Sabtu, 27 Desember 2025

SEDIA PARFUM


SEDIA ANEKA PARFUM

A

AIGNER BLUE EMOTION
AIGNER BLACK
ANGEL HEART
AVRIL FORBIDEN ROSE
ACOUA DI GIO
AMEER OUD
ALPHA

B

BVLGARI OMNIA
BVLGARI AQVA
BULGARI WOMEN
BVLGARI EXTREME
BVLGARI AQVAMARINE
BURBERRY
BACCARAT BACCARAT
BRITNEY FANTASY

C

CRENBERRY
CHRISTINA BY NIGHT
CHANNEL CHANNEL
CH 212 MEN
CUDDLE

D

DIOR SAVAGE
DUNHILL BLUE
D&G IMPERATRICE (SISI)
D&G LIGHT BLUE

E

ESCADA SEXY
ESCADA PARTY LOVE
ESCADA CHERRY
ESCADA SHOW ME LOVE
ESCADA CANDY LOVE

G

GREEN TEA
GREY JAYROSSE

H

HMNS
HERMES TWILLY
HARAJUKU LOVERS

I

INCHANTO SHINE (Floral Fruity)
ISEY MIYAKE ISEY MIYAKE

J

JLO TILL (JENIFER LOPEZ)
JOMALONE
JO MALONE LONDON
JAGUAR VISION SPORT
JAGUAR VISION RED
JAGUAR CLASSIC BLACK 

K

KENZO BATANG
KENZO DAUN
KENZO BALI
KIJANG KASTURI

L

LOVELY (JESSICA PARKER)

M

MERCEDES BENZ
MALAIKAT SUBUH
MY WAY

N

NAGITA SLAVINA

O

ONE DIRECTION
OUD BUKIYAH
OLLA RAMLAN
OPIUM (BLACK OPIUM)
ONE MILIONE LUCKY

P

PINK CHIFFON
PARIS SHIREEN

R

ROUDHAH

S

SAKURA (Powdery)
SULTHAN
SCARLET CHACAREL
SARAH JESICCA
SUI DREAMS

T

TOM FORD
TAYLOR SWIFT

V

VICTORIA'S SECRET (AQVA KISS)
VANILLA ICE
VANILLA BODY
VERSACE EROS
VICTORIA PINK (Victoria's Secret)

Z

ZAHRAT HAWAI 
YSL LIBRE
ZARA RED
ZARA MAN
ZARA WOMEN
ZARA RED VANILLA
ZARA SWEET HEART

REQUEST AROMA
(Bila pilihan parfum tak tercantum diatas, kami boleh bisa sediakan Parfum Kesukaan dengan menyebutkan nama parfumnya)

KATAGORI PARFUM
Sedikit Tip Komposisi Parfum Dari Callisto ARROUMI buat Anda untuk mempertimbangkan Wewangian Pilihan Anda.

1. EDT ( eau de tollette )
Ketahanan 1-4 jam

Komposisi :
Bibit Parfum 15%
Iso e super / Galaxolide ( 5% dari Bibit)
Alkohol 75%

2. EDP ( eau de parfume )
Ketahanan 6-8 jam

Komposisi :
Bibit Parfum 40%
Iso e super / Galaxolide (5% dari Bibit)
Alkohol 60%

3. EDPP ( extraid de parfume)
Ketahanan diatas 12 j-48 jam

Komposisi :
Bibit Parfum 65%
Iso e super / Galaxolide (5% dari Bibit )
Alkohol 35%


TIPS JITU MEMILIKI PARFUM ENAK

Supaya Parfum lebih awet dan tahan lama sebaiknya percayakan kepada Callisto ARROUMI agar kalian mendapatkan parfum aroma segar lembut Aroma parfum lebih keluar dan menyebar serta bisa bertahan sampai 2 hari.

Callisto ARROUMI menyediakan beberapa 15 Variasi Notes yang biasa digunakan oleh para ahli parfum dalam mengkategorikan jenis aroma. Berikut ini Varian Gold dari Racikan Callisto ARROUMI:

01. Gourmand
02. Floral
03. Woody
04. Fruity
05. Musky
06. Sweet
07. Warm Spicy
08. Fresh Spicy
09. Fresh
10. Citrusyi
11. Oceanic
12. Green
13. Leather
14. Oriental
15. Powdery

By The Way.....
Parfumnya selalu tersedia lho! 
๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ Ada yang dukung dengan keanggunanmu ๐Ÿ˜Œ  "Satu semprotan ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ข ribuan kesan menebar." "Kesan ceria dan penuh optimis ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜Š setiap saat." 


๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ Ada yang barengi semangat hidupmu ๐Ÿค  dan "membangun kepercayaan diri, setiap kali kamu melangkah!" ๐Ÿ˜ƒ Hidup yang indah 

๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ "Karena wangi yang elegan  tak perlu banyak kata." Bak nafas syurga ❄️ yang penuh kebahagiaan ๐Ÿ˜Š "Biarkan Aroma ini *menceritakan siapa dirimu".

Ayo segera ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ CEK OUT  Langsung aja temukan jati dirimu dalam setiap tetesnya. Ini adalah PARFUM PILIHAN TERBAIKMU ๐Ÿ‘๐Ÿฅฐ "Keharuman TAHAN LAMA yang menemanimu sepanjang hari." ๐Ÿ‘‘ "Kualitas PREMIUM, harga pertemanan, pancarkan auramu tanpa bikin dompet kosong."

LET'S GO ORDER ๐Ÿฅณ๐Ÿฅฐ๐Ÿ’–
Callisto ARROUMI Parfume. 
Buat kamu & pasanganmu๐Ÿ‘ฉ‍❤️‍๐Ÿ‘ฉ
๐Ÿ‘‰ +62 812 1733 0257
**** Eits ... Ada yang nanya nih ..‼️
"BERAPA HARGANYA?" .... Aku disini bukan untuk menguras dompet kalian. Tapi aku hadir untuk datang membantu sesukamu ๐Ÿฅฐ
* Mau De Extrait Parfum? Atau yang De Parfum? Atau yang De Toilette?
๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ Harga kamu yang nentuin, karena kalian yang memilih sesuai kesukaan dan kocek kalian ya bro & sis ๐Ÿ˜Š



















Selasa, 23 Desember 2025

DOA UNTUK NEGERI & RAKYAT TERCINTA

 

DOA UNTUK NEGERI & RAKYAT TERCINTA

Yaa Allaah Yaa Rochmaan Yaa Rochiim Yaa Chayyu Yaa Qoyyuum Yaa Dzal_Jalaali Wal Ikroom....
Engkau mengetahui bahwa kami ...  "Rakyat Indonesia sudah sangat berduka dan terlalu lama.." Bersedih dan terlalu sering mengalami kesedihan... dari berbagai macam bencana yang sangat besar, berat dan keras menyakitkan lahir dan batin kami.

• Bencana  rusaknya alam yang sangat keras dan kejam, sebab ulah para oligarki perakus dunia,
• Dan Bencana  penganiayanaan dari para pemimpin pemerintahan dan wakil rakyat kami,
• Dan Bencana  runtuhnya sifat adil dan amanah dari hati aparat penegak hukum dan para pejabat negeri kami,
• Dan Bencana  penciptaan peraturan jahat aniaya tak berkeadilan yang dibuat para wakil rakyat dan diterapkan oleh para pemangku jabatan di berbagai Lembaga Pemerintahan di negeri ini,
• Dan bencana  hilangnya kejujuran dan keadilan dalam hukum serta hilangnya rasa malu dan kasih sayang para pemimpin negeri kami ini.

Kami bermohon kepada-MU Yaa Allah .... Dengan  Segala Chaqq Shifat dan Asmaa'-MU yang Jalaalu Qohhaaru Jamaalu Kamaalu dan dengan Seluruh Nama-Nama-MU yang dengan-NYA menjadi tegaknya kebaikan dan keadilan dan juga dengan Nama-Nama-MU
yang telah Engkau ajarkan kepada Seluruh Wakil-Wakil Mulia-MU di dunia dan akhirat yang dengan-NYA Tegaklah Kebenaran dan Runtuhlah kezhaliman.

TOLONGLAH KAMI dari kejahatan setiap pembawa kejahatan dan penganiayaan dari segala arah yang ENGKAU KETAHUI... baik dari Golongan Jinn dan manusia,
TOLONGLAH KAMI dari kejahatan para penguasa yang sedang menguasai kami dengan segala rencana dan rancangan kejahatannya,

TOLONGLAH KAMI dari keburukan yang dibawanya untuk memburukkan keadaan kami,

TOLONGLAH KAMI dari setiap kejahatan yang mendatangi kami ini.. Rakyat Indonesia ini ... yaitu Kejahatan yang datang dengan tanpa rasa belas kasih terhadap rakyat.

HANCURKANLAH MEREKA dengan kehancuran dari segala arah yang  tidak mereka sadari yaitu  Kehancuran Yang Dahsyat Pedih & Sakitnya setara dengan jumlah penganiayanaan yang mereka lakukan atas rakyat Indonesia. Dan lipat gandakanlah siksaan itu atas mereka semua di dunia hingga akhirat.  Semoga Allah penuhi kubur dan rumah mereka (para penindas dan perebut hak rakyat) dengan api sebagaimana mereka menyibukkan kami dari shalat wushta (ashar). Engkaulah yang memegang ubun-ubun mereka. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.

Yaa Allaah...
Muliakan kami RAKYAT INDONESIA dengan Kasih Sayang Rahmat Berkat dari SISI-MU... Dan jangan biarkan kami ... Rakyat Indonesia dalam keadaan berduka dan bersedih, fakir dan miskin, tertindas teraniaya dan tertindas, terusir dan tersingkir, oleh kejamnya penganiayaan dan penindasan para penguasa jahat dan para oligarki perakus kekayaan negeri ini yang selalu merugikan dan mencelakai diri kami dengan berbagai macam cara yang aniaya. 

Kepada Allah-lah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir.

Dan dengan berkah fadhilah dan Chaqq Hizbun Nashor dan dengan Chaqq Doa-Doa Para Kekasih-Mu dan Berkah Laa Ilaaha Illallah Muhammad Rosulullah ๏ทบ  ... Segera qobulkanlah doa kami ini, ...
Aamiin Yaa Robb ... Aamiin Yaa Robb ...
Aamiin Yaa Robb ... Aamiin Yaa Robb ...
Yaa Archamar Roochimiin ...
Yaa Archamar Roochimiin ...
Yaa Archamar Roochimiin ...  Wa Shollaahu  'Alaa Sayyidinaa ู…ุญู…ุฏ Wa 'Alaa Alaihi Wa Shochbihii Wa Sallam.

>>>> Saat seluruhnya sudah dikuasai para penguasa dan oligarki, maka ingatlah kalian para Penguasa Jahat dan Oligarki Rakus Harta! Bahwa kalian semua adalah para penjahat negeri yang akan menanggung akibat buruk dan pedihnya adzab Allah di dunia dan akhirat. Sebab kalian akan menanggung beban dosa-dosa rakyat Indonesia yang telah kalian aniaya, kalian miskinkan dan kalian rebut semua hak-hak berkehidupan sejahtera Rakyat Indonesia.

ุญุฒุจ ุงู„ู†ุตู‰

ูˆَู‚َุงู„َ ู…ُูˆุณَู‰ ุฅِู†ِّูŠ ุนُุฐْุชُ ุจِุฑَุจِّูŠ ูˆَุฑَุจِّูƒُู…ْ ู…ِู†ْ ูƒُู„ِّ ู…ُุชَูƒَุจِّุฑٍ ู„ุงَ ูŠُุคْู…ِู†ُ ุจِูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุญِุณَุงุจِ.
ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุจِุณَุทْูˆَุฉِ ุฌَุจَุฑُูˆุชِ ู‚َู‡ْุฑِูƒَ, ูˆَุจِุณُุฑْุนَุฉِ ุฅุบَุงุซَุฉِ ู†َุตْุฑِูƒَ,
ูˆَุจِุบَูŠْุฑَุชِูƒَ ِู„ุงู†ْุชِู‡َุงูƒِ ุญُุฑْู…َุงุชِูƒَ,
ูˆَุจِุญِู…َุงูŠَุชِูƒَ ู„ِู…َู†ِ ุงุญْุชَู…َู‰ ุจِุขูŠَุงุชِูƒَ, ู†َุณْุฆَู„ُูƒَ ูŠَุง ุฃู„ู„ู‡ُ ูŠَุง ุฃู„ู„ู‡ُ ูŠَุง ุฃู„ู„ู‡ُ ูŠَุง ุณَู…ِูŠْุนُ
ูŠَุงู‚َุฑِูŠْุจُ ูŠَุงู…ُุฌِูŠْุจُ ูŠَุงุณَุฑِูŠْุนُ, ูŠَุงู…ُู†ْุชَู‚ِู…ُ ูŠَุงู‚َู‡َّุงุฑُ, ูŠَุงุดَุฏِูŠْุฏَ ุงู„ْุจَุทْุดِ ูŠَุงุฌَุจَّุงุฑُ,
ูŠَุงุนَุธِูŠْู…َ ุงู„ْู‚َู‡ْุฑِ, ูŠَุงู…َู†ْ ู„ุงَูŠُุนْุฌِุฒُู‡ُ ู‚َู‡ْุฑُุงู„ุฌَุจَุงุจِุฑَุฉِ, ูˆَู„ุงَ ูŠَุนْุธُู…ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู‡َู„ุงَูƒُ ุงู„ْู…ُุชَู…َุฑِّุฏَุฉِ,
ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُู„ُูˆْูƒِ ูˆَุงْู„ุฃَูƒَุงุณِุฑَุฉِ, ูˆَุงْู„ุฃَุนْุฏَุงุกِ ุงู„ْูَุงุฌِุฑَุฉِ,
ุฃَุณْุฆَู„ُูƒَ ุฃَู†ْ ุชَุฌْุนَู„َ ูƒَูŠْุฏَ ู…َู†ْ ูƒุงَุฏَู†َุง ูِู‰ ู†َุญْุฑِู‡ِ, ูˆَู…َูƒْุฑَ ู…َู†ْ ู…َูƒَุฑَ ุจِู†َุง ุนَุงุฆِุฏًุง ุนَู„َูŠْู‡ِ,
ูˆَุญُูْุฑَุฉَ ู…َู†ْ ุญَูَุฑَู„َู†َุง ุญُูْุฑَุฉً ูˆَุงู‚ِุนًุง ูِูŠْู‡َุง, ูˆَู…َู†ْ ู†َุตَุจَ ู„َู†َุง ุดَุจَูƒَุฉَ ุงู„ْุฎِุฏَุงุนِ,
ุงِุฌْุนَู„ْู‡ُ ูŠَุงุณَูŠِّุฏِู‰ ู…ُุณَุงู‚ًุง ุฅِู„َูŠْู‡َุง, ูˆَู…ُุตَุงุฏًุง ูِูŠْู‡َุง ูˆَุฃَุณِูŠْุฑًุง ู„َุฏَูŠْู‡َุง.

Artinya: Dan Musa berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab". (QS al-Mukmin : 27).

Yaa Allah! Dengan perantaraan kekuatan kekua-saan penaklukan-Mu; dengan perantaraan kecepatan datangnya pertolongan-Mu; dengan peranta-raan kecemburuan-Mu bagi pelanggaran terhadap larangan-larangan-Mu; dengan perantaraan perlindungan-Mu terhadap orang yang memohon perlindungan dengan ayat-ayat-Mu, kami memohon kepada-Mu, Ya Allah,Ya Allah, Ya Allah, Yaa Sami’ (Wahai Yang Maha Mendengar), Ya Qariib (Maha Dekat), Ya Mujib (Pengabul doa), Ya Sari’ (Maha Cepat), Ya Muntaqimu (Penuntut Balas), ya Qahhar (Maha Perkasa), wahai Yang Keras siksaan-Nya, wahai Maha Kuasa, wahai Yang Agung penundukan-Nya, wahai Dzat Yang penaklukan para penguasa tidak mampu melumpuhkan-Nya dan tidak sulit atas-Nya menghancurkan orang yang durhaka dari kalangan para raja, kaisar dan musuh yang kurangajar.

Aku memohon kepada-Mu, kiranya Engkau jadikan persekongkolan orang yang bermaksud jahat kepada kami mengakibatkan ia terbantai sendiri, (jadikan) kemakaran orang yang makar kepada kami kembali kepada dirinya, (Jadikan) galian orang yang menggali lubang untuk kami membuatnya jatuh sendiri kedalamnya. Dan orang yang memasang jaring tipuan kepada kami, jadikan ia, wahai Tuhanku, terjerumus kedalamnya, binasa didalamnya dan menjadi tawanannya."

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจِุญَู‚ِّ ูƒู‡ูŠุนุต ูƒู‡ูŠุนุต ูƒู‡ูŠุนุต ุฅِูƒْูِู†َุง ู‡َู…َّ ุงู„ْุนِุฏَุง
ูˆَู„َู‚ِّู‡ِู…ُ ุงู„ุฑَّุฏَู‰, ูˆَุงุฌْุนَู„ْู‡ُู…ْ ู„ِูƒُู„ِّ ุญَุจِูŠْุจٍ ูِุฏَุง,
ูˆَุณَู„ِّุทْ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ุนَุงุฌِู„َ ุงู„ู†ِّู‚ْู…َุฉِ ูِู‰ ุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ูˆَุงْู„ุบَุฏَุง

Artinya: "Ya Allah! Berkat kebenaran Kaaf haa yaa ‘aiin shad (3x) tolonglah kami dari maksud/rencana musuh. Lemparkan mereka kedalam kebinasaan. Jadikan mereka sebagai korban bagi setiap orang yang dicintainya. Kuasakan atas mereka segera menda-patkan balasan pada hari ini dan esok."

ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุจَุฏِّุฏْ ุดَู…ْู„َู‡ُู…ْ ูˆَูَุฑِّู‚ْ ุฌَู…ْุนَู‡ُู…ْ, ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุฃَู‚ْู„ِู„ْ ุนَุฏَุฏَู‡ُู…ْ,
ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ูُู„َّ ุญَุฏَّู‡ُู…ْ, ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุฃุฌْุนَู„ِ ุงู„ุฏَّุงุฆِุฑَุฉِ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ, ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุฃَุฑْุณِู„ِ ุงู„ْุนَุฐَุงุจَ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ

Artinya: "Ya Allah! Cerai beraikan persatuan mereka dan pisah-pisahkan jamaah/organisasi mereka. Ya Allah! Sedikitkan jumlah mereka. Ya Allah! Buatlah batas-batas (barisan) mereka menjadi kocar kacir. Ya Allah! Jadikan lingkaran/melapetaka atas mereka. Ya Allah! Turunkan azab siksaan kepada mereka."

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุฃَุฎْุฑِุฌْู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุฏَุงุฆِุฑَุฉِ ุงู„ْุญِู„ْู…ِ ูˆَุงู„ู„ُّุทْูِ,
ูˆَุงَุณْู„ُุจْู‡ُู…ْ ู…َุฏَุฏَ ุงْู„ุฅِู…ْู‡َุงู„ِ, ูˆَุบُู„َّ ุฃَูŠْุฏِูŠَู‡ُู…ْ ุฅِู„َู‰ ุฃَุนْู†َุงู‚ِู‡ِู…ْ,
ูˆَุงุฑْุจُุทْ ุนَู„َู‰ ู‚ُู„ُูˆุจِู‡ِู…ْ, ูˆَู„ุงَ ุชُุจَู„ِّุบْู‡ُู…ُ ุงْู„ุขู…َุงู„َ

Artinya: "Ya Allah! Usirlah mereka dari kawasan sifat Penyantun dan Kelamahlembutan-Mu. Rampaslah dari mereka bantuan keramahan. Kuncilah tangan-tangan mereka pada leher-lehernya dan ikatlah pada hati-hati mereka, Serta jangan sampaikan/sukseskan angan-angan mereka."

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู‚َู„ِّุจْ ุชَุฏْุจِูŠْุฑَู‡ُู…ْ, ูˆَู‚َุฑِّุฑ ุชَุฏْู…ِูŠْุฑَู‡ُู…ْ, ูˆَุงู‚ْุทَุนْ ุฏَุงุจِุฑَู‡ُู…ْ, ูˆَุฎُุฐْู‡ُู…ْ ุฃَุฎْุฐَ ุนَุฒِูŠْุฒٍ ู…ُู‚ْุชَุฏِุฑٍ

Artinya: "Ya Allah! Ubahlah langkah mereka, tentukan penghancuran terhadap mereka, berantaslah mereka, dan siksalah mereka dengan siksaan yang sangat pedih."

ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ู…َุฒِّู‚ْู‡ُู…ْ ูƒُู„َّ ู…ُู…َุฒَّู‚ٍ ู…َุฒَّู‚ْุชَู‡ُ ู„ุฃَุนْุฏَุงุฆِูƒَ, ุฅِู†ْุชِุตَุงุฑًุง ِู„ุฃَู†ْุจِูŠَุงุฆِูƒَ ูˆَุฑُุณُู„ِูƒَ ูˆَุฃَูˆْู„ِูŠَุงุฆِูƒَ

Artinya:"Ya Allah! Cabik-cabiklah mereka, sebagaimana Engkau mencabik-cabik para muruh-Mu untuk membantu para Nabi, Rasul dan auliya’-Mu."

ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงู†ْุชَุตِุฑْู„َู†َุง ุงِู†ْุชِุตَุงุฑَูƒَ ِู„ุฃَุญْุจَุงุจِูƒَ ุนَู„َู‰ ุฃَุนْุฏَุงุฆِูƒَ (3×).

Artinya:"Ya Allah! Menangkanlah kami, seperti kemenangan yang Engkau berikan kepada para kekasih-Mu."

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ู„ุงَ ุชُู…َูƒِّู†ِ ุงْู„ุฃَุนْุฏَุงุกَ ูِูŠْู†َุง ูˆَู„ุงَู…ِู†َّุง, ูˆَู„ุงَ ุชُุณَู„ِّุทْู‡ُู…ْ ุนَู„َูŠْู†َุง ุจِุฐُู†ُูˆุจِู†َุง (3×)

Artinya: "Ya Allah! Jangan Engkau kokohkan para musuh pada kami dan dari kami dan jangan Engkau berikan kekuasaan pada mereka untuk menguasai kami disebabkan dosa-dosa kami."

ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ุญู… ุญู…. ุญُู…َّ ุงْู„ุฃَู…ْุฑُ ูˆَุฌَุงุกَ ุงู„ู†َّุตْุฑُ ูَุนَู„َูŠْู†َุง ู„ุงَ ูŠُู†ْุตَุฑُูˆู†َ (7×)

Artinya: "Haa miim (7x). Telah ditakdirkan suatu urusan dan telah datang pertolongan, sehingga mereka tidak mampu mengalahkan kami."

ุญู… ุนุณู‚ ุญِู…َุงูŠَุชُู†َุง ู…ِู…َّุง ู†َุฎَุงูُ, ุงَู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจِุญَู‚ِّ ุทَู‡َ ูˆَู‚َุงูِ, ูˆَุณُูˆุฑَุฉِ ุงْู„ุฃَุญْู‚َุงูِ, ุจِู„ُุทْูِูƒَ ูŠَุงุฎَูِูŠَّ ุงْู„ุฃَู„ْุทَุงูِ, ู†َุฌِّู†َุง ู…ِู…َّุง ู†َุฎَุงูُ,

Artinya: "Haa miim ‘aiib siin qaaf adalah perlindungan kami dari apa saja yang kami takuti. Ya Allah! Berkat Thaha, Qaf dan surat al-Ahqaf, berkat kelemah-lembutan-Mu, wahai Yang Samar kelemah lembutannya, selamatkan kami dari apa saja yang kami takuti."

ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ู‚ู†ِุงَ ุดَุฑَّ ุงْู„ุฃَุณْูˆَู‰, ูˆَู„ุงَ ุชَุฌْุนَู„ْู†َุง ู…َุญَู„ุงًّ ู„ِู„ْุจَู„ْูˆَู‰, ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุฃَุนْุทِู†َุง ุฃَู…َู„َ ุงู„ุฑَّุฌَุงุกِ ูˆَ ูَูˆْู‚َ ุงْู„ุฃَู…َู„ِ

Artinya: "Ya Allah Lindungi kami dari kejahatan yang paling buruk dan jangan Engkau jadikan kami sebagai tempat sasaran balak-bencana. Ya Allah! Anugerahilah kami pengharapan dan di atas harapan."

ูŠَุงู‡ُูˆَ ูŠَุงู‡ُูˆَ ูŠَุงู‡ُูˆَ, ูŠَุงู…َู†ْ ุจِูَุถْู„ِู‡ِ ู„ِูَุถْู„ِู‡ِ ู†َุณْุฆَู„ُูƒَ, ุฅِู„َู‡ِู‰ ุงู„ْุนَุฌَู„َ ุงู„ْุนَุฌَู„َ ุงู„ْุนَุฌَู„َ, ุฅِู„َู‡ِู‰ ุงْู„ุฅِุฌَุงุจَุฉَ ุงْู„ุฅِุฌَุงุจَุฉَ ุงْู„ุฅِุฌَุงุจَุฉَ

Artinya: "Wahai Dia, wahai Dia, wahai Dia! Wahai Dzat yang dengan kelebihan-Nya bagi kelebihan-Nya, kami memohon, wahai Tuhanku, segera (kabulkan), segera (kabulkan), segera (kabulkan). Tuhanku, semoga terkabul, semoga terkabul, semoga terkabul."

ูŠَุงู…َู†ْ ุฃَุฌَุงุจَ ู†ُูˆุญًุง ูِู‰ ู‚َูˆْู…ِู‡ِ, ูŠَุงู…َู†ْ ู†َุตَุฑَ ุฅِุจْุฑَุงู‡ِูŠْู…َ ุนَู„َู‰ ุฃَุนْุฏَุงุฆِู‡ِ,
ูŠَุงู…َู†ْ ุฑَุฏَّ ูŠُูˆุณُูَ ุนَู„َู‰ ูŠَุนْู‚ُูˆุจَ, ูŠَุงู…َู†ْ ูƒَุดَูَ ุงู„ุถُّุฑَّ ุนَู†ْ ุฃَูŠُّูˆุจَ,
ูŠَุงู…َู†ْ ุฃَุฌَุงุจَ ุฏَุนْูˆَุฉَ ุฒَูƒَุฑِูŠَّุง, ูŠَุงู…َู†ْ ู‚َุจِู„َ ุชَุณْุจِูŠْุญَ ูŠُูˆู†ُุณَ ุงุจْู†ِ ู…َุชَّู‰,

Artinya: "Wahai Dzat Yang mengabulkan doa Nabi Nuh dalam masalah kaumnya. Wahai Tuhan Yang menolong Nabi Ibrahim atas para musuhnya. Wahai Tuhan Yang mengembalikan Nabi Yusuf kedalam pangkuan Nabi Ya’qub. Wahai Tuhan Yang menghilangkan penderitaan (bahaya) dari Nabi Ayyub. Wahai Tuhan Yang mengabulkan doa Nabi Zakariyya. Wahai Tuhan Yang menerima tasbihnya Nabi Yunus bin Matta."

ู†َุณْุฆَู„ُูƒَ ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุจِุฃَุณْุฑَุงุฑِ ุฃَุตْุญَุงุจِ ู‡َุฐِู‡ِ ุงู„ุฏَّุนَูˆَุงุชِ ุงู„ْู…ُุณْุชَุฌَุงุจَุงุชِ,

ุฃَู†ْ ุชَุชَู‚َุจَّู„َ ู…ِู†َّุง ู…َุงุจِู‡ِ ุฏَุนَูˆْู†َุง, ูˆَุฃَู†ْ ุชَุนْุทِูŠَู†َุง ู…َุงุณَุฃَู„ْู†َุงูƒَ,
ุฃَู†ْุฌِุฒْ ู„َู†َุง ูˆَุนْุฏَูƒَ ุงู„َّุฐِู‰ ูˆَุนَุฏْุชَู‡ُ ู„ِุนِุจَุงุฏِูƒَ ุงู„ุตَّุงู„ِุญِูŠْู†َ,
ุจِุงู„ู†َّุตْุฑِ ูˆَุงู„ุธَّูَุฑِ ูˆَุงู„ْูَุชْุญِ ุงู„ْู…ُุจِูŠْู†َ,
ู„ุงَ ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุฃَู†ْุชَ ุณُุจْุญَุงู†َูƒَ ุฅِู†ِّู‰ ูƒُู†ْุชَ ู…ِู†َ ุงู„ุธَّุงู„ِู…ِูŠْู†َ,

Artinya: "Kami memohon kepada Engkau, Ya Allah, dengan perantaraan berbagai rahasia para pendoa yang terkabul tersebut. Kiranya Engkau menerima dari kami apa saja yang kami mintakan kepada-Mu dan kiranya Engkau memberikan kepada kami apa saja yang kami mohonkan kepada-Mu. Wujudkan untuk kami janji-Mu yang telah Engkau janjikan kepada para hamba-Mu yang shalih. Janji berupa bantuan, pertolongan dan kemenangan yang gemilang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Aku sungguh termasuk golongan orang-orang yang zhalim."

ุฅِู†ْู‚َุทَุนَุชْ ุขู…َุงู„ُู†َุง ูˆَุนِุฒَّุชِูƒَ ุฅู„ุงَّ ู…ِู†ْูƒَ, ูˆَุฎَุงุจَ ุฑَุฌَุงุคُู†َุง ูˆَุญَู‚ِّูƒَ ุฅู„ุงَّ ูِูŠْูƒَ (3×)

Artinya: "Terputus angan-angan kami, Demi Kemuliaan-Mu, selain yang berasal dari-Mu. Gagal harapan kami, Demi Hak-Mu, selain yang ada pada-Mu."

ูŠَุงูˆَุงุญِุฏُ ูŠَุงุนَู„ِู‰ُّ ูŠَุงุญَู„ِูŠْู…ُ, ูˆَุญَุณْุจُู†َุง ุงู„َّู„ู‡ُ ูˆَู†ِุนْู…َ ุงู„ْูˆَูƒِูŠْู„ُ,

ูˆَู„ุงَ ุญَูˆْู„َ ูˆَู„ุงَ ู‚ُูˆَّุฉَ ุฅِู„ุงَّ ุจِุงู„َّู„ู‡ِ ุงู„ْุนَู„ِูŠِّ ุงู„ْุนَุธِูŠْู…ِ,

ุณَู„ุงَู…ٌ ุนَู„َู‰ ู†ُูˆุญٍ ูِู‰ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠْู†َ, ุฅِุณْุชَุฌِุจْ ู„َู†َุง ุขู…ِูŠْู† ุขู…ِูŠْู† ุขู…ِูŠْู†.

Artinya: "Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang Maha Tinggi, wahai Yang Maha Penyantun. Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Salam sejahtera atas Nabi Nuh di alam semesta. Kabulkan doa kami. Aamiin. Aamiin. Aamiin."

ูَู‚ُุทِุนَ ุฏَุงุจِุฑُ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

ูˆَุตَู„ู‰َّ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„ู‰َ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุณَูŠِّุฏِ ุงู„ْู…ُุฑْุณَู„ِูŠْู†َ, ูˆَุนَู„َู‰ุขู„ِู‡ِ ูˆَุตَุญْุจِู‡ِ ุฃَุฌْู…َุนِูŠْู†َ.

Artinya: "Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Sehingga jadilah mereka tidak diperlihatkan selain tempat-tempat tinggal mereka Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah melimpahkan rahma ta’zhim kepada junjungan kami, Muhammad yang menjadi penghulu para Rasul, beserta keluarga dan sahabatnya seluruhnya."

ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุฃَู†ْุชَ ุชَุนْู„َู…ُ ุฃَุนْุฏَุงุฆَู†َุง ุนَุฏَุฏًุง, ูَุจَุฏِّุฏْ ุดَู…ْู„َู‡ُู…ْ ุจِุฏَุฏًุง, ูˆَู„ุงَ ุชُุจْู‚ِ ู…ِู†ْู‡ُู…ْ ุฃَุญَุฏًุง, ุฅِู†َّูƒَ ุฃَู†ْุชَ ุงู„ْุจَุงู‚ِู‰ ุณَุฑْู…َุฏًุง.

Artinya: "Ya Allah! Engkau mengetahui pusuh-musuh kami berbilang-bilang, cerai beraikan persatuan mereka dengan sungguh-sungguh dan jangan Engkau sisakan dari mereka seorang pun, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Kekal abadi."

ูˆَู…َูƒَุฑُูˆุง ู…َูƒْุฑًุง ูˆَู…َูƒَุฑْู†َุง ู…َูƒْุฑًุง ูˆَู‡ُู…ْ ู„ุงَ ูŠَุดْุนُุฑُูˆู†َ.

ูَุงู†ْุธُุฑْ ูƒَูŠْูَ ูƒَุงู†َ ุนَุงู‚ِุจَุฉُ ู…َูƒْุฑِู‡ِู…ْ ุฃَู†َّุง ุฏَู…َّุฑْู†َุงู‡ُู…ْ ูˆَู‚َูˆْู…َู‡ُู…ْ ุฃَุฌْู…َุนِูŠู†َ.

ูَุชِู„ْูƒَ ุจُูŠُูˆุชُู‡ُู…ْ ุฎَุงูˆِูŠَุฉً ุจِู…َุง ุธَู„َู…ُูˆุง.

Artinya: "Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka." (QS an-Naml : 50)

ุชُุฏَู…ِّุฑُ ูƒُู„َّ ุดَูŠْุกٍ ุจِุฃَู…ْุฑِ ุฑَุจِّู‡َุง ูَุฃَุตْุจَุญُูˆุง ู„ุงَ ูŠُุฑَู‰ ุฅِู„َّุง ู…َุณَุงูƒِู†ُู‡ُู…ْ .

Artinya: "Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka." (QS al-Ahqaf : 25)

ูَู‡َู„ْ ุชَุฑَู‰ ู„َู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ุจَุงู‚ِูŠَุฉٍ. ูˆَู‡ِูŠَ ุฎَุงูˆِูŠَุฉٌ ุนَู„َู‰ ุนُุฑُูˆุดِู‡َุง. ูَู‚ُุทِุนَ ุฏَุงุจِุฑُ ุงู„ْู‚َูˆْู…ِ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุธَู„َู…ُูˆุง ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ِู„َّู‡ِ ุฑَุจِّ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ.

Artinya: "Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka. (QS al-Haaqqah : 8)

Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam." (QS al-An’am : 45)

https://youtu.be/7-BHwPPn3bw?si=68W2bO38-gJHN65A

https://youtu.be/DWM_nkOBNrM?si=U7y04SlDhNxOYb1T

https://youtu.be/Zx_ZLlnv8yQ?si=WDLqJGdVIoCmXqt1


WAHAI PEMERINTAH‼️ 

BEKERJALAH YANG BENAR‼️ JANGAN CUMA INFO INFO SAJA TAPI TAK ADA KERJA NYATA ‼️‼️‼️ PARAH KALIAN INI *PEMERINTAHAN MODEL BEGINI* NGGAK ADA MALUNYA ‼️‼️‼️‼️

WAHAI ‼️‼️ PEMERINTAH MENGAPA MERAMPAS BARANG-BARANG SUMBANGAN DIPOSKO ‼️‼️‼️ SUMBANGAN DARI LUAR NEGERI *DITOLAAK ... KENAPAAA???*

KALAU KALIAN MEMANG SUDAH NGGAK BECUS MENGURUS RAKYAT ‼️KALAU SUDAH MATI AKAL SEHAT ATAU SUDAH BUTA TULI HATI KALIAN UNTUK MAU MEMBANTU RAKYAT ‼️ KALAU SUDAH NGGAK BERDAYA UNTUK MENANGANI RAKYAT... SUDAH ... SEGERA BERHENTI SAJA MENJABAT APAPUN DI PEMERINTAHAN ‼️‼️

DASAR PEMERINTAHAN YANG SANGAT TAK BERGUNA ‼️‼️‼️

KALAU INVESTASI ASING  ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ _YANG MENGERUK KEKAYAAN NEGERI INI ...KALIAN MAU TERIMA‼️‼️_
TAPI BANTUAN ASING
KOQ DITOLAK‼️ ... LUAAARRR BIASSSAAA KALIAN PARA PEJABAT YA‼️‼️

KALIAN BELUM MERASAKAN DERITA RAKYAT .... SADAARLAAH...‼️‼️DISANA ADA _IBU-IBU MENGANDUNG - PARA BALITA - ANAK-ANAK YANG SEDANG TUMBUH KEMBANG - WANITA-WANITA - PARA LANSIA & DISTABILITAS  - ORANG-ORANG YANG SAKIT - KEHILANGAN ORANG TUA (PELINDUNG) TERUTAMA KEBUTUHAN NAUNGAN TUBUH - MAKANAN MINUMAN DAN RASA NYAMAN - ORANG-ORANG YANG YANG TERMISKINKAN & MENGALAMI KESULITAN OLEH BENCANA DARI ULAH TANGAN KALIAN._


WAHAI PARA PEJABAT PEMERINTAH ????‼️‼️ MAANNAAA EMPATI KALIAN???‼️‼️ APA KALIAN _JUGA INGIN BERNASIB SAMA_ DENGAN MEREKA BARU KALIAN BISA MEMAHAMI ARTI DUKA NESTAPA ??‼️

ASTAGHFIRULLAH AL 'AZHIIIIM .... SEGERA TAUBAT KALIAN SEMUA PARA PEJABAT PEMERINTAH ‼️


MUNGKIN BUATMU BIASA SAJA TAPI BAGI MEREKA HAL LUAR BIASA ‼️

 


BUKAN HAL BIASA-BIASA SAJA 

*Mendengar* itu biasa tapi tidak bagi yang baru bisa mendengar. *Melihat* itu biasa, tapi tidak bagi yang baru bisa melihat. *Berbicara* itu biasa tapi tidak bagi yang baru bisa bicara. Berjalan itu biasa tapi tidak bagi yang baru bisa berjalan. *Pertemuan* itu biasa tapi tidak bagi yang telah lama merindu setelah lama berpisah. *Memahami* itu biasa tapi tidak bagi yang berusaha keras untuk belajar. *Merasa nyaman* itu mudah bila untuk urusan diri sendiri, tapi tidak bagi yang masih ingin selalu berbagi. *Berbahagia* itu mudah bila hanya untuk dirinya sendiri, tapi tidak bagi seseorang yang melihat penderitaan sesamanya.

Renungkanlah agar kita bisa memiliki keluasan, rasa syukur, empati, dan altruisme. Suatu yang dirasakan oleh mereka yang baru pertama kali atau kembali mengalaminya setelah mengalami keterbatasan, kesulitan, atau perpisahan.

APRESIASI

Kita sering menganggap remeh indra dan kemampuan dasar kita (mendengar, melihat, berbicara, berjalan). Ini mengingatkan kita untuk mensyukuri hal-hal tersebut, karena masih belum bisa dinikmati oleh sebagian orang, itu adalah anugerah yang luar biasa. Bagaimana kita sering menganggap remeh kemampuan dan pengalaman dasar dalam hidup (mendengar, melihat, berbicara, berjalan). Hal-hal ini terasa "sepele" karena kita sudah mengalaminya setiap hari. 

Namun, saat melihat dari sudut pandang mereka yang baru pertama kali mengalaminya (setelah sebelumnya tidak bisa) atau kembali mengalaminya setelah lama terpisah. Itu adalah anugerah, mukjizat, dan momen kebahagiaan yang luar biasa. Pesan utamanya adalah: hargai dan syukuri apa yang kita miliki, karena apa yang biasa bagi kita bisa jadi luar biasa bagi orang lain. 

EMPATI: Pengalaman emosional yang kuat dari pertemuan kembali setelah lama berpisah, atau kepuasan setelah melalui perjuangan (belajar untuk memahami).

Bagian tentang "pertemuan" dan "memahami" menekankan nilai emosional dari interaksi manusia dan perjuangan pribadi:

PERTEMUAN: Bagi orang yang telah lama merindu dan berpisah, sebuah pertemuan bukanlah hal yang biasa, melainkan puncak dari penantian panjang yang penuh emosi. Ini menyoroti pentingnya hubungan dan kerinduan.

MEMAHAMI: Proses belajar yang sulit membuat hasil pemahaman menjadi sangat berharga, menunjukkan bahwa usaha dan perjuangan memberikan makna pada hasil yang dicapai. 

ALTRUISME (Sifat Mementingkan Orang Lain): Standar kebahagiaan dan kenyamanan seseorang tidak dapat dirasakan cukup lalu terhenti pada urusan pribadinya sendiri. Kebahagiaan masih bisa terhalang oleh suatu kesedihan dimana dirinya masih bersikap peduli terhadap orang lain. Kebahagiaan sejati menjadi sulit dicapai saat masih terlihat penderitaan orang lain di sekitar kita, menyiratkan ajakan untuk , lebih bersyukur, berbagi & berempati, dan memiliki kepedulian sosial yang lebih tinggi.

Merenungi dengan mendalam sikap moral yang kuat mengenai kebahagiaan dan kenyamanan sejati:

MERASA NYAMAN untuk diri sendiri itu mudah.

BERBAHAGIA untuk diri sendiri itu mudah.

Namun, standar kebahagiaan sejati diangkat lebih tinggi. Bahwa kenyamanan dan kebahagiaan pribadi menjadi tidak lengkap atau bahkan sulit dirasakan sepenuhnya jika kita masih melihat penderitaan di sekitar kita dan masih memiliki keinginan untuk berbagi.

Agar kita memiliki empati sosial yang mendalam, tidak hanya fokus pada kesejahteraan pribadi, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan sesama manusia.

Selalu mensyukuri anugerah terkecil, menghargai perjuangan, dan memperluas rasa nyaman dan bahagia kita tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain.

[Suatu bentuk rasa syukur]

Secara pribadi, aku ingin menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada setiap orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku hingga hari ini. Dari setiap momen yang kulalui, aku belajar banyak hal, terutama tentang arti bersyukur, bertumbuh, dan terus memperbaiki diri.

Aku juga ingin membuka ruang bagi siapa saja yang ingin berbagi cerita, berdiskusi, atau berkolaborasi. Jangan ragu untuk sama sama kita bangun komunikasi itu. Bersama, aku percaya kita bisa menciptakan sesuatu yang lebih baik.

Kadang kita terlalu sibuk mengejar banyak hal sampai lupa essensi dari sebuah perjalanan hidup:
menikmatinya setiap hari.

Menikmati momen sederhana yang sering kali kita anggap biasa—seperti duduk ngobrol sama istri sepulang kerja, mendengar tawa anak di rumah, atau sekadar makan bersama tanpa gangguan apa pun.

Kita sering terjebak dalam ambisi untuk mencapai kebahagiaan besar di masa depan, padahal kebahagiaan kecil yang hadir setiap hari itulah yang justru menjadi fondasi dari segalanya.

Kita semua punya cita-cita besar, ingin sukses, ingin nyaman, ingin bahagia. Tapi ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa dan memilih jalan mereka sendiri, rumah akan kembali sepi. Dan di situlah kita akan menyadari, yang paling berharga bukan hanya apa yang sudah kita capai, melainkan siapa yang masih tetap duduk di samping kita.

Karena sejak awal, perjalanan ini memang bukan soal sampai di mana kita berdiri, tapi siapa yang menemani kita bertumbuh di sepanjang jalan. Aku ingin sampai tua tetap seperti pertama kali bertemu pasangan yang kini menjadi rumahku. Aku ingin setiap hari jatuh cinta lagi, bukan hanya pada wajahnya, tapi pada perjuangannya, kesabarannya, dan caranya selalu memilih untuk

"Kamu tidak pernah tahu seberapa besar arti pemberianmu untuk orang lain. Sesuatu yang mungkin tampak kecil bagi kamu bisa menjadi sesuatu yang luar biasa bagi orang lain.


ETIKA BERDEBAT ILMIAH


 ETIKA BERDEBAT ILMIAH

Pada dasarnya, saat kalah dalam metodologi atau argumen, "lari ke soal adab" *tidak dapat dianggap sebagai respons yang valid dalam sebuah diskusi atau debat.* Tindakan ini sering disebut sebagai *sesat pikir atau fallacy* karena mengalihkan topik dari substansi masalah ke ranah *personal atau etika.*

*Perbedaan metodologi dan adab*

*Metodologi:* Merujuk pada cara, prosedur, atau kerangka berpikir yang digunakan untuk mencapai suatu kesimpulan atau tujuan. Dalam konteks debat, metodologi mengacu pada validitas argumen, data yang digunakan, dan kerangka logika yang dibangun.

*Adab:* Berkaitan dengan etika, tata krama, dan perilaku sopan santun dalam berinteraksi. *Adab adalah cara kita menyampaikan sesuatu, bukan substansi dari apa yang disampaikan.*

*Mengapa Lari Ke Adab Tidak Dibenarkan?*

*Mengabaikan substansi masalah:* Ketika seseorang kalah dalam perdebatan metodologi, fokus utama seharusnya adalah mengakui kelemahan argumen atau mencoba memperbaiki kesalahan logis. Mengalihkan pembicaraan ke soal adab merupakan cara untuk menghindari kekalahan faktual.

*Serangan personal (ad hominem):* Praktik ini sering kali menjadi bentuk serangan personal yang menargetkan karakter lawan, bukan argumennya. Ini bertujuan untuk mendiskreditkan lawan agar diskusinya dianggap tidak relevan.

*Tanda ketidakmampuan berdebat:* Seseorang yang beralih ke isu adab saat argumennya patah menunjukkan bahwa ia tidak memiliki cukup bukti atau alasan yang kuat untuk mempertahankan posisinya.

*Menghambat pencarian kebenaran:* Diskusi yang sehat bertujuan untuk mencari kebenaran atau solusi terbaik. Jika salah satu pihak menghindari pertanggungjawaban atas argumennya dengan mengalihkan topik, maka proses pencarian kebenaran akan terhenti. 

*Beberapa adab berdiskusi yang baik antara lain:*

•  Menggunakan bahasa yang sopan.
•. Menghormati pendapat orang lain.
•. Tidak memotong pembicaraan.
•. Fokus pada data dan referensi yang valid.

*Mengalah secara elegan:* Dalam situasi debat yang tidak lagi produktif, mengalah bukan berarti kalah. Meninggalkan perdebatan yang sia-sia atau tidak sehat lebih baik daripada terjebak dalam argumen yang tidak bermanfaat. 

*Kesimpulan*

Secara umum, tidak boleh "lari ke soal adab" saat kalah dalam metodologi. Praktik ini adalah sebuah kesalahan logis. Namun, jika lawan debat memang menunjukkan adab yang buruk, etika yang dilanggar perlu ditegur. Sejatinya, adab dan metodologi harus berjalan beriringan: adab yang baik dalam menyampaikan argumen yang kuat secara metodologi akan menciptakan diskusi yang produktif dan berkelas.

*Seseorang yang berbicara dan menilai dalam debat ilmiah tanpa referensi lengkap.*

*Karakteristik pembicara*

*Percaya diri, tetapi dangkal.* Ia berbicara dengan nada tegas dan meyakinkan, seolah-olah menguasai materi sepenuhnya. Namun, jika didalami lebih jauh, argumennya sering kali tidak memiliki dasar yang kuat.

*Mengandalkan cara pemahaman pribadi.* Alih-alih merujuk pada penelitian atau data yang valid, ia menggunakan cara pribadinya sebagai "bukti".

*Menggunakan logika yang cacat.* Ia cenderung menggunakan analogi yang tidak relevan atau generalisasi yang berlebihan untuk mendukung poin-poinnya.

*Cenderung menyerang lawan secara personal (ad hominem).* Ketika argumennya mulai goyah, ia akan _mengalihkan fokus dari topik debat dan menyerang kredibilitas atau karakter lawan bicaranya._

*Menggunakan retorika yang manipulatif.* Ia mungkin menggunakan kata-kata yang memancing emosional atau retorika yang bombastis untuk mengalihkan perhatian dari fakta-fakta yang sebenarnya. Tujuan utamanya adalah untuk _memengaruhi audiens, bukan untuk mencari kebenaran._

*Tertutup terhadap sudut pandang lain.* Ia tidak tertarik untuk mendengarkan atau mempertimbangkan bukti dari pihak lain. Pikirannya sudah tertutup dan ia akan terus berpegang teguh pada pendiriannya, bahkan ketika dihadapkan dengan fakta yang bertentangan.

*Menciptakan kebingungan.* Argumen yang tidak berdasar dapat menyesatkan audiens yang tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang topik tersebut.

*Menimbulkan frustrasi.* Bagi lawan debat yang berpegang pada fakta, berhadapan dengan orang seperti ini bisa sangat menjengkelkan dan memancing kemarahan, *karena argumen yang tidak logis dan tidak berdasar tidak dapat dilawan dengan argumen logis.*

*Apa sebenarnya yang mungkin menjadi motivasinya ?*

*Mencari pengakuan atau validasi.* Individu ini mungkin merasa perlu untuk terlihat cerdas atau berpengetahuan di depan orang lain, bahkan jika ia harus mengarang fakta.

*Menjaga ego.* Mengakui bahwa ia tidak memiliki referensi yang lengkap bisa berarti ia harus mengakui kekalahan atau ketidaktahuannya. Bagi sebagian orang, hal ini sangat sulit diterima.

*Tidak terbiasa dengan metode ilmiah.* Ia mungkin tidak pernah dilatih untuk berpikir kritis atau memahami pentingnya referensi dalam sebuah argumen. Ia menganggap bahwa apa yang ia "rasakan" atau "pikirkan" sudah cukup sebagai bukti.

*Etika berdebat yang baik dan benar meliputi:*

Fokus pada argumen bukan pribadi, menggunakan data dan fakta, berbicara dengan sopan, menghargai lawan debat, serta mematuhi aturan yang berlaku. Selain itu, tujuan debat sebaiknya untuk mencari kebenaran, bukan untuk menjelek-jelekkan lawan atau menang semata. 

*Etika Saat Berdebat*

Fokus pada argumen, bukan pribadi: Serang ide dan gagasan lawan, bukan kekurangan fisik atau personalnya. Ingat bahwa tujuan berdebat adalah mencari kebenaran, bukan memenangkan perselisihan dengan cara merendahkan lawan.

Bicara berdasarkan data dan fakta: Gunakan data dan fakta yang akurat untuk mendukung argumen Anda. Jangan mengandalkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Gunakan bahasa yang sopan: Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang baik, sopan, dan santun. Hindari kalimat yang menyinggung atau merendahkan.

Hargai lawan debat: Perlakukan lawan bicara dengan hormat, meskipun ada perbedaan pendapat. Dengarkan dan pahami argumennya sebelum merespons.

Dengarkan dengan saksama: Jangan menyela saat lawan berbicara. Beri kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan argumen sepenuhnya sebelum Anda memberikan tanggapan.

Patuhi aturan main: Patuhi semua peraturan debat yang telah disepakati agar debat berjalan tertib dan adil bagi semua pihak.

Kelola emosi: Jika merasa emosi mulai tidak terkendali, ambil napas dalam-dalam atau istirahat sejenak. Menunda perdebatan adalah pilihan yang lebih baik daripada berdebat dalam keadaan emosi yang memuncak. 

Tata Cara Debat yang Baik dan Benar, Simak Juga Unsur, Etika dan Contohnya

Debat secara umum dikenal sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menguji argumentasi, yang diberikan antara individu ataupun kelompok.

oleh Silvia Estefina Subitmele

Diterbitkan 28 Juli 2023, 07:50 WIB

Liputan6.com, Jakarta Debat adalah proses komunikasi, yang melibatkan diskusi terstruktur antara dua atau lebih individu atau tim, yang memiliki pandangan atau pendapat yang berbeda tentang suatu topik. Adapun tata cara debat, membuat peserta berusaha, untuk meyakinkan pendengar atau juri bahwa pendapat atau posisi yang mereka pertahankan, adalah yang paling kuat dan layak diterima.

Tata cara debat umumnya melibatkan argumen yang didasarkan pada fakta, logika, dan bukti-bukti yang relevan. Peserta debat menggunakan strategi komunikasi, untuk menyampaikan argumen mereka dengan cara yang persuasif dan efektif. Tujuan debat bisa bervariasi, mulai dari meyakinkan orang lain untuk mengubah pandangan mereka, mempengaruhi keputusan atau kebijakan, hingga memperluas pemahaman tentang suatu isu.

Tata cara debat dapat terjadi dalam berbagai konteks, termasuk dalam lingkungan pendidikan, politik, bisnis, dan masyarakat. Debat sering digunakan dalam acara-acara debat formal, kompetisi debat, forum publik, debat politik, dan debat akademik. Debat juga dapat dilakukan secara lisan atau tertulis, serta melibatkan perdebatan langsung antara individu atau tim.

Tata Cara

Tata cara debat merujuk pada serangkaian aturan dan prosedur, yang mengatur jalannya sebuah debat. Tata cara debat memberikan kerangka kerja yang terstruktur, untuk memastikan bahwa diskusi berjalan dengan adil, terorganisir, dan produktif.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam tata cara debat:

Persiapan

Sebelum debat dimulai, persiapkan diri dengan baik. Lakukan riset menyeluruh tentang topik yang akan diperdebatkan. Pelajari argumen-argumen yang relevan, data-data terbaru, dan sudut pandang yang berbeda. Buatlah daftar pertanyaan dan tanggapan yang mungkin muncul selama debat. Pahami baik argumen Anda sendiri maupun argumen lawan.

Pernyataan Pembukaan

Mulailah dengan pernyataan pembukaan yang kuat dan menarik. Gunakan waktu ini untuk memperkenalkan topik, menyampaikan posisi Anda, dan menarik perhatian pendengar. Pernyataan pembukaan yang efektif akan membuat audiens tertarik, dan memperoleh pemahaman awal tentang argumen Anda.

Pengembangan Argumen

Setelah pernyataan pembukaan, presentasikan argumen-argumen Anda secara terstruktur dan logis. Sajikan argumen dengan jelas dan kembangkan dengan bukti, fakta, dan contoh yang mendukung posisi Anda. Susunlah argumen dalam urutan yang logis, untuk membangun kekuatan argumen Anda secara bertahap.

Penanggapan terhadap Argumen Lawan 

Setelah presentasi argumen Anda, tanggapi argumen dari pihak lawan dengan baik. Dengarkan dengan saksama apa yang mereka sampaikan, dan berikan respons yang terukur dan berdasarkan fakta. Jangan menyerang secara pribadi, tetapi fokus pada kelemahan atau kekurangan dalam argumen mereka. Gunakan logika dan bukti untuk membantah argumen lawan.

Rebuttal dan Pertanyaan Silang

Tata cara debat selanjutnnya setelah penanggapan terhadap argumen lawan, ada kesempatan untuk memberikan rebuttal yang kuat terhadap argumen mereka. Gunakan kesempatan ini, untuk merespons argumen lawan secara langsung, mengungkapkan kelemahan dalam argumen mereka, dan memperkuat posisi Anda. Selain itu, ada juga kesempatan untuk melakukan pertanyaan silang kepada pihak lawan. Gunakan pertanyaan ini untuk menguji pemahaman mereka, tentang argumen dan memperjelas posisi mereka.

Di bagian penutup, rangkumlah argumen-argumen utama yang telah Anda sampaikan. Berikan kesimpulan yang kuat yang memperkuat posisi Anda. Hindari menambahkan argumen baru di bagian penutup. Gunakan kesempatan ini untuk memberikan kesimpulan yang jelas dan meyakinkan. Selama debat, patuhi etika debat yang baik dan dengarkan argumen lawan dengan saksama. 

Mengenal Arti Debat

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Anda juga bisa memaknai debat, sebagia kegiatan mengadu argumentasi antara dua pihak atau lebih yang bersifat perorangan, ataupun kelompok didalam mendiskusikan dan memutuskan masalah.

Asidi Dipodjojo (1982)

Menurut Asidi Dipodjojo di dalam buku Komunikasi Lisan (1982), pengertian debat adalah suatu proses komunikasi yang dilakukan secara lisan yang dinyatakan dengan bahasa untuk mempertahankan gagasan atau pendapat. Dalam sebuah debat, setiap pihak berhak mengajukan pendapat dan memberikan alasan, sehingga pihak lawan atau pihak yang tidak setuju dapat menerima dan berpihak kepadanya.

Hendri Guntur Tarigan (1984)

Sedangkan pengertian debat menurut Hendri Guntur Tarigan yakni saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan satu pihak.

Dori Wuwur (1990)

Menurut Dori Wuwur di dalam buku Retorika (1990), pengertian debat yaitu saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan untuk satu pihak.

G. Sukadi (1993)

Pengertian debat menurut G. Sukadi yaitu kegiatan saling adu argumentasi antar pribadi atau antar kelompok manusia dengan tujuan mencapai kemenangan.

Kamdhi (1995)

Selanjutnya, pengertian debat menurut Kamdhi adalah suatu pembahasan atau pertukaran pendapat mengenai suatu pokok masalah dimana masing-masing peserta memberikan alasan untuk mempertahankan pendapatnya.

Unsur

Mosi

Unsur-unsur debat yang pertama dalah mosi. Dalam debat harus ada mosi yang akan diperdebatkan. Mosi merupakan unsur debat yang berkaitan dengan suatu hal atau topik, yang diperdebatkan oleh para peserta debat. Adanya mosi sebagai unsur debat sangat penting dalam sebuah debat karena terdapat pihak yang pro dan pihak yang kontra.

Afirmatif

Unsur-unsur debat yang kedua adalah tim afirmatif atau pihak pro. Tim afirmatif sebagai unsur debat adalah tim yang setuju terdapat hal yang diperdebatkan (mosi). Tim afirmatif bertanggung jawab untuk membela proposisi atau pandangan tertentu, sementara tim negatif bertanggung jawab untuk menentang atau menolak pandangan tersebut. Misalnya, dalam sebuah debat dengan topik "Apakah perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia?," tim afirmatif akan membela pandangan bahwa perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia. 

Unsur Negatif

Tim negatif/oposisi/pihak kontra merupakan unsur-unsur debat ketiga. Tim negatif memiliki tugas untuk memberikan argumen dan bukti yang menentang pandangan, yang diajukan oleh tim afirmatif. Mereka harus mencoba meyakinkan audiens bahwa pandangan atau proposisi yang diajukan oleh tim afirmatif tidaklah benar, tidak tepat, atau memiliki implikasi yang buruk

Pihak Netral

Selain tim afirmatif dan tim negatif, unsur debat harus ada pihak yang ada di tengah-tengah, yaitu tim netral ini. Dalam beberapa situasi, seperti mediasi atau penilaian objektif, tim netral dapat berperan sebagai mediator atau penengah yang membantu berkomunikasi antara pihak yang berbeda dan mencari solusi yang adil bagi semua pihak yang terlibat. Tujuan tim netral adalah mencapai hasil yang obyektif dan adil, tanpa keberpihakan kepada salah satu pihak.

Moderator

Moderator merupakan salah satu unsur-unsur debat yang tidak kalah penting. Moderator dalam unsur debat adalah orang yang memimpin dan membantu jalannya perdebatan. Unsur debat ini dimulai dari membacakan tata tertib debat, mengajukan pertanyaan, dan menengahi adu pendapat peserta debat.

Etika Debat

Etika debat yang baik adalah penting untuk menjaga keadilan, keterbukaan, dan kualitas diskusi. Berikut adalah beberapa prinsip dan pedoman etika debat yang baik:

Dengarkan dengan penuh perhatian dan menghargai pendapat lawan, meskipun Anda tidak setuju dengannya.

Jangan menghina, merendahkan, atau menggunakan bahasa yang kasar terhadap lawan. Hindari serangan pribadi atau mencampuri kehidupan pribadi lawan.

Sampaikan argumen dengan integritas dan kejujuran, dan jangan menyebarkan informasi yang tidak benar atau memanipulasi fakta untuk mendukung posisi Anda.

Sampaikan data, statistik, kutipan, dan informasi yang dapat diverifikasi dengan sumber yang kredibel.

Selanjutnya gunakan bahasa yang sopan dan hormat kepada semua peserta debat. Hindari penggunaan bahasa yang menghina, merendahkan, atau memicu perpecahan.

Jangan menggunakan bahasa yang diskriminatif berdasarkan ras, agama, gender, orientasi seksual, atau atribut pribadi lainnya.

Jangan memotong atau menginterupsi lawan secara tidak pantas.Tunggu giliran Anda untuk merespons argumen lawan dengan tepat

Ikuti aturan debat yang ditetapkan sebelumnya, dan patuhi tata cara yang berlaku. Berikan waktu yang adil kepada semua peserta, dan jangan mencoba untuk mengambil keuntungan yang tidak adil.

Jika ada pertanyaan atau ketidakjelasan mengenai aturan, sampaikan pertanyaan tersebut sebelum debat dimulai.

Menghormati etika debat yang baik akan menciptakan lingkungan yang sehat, adil, dan produktif untuk diskusi. Etika debat yang baik memungkinkan para peserta, untuk menyampaikan pendapat mereka dengan rasa hormat, memperkuat kualitas debat, dan mencapai pemahaman yang lebih baik tentang topik yang sedang diperdebatkan. 

5 Etika dalam Berdebat yang Membuat Kamu Elegan dan Tegas

24 Agu 2024, 16:56 WIB

S U S A N

Dalam kehidupan sehari-hari, debat sering kali tak terhindarkan, baik di tempat kerja, di lingkungan sosial, maupun di rumah. Namun, cara kamu berdebat sangat menentukan bagaimana orang lain memandangmu.

Berdebat dengan elegan dan tegas tidak hanya membantu menyampaikan pendapatmu dengan jelas, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang matang dan bijaksana. Berikut ini lima etika berdebat yang dapat membuatmu terlihat elegan dan tegas.

1. Dengarkan dengan penuh perhatian

Saat berdebat, penting bagi kamu untuk mendengarkan argumen lawan bicara dengan seksama. Ini bukan hanya soal menghargai pendapat orang lain, tetapi juga memberikan kamu kesempatan untuk memahami sudut pandang mereka dengan lebih baik.

Dengan mendengarkan dengan penuh perhatian, kamu bisa memberikan tanggapan yang lebih relevan dan bijaksana. Selain itu, lawan bicara akan merasa dihargai, yang pada gilirannya membuat perdebatan menjadi lebih konstruktif.

2. Jaga intonasi dan volume suara

ilustrasi perdebatan (pexels.com/Mikhail Nilov)

Intonasi dan volume suara yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam cara argumenmu diterima oleh orang lain. Berbicara dengan nada yang terlalu tinggi atau agresif hanya akan membuatmu terlihat emosional dan kurang rasional.

Sebaliknya, berbicara dengan nada yang tenang dan jelas menunjukkan bahwa kamu memiliki kontrol diri yang baik. Ini juga mencerminkan keyakinanmu pada argumen yang kamu sampaikan, tanpa perlu terkesan memaksakan pendapatmu pada orang lain.

3. Hindari serangan pribadi

ilustrasi perdebatan (unsplash.com/Headway)

Saat perdebatan memanas, terkadang kita tergoda untuk menyerang karakter atau kepribadian lawan bicara. Namun, ini adalah kesalahan besar yang bisa merusak kredibilitasmu.

Fokuslah pada isu atau topik yang sedang dibahas, bukan pada orang yang menyampaikannya. Dengan menghindari serangan pribadi, kamu menunjukkan bahwa kamu bisa tetap profesional dan objektif, meskipun berada dalam situasi yang menegangkan.

4. Gunakan fakta dan data sebagai dasar argumen

ilustrasi perdebatan (pexels.com/Loveleen S.)

Argumen yang kuat adalah argumen yang didukung oleh fakta dan data. Saat berdebat, pastikan kamu memiliki dasar yang jelas untuk setiap pernyataan yang kamu buat.

Menggunakan fakta dan data tidak hanya memperkuat argumenmu, tetapi juga menunjukkan bahwa kamu telah melakukan riset dan tidak asal bicara. Ini memberikan kesan bahwa kamu adalah individu yang berpikir kritis dan dapat diandalkan.

5. Akui jika kamu salah

ilustrasi bersalaman (pexels.com/fauxels)

Tidak ada yang sempurna, dan terkadang kita bisa salah dalam berdebat. Mengakui kesalahan tidak membuatmu lemah, kok, justru sebaliknya, ini menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang dewasa dan rendah hati.

Jika kamu menyadari bahwa pendapatmu keliru atau kurang akurat, jangan ragu untuk mengakuinya. Ini akan membuatmu dihormati oleh lawan bicara dan menunjukkan bahwa tujuan utamamu adalah mencari kebenaran, bukan sekadar memenangkan perdebatan.

Menguasai etika dalam berdebat adalah keterampilan yang berharga dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya pendapatmu yang akan lebih didengar, tetapi kamu juga akan dianggap sebagai individu yang matang dan bijaksana. Semoga lima etika ini bisa membantumu menjadi lebih efektif dalam berdebat.

7 Cara Berdebat yang Baik dan Benar

Berdebat bukan hanya sekadar pertukaran argumen namun juga merupakan keahlian yang dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan ide dengan jelas, dan memahami sudut pandang orang lain. Di sekolah, kegiatan berdebat menjadi salah satu metode efektif untuk mengembangkan keterampilan komunikasi siswa. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara berdebat yang baik dan benar di sekolah.

1. Memahami Aturan Berdebat

Sebelum terlibat dalam sebuah debat, siswa sebaiknya memahami aturan-aturan dasar berdebat. Contohnya yaitu pemahaman tentang waktu yang diberikan, struktur argumen dan etika berdebat. Pelajari aturan-aturan debat yang digunakan di sekolah dan pastikan siswa mematuhinya.

2. Penelitian Mendalam

Persiapan adalah kunci keberhasilan dalam berdebat. Siswa perlu melakukan penelitian mendalam tentang topik yang akan dibahas. Hal ini mencakup memahami argumen pro dan kontra, serta mengumpulkan data/fakta yang relevan. Dengan pengetahuan yang kuat tentang topik, siswa akan lebih percaya diri dalam menyampaikan argumen mereka.

3. Membangun Argumen dengan Logis

Sebuah debat memerlukan argumen yang logis dan terstruktur. Siswa sebaiknya dapat menyusun argumen mereka dengan jelas, mengikuti alur pikir yang teratur dan menyajikannya dengan bukti yang mendukung. Hindari argumen yang mengandung unsur emosional atau tidak berdasar.

4. Keterampilan Berbicara dan Menyimak

Seorang debater yang baik tidak hanya pandai berbicara tetapi juga pandai mendengarkan. Siswa sebaiknya mengembangkan keterampilan berbicara mereka, termasuk intonasi suara yang tepat, postur tubuh yang percaya diri dan kejelasan dalam penyampaian argumen. Selain itu, kemampuan mendengarkan dengan baik membantu mereka merespon argumen lawan secara efektif.

5. Etika Berdebat

Etika berdebat mencakup penghormatan terhadap lawan, penggunaan bahasa yang sopan dan sikap terbuka terhadap ide-ide orang lain. Hindari menggunakan serangan pribadi dan tetap fokus pada argumen. Sikap positif dan etika yang baik akan meningkatkan citra seorang debater.

6. Pertahankan Keberanian dan Fleksibilitas

Dalam dunia berdebat, kemampuan untuk tetap tenang dan fleksibel sangat penting. Siswa harus siap untuk menghadapi tantangan, merespon pertanyaan lawan, dan mengubah strategi mereka jika diperlukan. Pertahankan keberanian dan jangan takut untuk mengakui jika ada kesalahan.

7. Berlatih Secara Rutin

Seperti keterampilan lainnya, kemampuan debat memerlukan latihan secara rutin. Siswa dapat bergabung dengan klub debat di sekolah atau merencanakan sesi latihan bersama guru atau teman-teman. Praktikkan debat dengan berbagai topik agar dapat mengembangkan keahlian berdebat yang holistik.

Mengembangkan keterampilan berdebat yang baik dan benar di sekolah tidak hanya memberikan keuntungan selama masa pendidikan tetapi juga merupakan investasi untuk masa depan. Dengan mengikuti cara di atas, siswa dapat memperoleh keterampilan komunikasi yang kuat, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan membentuk sikap yang terbuka terhadap berbagai sudut pandang.

Pahami Tata Cara Debat, Etika, dan Teknik Berbicara Saat Berdebat

 Wilman Juniardi

Quipperian, apakah saat ini kamu sedang persiapan mengikuti lomba debat? Jika ya, maka kamu harus mengetahui tata cara debat yang baik dan benar. 

Jadi, meskipun kamu berusaha mempertahankan pendapat dan membuat lawan debat setuju dengan pendapatmu, hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang sopan. Tak hanya tata cara debat saja, tapi kamu juga perlu mengetahui etika dalam berdebat, kesalahan yang harus dihindari saat berdebat, dan teknik berbicaranya. 

Nah, untuk mengetahui itu semua, kamu bisa menyimak ulasan berikut ini. Baca sampai habis, ya supaya mendapat keseluruhan informasinya. 

Tata Cara Debat

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan debat sebagai pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing.

Debat sering kali dianggap sebagai kegiatan yang negatif karena dilihat sebagai pembicaraan yang panas dan penuh emosi. Padahal, pada dasarnya debat tidak terlihat seperti itu jika dilakukan dengan benar, bahkan kamu bisa mendapat berbagai manfaat dari kegiatan debat.

Dalam berdebat pun tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada tata cara debat yang harus diperhatikan, yaitu:

Memahami dan menjalani peraturan debat yang telah disepakati bersama. Apabila ada anggota debat yang melanggar peraturan, maka akan berpengaruh terhadap timnya. 

Disarankan untuk menyampaikan pertanyaan secara profesional, tidak menghina, menguji, maupun merendahkan lawan. Pertanyaan harus berfokus pada permasalahan yang tengah dibahas. Tidak boleh mengajukan pertanyaan yang menyerang lawan secara pribadi. 

Ajukan argumen dengan analitis yang kritis, sistematis, serta kemampuan retorika secara baik atau tidak terbata-bata.

Kenali dan pahami kelemahan maupun kelebihan dari lawan sebelum menyampaikan gagasan. Hal ini penting dilakukan guna menyusun strategi debat yang tepat sehingga efektif dalam menyangkal dan memengaruhi lawan, bahkan seluruh peserta debat. 

Batasi argumen yang disampaikan, maksimal tiga poin karena adanya keterbatasan waktu. Susun argumen ke dalam poin yang singkat dan lugas, serta merujuk langsung ke permasalahan yang sedang didebatkan. 

Pahami dengan baik kesalahan dalam berpikir lawan, terutama pada penyelesaian masalahnya. Hal ini dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kelemahan argumentasi yang diberikan oleh lawan.

Gagasan yang disajikan harus akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Sertakan juga data yang valid untuk mendukung argumentasi atau gagasan yang disampaikan. 

Buatlah kesimpulan yang menunjukkan pernyataan final dengan kalimat yang lugas dan langsung menuju ke titik celah lawan. Penyampaian kesimpulan tidak perlu terlalu panjang, cukup poin-poin yang menegaskan argumentasi dan disampaikan dengan tegas untuk menunjukkan rasa percaya diri bahwa argumentasi tersebut benar. 

Etika Berdebat

Selain tata cara, kamu juga harus memperhatikan etika dalam berdebat. Jangan sampai gara-gara tidak memahami etika berdebat, penilaian juri terhadap kamu atau tim berkurang. 

Berikut adalah beberapa etika dalam berdebat. 

1. Serius

Ketika menyampaikan pertanyaan kepada lawan debat, kamu harus menunjukkan sikap yang serius. Jangan main-main atau berbicara tanpa fakta dan data yang konkret. 

Ingat, perdebatan bukan ajang untuk main-main. Argumentasi yang disampaikan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan serius.

Ada baiknya, mengajukan segala pertanyaan berdasarkan riset yang telah dilakukan dan sesuaikan dengan pengetahuanmu. 

2. Tidak menilai fisik

Etika berdebat selanjutnya adalah kamu tidak boleh menyerang ataupun menyinggung fisik lawan debat. Sebab, dalam berdebat, hal yang diutamakan adalah adu ide gagasan.

Jadi, jika ingin menyerang, maka seranglah ide gagasan lawan, bukan fisiknya. Hindari membawa hal apapun  diluar ide, gagasan, dan data-data yang kamu miliki dalam sebuah perdebatan. 

Menyerang atau menyinggung fisik lawan tidak akan menambah penilaian kamu dan tim karena yang dinilai dari sebuah debat adalah ide dan gagasan yang kamu miliki. Justru sikap menilai rendah fisik lawan berpotensi mengurangi penilaian kamu dan tim. 

3. Bicara berdasarkan data dan fakta

Salah satu cara untuk mematahkan argumentasi lawan debat adalah dengan mengadu argumentasi tersebut dengan data dan fakta. Itulah mengapa, kamu harus melakukan riset mendalam sebelum melakukan debat. 

Hindari sikap mengadu ide gagasanmu dengan informasi yang belum jelas kebenarannya atau berita palsu (hoax). Kumpulan fakta dan data sebanyak mungkin dari sumber-sumber yang terpercaya.

Semakin banyak fakta dan data yang kamu kumpulkan, semakin besar pula peluang untuk memenangkan perdebatan. 

4. Mengikuti aturan main

Setiap pelaksanaan debat, pasti ada aturan main yang telah ditetapkan oleh tim penyelenggara. Mulai dari batas bicara, aturan menyanggah lawan debat, hingga tata cara bertanya.

Ikuti segala aturan main tersebut dan jangan menganggap remeh sebuah aturan. Melanggar satu aturan saja, bisa membuat kamu didiskualifikasi oleh tim penyelenggara sehingga segala sesuatu yang telah kamu persiapkan pun menjadi sia-sia. 

Kesalahan dalam Berdebat

Terkadang, tanpa disadari maupun disadari, seorang debater melakukan kesalahan dalam penyampaian argumen. Kesalahan ini dapat disebabkan karena debater kurang menguasai materi atau terpengaruh faktor psikis yang membuatnya panik sehingga tanpa sengaja melakukan kesalahan yang berakibat fatal.

Konsekuensinya adalah debater tersebut bisa saja kehilangan poin dan membuat argumentasi yang diutarakan terkesan membosankan. 

Agar hal ini tidak terjadi pada kamu saat berdebat, ada baiknya kamu mengetahui kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan seorang debater saat membawakan argumennya. Berikut daftar kesalahannya. 

1. Logical Fallacy 

Pernahkah kamu terlibat dalam sebuah debat yang tidak ada ujungnya? Atau menyaksikan debat di televisi di mana pembicaraannya hanya muter-muter saja, bahkan sampai bertengkar? 

Nah, dalam situasi tersebut, biasanya kedua pihak yang berdebat tanpa sadar telah melakukan kesalahan, yaitu logical fallacyLogical fallacy adalah kesalahan dalam berfikir logis yang berasal dari asumsi-asumsi yang keliru. 

Kesalahan ini akan membuat kegiatan berdebat menjadi tidak berbobot dan tidak sehat. Oleh karena itu, hindari kesalahan ini jika kamu ingin menjadi debater yang handal. 

2. Argumen repetitif

Argumen repetitif adalah argumen yang dibawakan secara berulang-ulang dan terus-menerus sepanjang perdebatan. Ini adalah kesalahan yang paling banyak dijumpai dalam kegiatan debat. 

Kesalahan ini biasanya dilakukan karena berusaha menghabiskan waktu, tidak paham mosi, dan kurang baik dalam mengalokasikan waktu pada saat case building. Selain itu, terkadang debater tidak sadar bahwa dirinya sedang melakukan argumen repetitif karena menganggap bahwa hal tersebut adalah bentuk penegasan. 

Mengulang-ulang pernyataan memang diperlukan untuk meyakinkan pihak lain. Namun, bukan berarti pernyataan yang sama harus disampaikan secara berulang.

3. Argumen yang terlalu umum

Menggunakan argumen yang terlalu umum tanpa membuatnya lebih merinci ke argumen-argumen pendukung yang lebih detail, akan membuat bangunan argumen kamu sangat lemah. 

Untuk menghindari kesalahan ini, seorang debater sebaiknya membuat argumen yang langsung ke inti atau jika ingin memberikan contoh, maka contoh tersebut harus sesuai dengan mosi yang tengah diperdebatkan. 

4. Menyinggung SARA

Menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) adalah hal yang dilarang dalam debat. Hal ini dikarenakan, SARA selalu menjadi hal yang sensitif dalam masyarakat sehingga mengungkapkan kalimat yang mengandung SARA dapat memicu pertikaian. 

Oleh karena itu, debater harus hati-hati dalam mengutarakan argumennya dan jangan sampai menyinggung SARA. Selain dapat menyebabkan pertikaian, argumen yang menyinggung SARA juga dapat mengurangi poin dan membuat argumen menjadi tidak etis. 

Teknik Berbicara dalam Debat

Berikut adalah beberapa teknik berbicara saat sedang berdebat yang bisa kamu gunakan. 

1. Teknik mempertahankan usul

Adapun langkah-langkah untuk menerapkan teknik mempertahankan usul ini, antara lain:

• Menunjukkan inti
• Mengemukakan argumentasi- argumentasi
• Membeberkan contoh konkret, data dan fakta untuk memperkuat pembuktian
• Menarik kesimpulan yang bernada menuntut atau mengimbau
• Seruan untuk bertindak sesuai dengan argumentasi yang telah dikemukakan

Untuk menguasai teknik ini, ada dua taktik yang diperlukan, yaitu taktik penegasan dan taktik bertahan. 

Pada taktik penegasan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti mengulang, memengaruhi, kompromi, mengiyakan, dan kesepakatan. Sementara pada taktik bertahan, kamu bisa melakukan mengelak, menunda, membinasakan, mengangkat, berterima kasih, menggambarkan, menguraikan, atau membiarkan. 

2. Teknik mempertentangkan usul

Pada teknik mempertentangkan usul, langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:

• Menyajikan inti
• Mengemukakan argumentasi
• Menguraikan hal-hal yang mungkin bertentangan
• Menjelaskan hal-hal yang bertentangan itu secara lebih konkret melalui pembuktian data dan fakta. 
• Seruan untuk bertindak sesuai dengan argumentasi

Untuk menguasai teknik ini, ada dua taktik yang diperlukan, yaitu taktik menyerang dan menolak. 

Pada taktik menyerang, kamu bisa melakukannya dengan cara bertanya balik, provokasi, antisipasi, mengagetkan, melebih-lebihkan, dan memotong. Sementara itu, taktik menolak dapat dilakukan dengan cara memungkiri dan kontradiksi. 

Quipperian, demikian pembahasan mengenai tata cara berdebat. Perlu diketahui, setiap tim penyelenggara mungkin memiliki tata cara yang berbeda-beda, tapi pastikan kamu memahami dan mengikuti tata cara debat tersebut agar tidak didiskualifikasi atau mendapat pengurangan poin. Semoga berhasil!

Etika Berdebat Saat di Depan Umum

Etika berdebat saat di depan umum adalah salah satu cara yang efektif untuk menyampaikan pendapat, mengungkapkan ide, dan memecahkan masalah.

Saat berdebat di depan umum, baik dalam konteks akademik, politik, maupun sosial, penting bagi setiap individu untuk memahami dan menerapkan etika yang baik dalam berdebat.

Artikel ini akan membahas etika berdebat saat di depan umum, struktur debat yang baik, serta hal-hal yang harus dilakukan saat berdebat.

Etika Berdebat Saat di Depan Umum

Etika berdebat saat di depan umum adalah prinsip-prinsip moral yang harus diikuti oleh setiap peserta debat agar prosesnya berjalan dengan baik dan mendukung pencapaian tujuan yang diinginkan.

Etika ini mencakup sikap, perilaku, dan tindakan yang dianggap pantas dan sopan selama berdebat.

Tim Afirmatif dan Tim Negatif

Saat berdebat di depan umum, sering kali ada dua pihak yang bertentangan:

Tim afirmatif yang mendukung suatu argumen atau tesis, dan tim negatif yang menentangnya.

Kedua tim ini memiliki peran penting dalam menjaga etika debat. Salah satu etika yang penting adalah “menghormati lawan debat”.

Ini berarti bahwa meskipun Anda memiliki pandangan yang berlawanan, Anda harus tetap menghargai lawan debat Anda sebagai individu. Kritik seharusnya terfokus pada argumen dan bukan pada pribadi lawan.

Selain itu, penting untuk “mendengarkan dengan cermat” argumen lawan debat. Ini akan membantu Anda memahami sudut pandang mereka dengan lebih baik dan meresponsnya secara tepat. Debater yang baik adalah pendengar yang baik.

Penyampaian Argumen yang Baik

Penyampaian argumen yang baik adalah kunci dalam berdebat di depan umum. Bagaimanapun, bahasa Indonesia yang digunakan harus jelas dan mudah dipahami oleh audiens.

Menggunakan bahasa yang terlalu teknis atau rumit dapat membuat pesan Anda tidak efektif. Sebagai tambahan, penting untuk bicara berdasarkan data dan fakta yang kuat dan terpercaya.

Mengutip sumber-sumber yang dapat dipercaya adalah cara untuk memperkuat argumen Anda. Hindari berbicara berdasarkan asumsi atau informasi yang belum terverifikasi.

Selain itu, dalam menjaga etika berdebat, “hindari penggunaan logical fallacy”. Logical fallacy adalah argumen yang tidak valid atau tidak memiliki dasar yang kuat.

Contoh umum dari logical fallacy adalah serangan pribadi atau mengalihkan topik dari inti perdebatan. Debater yang baik harus mampu mengidentifikasi dan menghindari penggunaan logical fallacy.

"“Ketika kalah dalam debat, fitnah menjadi alat bagi pecundang"


Socrates


Model Debat Karl Popper

Struktur debat yang baik adalah fondasi dari perdebatan yang efektif.

Ada beberapa model debat yang digunakan dalam konteks berdebat di depan umum, salah satunya adalah model Karl Popper.

Model debat Karl Popper adalah pendekatan yang sangat terstruktur dalam berdebat. Dalam model ini, debat terbagi menjadi beberapa tahap yang jelas:

1. Pendahuluan

Setiap tim memperkenalkan argumennya secara singkat.

2. Pemaparan Argumen

Setiap tim memiliki kesempatan untuk menyampaikan argumennya secara rinci dan mendukungnya dengan data dan fakta yang kuat.

3. Rebuts dan Tanggapan

Setiap tim memiliki kesempatan untuk merespons argumen lawan dan mengajukan pertanyaan atau argumen kontra.

4. Penegasan Ulang

Setiap tim dapat merangkum argumennya dan menguatkan posisi mereka.

5. Kesimpulan

Setiap tim memberikan kesimpulan dari argumennya. Dengan mengikuti struktur ini, debat menjadi lebih teratur dan mudah dipahami oleh audiens.

Selain itu, model ini memungkinkan setiap tim untuk berpartisipasi secara adil dan mendalam dalam perdebatan.

Hal yang Harus Dilakukan Saat Debat

Selain memahami etika dan struktur debat yang baik, ada beberapa hal penting yang harus dilakukan saat berdebat di depan umum.

1. Riset yang Mendalam

Pembelajaran debat dimulai dari riset yang mendalam, Anda harus mengumpulkan informasi yang relevan dan terkini tentang topik yang akan Anda debatkan. Ini akan membantu Anda membangun argumen yang kuat dan meyakinkan.

2. Persiapan yang Matang

Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan dalam debat. Selain mengumpulkan informasi, Anda juga perlu merancang argumen Anda dengan baik, memahami posisi lawan debat, dan mempersiapkan respon terhadap argumen mereka.

3. Praktik Berbicara

Mental dan keberanian berbicara adalah keterampilan penting dalam berdebat. Anda harus berlatih berbicara dengan jelas dan percaya diri. Ini akan membantu Anda menyampaikan argumen dengan baik di depan umum.

4. Memahami Audiens

Pengertian interaksi sosial sangat penting saat berdebat. Anda perlu memahami audiens Anda dan bagaimana cara berbicara agar mereka lebih menerima argumen Anda.

Misalnya, jika Anda berbicara kepada audiens yang tidak memiliki latar belakang teknis, hindari menggunakan terminologi yang rumit.

5. Berpikir Logis dan Kritis

Penting untuk berpikir secara logis dan kritis. Ini akan membantu Anda dalam merancang argumen yang kuat dan merespons argumen lawan dengan bijak.

6. Menghormati Waktu

Selalu menghormati waktu yang diberikan dalam debat. Jangan melebihi batas waktu yang telah ditetapkan, dan gunakan waktu dengan efisien.

7. Berbicara dengan Bahasa yang Jelas

Gunakan bahasa Indonesia yang jelas dan mudah dimengerti, hindari penggunaan frasa atau kalimat yang rumit yang dapat membingungkan audiens.

8. Tetap Tenang dan Beradab

Tetap tenang dan beradab dalam berdebat, hindari konflik pribadi, serangan pribadi, atau tindakan yang tidak pantas. Debat adalah proses intelektual, bukan ajang pertengkaran.

9. Menerima Kritik dengan Terbuka

Terbuka terhadap kritik adalah tanda kedewasaan dalam berdebat. Jika ada kritik terhadap argumen Anda, pertimbangkan dengan serius dan bersedia untuk memperbaiki argumen Anda jika perlu.

"Perbedaan antara menang dan kalah yang paling sering adalah, tidak berhenti"


Kesimpulan

Debat adalah sarana penting dalam pembelajaran debat. Saat berdebat di depan umum, penting untuk menjaga etika yang baik, mengikuti struktur debat yang benar, dan melakukan persiapan yang matang.

Dengan memahami prinsip-prinsip ini dan mengikuti langkah-langkah yang disarankan, setiap individu dapat menjadi debater yang kompeten dan efektif.

Debat adalah cara yang baik untuk menyampaikan ide, memahami sudut pandang berbeda, dan memajukan pemikiran dan pengetahuan kita.

Oleh karena itu, mari kita terus mengembangkan keterampilan berdebat kita dan menjaga etika yang baik dalam setiap perdebatan selanjutnya.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip etika berdebat saat di depan umum, kita dapat memastikan bahwa debat yang kita lakukan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat dan membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai isu yang relevan.

Dengan pendekatan yang logis dan etis, kita dapat memperkuat argumen kita dan membantu mencapai pemecahan masalah yang lebih baik dalam debat selanjutnya.

Untuk diketahui, etika dan kualitas debat yang baik adalah aset berharga dalam dunia yang penuh dengan tantangan kompleks dan perbedaan pendapat.

 
5 Struktur Debat dan Etikanya, Jangan Menyinggung Lawan Ya!

Rika Pangesti - detikEdu

Debat dapat dikatakan sebagai kegiatan interaksi saling mempertahankan argumentasi. Meski demikian, di dalamnya juga terdapat struktur debat dan etikanya yang harus dipatuhi agar debat berjalan sesuai dengan topik pembahasan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), debat sendiri dimaknai sebagai pertukaran pendapat mengenai suatu hal. Biasanya dilakukan dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Adapun penjelasan struktur dan etika debat yang dilansir dari buku Bahasa dan Sastra Indonesia karya Sutji Harijanti dapat disimak pada ulasan berikut.

A. Struktur Pelaksanaan Debat

1. Pengenalan

Setiap debat, biasanya dibagi ke dalam beberapa kelompok seperti, pihak pro, pihak kontra, dan pihak netral. Nah, pada tahap pengenalan ini, setiap tim atau ketiga pihak tersebut memperkenalkan diri serta pengenalan isu yang akan dibahas.

2. Penyampaian argumentasi

Struktur debat selanjutnya adalah tahap penyampaian argumen. Pada tahap ini, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari pihak pro, disusul oleh pihak kontra, dan diakhiri dengan tim netral.

3. Debat

Selanjutnya, debat sudah bisa dimulai. Masing-masing tim mengomentari setiap argumentasi dari tim lainnya.

4. Kesimpulan

Diakhiri dengan kesimpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik yang sesuai dengan posisinya.

5. Keputusan

Setelah diakhiri dengan kesimpulan, kemudian debat ditutup dengan hasil keputusan debat yang diambil dari hasil voting, mosi, resolusi, dan sebagainya. Keputusan pun diambil melalui tiga jenis pengambilan kepetusan yaitu, keputusan dari pendengar, keputusan dari hakim, dan keputusan dengan kritik.

B. Etika Debat

1. Bertanya dengan serius

Ketika bertanya kepada lawan debat harus bersungguh-sungguh dan serius. Bandingkan pernyataan yang dipaparkan dengan data yang sudah disimpan.

2. Tidak menyinggung lawan debat

Setiap debat berlangsung, tidak boleh menyinggung lawan debat mengenai kekurangan fisik. Kondisi yang diutamakan dalam debat yaitu. pertarungan ide gagasan. Untuk itu, jika akan menyerang lawan debat maka harus menyerang ide gagasannya, bukan fisik dari lawan debat.

3. Bicara sesuai data dan fakta

Agar debat lebih berjalan sesuai pembahasannya, penyerang dapat mematahkan argumentasi lawan debat dengan data dan fakta. Selain itu, juga tidak disarankan adu ide gagasan lawan dengan data yang belum jelas.

4. Patuhi peraturan debat

Etika debat yang terakhir adalah patuhi peraturan debat. Ketika melakukan debat dengan pebisnis, teman sekolah ataupun lainnya harus mematuhi peraturan yang berlaku dalam debat tersebut. Jika melanggar atau tidak mematuhi peraturan saat debat, maka akan didiskualifikasi.

Untuk diketahui, debat sebetulnya memiliki beberapa fungsi dan manfaat seperti melatih mental dan keberanian berbicara. Debat juga dapat meningkatkan kemampuan solutif dan sikap kritis pada diri kita.

Demikian pembahasan mengenai struktur debat dan etikanya. Semoga menambah pengetahuanmu ya, detikers!

Pentingnya Etika dalam Berdebat
 
Oleh Dr Amirsyah Tambunan, Sekjen MUI  

JAKARTA— Banyak yang bertanya kepada saya, apa sih manfaatnya debat? Dan apa dasarnya melakukan debat? Pertanyaan ini sederhana, akan tetapi penting untuk di cermati, terlebih di tahun Politik 2024 agar umat dan bangsa tercerahkan dengan memperkuat literasi, sosialisasi dan edukasi.

Sebelum menjawab pertanyaan ini ada baiknya memaknai debat yang baik dan benar dengan merujuk Alquran dan hadits serta ulama sehingga terhindar dari berdebat kusir dan tidak menjadi berdosa. 

Untuk itu bagi penyelenggara Pemilu dan semua pemangku kepentingan perlu memperkuat literasi kata "debat" bagi semua pihak dalam mempersiapkan debat yang lebih baik bagi calon pasangan calon Presiden 2024. Tujuannya agar tidak melanggar etika atau tidak, sopan, bahkan jangan sampai mencela atau melecehkan.

Oleh karena itu untuk memperoleh manfaat debat kita perlu memperkuat literasi yakni pertama, de·bat /dรฉbat/ yakni pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing. 

Bedanya, debat kusir yakni debat yang tidak disertai alasan yang masuk akal. Kedua, ber·de·bat yakni bertukar pikiran tentang suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat. 

Ketiga, men·de·bat yakni membantah pendapat orang lain dengan mengajukan alasan.

Keempat, per·de·bat·an soal yang diperdebatkan; atau perbantahan. Kelima, mem·per·de·bat·kan yakni menjadikan bahan untuk berdebat (berbantah) memperbantahkan. Keenam, pen·de·bat yakni orang yang mendebat.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan secara terminologi debat adalah kegiatan argumentasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat yang bertentangan dengan pendapat orang lain.

Penyebab terjadinya debat adalah adanya perbedaan pendapat oleh pihak-pihak yang meyakini pendapatnya merupakan suatu kebenaran. Pentinya argumen yang benar dalam berdebat berdesarkan berfirman Allah SWt:

ุงُุฏْุนُ ุงِู„ٰู‰ ุณَุจِูŠْู„ِ ุฑَุจِّูƒَ ุจِุง ู„ْุญِูƒْู…َุฉِ ูˆَุง ู„ْู…َูˆْุนِุธَุฉِ ุงู„ْุญَุณَู†َุฉِ ูˆَุฌَุง ุฏِู„ْู‡ُู…ْ ุจِุง ู„َّุชِูŠْ ู‡ِูŠَ ุงَุญْุณَู†ُ ۗ ุงِู†َّ ุฑَุจَّูƒَ ู‡ُูˆَ ุงَุนْู„َู…ُ ุจِู…َู†ْ ุถَู„َّ ุนَู†ْ ุณَุจِูŠْู„ِู‡ٖ ูˆَู‡ُูˆَ ุงَุนْู„َู…ُ ุจِุง ู„ْู…ُู‡ْุชَุฏِูŠْู†َ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.Sesungguhnya Tuhanmu, Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Beliaulah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl Ayat 125). 

Jika kita telusuri lebih jauh para ulama sudah menaruh perhatian tentang pentingnya debat. Pertama, As-Sa’di berkata ketika menjelaskan tentang maksud dari melakukan debat atau bantahan yang terbaik dari ayat di atas: 

“Jika orang yang didakwahi menyangka bahwa dia berada di atas kebenaran atau dia menyeru kepada kebatilan, maka bantahlah dia dengan cara yang terbaik. Maksudnya adalah metode dakwah yang lebih mendukung untuk diterimanya argumen, secara akal dan dalil syar’i."

Kedua, di antara metode tersebut adalah berargumen dengan dalil-dalil yang dia yakini kebenarannya. Karena yang demikian ini lebih mendukung untuk dapat mewujudkan tujuan dakwah tersebut. 

Ketiga, bantahan tersebut hendaknya tidak menyebabkan munculnya permusuhan, atau saling mencela, sehingga sirnalah tujuan yang hendak dicapai. 

Keempat, tujuan dari debat (jidal) tersebut adalah untuk memberikan petunjuk kepada manusia menuju jalan kebenaran, bukan untuk mengalahkan lawan bicara atau tujuan yang semisalnya. 

Begitulah pentingnya debat dengan fokus kepada tema permasalahan untuk menunjukkan banyak hal pertama, mencari kebenaran sejalan hadits riwayat At Tirmidzi dari Abu Umamah, Nabi - shollallohu 'alaihi wa sallam - bersabda:

ู…َุง ุถَู„َّ ู‚َูˆْู…ٌ ุจَุนْุฏَ ู‡ُุฏًู‰ ูƒَุงู†ُูˆْุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฅِู„ุงَّ ุฃُูˆْุชُูˆْุง ุงู„ْุฌَุฏَู„َ، ุซُู…َّ ู‚َุฑَุฃَ: ู…َุง ุถَุฑَุจُูˆْู‡ُ ู„َูƒَ ุฅِู„ุงَّ ุฌَุฏَู„ุงً

“Tidaklah suatu kaum menjadi sesat setelah sebelumnya berada di atas hidayah kecuali mereka suka berdebat (jidal, berdebat kusir)”.

Kemudian Nabi membacakan ayat ‘Mereka tidak memberi perumpamaan itu kepadamu, melainkan dengan tujuan untuk membantah saja.” (QS. Az Zukhruf ayat 58). 

ูˆَู‚َุงู„ُูˆْุٓง ุกَุงٰู„ِู‡َุชُู†َุง ุฎَูŠْุฑٌ ุงَู…ْ ู‡ُูˆَۗ ู…َุง ุถَุฑَุจُูˆْู‡ُ ู„َูƒَ ุงِู„َّุง ุฌَุฏَู„ًุงۗ ุจَู„ْ ู‡ُู…ْ ู‚َูˆْู…ٌ ุฎَุตِู…ُูˆْู†َ 

Artinya: Mereka berkata, “Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu, kecuali dengan maksud membantah saja. Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar. 

Kedua, menghindari kesesatan. Menurut al-Mubarakfuri mengatakan dalam Tuhfat al-Ahwadzi. “Maksud dari hadits di atas adalah tidaklah kesesatan dan terjatuhnya mereka dalam kekufuran melainkan disebabkan jidal yakni mendebat nabi mereka untuk membela kebatilan dan meminta didatangkannya mukjizat dengan penuh pengingkaran.”

Oleh sebab itu, begitu banyak diriwayatkan dari ulama terhadap debat kusir dan yang semisalnya agar dihindari. Misalnya Imam Malik pernah berkata, “Aku membenci debat dalam permasalahan agama. Dan penduduk negeri kita (Madinah) senantiasa membenci dan melarangnya.” 

Begitu juga Imam Malik juga menegaskan tentang kebenciannya terhadap hal di atas, kecuali perbincangan yang dapat mendatangkan kebaikan (kebenaran). 

Diperkuat Al ‘Awam bin Hausyab berkata, “Waspadalah terhadap perdebatan dalam agama. Karena hal itu dapat menggugurkan amal kalian.”  

Begitu besarnya dampak debat kusir, kata Bakr bin Mudhar menyatakan, “Jika Allah menghendaki kesesatan pada suatu kaum, maka Allah akan menenggelamkan mereka dalam perdebatan dan menghalangi mereka untuk beramal.”

Dari 'Abdullah bin Mas’ud, radhiyallohu ‘anhu, disampaikan bahwa Nabi Muhammad SAW. 

ู„ูŠุณَ ุงู„ู…ุคู…ู†ُ ุจุงู„ุทَّุนَّุงู†ِ ูˆู„ุง ุงู„ู„َّุนَّุงู†ِ ูˆู„ุง ุงู„ูุงุญุดِ ูˆู„ุง ุงู„ุจَุฐูŠุกِ

“Seorang mukmin (yang berimaan) bukanlah orang yang suka mencela, atau suka melaknat, atau suka berkata kotor, atau suka berkata-kata cabul.” (HR Tirmidzi no 1977). 

Oleh karena itu debat dengan tenang, pemikiran yang rasional, jernih akan bermanfaat untuk mencerahkan umat dan bangsa. Semoga.