TABLIS IBLIS MASA KINI


T
ABLIS IBLIS MASA KINI 

IBLIS: Mau melangkah ke mana pun
kalian, mau mencari jalur ke mana
pun, pasti diriku akan menemuimu.

INSAN: Saya mau ke sini. Apa saya mau ke sini?

IBLIS: Kurang ajar kau.

INSAN: Kenapa kamu ngikutin saya?

IBLIS: Hah? Kau ini tuli apa bagaimana?

INSAN: Tuli? Saya enggak tuli.

IBLIS: Kemana pun kau melangkah
pasti akan bertemu denganku.

INSAN: Duduklah.

IBLIS: Kenapa kau kuduk?
Jangan pura-pura bodoh.

INSAN: Duduk!

IBLIS: Apa yang akan kau lakukan?

INSAN: Memangnya kenapa?

IBLIS: Jawab dengan jelas!

INSAN: Sudahlah wahai makhluk iblis. Kau jangan menyamar menjadi
sosok-sosok jin yang seolah-olah kau tidak sakti. Saya tahu kau iblis yang sangat kuat. Kau menyamar seperti itu untuk mengelabui dan menutupi siapa engkau sebenarnya? Saudara-saudaraku,... Ini adalah iblis, ya. Iblis yang sangat besar, bertanduk,
mengerikan.

IBLIS: Ternyata kau bisa
mengenaliku. Kau bisa membaca siapa diriku sebenarnya.

INSAN: Kenapa kau datang
menghampiri saya? Baru saya
membuka kamera, kamu langsung
datang.

IBLIS: Aku muak mendengar manusia
berbicara tentang Tuhan. Sedikit-sedikit Tuhan lah. Dengar apa kau?

INSAN: Ya dengarnya kenapa?

IBLIS: Sedikit-sedikit takdir,
[berdehem] sedikit sedikit
membicarakan dosa, sedikit-sedikit pahala. Benar kan? Kalian bersujud karena mengharapkan surga. Kalian, kalian menangis karena takut neraka. Kalian berdoa karena sedang
membutuhkan sesuatu. Diriku tidak bodoh, manusia. Lalu kalian menyebut semua itu, cinta. Jangan membuatku tertawa.

INSAN: Allahu Akbar. Terus
lanjutkan.

IBLIS: Bodoh sekali. Aku lebih dahulu mengenal ibadah daripada kebanyakan manusia yang hidup hari ini. Aku mengetahui bagaimana
seseorang berdiri dalam
penghambaan. Aku mengetahui nama-nama kemuliaan. Aku mengetahui bagaimana makhluk merendahkan dirinya di
hadapan Tuhan. Maka jangan mengajariku tentang ketaatan manusia.

INSAN: Hah (tertawa] memangnya aku mau mengajarimu tentang ketaatan ?

IBLIS: Tentu.. Manusia seperti tentu pasti.

INSAN: Kata siapa??



IBLIS: Kata siapa ?!? Kau sudah
berdalil di mana-mana. Kau
sudah berdakwah lewat sabda
gaibmu itu.

INSAN: Sabda gaib?

IBLIS: memang benar bukan?

INSAN: Wahai makhluk !

IBLIS: Apa?

INSAN: Justru perkataanmu telah
menjawab seluruh persoalan. Kamu mengetahui banyak hal tentang ketaatan, bukan roh. Tetapi engkau tidak memahami roh ketaatan. Engkau mengetahui jalan menuju pintu, tetapi engkau jatuh karena merasa dirimu telah memiliki rumah.
Engkau mengetahui bagaimana
kepala direndahkan, tetapi engkau
tidak pernah benar-benar belajar
bagaimana aku direndahkan. Di situlah kehancuran bukan?

IBLIS: [tertawa] Aku pernah taat.

INSAN: lya benar. Tetapi ketaatan
yang panjang tidak selalu
membuktikan hati telah bersih.
Tidak. Sebab ujian terbesar seorang ahli ibadah terkadang bukan ketika ia disuruh ibadah. Ujian terbesarnya justru datang ketika kehendak Tuhan
bertentangan kemuliaan yang ia
bangun tentang ini. Paham tidak?

INSAN: Kalau tidak paham dengarkan. Selama perintah sesuai dengan keinginanmu, engkau merasa menjadi hamba. Tetapi ketika datang satu perkara yang menghantam harga
dirimu, keluarlah sesuatu yang
selama ini bersembunyi di balik
ibadahmu. Itu namanya apa?
Kesombongan. Paham? Kau harus paham ini. Jangan pura-pura bodoh.

IBLIS: Berani sekali kau
mengatakan itu kepadaku. Aku ini
memiliki ilmu.

INSAN: Ilmu? Ya. Ya. Percaya ...apa
sih yang tak dimiliki iblis? Namun jangan terlalu cepat membanggakan ilmu. Wahai tuan iblis. Hmm... IImu adalah cahaya apabila
ia menunjukkan kekurangan diri.
Paham?

INSAN: Tetapi ilmu dapat menjadi
hijab apabila ia dipakai untuk
membesarkan diri. Orang bodoh
bisa tersesat karena tidak mengetahui jalan. Namun
orang berilmu dapat tersesat
dengan cara yang lebih halus.

INSAN: la mengetahui jalan lalu
mengira bahwa pengetahuan
tentang jalan berarti ia telah
sampai. Padahal mengetahui
laut bukan berarti telah
menyeberanginya. Paham kau?

INSAN: Mengetahui api bukan berarti pernah terbakar olehnya. Mengetahui tentang
definisi ikhlas bukan berarti telah ikhlas. Mengetahui
1000 pembahasan tentang tawadhu'
bukan berarti kesombongan telah
mati.

IBLIS:  Lalu apakah orang alimn tidak
mempunyai kedudukan?

INSAN:  Hm. lImu memiliki kemuliaan. Tetapi kemuliaan ilmu bukan alasan bagi pemiliknya untuk
merasa lebih mulia. Semakin tinggi ilmu seseorang seharusnya semakin
luas pula kesadarannya terhadap
apa yang belum ia ketahui.

IBLIS:  Aku tidak membutuhkan
nasihat manusia, terutama nasihatmu itu.

INSAN:  Nah, baru aku pancing. Kalimat itu baru langsung
keluar. Itulah salah satu penjara
terbesar bagimu. Ketika makhluk merasa tidak lagi membutuhkan nasihat, pada saat itulah ia mulai sulit melihat dirinya sendiri. Kesombongan paling kasar adalah, "Aku lebih hebat darimu" Tapi kesombongan yang lebih halus apa? "Aku
tidak mungkin salah!". Yang lebih
halus lagi, ... "Aku paling memahami
kebenaran!" Namun yang lebih berbahaya lagi apa? ... "Siapapun yang berada berbeda denganku pasti lebih rendah". Itu seperti engkau wahai iblis!

IBLIS:  Aku membenci manusia
karena manusia penuh
penuh dengan kemunafikan.

INSAN: Kemunafikan. Ya. Ya. Engkau melihat dosa manusia tetapi engkau tidak melihat penyakitmu sendiri. Lebih munafik mana? Hmm. Manusia memang dapat munafik. Manusia dapat rakus. Manusia dapat berkhianat. Manusia dapat menjual agama. Manusia dapat
menggunakan nama kasih demi
kepentingannya. Tetapi manusia
juga diberi jalan untuk menyesal
bukan?

IBLIS:  jika engkau mengatakan
bahwa pendosa dapat lebih baik
daripada ahli ibadah, Begitu?

INSAN: Jadi begitu. Ah, dengarkan.
[berdehem] Aku mengatakan
jangan menilai perjalanan seorang
hanya dari satu halaman. Ada ibadah yang semakin taat semakin rendah hati. Itulah keindahan. Maka persoalannya bukan sekedar siapa yang memiliki banyak amal atau sedikit amal. Ada yang banyak ilmu dan sedikit ilmu. Pertanyaannya adalah ke mana amal itu mengubah hatimu? Apakah semakin merunduk atau semakin merasa tinggi?

IBLIS: Aku pernah aku pernah
melakukan ketaatan yang tidak
sanggup dilakukan kebanyakan
manusia.

INSAN: Lalu untuk apa engkau
masih menghitungnya?

IBLIS: Hah apa maksudmu?

INSAN: Jika engkau masih
berdiri di hadapan Tuhan. Sambil membawa dattar jasamu berarti diam-diam engkau sedang menagih. Aku telah melakukan ini, aku telah
melakukan itu. Aku telah beribadah sekian lama. Aku lebih taat. Lalu di
manakah kehambaanmu? Hah? Aku tanya diam. Engkau marah? Kau marah apa gimana?

IBLIS: Yang jelas aku tidak membutuhkan Tuhan.

INSAN: Sudah cukup. Jika engkau
tidak membutuhkan Tuhan sudah
aku tidak mau berbicara lagi
panjang lebar denganmu.

IBLIS: Bagus. Tujuanmu apa
sebenarnya? Hah?
INSAN: Tujuanku apa? Apa tujuanmu?
IBLIS: Kau ingin
tahu tujuanku?
21.47 lya dong.

IBLIS: Aku atau kami tidak ingin
manusia mendapatkan sirul asr.
INSAN: Kenapa? Kalau mau sebagaimanapun
engkau menyembunyikan
wujudmu, menyembunyikan
hasutan halusmu akan terbongkar
bukan. ltulah itulah yang kami tidak
harapkan.

IBLIS: Sampai kapanpun kami akan
berusaha.

INSAN: Berusaha apa?

IBLIS: Untuk meniadakan sirrul asror.

INSAN: Kalau mampu coba.

IBLIS: Tentu... kami pasti mampu. Coba berarti kamu yang menantang.

INSAN: Silakan. Aku di hadapanmu
coba.
.... (Sesaat setelah mencoba mengeluarkan kekuatannya, Iblis mengentut). Kenapa nggak keluar?

IBLIS: [mendengus].

INSAN: Itulah kebodohanmu wahai
makhluk. Jika sirr al asror yang sudah
diturunkan oleh Tuhan, sama halnya engkau menentang Tuhan. Engkau paham itu? Katanya engkau pintar,
katanya engkau taat, katanya
engkau berilmu, tapi kenapa
engkau tidak bisa berpikir? Sedangkan sirr al asror itu
diturunkan Tuhan langsung kepada
umat manusia. Engkau tentang!  Di mana akal dan ilmumu?
Hah? Tuhan semesta alam ini yang
menurunkannya engkau tentang !
Kau mampu mampu?  Apa apa jangan-jangan karena hanya engkau bisa menyesatkan manusia engkau bisa menentang segalanya perintah
Tuhan?

IBLIS: Tentu.. hah buktinya sudah ada
banyak manusia yang tersesat
bukan

INSAN: NAMUN ingatlah dengan Ismu Al a'zham insyaallah
talbis-talbis yang engkau sebarkan akan terkikis sedikit demi sedikit. Kerajaan yang kau bangun
di dalam hati manusia akan
runtuh sedikit demi sedikit ..  itulah
ketakutanmu bukan? Saya tahu bangsamu membisik-bisikkan untuk
menyepelekan sirr al asror itu. Itu tidak ada gunanya. Mungkin memang saudara-saudara saya di sana masih banyak yang meragukannya. Namun saya biarkan saja. Baguslah jika mereka meragukan, biar mereka berpikir.
IBLIS: Berpikir apa?

INSAN: Mau ikut
denganmu atau mau ikut dengan
saya? Sudah jelas ikut dengan
kami. Kalau sudah ikut denganmu,
tidak mungkin engkau datang
menemnui saya.

IBLIS: Sudah.... Yang jelas aku tidak ingin Sirul Asorr menyebar luas.

INSAN: Kau tahan sendiri kalau kau
mampu.

IBLIS:Baiklah?

INSAN: Baik. Kalau kau mampu, kalau
kau merasa hebat, silakan kau
tahan dengan kekuatanmu, dengan pasukanmu. Apa kau masih melakukan?

IBLIS: Ya, aku tidak berpeduli itu. Aku hanya menginginkan memusnahkan sirrul asror. Karena bagi kami itu akan
sangat membahayakan. Kenapa? Kenapa bisa sampai
sesuatu dari atas turun kepadamu?
Bajingan!

INSAN: Kalau turun pada manusia. Kau iri? Hah? Kau iri?

IBLIS: Baik. Aku aku iri.
Kemarin ada anak buah dari Almasih Ad Dajjal yang datang
menemuiku. Namun ia telah lebur
kemudian kau datang.

IBLIS: Kami tidak peduli walaupun
dia lebur. Kami tidak ada belas
kasihan. Yang terpenting kami
masih ada dan kami akan terus
memburu Sirrul Asror. Sampai tidak
lagi kalian pegang.

INSAN: Kalau mampu baiklah. Laa ilaaha illallaah Muhammadur
Rasulullaah. Laaha illaaha illallaah. Hilangkan segala kekuatannya. (Sesaat kemudian iblis kentut)... Masa kentut [berdehem] ?
keluarkan lagi. Hehehehe
[tertawa] ... (Saat Iblis mencoba kekuatannya lagi iblis kentut lagi).
Itu malah keluar dari pantat

IBLIS: Bajingan. Kenapa kau menyerap kekuatanku?
Kau mempergunakan sirrul
asror untuk menyerap kekuatanku.
Kembalikan kekuatanku.
[mendengus] (tertawa]

INSAN:  itu keras banget kayak
balon gitu.

IBLIS: Tidak mungkin
kau mendengarnya.

INSAN: Keras banget nggak mungkin nggak mendengarnya!

IBLIS: Kembalikan!

INSAN: Sudahlah kau pergi!

IBLIS: Aku akan memulihkan
kekuatanku.

INSAN: Lihat baik-baik. "Lebur kau!" Laa hawla walaa quwwata illaa
billaahil 'Aliyyil 'Azhiim.


***Add


Ciri fisik wujud Iblis dengan gambaran sebagai berikut:

• Tubuh menyerupai babi

• Wajah Mirip Kera, 

Mata memanjang seperti mulut.

• Tak punya janggut

Rambut di kepala hanya 7 helai dan berdiri ke atas.

•  Empat Tangan: 2 di bahu dan 2 di kening.

Jari berjumlah 6, 

• HIDUNG menghadap ke atas, 

• Memiliki belalai.

• Pincang bila berjalan (Kedua ujung jari jempol kaki bersentuhan 

Bersayap.

• Di atas tubuhnya terdapat berhala Majusi

• Di sekeliling bajunya terdapat 6 jenis minuman berwarna-warni.

• Memegang Lonceng Besar

• Di atas kepalanya terdapat Telur dengan Besi Panjang di tengahnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAM NERAKA ATASNYA.... SIAPA SAJA MEREKA & YANG MEREKA LAKUKAN?

PARA SALAF SHOLIH DAN PARA PENGIKUTNYA

BIOGRAFI IMAM ABU HANIFAH