebahagiaan berkehidupan.* Mereka beriman kepada Allah dan Rosulullaah ﷺ maka selamat dunia akhirat. Itulah hal dan urusan yang seharusnya segera disadari agar tak ada penyesalan nanti. Percaya totalitas kepada Allah tanpa keraguan sedikitpun. Apapun yang yang *Allah perintahkan* segera dilaksanakan, apapun yang *Allah Larang,* segera dijauhkan, apapun yang *Allah janjikan,* segera dijemput, apapun yang *Allah peringatkan* segera diwaspadai, apapun yang *Allah jaminkan segera yaqini lalu bertenang hati.* Hidup dalam iman seperti demikian itulah tuntunan.

*Jangan sampai ada sedikitpun penghalang* untuk mengikuti tuntunan Rasulullaah Muhammad ﷺ. Apapun persoalannya, apapun keadaannya, dalam keterbatasan faham, kekalutan persoalan duniawi, banyaknya urusan yang dihadapi, belum bisa yakin dan sebagainya... Jangan sampai semua itu menjadi penghalang! Jika kita jawab semua itu dengan kalimah *"Allah Tuhanku, Allah memandangku, Allah menyaksikanku, Allah hadir bagiku, Allah yang terdekat padaku, niscaya tak ada lagi belenggu diriku."* Bila syukur akan ditambah ni'mat, bila tawakkal akan dicukupi, bila taqwa akan tuntas persoalan dan dapat rejeki luas, bila shabar dan sholat akan terkabul chajat, bila ikhlash akan mudah, selamat, menang dan untung.

*KESADARAN TERTINGGI* itulah sidroh Al Muntahaa. Saat manusia tidak lagi sisakan ego dirinya, Singkirkan pendapat hawa nafsunya, Tinggalkan keseluruhan sedih & takut gambaran duniawinya, Runtuhkan segala keraguannya terhadap Allah, Hapuskan semua penghalang pada penglihatan matanya, pendengaran telinganya, dan pengucapan lisannya. Lalu masuk ke keheningan qalbu dan kesendirian rasanya, barulah tersadar akan *Wujud Tuhannya* lalu bersaksi bahwa *"Ternyata Memang Hanya Wujud Tuhan Yang Ada, bukan selain-NYA."* Lalu mendalam lebih mendalam ... *Allah* Nama Diri (Dzat) Tuhanku. *Muhammad* _Nama Wujud Diri Tuhanku._  *Adam* _Nama Rupa Diri Tuhanku._ *Insan* _Nama Rahasia Wujud Diri Tuhanku._

Kata Allah, Aku bangun Kerajaan dalam diri Adam Yaitu Ash_Shuduur (Lapis Pertama), dalam ash_shuduur ada Qolam (Lapis Kedua), dalam Qolam ada Fuad (Lapis Ketiga), dalam Fuad ada Saqob (Lapis Keempat), dalam saqob ada Lubban (Lapis Kelima), dalam Lubban ada Sirr (Lapis Keenam), dalam sirr ada Sirrus_Sirr (Lapis Ketujuh), dalam sirrus_Sirr ada Nuur (Lapis Kedelapan), dalam Nuur ada AKU (Lapis Kesembilan) Kata Allah.

https://youtube.com/shorts/WMhxVBXDHss?si=hojLtN0BbjaPHMt1

JANGAN SALAH TAFSIR!
Ketahuilah bahwa apapun sengaja Allah hanyalah Kasih Sayang Allah. Jangan sampai salah mengartikan dengan yang lainnya karena buruk sangkaan atau mengikuti kebodohan (keterbatasan akal). Ada terlampau banyak hal yang tak mampu difahami oleh akal manusia. Padahal semua sengaja Allah sebenarnya hanyalah wujud kasih sayang Allah kepada kita.  Ada yang bermakna perlindungan, ada penyelamatan dan ada penghapusan dosa-dosa ada peningkatan derajat dan banyak lagi Ni'mat Allah yang tak mampu dijangkau oleh akal manusia. Jika hanya mengandalkan akal atau sangkaan semata, maka yang dapat terjadi hanyalah kerugian dan bahaya-bahaya lahir batin.
https://youtube.com/shorts/CfhOcktMUV8?si=GvpvFvZ7E6pz5Sw3

*Iblis Hidup Dari Luka*  Manusia yang kecewa dan putus asa, dan membiarkan hatinya selalu dengan kemarahan, dendam dan benci, dan selalu memelihara luka mendalam dihatinya, manusia yang membiarkan hatinya dengan syahwat dan kerakusan duniawinya, manusia yang membiarkan kesadaran dirinya hilang, manusia yang kehilangan kasih sayang dari hatinya dan melupakan pengajaran Tuhannya, dan melupakan akan peringatan Tuhannya lalu berani menentang-NYA, maka itu akan menjadi *tempat hidup yang terbaik bagi para iblis laknat.* Sedangkan iblis itu akan menyeretnya kelembah duka tiada henti didalam neraka. Tiada jalan yang harus segera dipilihnya selain jalan lurus yang murni yakni menghamba kepada Allah‼️

Terlalu banyak *kekacauan di negeri ini* yang ada. Kekacauan akal sehat dan aktivitas korup. Mau dibagaimanakan Indonesia ini oleh pemerintah? Padahal mereka hanyalah organisasi yang menjadi pembantu rakyat, tapi sekarang menguasai rakyat‼️ Kita berlindung dan berpasrah kepada Allah dari setiap kejahatan yang sangat terencana dan tertata rapi seakan kebaikan tiada cela. Sesungguhnya Allah lah sebaik-baik pembuat rencana. Dan bersumpah kita *Demi Allah celakalah dalam dunia dan akhirat atas para pejabat yang korup dan aniaya terhadap rakyat Indonesia‼️  Dan terputuslah jalan dan rusaklah rancangan orang-orang yang berniat dan berbuat jahat atas rakyat dan negeri Indonesia ini‼️

Berhati-hatilah dari *merasa cukup* setelah memiliki segalanya! Sebab tak satupun yang *dapat mencukupi* dalam hal kebaikan selain Allah dan tak satupun yang *dapat melindungi* dari hal yang buruk selain Allah ! 

Dan kebaikan hakiki adalah *Menjadi Hamba Allah* yang menjadikan *tha'at* sebagai panduan dan menjadikan *taqwa* jalan kehidupan, dan menjadikan *shabar dan sholat* sebagai penolong, dan menjadikan *syukur* sebagai peningkat dan *tawakkal* sebagai pencukup serta *ikhlash* sebagai pemurni dan pelembut hati.

Jika kita merujuk pada dalil-dalil Al-Qur'an, sifat-sifat yang Anda sebutkan memiliki kedudukan yang sangat fundamental sebagai pilar kehidupan seorang mukmin:

*1. Tha'at (Ketaatan) sebagai Panduan*

Ketaatan bukan sekadar rutinitas, melainkan  *standar kebenaran.* Allah memerintahkan ketaatan mutlak kepada-Nya dan Rasul-Nya sebagai otoritas tertinggi dalam mengambil keputusan hidup.

Dalil:  _"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu..._" QS. An-Nisa: 59. 

*2. Taqwa sebagai Jalan (Bekal) Kehidupan

Dalam Al-Qur'an, takwa disebut sebagai *"sebaik-baik bekal"*. Ia adalah navigasi yang menjaga hamba agar tetap berada di jalur yang benar selama menempuh perjalanan dunia menuju akhirat. 

Dalil: "..._Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa..."_ QS. Al-Baqarah: 197. 

*3. Sabar dan Sholat sebagai Penolong

Sabar seringkali dipasangkan dengan shalat sebagai kekuatan spiritual untuk menghadapi berbagai ujian hidup yang berat. 

Dalil: "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." QS. Al-Baqarah: 45. 

*4. Syukur sebagai Peningkat (Akselerator)

Syukur adalah kunci "investasi" langit. Allah menjanjikan tambahan nikmat yang berlipat ganda bagi mereka yang mau mengakuinya dengan hati, lisan, dan amal. 

Dalil: _"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..."_ QS. Ibrahim: 7.  

*5. Tawakkal sebagai Pencukup

Saat seorang hamba sudah menyerahkan segala urusannya kepada Allah setelah berikhtiar, maka Allah sendiri yang akan mengambil alih segala kebutuhannya. 

Dalil:  _"...Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..."_  QS. At-Talaq: 3. 

*6. Ikhlash sebagai Pemurni (Pelembut) Hati* Meskipun kata "pelembut" adalah metafora yang indah, dalam Al-Qur'an ikhlash adalah syarat diterimanya amal dan perlindungan dari godaan syethan. Hati yang ikhlas akan menjadi lembut karena hanya terisi oleh keridaan Allah, bukan keras karena ego atau riya. 

Prinsip: Ketaatan yang murni hanya untuk Allah QS. Al-Bayyinah : 5 menjadikan jiwa tenang dan hati tidak mudah goyah oleh pujian atau cercaan manusia.  

Dalam Al-Qur'an, Taqwa bukan sekadar *"rasa takut", melainkan sebuah sistem navigasi spiritual yang memiliki fungsi sangat krusial bagi kehidupan seorang hamba. Berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an, takwa berfungsi sebagai:

*1. Furqan (Pembeda & Kompas Moral)*  Takwa berfungsi sebagai _kecerdasan spiritual_ yang memungkinkan seseorang membedakan antara kebenaran (haqq) dan kebatilan (bathil), terutama di situasi yang abu-abu. Dalil: _"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan Furqan (kemampuan membedakan antara yang hak dan batil) kepadamu..."_  QS. Al-Anfal: 29. 

*2. Makhraja (Pemberi Jalan Keluar).*  Dalam dinamika kehidupan, takwa adalah "kunci" yang membukakan pintu-pintu solusi dari arah yang mustahil secara logika manusia. 

Dalil: _"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar (makhraja) baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya..."_ 
QS. Ath-thalaq: 2-3. 

*3. Libas (Pakaian Pelindung)

Al-Qur'an mengibaratkan takwa sebagai pakaian. Fungsinya adalah menutupi "aurat" (kekurangan/aib) jiwa dan melindungi manusia dari pengaruh buruk lingkungan maupun hawa nafsu. 

Dalil: "...Tetapi pakaian takwa (libasut taqwa), itulah yang paling baik..." QS. Al-A'raf: 26. 

*4. Yusr (Pemberi Kemudahan Urusan)* 

Takwa berfungsi sebagai pelancar dalam setiap urusan. Allah menjanjikan bahwa bagi mereka yang menjaga takwanya, hambatan-hambatan hidup akan terasa lebih ringan. 

Dalil: "...Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan (yusra) baginya dalam urusannya." QS. Ath-Thalaq: 4. 

*5. Mi'yar (Standar Kemuliaan)* 

Di pandangan Allah, takwa adalah satu-satunya alat ukur (standard) kemuliaan manusia, meniadakan sekat kasta, harta, maupun jabatan.  

Dalil: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa..." Qs. Al-Chujurat: 13. 

Jika diibaratkan, ketaatan adalah bahan bakarnya, sedangkan takwa adalah perisai dan kompasnya. Tanpa takwa, seseorang bisa terus berjalan (taat secara lahiriah), namun rentan tertusuk "duri" fitnah dunia karena kehilangan kewaspadaan.  

Membangun benteng takwa di tengah dunia yang penuh distraksi membutuhkan strategi yang praktis namun konsisten. Berdasarkan prinsip-prinsip Al-Qur'an, berikut adalah langkah-langkah untuk menjadikannya "perisai" dalam keseharian.

*1. Muraqabah (Menghadirkan Rasa Diawasi)*  Takwa adalah kewaspadaan. Langkah pertama adalah *melatih kesadaran* bahwa _Allah menyaksikan setiap lintasan pikiran dan gerak-gerik kita, bahkan saat sendirian._ Bertanya pada diri sendiri sejenak:  *"Apakah langkah yang saya ambil ini diridhai-Nya?"*

*2. Tafakkur & Al-Qur'an sebagai Navigasi*  Menjadikan Al-Qur'an bukan sekadar bacaan, tapi *rujukan petunjuk kehidupan* saat menghadapi dilema moral. Menghadapi masalah, urusan apapun tegakkan prinsip Al Qur'an misalkan kejujuran dalam bisnis, kesabaran dalam keluarga). 

*3. Suhbah (Lingkungan yang Mendukung)*  Takwa sangat sulit dijaga sendirian. Al-Qur'an memerintahkan kita untuk bersama orang-orang yang jujur dan benar agar "frekuensi" takwa kita terjaga. Energi positif dari orang lain yang baik dan benar yaitu para sholih sangat mempengaruhi positif kedalam jiwa. *4. Muhasabah (Evaluasi Berkala).*  Takwa tumbuh melalui evaluasi. Sebelum tidur, tinjau kembali "catatan perjalanan" hari itu. *Pagi:* Niatkan setiap aktivitas sebagai bentuk Tha'at. *Siang:* Gunakan Shabar saat lelah dan Syukur saat mendapat kemudahan. *Malam:* Akui kesalahan dan bersihkan hati dengan Ikhlash.

*5. Membangun Kewaspadaan Dini*  Dalam Al-Qur'an, orang bertakwa adalah mereka yang segera sadar saat syethan menyentuh hatinya (QS. Al-A'raf: 201).  Jika hati mulai merasa angkuh atau iri, segera *"reset (takholli)"* dengan dzikir. Ini adalah fungsi takwa sebagai perisai instan.

*Ringkasannya* Takwa _bukan tentang menjadi sempurna tanpa dosa,_ tapi tentang *seberapa cepat kita kembali ke jalur yang benar* setiap kali kita mulai melenceng.

Surah An Naas menjelaskan ada 2 jenis setan. *Setan Jinn dan setan manusia.* Kalau memang benar-benar manusia dan bukan tergolong setan, ... PASTI Nggak bakalan *korupsi,* PASTI nggak bakalan *menipu, mendengki dan menyombongkan diri* seperti iblis,  nggak bakalan *menganiaya* seperti Fir'aun, nggak bakalan *menganiaya dan maksiat* seperti kaum yang dilaknat Allah di zaman dahulu dengan berbagai macam kemaksiatan. Dan PASTI *ISLAM - THA'AT dalam TAQWA* kepada Allah dan Rosulullaah ﷺ. Dan PASTI *berbahagia* saat beribadah dan *bersedih* saat bermaksiat Dan PASTI *Percaya Allah* Tuhan Satu-satunya: Allah Ta'ala dan *Yakin* akan tegaknya Hari Akhirat dan Pembalasan amal baik & buruk‼️

https://youtube.com/shorts/_-6wUUDeW3I?si=YGS4_wmWXNWSljDg

Jum'atan untuk berdzikir !... Bahkan bukan hanya Jum'atan tapi setiap waktu adalah *"Selalu Sadar Diri sebagai Hamba Allah & Selalu Sadar bahwa diri selalu dalam Limpahan Ni'mat Allah".*

Adab Murid terhadap Guru
Menurut Hadratussyaikh
KH Hasyim Asy'ari
Oleh: Ustadz M. Mubasysyarum Bih/NU Online

Hadratussyekh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari dalam kitab
Adab al-Alim wa al-Muta'allim menyebutkan ada 12 adab
seorang santri kepada gurunya:
* Berpikir matang-matang sebelum memilih guru.
* Mendengarkan dengan seksama penjelasan guru.
* Tidak mendahului keterangan guru.
Memilih guru yang kredibel.
*Mematuhi segala perintah
guru.
* Menjaga etika saat menerima
atau memberi sesuatu dari guru
* Memandang guru dengan
pandangan memuliakan.
* Tidak melupakan jasa-jasa
guru.
* Sabar menghadapi gurunya.
* Manusia tidak lepas dari luput
dan salah, tidak terkecuali
seorang guru.
* Meminta izin kepada guru
saat memasuki majelisnya.
* Duduk bersama guru dengan
penuh etika.
* Berbicara yang baik kepada
guru.

Sumber: nu.or.ld 'Adab-adab Pelajar kepada Guru Menurut KH Hasyim Asy'ari.

BASMALLAH
Pertama: Bismillaah
Allaah sajalah yang kau perhatikan dalam hidupmu jangan
yang lainnya & banyak menoleh kesana kemari.

Kedua: Arrochmaan..  Ingati
Ni'mat Allaah .. itu saja, jangan yang mengingat yang lainnya. Syukuri selalu Nimat Allaah yang sudah didapatkan dalam segala rupa, terutama ni'mat iman, ibadah & ilmu !! Kalau masalah
keduniawian selalu melihat orang yang di bawah saja, jangan melihat orang yang berpunya segala!!.

Ketiga: Arrochiim... Keyakinan dalam hati bahwa Allaah tidak pernah menganiaya hamba-NYA dan bahkan DIA selalu menyayangi hamba-hamba Allaah yang bersangka baik apalagi bersangka baik atau yaqin kepada-NYA akan kebaikan Tuhannya !!

Serapan Nasehat TG Zaini Abdul Ghani.

Tata Cara Shalat Taubat
" Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa "

RAKAAT PERTAMA:
• Baca Iftitah
• Baca AI Fatihah
• Baca surah pendek yang hafal

RAKAAT KEDUA:
• Baca AI Fatihah
• Baca surah pendek yang hafal

SUJUD TERAKHIR BACA:
• Allahumma inni As'aluka Husnul Khotimah
• Allahummarzuqni Taubatan nasuha qoblal maut
• Allahumma yaa mugallibal qulub Tsabbit qalbi ala
dinnika

SELEPAS SHALAT:
• Perbanyak Dzikir

RAHASIA ALLAH

Matahari dengan sinarnya
Mengirimkan cahaya kepada bermiliar-miliar air dalam gelas
Sang matahari membayang di airnya.

Matahari tetaplah satu sinarannya walaupun bermiliar bayangannya.
Ada Dzat Allah dengan Segala Shifatnya.

DIA Meniupkan Ruh kepada Bermilar-miliar Cermin Jiwa
Lalu DIA Membayang Nụr-NYA (Nurultah) kedalam Hati insani (sebut: Nur Muhammad)

Membayang Merähasia Nur Alah didalam Hati Lathif kita (Nur Muhammad yang Bathin)
Dan membayang kepada Hati Sanubari atau Jantung & Tubuh kita (Nur Muhammad yang
Zhohir) Allah Ta'ala tak usah dicarikemana-mana lagi, sebab DIA telah mesra dengan Nyawa
kita sekalian (Ruh atau Arwah
yaitu memancar Segala Shifat Allah kedalam Hati Kita.

Hadapkan wajahmu yaitu Kesejatian Sholat-sholat-NYA, Dzikir-dzikir-NYA,
Hidup-NYA dan Cipta-NYA. Pandang hanya kepada DIA dalam kemesraan yang Semula
hingga Akhirnya. Menghadapkan Hati kepada yang Empunya Cahaya Berlapis Cahaya (Tubuh Hati & Ruh), Sang Sejati
segala yang Nyata ... Allah ... Sang Dzat Waajibil Wujuud.

SUKSES MERAIH YANG DISUKAI DI DUNIA SAMPAI AKHIRAT DENGAN HATI
Manusia itu istimewa sebab memiliki hati,
Manusia sempurna sebab adanya cahaya hatinya, Manusia bisa sukses meraih cita
dan harapan kalau dia menggunakan hati.

Dan Allah pun memandang hanya kepada hatinya.
Contohnya: Dikatakan khusyu' ya karena hadirnya hati kepada Allah, Dikata lalai dari hati dzikrullah, sehingga mudah ditipu
was-was Syethan. Saat berbuat jahat aniaya, maka dikata tak punya hati atau jahat hati. Saat dermawan dan berempati
dikata punya hati, Saat mengasih sayangi maka yang disebut juga baik hati. Oleh sebab itu maka tak boleh tidak harus Selalu bersama hati, Selalu menjaga hati agar selalu bersih suci dari segala kotoran penyakit hati. Menghiasi hatinya dengan perkara kebaikan dan kebenaran, Membuang dari hatinya segala perkara keji terlarang.

Itulah hati manusia, itu Nur Muhammad Bathin dan Akhlaq Tubuhnya juga berhias Nur Muhammad yang Zhohir. Maka jadilah terpuji dirinya yang selalu bersama Nur Muhammad. Dan Allah Ridho kepada Sayyidina Muhammad Sang Pemimpin Jiwa Insani.

SYIRIK ASHGHOR ATAU KHOFI (kecil - tersembunyi) itu: Riya' Ujub dan Takabbur. Ini dalam bahasan lslam (syari'at) soal 'Amal. Tidak menyebabkan kafir. Lawan Ikhlash. Beramal RIYA' itu beramal dengan tujuan mencari pujian atau harta dari manusia baik tunai ataupun tunda. UJUB İtu mengherani diri menjadikan dirinya sebagai sentral dan penyebab kebaikan selain Allah.
Kecewa bila tak dipatuhi. Dan ia dalam keadaan melampaui atau mendahului Allah dalam keinginan dan ketentuan, seakan dirinya sebagai sebab dan
penentu kebaikan atau merasa bahwa dari dirinya lah kebaikan itu datang.

TAKABBUR adalah sikap
membanggakan diri, memandang
remeh dan hina selain dirinya dan
Pamalannya. Tak suka amalannya
dicela atau tersaing, Padahal Allah lah Sang Pemberi & Penentu. SYIRIK AKBAR atau besar) ini dalam bahasan soal Iman (Aqidah). Ini yang menyebabkan kafir. Musyrik Jali atau Akbar ini muthlag bertentangan dengan keesaan Allah. Inilah Lawan bagi Iman maka disebut kafir atau menafikan atau menyembunyikan kebenaran Allah.

Adapun Hati Ikhlash Meliputi:
1. Telah sadar kedudukan dirinya sebagai hamba Allah dan memurnikan peribadahan
kepada-Nya. 2. Telah mengenali Keesaan Allah dan mewajibkan dirinya Mengesakan Allah dengan segala Shifat Shifat Asma' dan Afal;Nya.  3. Menyerahkan segala CHAQQ ALLAH kepadà Allah semata.
4. Meniatkan segala perbuatan terkait dengan waktu & tenaga, barang' & harta, fikiran &
hati hanya untuk tujuan diperhambakan kepada Allah dan dalam rangkaian mengharap Ampunan & Rahmat Ridho Allah
semata.  5. Merasa cukup Allah yang mengupah dan tidak mengharap upah, penerimaan & pujian manusia atas ibadahnya. 6. Berbuat kebaikan tanpa peduli pujian, penolakan dạn celaan
manusia kepadanya atas diperbuat baiknya. 7. Mencukupkan baginya Allah
sebagai satu-satunya penyaksi amal kebaikannya. 8. Tak mengandalkan diri sendiri dan tidak menganggap dirinya
sebagai sumber asal kebaikan/penyebab penentu kebaikan yang terjadi hanya-dari Allah memahami bahwa terjadinya seluruh kebaikan, tertolak dan terhapusnya keburukan dan datangnya nimat dari Allah, berhasil atau gagalnya suatu pencapaian yaitu akibat atau hasil itu hanya dari ketentuan qudrat dan irodat Allah). 9. Tak memandang diri sebagai pemilik: kebaikan, kekayaan, kemampuan, kehebatan, kemuliaan dan kekuasaan dsb termasuk dirinya sendiri I!

SYIRIK JAALI atau AKBAR (Besar)
Menyekutukan Allah atau Menganggap ada Tuhan lain selain Allah dan Menyamakan
Allah dengan segala sesuatu atau Shifat-Shifat segala sesuatu atau Tak mempercayai bahwa Alah itu Robbun dan Ilaahu (atheis).
Bentuk penyetaraan yang dimaksud adalah wujud keyakinan hati yang sesat sehingga menshifati Allah tak sesuai dengan Kemuliaan
Jalaalullah), Keagungan (Qohhaarulah) Keindahan (Jamalullah), Kesempurnaan (Kamalulah) Allah. Seperti yang dimaksudkan dengan JAHMI atau keyakinan bahwa Allah tak memiliki Shifat, dan MUJASSIM atau meyakini Allah memiliki
tubuh dan anggota tubuh walaupun dikatakan tanpa perincian (kaifiyyah) seperti menyakini bahwa Allah memiliki: Mata, Tubuh, Berusaha, Kaki dan Tangan, dan MUSYABBIH atau
meyakini bahwa Allah bersifat dengan sifatan peri kemakhlukan seperti memerlukan tempat dan arah dan waktu. Yaitu meyakini
bahwa Allah diatas, dibawah, disamping, diluar dan diam sesuatu yatu keyakinan bahwa Allah bersatu dengan makhluk atau bertempat pada Makhluk (Hulul) Dan menolak untuk meyakiní bahwa Allah Maha ada ada wujud (:Shifat Nafsiyyah) Allah: Qidam Baqo Mukholafatuhu Lil Chawadits, Qiyaamuhu Binafsihi dan Wahdaniyyah (:Shifat Salbiyyah), Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak, Maha Mengetahui, Allah Maha Hidup, Maha Mendengar Maha Melihat, Maha Berfirman Qodim atau Ajali. (:Shifat Ma'ani), Dan Shifat Ma'nawiyyah yaitu Shifat semestinya bagi Allah dan Muthlaq Keberadaan Shifat itu sesuai dengan Shifat Jalal, Qohhar, Jamal dan Kamal Allah.

ALI BIN ABI THALIB
BERSANDARLAH HANYA KEPADA ALLAH
"Barang siapa yang bersandar
dengan harta maka ia akan miskin. Barang siapa bersandar dengan harga diri, maka ia akan hina. Barang siapa bersandar pada akal, maka ia akan tersesat.
Dan barang siapa bersandar hanya kepada Allah maka ketahuilah ia tak akan pernah miskin, hina, dan tersesat."

Ketika beban kita semakin banyak dan menumpuk, dan telah sampai pada titik dimana kita merasa berat dan tidak mampu, tak bisa berbuat apa-apa, kita jangan putus asa atau menyerah, karena Allah akan segera ubah takdir yang buruk menjadi baik Jalaluddin Rumi.

Bulan Rojab
Pagi dan Petang
Selama Bulan
Rojab (Rojabul
Ashob: Tumpahan
Rahmat Allah.
Ta'ala)

Shaikh lbnữ Athaillah
Ketika Nabi lbrahim as akan
dilemparkan ke dalam kobaran api, Jibril as. bertanya kepadanya, "Apa kau butuh sesuatu?" Nabi lbrahim AS. Nenjawab, "Aku tidak butuh apa darimu. Aku hanya butuh pertolongan Allah." Jibril as. lantas berkata, "Kalau begitu, mintalah kepada Allah!" Nabi Ibrahim as. lalu berkata, "Cukuplah bagiku, Dia mengetahui keadaanku." Hasbunallah wa ni'mal wakiil.

KOTORAN YANG PALING
KOTOR DI RUH KITA
Kotoran yang paling utama
yang harus kita bersihkan
adalah kotoran di ruh,
apa itu kotoran di ruh?
merasa hebat, merasa lebih
baik dari orang lain.
Bila sudah merasa hebat,
seringkali gatal mulut ini ingin
menampilkan kelebihan. Dan
inilah kotoran ruh yang harus
dibersihkan!

[Abah Guru Zuhdi]

DZIKIR

DZIKIR BADAN
LAA ILLAHA ILLALLAH
Membakar Hawa Nafsu Keinginan
Dan Hasrat Akan Keduniawian.

DZKIR QOLBU
ALAH HU ALLAH
Tazfiyatul Qolb Yaitu Menjernihkan Hati

DZIKIR JIWA
ALLAH
Tazkiyatun Nafs Yaitu Mensucikan Jiwa
DAKIR RASA
HU
Bila Dzikir Sudah Sampai Titik Rasa, Maka kita Tidak Akan Bisa, Melihat Diri Kita Lagi Yang Ada Hanya Allah Maka Yang Berdzikir Sudah. Bukan Kita lagi.

MERDEKA MENANG & BERUNTUNG
1: ALLAAH Satu-satunya Tujuan Hidup dengan Al Qur-aan sebagai
pedomannya.
2: NABI MUHAMMAD sebagai
satu-satunya panutan dan PARA
"ULAMAA Ahlussunah Wal Jama'ah sebagai acuannya.
3: MENGABDIKAN DIRI KEPADA
ALLAAH secara istigomah Sikap-Sikap Zuhuddunya - Taqwa - Ikhlash -Shabar - Syukur- Tawakkal - Cinta - Ridho - Akhlaq Al Karimah.

AMALAN SHOLICHAH dalam
Jihaadun Nafsi dalam berkhidmad kepada Allaah secara langsung maupun terhadap manusia dan makhluk.

Mengakui bahwa yang Allah berikan sudah cukup baginya, Menyadari bahwa yang Allah telah memberikan yang
terbaik atasnya, Meyakini bahwa
rencana-rencana Allah telah benar dan bijaksana untuknya, Mengandalkan Peranan Allah dalam seluruh segi kehidupan dan hanya menggantungkan segala pengharapan kepada-NYA, sehingga tidak lagi mengandalkan upaya dirinya sendiri walaupun diri telah melakukannya
terbaik, sebab telah benar tawakkalnya kepada Allah semata, Saat itu telah sangat dekat dirinya dengan Rosulullah, maka kecintaannya Berdekatan Dengan Allah... barulah diri takkan berdebat lagi dengan Allah. Dan layaklah kiranya diri mendapatkan kebahagiaan sejati dalam
kehidupan dunia dan akhirat !!

PESAN NABI
MUHAMMAD ﷺ
1. Homati 3 orang ini:
Orang tua, guru & 0rang
yang lebih tua.
2.Pastikan 3 perkara dalam diri:
Kejujuran, iman & amal kebaikan
3. Kawal 3, perkara ini:
kemarahan, lidah & nafsu
4. Perolehlah 3 perkara:
lmu, adab & kesolehan
5. Ingat 3 perkara:
Kematian, pertolongan &
nasehat.
6.Sucikan 3 perkara:
badan, akal dan hati

PUASA SELURUHNYA

Puasa Makan & Minum, Puasa Marah, Puasa Dengki, Puasa Sombong, Puasa Ujub, Puasa Riyaa', Puasa Mencaci, Puasa Mengeluh, Puasa Ghibah, Puasa Mengundat-undat, Puasa Namimah, Puasa Kufur ni'mat,
Puasa Menipu Berdusta, Puasa Panjang angan-angan, Puasa Maksiyat, Puasa Tamak Rakus, Puasa Kikir, Puasa Putus asa, Puasa Curang, Puasa Membenci,
Puasa Aniaya Zholim, Puasa Ambisius, Puasa Sangka buruk (syak), Puasa Bermalas-malasan, Puasa Bertengkar & Bermusuhan, Puasa dan Berhenti dari segala Keburukan & Kejahatan serta Sia-sia, agar melalui Romadhon kita dikaruniai Allaah Ampunan & Rahmat Ridho Allaah serta Terlepas dari Siksa Neraka !!

KAMU HARUS TAU
KAPAN TERJADINYA
HARI KIAMAT ?

1 Selama masih ada hujan,
kedatangan Dajal ditunda 3 tahun
(HR. Ibnu Majah)
2. Imam Mahdi datang, hari kiamat ditunda 7 tahun untuk beliau berkuasa dibumi.
(HR. Abu Dawud)
3. Setelah matahari terbit dari barat, manusia
hidup selama 120 tahun. Tapi umat Işlam sudah wafat semua dan mereka tidak akan
melihat bumi yang hancur.
(HR Thabrani).

PSIKOLOGI EMOSI
DALAM ISLAM

1.Saat kamu rendah hati - Allah
tinggikan derajatmu tanpa kamu minta.
2.Saat kamu kecewa Allah sedang ajarkan bahwa harapan terbaik hanya pada-Nya.
3.Saat kamu disakiti – Allah sedang latih hatimu, untuk lebih kuat dan pemaaf.
4.Saat kamu sabar
menulis pahala tanpa batas, satu demi persatu.
5. Saat kamu bersyukur – Allah tambah nikmat, bahkan yang tak kamu sadari.
6.Saat kamu lelah – Allah sedang
undangmu untuk istirahat dalam doa.
7.Saat kamu diuji menghapus dosamu lewat cara paling
lembut.
8.Saat kamu kembali pada-Nya – Allah sambutmu, walau sudah sejauh apapun.

4 RAHASIA
SURAT AL-FATIHAH
1. Al Fatihah 20 Kali Untuk Hajat
2. Al Fatihah 14 Kali Untuk
Penyembuhan Penyakit
3. AI Fatihah 41 Kali Untuk Urusan
Dagang, Karir Dan Jodoh Dan
Segala Hajat Apapun
4. AI Fatihah 313 Kali Untuk
Hajat Besar Dan Mendesak

3 ORANG PALING TERTIPU
MENURUT IMAM SYAFI'I
"Yang merendah di hadapan orang yang tidak menghargainya,"
dan "yang mencintai yang tidak bermanfaat baginya" dan "yang bangga dengan pujian orang
yang tidak mengenalnya"

Imam Asy Syafi'i RA:
1. Sakit itu bukan azab, tapi
penghapus dosa dan tanda cinta
Allah.
2. Saat sakit, Allah sedang
memintamu kembali untuk lebih
banyak doa, sabar, dan ingat
pada-Nya.
3. Kesabaran saat sakit lebih
mulia daripada keluhan yang
menyembuhkan.
4. Jangan takut sakit, takutlah
jika hatimu mati saat sehat.

"SATU PAKAIAN SAJA HISABNYA LAMA", bagaimana dengan kita yang bajunya sampai 3 lemari , maka jangan asal ngatain pakaian baju itu itu aja, mungkin orang itu tak mampu beli atau mungkin dia takut hisabnya banyak." -Mbah Maimoen Zubair-

CIRI-CIRI RUMAH
PEMBAWA SIAL
1. Pintu rumah yang
cat hitam
2. Dinding atau tembok
rumah rusak
3. Pintu rumah depan
dengan dapur lurus
4. Memelihara tanaman
berduri
5. Cermin menghadap
persis ke tempat tidur
6. Tidak memiliki teras

(MAIA ESTIANTY)
ADA SEORANG PSIKOLOG
WANITA BERKATA
Jika wanita menangis karena hal kecil. Atau dikit-dikit nangis, Berarti dia polos atau berhati lembut. Jika Wanita mudah ngambek atau marah, karena hal sepele berarti dia membutuhkan
kasih sayang darimu. Jika wanita selalu egois keras kepala dan susah di mengerti, berarti dia
membutuhkan perhatian darimu

NASEHAT DIRI
Jangan membenci orang yang
sudah membuatmu terluka dan
kecewa, sesakit apa yang kamu
alami jangan membuatmu
menjadi jahat. itu hanya
mengotori hatimu saja, hanya
karena orang lain berbuat buruk
padamu. Tetaplah menjadi orang yang baik dan terus belajar sabar
ikhlas dan tidak dendam. Dan jadilah manusia pemaaf,
karena disetiap perbuatan pasti
ada balasannya dan disetiap
sabar pasti ada ganjarannya.

AMALAN SUPAYA RUMAH BANYAK REZEKI
DAN TERHINDAR DARI KEMALINGAN
Tulisan di kertas dengan tangan sendiri pada hari Jum'at jam 7 pagi Qs. An-Nahl ayat 96:
Tambahkan lafadz Ya hafidz sebanyak 9 kali lalu tempel di pintu rumah, agar rumah di guyur
harta melimpah, dan maling tidak akan bisa masuk, tidak akan melihat rumah kita. (Abah Guru Sekumpul)

ABAH GURU SEKUMPUL
ISTRI atau lBU...? "Istri atau ibu.?
lebih utama yang mana...?
begini tangapan Abah guru sekumpul.
Muliakanlah ibumu tanpa menyakiti istrimu karena sesungguhnya ibu mu
adalah pintu surga mu dan istri adalah kunci surgamu."

BUNYI TELINGA
Pernah ngerasain telinga berdenging dengan bunyi "NGING"? Jika telinga kirimu berdenging maka artinya Nabi Muhammad SAW sedang
menyebut namamu diperkumpulan tertinggi (AI Mala' Al A'la). Kalau berdenging sebelah kiri segera bersholawat kepada Nabi dan baca doa "Dzakarallahu Man Dzakarani bi Khairin"
Sedangkan jika telinga kanan yang berdenging artinya suara daun kehidupan kita di Sidratul Muntaha sedang bergoyang bukan karena angin.
Tapi karena tersenggol daun milik orang lain yang sudah jatuh atau meninggal.

TERMULIA Bukan sekedar terhormat tapi termulia. Duduk di singgasana megah syurgawi. Menjadi raja & permaisuri. Diiringi dayang-dayang bidadari seakan Permata Rubi Safir Yaqut dan Mutiara Marjan nan teramat
cantik bermata jelita. Mereka saat di kehidupan dunia menjaga kehormatan dan menthaati Allaah dalam segala urusannya. Ada waktunya bersyukur, kadang juga harus bershabar. Sesekali bertawakkal & ada waktunya mengikhlaskan suatu yang dicintai. Saat dimana pembalasan kebaikan ditunaikan Tuhan Maha Mulia, saat itu merasakan buah nan mulia abadi dalam syurga penuh ken'matan yang tiada taranya. Berbahagia tiada kesudahannya. Bagi mereka yang bertaqwa yang meyakini janji-janji Tuhannya.

ISTRI ITU. Butuh PENDAMPING bukan pesaing. Butuh ARAHAN bukan peghakiman. Butuh HIKMAT bukan skakmat. Butuh
BELAIAN kasih sayang bukan
pelampiasan. Butuh KEBERSAMAAN bukan sekedar singgahan. Butuh NAFKAH bukan sebatas UPAH. Butuh SENYUMAN NI'MAT bukan kengkuhan sikap. Butuh PELAJARAN bukan
pertikaian. Butuh KELEMBUTAN bukan kekasaran. Butuh BUKTI CINTA bukan sekedar angka angka.

Memanglah benar adanya. Ada
istri-istri yang tidak taat, Ada istri-istri yang suka melawan memberontak, Ada istri-istri yang suka mengakali juga berdusta, Ada istri-istri yang senang
harta & foya-foya dan juga suka
ngerumpi dan juga ghibahnya. Istri-istri yang seperti itu tidaklah baik dan jauh dari Rahmat. Tapi mereka hanyalah makhluk sisi rusuk yang bengkok dari
lelaki. Jika dikerasi maka patahlah !  Hai para suami... Jika engkau memaafkan dan tetap mencintai lalu mengasihi dalam wujud bimbingan yang terhormat
& mulia kepada mereka .. Itu sama dengan mengasihi dan memelihara rusukmu sendiri !! Senyata-nyatanya istri-istrimu itu rusukmu sendiri, bagaimana kamu hendak menyakitinya?

JANIN DALAM KANDUNGAN, dari ibundanya terkasih di alam dunia. Memancarkan kasih berupa Nutrisi dan Keadaan buat
Sang Calon Buah Hati di alam rahim. Tapi saat jiwa sang bunda terguncang sebab kesalahan diri dan pahitnya kenyataan. Maka jadi mengering tiada sisa. Tak mampu lagi memberikan nutrisi dan pancaran keindahan bagi
sang janin. Akibatnya terbunuh jiwa kasih. Sang janin.. yang meskipun telah berbentuk sempurna. Dan seakan
tampaknya ada tapi Hanya Tinggal Wujud Tanpa Ruh maka mati itulah namanya. Seperti Pernikahan yang SEMU TANPA NYAWA, hanya membuahkan SUASANA DUKA

Hamba ini hanyalah hamba. Yang tak berdaya upaya selain Pertolongan Allaah. Terlebih lagi sedang mengalami sedih ditinggalkan dan pahitnya
didasar jiwa. Ditambah lagi menghadapi realita yang menyakitkan hati dan
memeningkan kepala.

Ikhlash Bershabar dan bertawakkal adalah keharusan jawabku. Sebagai thabib yang perlu mengobati, yakni tubuh sekaligus ruh.
Takkan keserahkan dulu jiwa terguncang kepada GEMPA, Takkan keserahkan dulu
jiwa lunglai kepada LAVA, Takkan
keserahkan dulu jiwa sengsara kepada BADAI. Takkan keserahkan dulu jiwa gundah kepada TOPAN BELIUNG.
Sampai nyata bagiku Samudra Kasih Sayang Sejati yakni AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH

WAKTU
Waktu itu gratis,
tapi tak ternilai harganya.
Kamu tidak bisa memilikinya,
Tapi kamu bisa menggunakannya
Kamu tidak bisa menyimpannya,
Tapi kamu bisa menghabiskannya
Sekali kamu kehilangannya,
Kamu tidak pernah bisa
mendapatkannya kembali.

Kekayaan Negeri Indonesia...semuanya adalah *Hak Milik Rakyat‼️* Pemerintah hanya pengelola alam tetapi *bukan sebagai pemilik.* Pemerintah hanya mendistribusikan *bukan sebagai memberi.*  Jika ada rakyat Indonesia koq sampai miskin, maka itu perampasan hak oleh pemerintah. *Pemerintahan yang korup yang telah mengambil milik rakyatnya.* Pemerintah seperti ini adalah pemerintah yang *zholim.* Pengampunan dosanya nggak cukup dengan _minta maaf_ apabila cuma dengan spanduk. *"BARANG SIAPA MENCURI MAKA TAUBATNYA MENGEMBALIKAN HASIL CURIANNYA‼️"* Dikira mudah dan aman menjadi pemerintah. Kalau tak mampu amanah, lebih baik turun dari  jabatannya‼️

*CIRI-CIRI PARA KORUPTOR* Koq kayaknya *wajah-wajah koruptor* itu hampir sama penampakannya. *Otak atau cara berfikirnya* juga hampir sama juga. *Gestur cara berbicaranya* juga mirip banget! Dan anehnya ... Penampilan *tubuh dan gayanya* juga tak berbeda terutama saat dborgol. *Rata-rata tak ada cahaya di wajah mereka yang KOSONG & SURAM.* Tapi mengapa orang-orang yang tak ada bedanya dengan  *tikus-tikus perakus duniawi* ini masih semakin banyak populasinya ya?   Kalau nggak tobat ya berarti akan menjadi orang paling dermawan di akhirat kelak. *Memberikan seluruh pahala kebaikannya* dan *menerima seluruh keburukan dosa-dosa* dari orang-orang yang telah mereka ambil hak-haknya‼️

Mereka lupa pada sakit, yang tak ada penyembuh selain Allah. Uang dan harta tak berdaya‼️ Mereka lupa soal lemah dan saat mereka tak di idzinkan Allah menelan apa yang mereka beli‼️ Dan mereka lupa diri sebab lupa kematian, saat itu mereka tak bersama siapapun selain amalan keaniayaan diri‼️ *Mereka baru akan menyesal setelah semuanya sudah tidak dapat lagi diperbaiki, saat tak ada lagi kesempatan beramal baik* Mereka mensia-siakan kehidupan saat berada di dunia. Apakah mereka akan mampu berbat baik saat benar-benar dikembalikan ke dunia? Jawabnya tidak‼️  Kalau mau menganggap *saat inilah waktu kembali ke dunia itu,* apakah mereka memahami lalu benar-benar mau berbuat kebaikan?‼️

Dan diantara *HARI-HARI TERBAIK* adalah saat kita berbuat kebaikan dan benar. Saat menolong dan memberikan kemanfaatan bagi lainnya, saat menjadikan orang lain tersenyum bahagia, saat menggunakan karunia Allah untuk mengabdi dalam taqwa kepada Allah (bersyukur), saat shabar dalam ibadah terutama jihad (;bekerja), mencegah maksiat dan mengalami mushibah, saat menyukai ketentuan Allah dan menganggapnya sebagai yang terbaik, saat yakin tanpa curiga bahwa Allah selalu berbuat baik kepadanya, saat bersimpuh dihadapan Allah dengan sholat, wirid, dzikir, membaca Al Qur'an dan gembira dengan semua itu, saat mampu memahami dan mengenai Allah dengan sebaik-baiknya dan Hati selalu bersama Allah.

Adapun diantara *HARI-HARI TERBURUK* adalah saat kita berbuat keburukan dan kesesatan, Saat kikir menolong & memberi manfaat bagi orang lain, saat menjadikan orang lain sakit hati, merugi dan sesat, saat menggunakan karunia Allah untuk maksiat dan kesia-siaan (kufur), menganggap sepele saat meninggalkan segala kewajiban, saat mengumbar hawa nafsu dan berani menyalahkan Allah atas sesuatu kejadian, saat benci ketentuan Allah & menganggap Allah aniaya, saat penuh curiga kepada Allah dan menganggap Allah jahat, saat menjauh dari ajaran Allah, sibuk keduniawian hingga lalai terhadap Allah dan lupa tujuan hidup, saat terputus hubung dengan Allah lalu hatinya mengeras dengan Hawa nafsu & iblis‼️

Kalau dikalkulasi tentang *Ni'mat Allah* dengan _uang dan harta duniawi,_ maka tak akan terhinggakan jumlahnya. Dan jika hendak *menukar nilainya dengan seluruh apa yang ada dimuka bumi ini,* maka takkan bisa mendapatkannya walaupun seluruhnya telah habis diserahkan. Yaa Allah... Ampuni dan maafkan dosa-dosa dan kesalahan kami ... Sesungguhnya kami telah, sedang dan selalu menzholimi diri kami sendiri. Yaa Allah karuniai kami *Dzikir-Dzikir yang Engkau Cintai dan Rasa Syukur yang Engkau Ridhoi dan  serta Penghambaan yang Engkau terima.*  Dan hindarkanlah dan lindungilah kami dari segala keburukan dan kejahatan yang datang dari hawa nafsu kami dan segala syethan yang terkutuk.

*Masih Menganggap Hakiki*  Problematika yang seakan tak pernah mampu disadari manusia adalah *Menganggap Kehidupan Dunia Seakan Kekal Abadi.* Dampaknya adalah _sangat serius menghadapinya._ Dan perlu pertimbangan matang dalam menjalaninya. Seakan harus sempurna dan tak boleh cacat sedikitpun. Tapi pada *kenyataannya tak akan pernah sempurna dan pasti ada cacat kekurangan disana sini.* Yang lebih parah adalah kehidupan dunia akhirnya menjadi _batu sandungan atas hubungan manusia dengan Allah._ Dimana Allah sudah mengingatkan akan bahaya-bahayanya. Dan Allah telah menyampaikan bahwa sebenar-benar kehidupan adalah akhirat, tapi kurang serius meraihnya.