Selasa, 23 Desember 2025

MUNGKIN BUATMU BIASA SAJA TAPI BAGI MEREKA HAL LUAR BIASA ‼️

 


BUKAN HAL BIASA-BIASA SAJA 

*Mendengar* itu biasa tapi tidak bagi yang baru bisa mendengar. *Melihat* itu biasa, tapi tidak bagi yang baru bisa melihat. *Berbicara* itu biasa tapi tidak bagi yang baru bisa bicara. Berjalan itu biasa tapi tidak bagi yang baru bisa berjalan. *Pertemuan* itu biasa tapi tidak bagi yang telah lama merindu setelah lama berpisah. *Memahami* itu biasa tapi tidak bagi yang berusaha keras untuk belajar. *Merasa nyaman* itu mudah bila untuk urusan diri sendiri, tapi tidak bagi yang masih ingin selalu berbagi. *Berbahagia* itu mudah bila hanya untuk dirinya sendiri, tapi tidak bagi seseorang yang melihat penderitaan sesamanya.

Renungkanlah agar kita bisa memiliki keluasan, rasa syukur, empati, dan altruisme. Suatu yang dirasakan oleh mereka yang baru pertama kali atau kembali mengalaminya setelah mengalami keterbatasan, kesulitan, atau perpisahan.

APRESIASI

Kita sering menganggap remeh indra dan kemampuan dasar kita (mendengar, melihat, berbicara, berjalan). Ini mengingatkan kita untuk mensyukuri hal-hal tersebut, karena masih belum bisa dinikmati oleh sebagian orang, itu adalah anugerah yang luar biasa. Bagaimana kita sering menganggap remeh kemampuan dan pengalaman dasar dalam hidup (mendengar, melihat, berbicara, berjalan). Hal-hal ini terasa "sepele" karena kita sudah mengalaminya setiap hari. 

Namun, saat melihat dari sudut pandang mereka yang baru pertama kali mengalaminya (setelah sebelumnya tidak bisa) atau kembali mengalaminya setelah lama terpisah. Itu adalah anugerah, mukjizat, dan momen kebahagiaan yang luar biasa. Pesan utamanya adalah: hargai dan syukuri apa yang kita miliki, karena apa yang biasa bagi kita bisa jadi luar biasa bagi orang lain. 

EMPATI: Pengalaman emosional yang kuat dari pertemuan kembali setelah lama berpisah, atau kepuasan setelah melalui perjuangan (belajar untuk memahami).

Bagian tentang "pertemuan" dan "memahami" menekankan nilai emosional dari interaksi manusia dan perjuangan pribadi:

PERTEMUAN: Bagi orang yang telah lama merindu dan berpisah, sebuah pertemuan bukanlah hal yang biasa, melainkan puncak dari penantian panjang yang penuh emosi. Ini menyoroti pentingnya hubungan dan kerinduan.

MEMAHAMI: Proses belajar yang sulit membuat hasil pemahaman menjadi sangat berharga, menunjukkan bahwa usaha dan perjuangan memberikan makna pada hasil yang dicapai. 

ALTRUISME (Sifat Mementingkan Orang Lain): Standar kebahagiaan dan kenyamanan seseorang tidak dapat dirasakan cukup lalu terhenti pada urusan pribadinya sendiri. Kebahagiaan masih bisa terhalang oleh suatu kesedihan dimana dirinya masih bersikap peduli terhadap orang lain. Kebahagiaan sejati menjadi sulit dicapai saat masih terlihat penderitaan orang lain di sekitar kita, menyiratkan ajakan untuk , lebih bersyukur, berbagi & berempati, dan memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi.

Merenungi dengan mendalam sikap moral yang kuat mengenai kebahagiaan dan kenyamanan sejati:

MERASA NYAMAN untuk diri sendiri itu mudah.

BERBAHAGIA untuk diri sendiri itu mudah.

Namun, standar kebahagiaan sejati diangkat lebih tinggi. Bahwa kenyamanan dan kebahagiaan pribadi menjadi tidak lengkap atau bahkan sulit dirasakan sepenuhnya jika kita masih melihat penderitaan di sekitar kita dan masih memiliki keinginan untuk berbagi.

Agar kita memiliki empati sosial yang mendalam, tidak hanya fokus pada kesejahteraan pribadi, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sesama manusia.

Selalu mensyukuri anugerah terkecil, menghargai perjuangan, dan memperluas rasa nyaman dan bahagia kita tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

[Suatu bentuk rasa syukur]

Secara pribadi, aku ingin menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku hingga hari ini. Dari setiap momen yang kulalui, aku belajar banyak hal, terutama tentang arti bersyukur, bertumbuh, dan terus memperbaiki diri.

Aku juga ingin membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi cerita, berdiskusi, atau berkolaborasi. Jangan ragu untuk sama sama kita bangun komunikasi itu. Bersama, aku percaya kita bisa menciptakan sesuatu yang lebih baik.

Kadang kita terlalu sibuk mengejar banyak hal sampai lupa essensi dari sebuah perjalanan hidup:
menikmatinya setiap hari.

Menikmati momen sederhana yang sering kali kita anggap biasa—seperti duduk ngobrol sama istri sepulang kerja, mendengar tawa anak di rumah, atau sekadar makan bersama tanpa gangguan apa pun.

Kita sering terjebak dalam ambisi untuk mencapai kebahagiaan besar di masa depan, padahal kebahagiaan kecil yang hadir setiap hari itulah yang justru menjadi fondasi dari segalanya.

Kita semua punya cita-cita besar, ingin sukses, ingin nyaman, ingin bahagia. Tapi ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa dan memilih jalan mereka sendiri, rumah akan kembali sepi. Dan di situlah kita akan menyadari, yang paling berharga bukan hanya apa yang sudah kita capai, melainkan siapa yang masih tetap duduk di samping kita.

Karena sejak awal, perjalanan ini memang bukan soal sampai di mana kita berdiri, tapi siapa yang menemani kita bertumbuh di sepanjang jalan. Aku ingin sampai tua tetap seperti pertama kali bertemu pasangan yang kini menjadi rumahku. Aku ingin setiap hari jatuh cinta lagi, bukan hanya pada wajahnya, tapi pada perjuangannya, kesabarannya, dan caranya selalu memilih untuk

"Kamu tidak pernah tahu seberapa besar arti pemberianmu untuk orang lain. Sesuatu yang mungkin tampak kecil bagi kamu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa bagi orang lain.


0 komentar:

Posting Komentar