Jumat, 17 Oktober 2025

DZIKIR QOLBU MA'RIFAT

 DZIKIR QOLBU MA'RIFAT

Bacalah Subhanallah, namun mulailah membaca Subhanallah dengan ma'rifat, bukan sekadar dengan hitungan angka. Saat ini, banyak kelompok yang terlalu terikat dengan angka, baik kelompok anti-sufi maupun kelompok sufi. Yang anti-sufi mengatakan, “Hanya 33 kali saja, tidak boleh lebih, karena yang dicontohkan Nabi cuma 33 kali.” Memangnya kalau lebih tidak boleh? Bagaimana jika ada ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa orang beriman itu berdzikir kepada Allah sebanyak-banyaknya? Maka mulailah berdzikir versi Al-Qur'an — berdzikir dengan ma'rifat, berdzikir Ma’rifatullah dengan Qolbu Lathiif.

Di akhir zaman ini, kita menghadapi banyak ujian. Salah satunya adalah handphone atau smartphone. Kita tampak sibuk, entah sok sibuk atau memang benar-benar sibuk. Maka tidak ada cara lain kecuali mengaktifkan dzikir yang telah Nabi beri kuncinya sejak dulu. Sekarang saatnya kita eksplorasi sebanyak-banyaknya. Umur sudah banyak terbuang untuk hal-hal yang tidak penting.

Di zaman Imam Ibnu ‘Athoillah As-Sakandari, beliau telah menulis Kitab Adabus Suluk sebagai panduan. Pada masa itu, belum ada gangguan untuk orang yang sedang suluk. Dalam kitab tersebut diajarkan bahwa dzikir itu ada khalwat-nya, meninggalkan makanannya, meninggalkan anak dan istrinya. Tapi, jarang sekali yang kuat atau mau melakukannya.

.

0 komentar:

Posting Komentar