UANG UANG UANG
UANG?
Ada apa dengan uang? Uang semata uang ya nggak ada masalah apapun. Ia cuma selembar kertas bergambar punya nilai tukar dengan barang.
Kalau digunakan untuk keperluan diri dan itu menjaga kebaikan dirinya (makan minum pakaian dan rumah) maka selama yang wajib karena diperlukan itu membaikkan.
Tak hanya bisa untuk membahagiakan diri sendiri, melainkan membahagiakan orang lain yang membutuhkan, itu sangat membaikkan. Dengan bersedekah infaq dan berzakat bahkan hadiah, itu teramat sangat membaikkan.
Uang tidak semestinya untuk tujuan ditumpuk tanpa guna! Hanya orang bodoh yang menimbun kertas yang ada nilainya hanya disimpan tanpa digunakan untuk dimanfaatkan atau untuk tujuan kebaikan dirinya dan sesamanya.
Memang tidak semua orang faham atau berkesadaran dalam menyikapi uang atau dalam menggunakan uang.
Ada yang semakin kaya semakin sulit kehidupannya, sebab lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Sehingga tak mampu membagikan uangnya untuk sedekah dan zakat.
Ada pula yang semakin kaya semakin buruk, sebab menggunakan uang untuk merusak diri sendiri. Uang ia gunakan untuk berjudi, narkoba, berfoya-foya dan membeli wanita-wanita dan hal-hal yang menyimpang menyalahi aturan agama.
Ada pula yang menggunakan uang sebagai transaksi jabatan, atau membeli jabatan yang ujung-ujungnya akan mencari uang kembali yang lebih besar dengan cara-cara korupsi.
Ada pula yang semakin kaya semakin rakus menumpuk kekayaannya dan suka menggunakan segala cara untuk mendapatkan uang. Berbuat aniaya terhadap sesama karena rakus dan cinta uang.
Ada yang sebab uang lalu disibukkan dengan uang sampai lupa diri untuk tujuan apa mencari uang. Sampai sampai tidak menjaga waktu, kesehatan badannya dan kebahagiaan diri dan keluarganya. Uang memperbudak dirinya.
Ada yang semakin kaya semakin kikir dan lalai lalu semakin jauh dari Allah. Semakin kaya semakin merasa tak membutuhkan Allah lalu kurang berdoa dan tak merasa perlu beribadah. Karena merasa bahwa kekayaannya sudah dapat mencukupinya dan membaikkan dirinya.
Ada yang semakin kaya semakin sombong menyombongkan kekayaannya. Suka menghina merendahkan orang lain yang tak mempunyai kekayaan.
Ada yang semakin kaya semakin menjadi ujub dengan kekayaannya. Seakan-akan tak pernah akan disentuh kematian.
Ada yang semakin kaya semakin ingin dipuji dan disanjung dinomor-satukan. Memberikan uang untuk mencari penghormatan orang lain kepadanya. Memberi karena suka dikata dermawan. Suka memberi karena ingin mendapatkan kedudukan dihati manusia.
Ada yang lainnya yang mencari uang dengan kesungguhan karena ketakutan dan kekhawatiran tentang kecukupannya. Tak memenuhi syarat untuk mendapatkan uang dengan mudah tapi tetap saja tak berubah. Kadang kecewa kadang lega tapi sering tak menentu perasaan. Keyakinan kepada Allah menjadi sangat menurun dan hampir dihinggapi keputus-asaan.
Dalam kehidupan.... Uang bukanlah uang itu sendiri. Ia sebagai bagian dari ujian dari Allah. Untuk diketahui siapa-siapa yang paling baik amal perbuatannya. Uang bukan untuk uang itu sendiri, tetapi untuk tujuan apa uang dicarinya. Hanya yang memahami ajaran Allah dan Rosulullah Muhammad ﷺ sajalah yang dapat selamat dalam urusan uang.
Dan sebaik-baik dari kehidupan hanyalah dapat mempertahankan Islam, iman dan Ihsan dalam hidupnya. Apapun urusannya terkait dengan uang, tak mengubahnya menjadi orang yang paling buruk dimuka bumi. Tetap dalam peribadatan yang terbaik kepada Allah dan perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi sesama manusia.
DUNIA
Kelalaian Mabok dunia mengeluarkan dari tujuan
Ilusi Fatamorgana
Penipuan Iblis Setan
Kejahatan hawa nafsu
Alam kematian kengerian
Terlihatlah kebenaran yang membentang
Tampaklah siapa diri sebenarnya.
Tiada lagi kepura-puraan
Hanya amal yang Lillaah yang berguna
Tinggal penyesalan sebab terputus
Yang baik tak bisa jadi lebih baik
Yang buruk tak akan menjadi baik
Yang celaka tak akan terlepas
Telah diperingatkan Allah
Tapi manusia mendustakan
Dunia di zaman akhir
Kebenaran ditolak disingkirkan diisolasi dianggap salah
Kesalahan keburukan disahkan digunakan disebarluaskan
Fitnah di mana-mana
Kejahatan merajalela
Penganiayaan semakin melonjak
Ketidakadilan dikuatkan oleh peraturan pemerintah dalam undang-undang
Penggiat kebenaran penolak kebatilan ditentang ditangkap diadili dipenjara karena dianggap makar
Perdebatan di sana-sini tak membuahkan hasil kebaikan
Masyarakat kecil menengah terhimpit terengah-engah menjalani kehidupan
Seakan menyeret kepada pengkhianatan nurani
Pejabat tak ada rasa malu dan takut karena berkuasa
Berbuat salah dan aniaya bagi mereka seakan hak yang patut
Yang punya ilmu menggunakan ilmunya untuk mencuri dengan mengakali sesama pakai teknologi

Komentar
Posting Komentar