BERGURU KEPADA SYETHAN !?
Ada 4 Syarat untuk mencapai Syari'ah dan Rahasianya yaitu Bertaubat dari dosa-dosa, Meninggalkan kefanatikan, Menolak kedudukan dimata orang lain, dan berinteraksi dengan harta halal dan dengan ridho Allah.
Seperti orang yang bersuci kemudian melaksanakan sholat. Bersuci pada empat anggota wudhu' (Wajah Tangan Kepala dan Kaki). Dia pun membutuhkan Imam dan Jamaah lainnya agar dia mendapatkan pahala khusus bagi sholatnya.
Seorang "guru" duduk ditempat pengintaian. Mengintai seseorang yang menginginkan kebenaran dijalan Allah. Namun jika tidak membekali dengan bekal yang diperlukan, maka "guru" itu mengintainya ! Siapa guru yang mengintainya itu ? Dialah adalah IBLIS ! Karena siapapun yang tidak berguru maka IBLIS LANGSUNG MENJADI GURUNYA. Karena dia nendakwakan dirinya sebagai guru dengan cepat.
Jika engkau tidak mendapatkan guru (Syaikh) dari kalangan Ahli Allah, maka engkau akan mendapatkan guru (Syaikh) dari Musuh Allah !
Syethan akan menyuruhnya meninggalkan guru guru (Para Syaikh) itu. Lalu siapa yang akan menjadi gurumu ? Dialah (Syethan) yang membisikkan hal itu, lalu menjadi gurunya ? Dan Syethan itu akan membisikkan, "Kau cerdas, Kau paham, Buat apa kau mengikuti guru (Syaikh) lagi ! Kau telah mengetahui jalan !
Maka lihatlah bagaimana syethan membisikkannya. Gurunya yang berupa syethan telah membisikkan kepadanya. Dan dia sebagai sengsara berjalan dibelakang gurunya itu. Syethan itu berkata, "ini maknanya begini dan ini maknanya begitu" ! Lalu syethan akan membuatnya tidak karuan dan syethan itu menunjukkan bahwa dia lebih baik daripada orang lain dan dari para guru (Para Syaikh). Dan syethan menungganginya ! Gurunya adalah Iblis. Dan dia (syethan) itu berkata sebagaimana yang di Firmankan Allah, "Saya (syethan) akan benar benar akan menghalanginya dari JALAN-MU yang lurus".
Ketika seseorang akan menjalani jalan yang lurus, maka syethan akan menghadangnya dijalan itu. Jika engkau tidak memiliki guru, maka dia (syethan) akan hadir bersamamu menjadi gurumu. Karena tugasnya (syethan) adalah Duduk Dijalan Yang Lurus, agar engkau tidak melewatinya.
Maka haruslah memiliki guru yang engkau berjalan dengan jalannya. Dari kalangan orang yang Berjiwa Suci. Yaitu dari kalangan 'ulama yang mengenal Tuhan mereka ('Aarifin atau 'Aarif Billaah). Jika engkau tidak menemukan guru tersebut, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya dia adalah sebaik-baik penuntun dan jika engkau bersungguh-sungguh mencarinya niscaya engkau akan menemukannya.






0 komentar:
Posting Komentar