Gus Baha pada acara Haul KH Hamid Pasuruan ke-45
Berikut adalah transkrip lengkap pembicaraan Gus Baha pada acara Haul KH Hamid Pasuruan ke-45:
Alfatihah... wis said aulad said bisa sakit miskin i bismillahirrahmanirrahim dimulai ee saya akan menerangkan fadilatus sujud (0:38). Bismillahirrahmanirrahim muslim nafsika sujud muslim kitabil yaqu ya umir ibnu adam fasajahul jannah jud (0:38). Nah ini yang kitab idhaf ya saya pernah ngasih beberapa orang kitab idhaf (1:21). Ikhhaf itu syarahnya apa, ikhya (1:44). Ee secara sanad kita ini dekat sekali sama shaibul idhaf yang dikarang Sayid Murtad Azzabidi (1:44). Ee misalnya yang ditulis Mbah Maimun guru kita semua, mbah Mun ngaji Mbah Zuber, mbah Zubair ngaji Mbah Fakih Mas Kumambang dulu wakil rais akbar wakilnya Hadrus Syekh Mbah Hasyim ngaji syekh Mahfud ngaji abahnya Mbah Abdul Mannan terus Shibul apa ithaf dulu (1:53). Kitab mulai duluah sampai sekarang kitab kesayangan kita adalah kitab Ihya (2:12). Dulu Mbah Hamid terkenal sekali ngaji sama mbahnya Habib Taufik Habib Jafar dulu di Lasem (2:12). Semua kita lah pasti pernah ngaji Ihya (2:23).
Nah yang enggak ada di Ihya itu ini yang kulo woco model pesantren ya (2:23), sujudul qolbi (sujudnya hati) (2:32). Sujud secara fikih itu hanya melibatkan tujuh anggota, umirtu an asjuda ala sab'ati a'dumin yaitu al jabhah wal yaden warukubbatain walqodam (2:39). Yang belum didiskusikan fikih itu sujudul qolbi (2:39). Sujudul qolbi ini, sujud ini saya PD sekali, bukan karena sombong, senang kalau ngaji ada pentasnya, ada Mbah Idris, Habib Zain, ada Habib Taufik (2:52). Ada nanti dapat hadiah kalau benar (3:03). Jangan kayak kiai-kiai amatir (3:03). Kalau ngaji sama orang bodoh itu PD, kalau masuk orang pintar enggak PD, itu sesat itu keliru itu (3:03). Dulu Imam Syafi'i itu PD karena kalau ngaji itu di depan Imam Malik (3:13). Saya PD baca kitab, saya dulu sering baca depan Mbah Mun kok kok enggak salah, sering bener, ya wis kiai gitu lah (3:19). Kalau sampean baca dengan orang awam itu man 'abdi kamu baca min 'abdi juga enggak apa-apa kan ya (3:26). Saya pernah ditanya sama Kiai, "Gus nama saya itu ada di kitab," dia bacanya qola Ibnu Abi (anake bapak ingsun) niku ora kulo, iku Ibnu Ubayin ora ono hubungane mek ku (3:32). Jadi makanya guyonan di pesantren itu ada orang meninggal gara-gara salah titik (3:39). Jadi gurunya itu bilang habbatun sauda dawaun min kulli da' (3:50). Gurunya bilang habbatun, dia titiknya kelebihan satu itu Gus Ali, ditulis hayyatun sauda (ular hitam) (3:50). Terus nyari ular kobra karena ijazahnya dia itu pikirannya dia hayyatun sauda dawaun min kulli da' (4:00). Ya akhirnya ya mati karena salah titik itu, makanya salah titik itu bahaya betul itu salah titik (4:10). Saya tadi Mbah Idris pas ngakatkan tuh saya disuruh enggak berani, karena dulu itu ada kiai sangat ingin poligami pas ngakatkan terus qobiltu nikahaha (4:18). Jadi para yang masih ingin nikah lagi enggak usah apa enggak usah mengakadkan, itu riskan riskan (4:27). Kamu jangan itu nanti langsung enggak ankah tuka tapi langsung apa qobiltu gak salah itu, cerminan harapannya ya (4:36). Jadi kalau ngaji dulu qoru 'alas syekh, dulu itu Imam Malik itu enggak pernah baca kitab (4:47). Semua yang bersanad ke beliau harus muridnya yang apa baca, sehingga sekali pintar ya pintar betul (4:58). Sekarang kan enggak, orang ngaji sama kiai, kiainya baca benar, muridnya ada yang di pojok, ada yang ngantuk, ngayal apa, jadi kacau semua hasilnya, itu kacau semua itu enggak boleh (4:58). Dulu kalau ini cerita dulu, kalau cerita sekarang ya seperti ini kulo baca sujudul qolbi (5:14).
I'lam (ngerti siro) annahu (sak temene kelakuan) yajibu sujud alal qolbi (5:21). Jadi hati itu harus sujud tunduk sama kehendak Allah subhanahu wa taala (5:21). Wa sujudul qolbi sujudun larof'a ora ono iktidal maujud badu ba'da sujud (5:31). Kalau hati kita sudah sujud itu tidak akan ingin berhenti (5:31). Seperti kita semua, kenapa kuat menerima ujian? Karena hati kita tunduk masyaallahu kana wama lam yasya lam yakun, itu tunduk (5:40). Apapun kecewa kita, makanya Nabi kalau muji orang mukmin ajaban li amril mukmin inna amrahu kullahu khair (5:52). Orang mukmin itu hatinya sujud sehingga kena apa saja itu senang, in asobathahu sarro syakaro fakana khairon lahu wa in asobathahu dhorro sobaro fakana khairon lahu (5:52). Makanya kan kadang-kadang saya jadi kiai itu ya susah, sering didalili santri-santri itu kan dalil-dalil kan orang yang mencari ilmu man salaka thoriiqon yaltamisu fiihi 'ilman sahallallahu lahu thoriiqon ilal jannah (6:02). Dulu Mbah Hamid abahnya Mbah Idris keluarga Lasem itu kalau ke sini sudah umur 60 disuruh nghafalkan Quran 2 juz (6:24). "Mati nanti ada yang satu juz meninggal," Hamid ditanya, "Kenapa sudah tua disuruh nghafalkan Quran?" Ben matine iku jek salakah thoriiqoh, jek golek ilmu (6:32). Jadi ketika mati diteluk, "He wong sing hafal ora hafal-hafal." (6:41) Tapi kan lumayan masih disebut orang yang ingin menghafalkan apa Quran (6:50). Terus saya dinyek santri-santri ini hadis kanggo santri, hadis kiaine ono, karena kiai sudah ndak yaltamisu fii ilman (6:50). Terus akhire kulo kiai golek dalil sing kiai dalile, tapi wis usah dalil mun banyak (7:00). Kulo terusaken karena ini ngaji di depan orang sing makruf bil wilayah, kulo cerito wali ini (7:00). Kitab idhaf saripun ikya, Itfaq tepanah bin Abdullah atustari ono sing moco atusturi rahimahullah fi awali pertama beliau qola annahu ra'ahu sajada (7:20). Dia melihat hatinya itu sujud, farqiati ini di idhaf juz 5 ya, idhaf juz 5 halamannya 60 ya (7:33). Jadi yang punya kitabnya bisa dicari, kalau yang enggak punya ya sudah pakai fotokopi ini aja dipakai jimat (7:33). Falam yajid mengko ora metuki sopo sahel ahadan ya'rifu ma yaquul (7:48). Yang ngerti ini bahasan apa, jadi intinya semua yang ditanya itu enggak ngerti ini apa gitu (7:59). Faqahu inadan terus harus berangkat ke daerah ubadan untuk tanya itu, hati itu sekali sujud maka akan selamanya sujud (8:06).
Ah saya beri contoh, ini tidak menggurui tapi ini valid, secara tadwin valid (8:06). Umar bin Abdul Aziz itu terkenal sebagai khamisul khulafa, orang yang sangat apa adil (8:27). Ketika mau meninggal orang sama nangis semua terus beliau marah, "Kenapa kamu nangisin saya? Memangnya kalau saya mati ke mana? Ila robbin karim." (8:41) Ketika saya di dunia Allah itu rabbun karim, di akhirat juga sama ila robbin karim (8:51). Masalahnya apa, dunia sama akhirat tuhannya apa, sama (8:58). Itu sudah menyatu inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati kabeh lillahi rabbil 'alamin (8:58). Bukan karena kita angkuh yakin husnul khatimah atau yakin ahlul jannah, bukan, yakin Allahu rahman rahim (9:09). Makanya itu hebatnya nabi itu kalau mengijazahi kita kalau mati itu enggak disuruh doa, disuruh akhiru kalamihi Allah atau lailahaillallah (9:09). Doa itu bikin psikis, mandi atau ora, wong potongan aku kok dongo kan mandi atau ora (9:20). Kalau nyifati Allah alula wa asi sing luar biasa aman, pasti benar (9:30). Nyifati Allah itu pasti benar dengan sifat yang agung, tapi kalau doa kita belum pasti mustajab (9:37). Makanya man kana akhiru kalamihi la ilaha illallah dakholal jannah, itu enggak ada teks saya dulu ya janggal kok nabi enggak nyuruh doa ya (9:45). Doa itu menjadi kitab psikisnya itu mandi ta ora, kabul ta ora, tapi kalau kamu nyifati Allah mesti selamat (9:54). Makanya ketika ada sahabat suka baca surat Ikhlas terus kata Nabi apa, hubbuka iyyaha adkholakal jannah ya (10:00). Coba malaikat enggak bisa membatalkan kita suka lailahaillallah, suka qulhuallahu ahad, tapi bisa menyalahkan kita karena doa (10:13). Misalnya kita berdoa, "Ya Allah minta istri yang cantik hafidah shah," mesti bisa disalahkan, "Itu enggak jatahmu." (10:13) Karena hadil marah mungkin auzubillah minka dan Allah lebih mendengar hadil marah daripada doa kita (10:22). Misalnya saya berdoa supaya jadi kiai besar, mungkin, "Masak tak kiai ini juga enggak ikhlas karena pernah sepuh daripada saya." (10:33) Jadi doa itu banyak korbannya kalau dituruti (10:43). Saya pernah loh ini kisah nyata, ada orang saleh kaya, "Gus doain saya kaya akan ngerumat yatim 1000." (10:43) Wah kon ora bener k ngurumat saya yatim kan bagus, tapi bapake kudu mati sik untuk jadi yatim, bapake mati sik berarti kata-katamu gentine piye pateni bapake engok anake tak rumat (10:50). Artinya doa itu bisa di, iya masalah (11:06). Kalau di kitab hikam cerita yang terkenal kan gitu, ada orang calon wali, mungkin masih wali amatir, dia itu hammal (11:06). Hammal itu tukang pangkul di pasar, kalau dapat satu piring itu langsung pulang, Gus Mum pulang Gus Doa pulang (11:17). Terus dia bilang gini, "Ya Allah saya ini mencintai Engkau, saya ini hanya butuh satu piring, ngapain jadi hamal, mbok kasih rezeki yang enggak butuh apa kerja." (11:25) Ini cerita di hikam, kitab hikam (11:38). Bareng dia di pasar entah apa dituduh maling terus dipenjara, tiap hari makan sore makan enggak usah kerja, jadinya doa itu masalah lho (11:38). Ada seorang istri tanya, "Gus dongakno bojo kulo gampang syukur." (11:45) Oh nak syukur la'azidannakum, bojo ditambah, "Aduh Gus jangan Gus, ntar ditambah aku bojone kowe tok." (11:45) Jadi artinya, tapi kalau ngelem Allah itu aman (11:56). Makanya la ahada ahabbu ilaihil madhu minallah walidalika madaha nafsah sebagian riwayat walidalika wa'adallah al jannah, Allah itu suka dipuji (11:56). Makanya dulu sahabat itu baca qul huwa allahu ahad ditanya saluhu li'ayyi syai'in terus kata sahabat ini li'annaha sifatur rahman fa'ana uhibbu an aqra biha, saya suka baca sifat-sifatnya Allah (12:09). Makanya diarani surat apa, ikhlas (12:29). Orang baca itu gak punya kepentingan kecuali madah muji Allah subhanahu, nah hatinya kita semua orang mukmin sudah sujud sudah seperti itu (12:29). Coba berapa juta orang yang dimarahi istrinya tertawa toh, karena yakin diwarahi bojo awal calon wali wis mesti yakin wis jadi wali (12:38). Ngalim yo angel, sodqoh yo angel, mendingan sabari opo bojo sabario, itu terkenal loh itu cerita di Yaman itu wali-wali yang ya berkahnya apa dimarin apa, iya masyur itu, semoga saya gak jalur itu, bahaya kalau itu ya (12:48).
Jadi sujudul qolbi kita semua orang Islam tu sudah luar apa biasa (13:08). Makanya Nabi ngendikan nak iso akhir kalami Allah, kalau ndak senting tasbih atau paling ndak tidak tangkis ning Allah subhanahu wa taala (13:08). Terus kata beliau thqdah insani faq kamulat makrifatuhu wa ismatuh falam yakunit alaihibil, kalau hati kita sudah sujud itu sudah luar biasa kita maka kamulat makrifatu wa ismatu, orang itu akan terjaga (13:28). Any aq bismil ismah sebetulnya orang ini adalah terjaga dari dosa, cuma karena dia enggak nabi disebut mahfud karena biar nama maksum hanya untuk Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para nabi (13:42). Wausamma fiqil w hifdon adaban maal anbiya liatahaqqohu bismil isma, karena gelar maksum itu miliknya Rasulullah, miliknya para nabi, maka wali disebut apa, mahfud (14:08). Fa'illam yasjud alqolbu falaisa bimahfudin, ini wahdi masalatun daqiqoh ini masalah yang jelimet yang detail adzimah fit thq ma taha illa lodin ya wujuduhum (14:20). Jadi ini tidak hasil kecuali untuk orang-orang tertentu yang sudah langka (14:31). Wahum alladina hum bayinim wal bayin tujalli bayinahidal abdi wahua sujudul qolbi (14:39). Jadi sujudul qolbi itu memang luar biasa ya (14:39). Kita tahu di tarikh misalnya Bilal kayak apa dia disiksa Umayyah, kayak apa dia disakiti, itu di semua riwayat Bilal enggak berdoa, hanya bilang ahad ahad ahad (14:39). Karena kalau dia minta tolong dan saat itu enggak ditolong Allah katanya Allah dekat kok enggak nolong (15:00). Makanya ir saya sering matur ke Habib Ahmad kiai-kiai itu kalau ijazah dikurangi lah karena yang yakin ngobos itu sudah banyak gitu, tapi tauhidnya yang diting-ditinggikan karena tauhid ini yang pertama fa'lam annahu la ilaha illallah (15:07). Doa itu ya sudah kita berdoa berharap mustajab tapi harus yakin secara ilmu mata a'thoka asyhadaka birrihi wa mata mana'aka asyhadaka qohrahu (15:19). Ketika Allah memberi kamu maka ashadaka birroh, kalau Allah memberi Allah ingin mengertikan kamu kalau Allah itu baik (15:40). Kalau Allah kamu doa kok kamu enggak dikasih, Allah ingin mengertikan aku ini kohar ora iso kn saya ini kohar jebar enggak bisa diinter-intervensi (15:40). Andaikan semua doa itu dikabulkan Allah itu kacau dunia, semua orang ingin jadi presiden, presiden semua, ingin ganteng-ganteng semua, ingin punya istri banyak punya kacau dunia ini (15:57). Berkahnya banyak yang ngobos ini ya ya seperti ini (16:05). Jadi Allah itu tidak hanya ingin dikenal sebagai mujib tapi sebagai qohar sebagai jabbar, makanya hikam ngajari kita itu mata as'aka wa mana'aka ashadaka (16:14). Kados kulo wis urip ora jelas senengak masamak sering dolan teng kebun kulo, kulo urip sering dewan usah seneng pangeran, kumpul tiang ngen dikongkon dikongkon makelar suargo ngen seneng mawon, tapi yang jelas valid kulo (16:24). Mas jawo ngawurlah niku valid (16:37). Saya itu saking hormat saya pada umatu rasulillah sallallahu alaihi wasallam saya enggak pernah ngaji tanpa belajar (16:48). Habib Zain seksinya saya itu baca Kitabnya Abuya banyak sekali, termasuk kenapa saya jarang nyebut Allah itu ngikuti mazhab Malik (16:56). Mazhab Maliki itu kalau Imam Malik itu Habib Zin yang diceritakan Syed Muhammad di apa ee Imam Mudari Hijrah Malik bin Anas (17:03). Ada orang minta beliau, kebetulan lupa enggak bawa uang padahal semua wali itu pasti sahab, dia enggak bilang rozaqallah gini-gini ndak, ya nanti ke rumah saya tak kasih atau besok tak kasih (17:09). Ditanya sama muridnya, "Kenapa engkau tidak mendoakan Razaqallah?" Kata beliau wakata ana ujillu ismallah, saya ini sangat hormati namanya Allah maka saya enggak suka adkurohu saya sebut di tema yang orang itu yakrohu sam'ahu (17:16). Orang minta itu inginya uang enggak ingin doa (17:34). Jadi intinya fa'ana ujillu ismallahi 'an jumlatin pada orang sing yak, orang itu kan mesti gak suka, orang ingin doa terus kamu kasih orang ingin uang kamu kasih doa juga kayak putu-putu tuan mbahe ben disangoni, "Cung tak sangoni dungo," "Opo dungo nggo opo aku iso dewe," mesti gitu (17:34). Makanya seneng saya punya mbah-mbah Hamid lomo merko pikirane Mbah Hamid itu mesti kenangannya orang kalau seman itu disangoni Mbah Mun ya sama, ning luk kemarin Habib Taufik cerita wis pokoke kenangane wong angger ketemu iku disong tak dongo iku pikirane com-nom ah dongo aku dewe iso lah itu luar Luar biasa Sayid Muhammad (17:55).
Terus ternyata di kitab Sultanul Ulama karangannya iku Azizuddin bin Abd Salam di Qawaidul Ahkam itu Sayidina Umar pertama jadi khalifah itu cerita Nabi pernah pidato fi hadal mimbar dan kata Nabi innallaha qod kallafani an asrifa 'anhudua (18:17). Allah memaksa saya supaya wong sitik-sitik iku gak dongo (18:40). Karena kalau sering dongo misale jenengan ijazah duha, Cina ora tau duha yo sugih (18:51). Moco Yasin 40 si engok bojone ayu, ternyata bojone elek nanti itu yang dikomplain itu kebanyakan, tapi kan aku k nganggo ilmu (19:00). Semua yang diciptakan Allah dan yang diberikan ke kamu hikmahnya banyak, duwe bojo elek alhamdulillah wong li ora doyan, duwe bojo judis alhamdulillah wong li ora wani bedo, pokoke ngono lah (19:10). Pokoke ilmu itu lebih, makanya memang unik agama ini unik (19:19). Jadi nabi itu yang dikuatkan adalah keyakinan ini (19:28).
Terakhir cerita saya tentang doa, ketika Nabi mutawassidun fiil Ka'bah, ini Habib Zan tahu betul hadis ini sahih di Bukhari, Khabab bin Arat, "Ya Rasulullah mbok yo jenengan dungo supaya suasana ndak gini, kita ini sudah disiksa sudah diancam sudah tertekan mbok jenengan dungo." (19:28) Nabi itu marah langsung bangkit marah terus Nabi ngendikan inbalakum ngene, termasuk yudahul minar sampai w nabi, dulu orang iman itu digeraji jadi loro tetap iman, ada yang dibakar tetap iman, kesusu lagi ngene kok moco istighasah, terus dimarahi (19:45). Sama dan itu yang menjadikan kita kuat, nikmate iman bilha nikmate iman bat baru kedua ketiga baru doa (20:05). Ini bukan kulo ngendon-ngendoni jenengan tapi mukul ibadah moten-oten, ini urusan prioritas nopo urusan nopo (20:16). Bismillahirrahmanirrahim kita bisa apa-apa karena Allah Taala kita muji alhamdulillah rabbil alamin arrahman arrahim maiki yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka nastain baru ayat terakhir ihdinasiratal mustaqim itu saja doa tentang hidayah (20:30). Nah sekarang kalau muni doa mesti duit akeh, bojo ayu, pangkat lancar, niki mboten mboten ngamuk niki biasa mawon niku nggo pelajaran mawon (20:50). Ini cerita sujudul qolbi terus fa'amaat alayin wasahidu usima alqbu widahu, kalau hati sudah sujud maka usimal thil asbabun tentang komentar ini makam ini orang-orang top pun bingung ini makam apa (20:59). Mislu kauli Abi Yazid Al-Bustami wakana amrullahi qodar makduro, beliau hanya menjawab wakana amrullahi qodar makduro (21:18). Kalau Allah ngersakno mesti terjadi (21:31).
Ya contoh paling gampang itu Uni Soviet, ini contoh yang rivietnya di bawahnya itu ada negara-negara muslim yang terkoptasi, ketika persemakmuran rata-rata menjadi negara apa, Islam (21:31). Kayak apa ditekan kayak gitu tapi hatinya tetap mahfud (21:51). Indonesia dijajah Belanda 350 tahun dijajah Jepang, pondok ya jalan, tauhid yo jalan, istighasah yo jalan, gak usah diterusno sampit wayah jalan, tapi pokoke wal hasil iku anake yo akeh-akeh (21:51). Ketika merdeka ya Allahu Akbar bikin UUD 45 ya cerita ini atas rahmat Allah Subhanahu wa taala (22:02). Kayak apa hatinya orang-orang Indonesia, dijajah miskin karena mereka nikmati kebenaran Allah itu, nikmati lailahaillallah muhammadur rasulullah fi kulli lamhatin wa nafasin 'adama wasi'ahu 'ilmullah (22:11). Kayak apa enaknya, ir, tapi sekali irror ini kamu naikkan menjadi doa allahumma bihaqqi hadil kalimah waslana rizqona ngene, angger kene setahun je sabar ngi 5 tahun, "Gus kok ngobos kok gak mandi lah," kiaine kadang ora gelem jelasan gara-gara kowe hatimu jek rusah mulane ora mustajab, wis terserahlah dalil-dalil ngono terserah (22:19). Tapi nak saran kulo pertama iku akidah nopo pertama niku, karena itu yang diajarkan Rasulullah (22:52).
Lagi pula loh kabeh wong kan ngun sug, kamu merasa miskin karena cara pandang anda salah, ben duwe mobil mewah alpa senderean itu bodoh itu jahalah (23:01). Nabi kalau ngajari kita itu sederhana, man asbaha aminan mu'afan fi jasadihi (23:10)... jongak motor Tegal masak-masak dewe guyon wong urip dewan yo penak gak usah dicucupi wong yo penak, wis kadang-kadang ngumpul wong mergo dikongkon kados ngeten niki mulo niku ning Lasem yo kalah ning Pasuruan yo kalah (23:18). Duk kongkonan tok ngaji ya ngaji kon leren yo leren penak lah (23:38). Tapi intine kayak apa kalau kita ngikuti ajar Nabi, man asbaha aminan fi sirbbih kita di rumah enggak ada teror enggak ada ancaman pembunuhan, muafan fi jasadi sehat indahu qutu yaumi, hari itu ada yang kita makan kata Nabi apa, faka'annama khizat lahud dunya bihasiriha (23:44). Nah gara-gara kita ingin berlebihan itu terus ngeluh (24:06). Makanya di kitab tasawuf, saya sering cerita tasawuf itu enggak pernah ngritik nyuwun sewu yang dikritik satu, thoma' (serakah) (24:06). Tasawuf itu enggak pernah ngritik orang bakhil, tak tanya di kitab saya di sana karena cara wong tasawuf itu orang bakhil itu enggak ada, yang ada itu orang thoma' (24:15). Misalnya gini, saya berharap dikasih uang Mas Amak Rp10 juta enggak dikasih, kan sama dewe sugih kulo sugih kulo, lah kiaine suwe kulo pernahe sepuh pi ning struktur keluarga tapi sugih kulo lah (24:34). Gara-gara dikei diarani medit, berarti produk ngukumi medit itu karena thoma' apa fakta itu medit (24:40). Ono wong ayu kamu ndak ingin nikahi sama sekali, dia mau angkuh kayak apa kamu pasti enggak pedul, kalau kamu ingin nikah mbotoki ra jawab terus narani opo, sombong (24:51). Berarti ngukumi sombong itu dari thoma' (25:07). Kamu ingin dihormati orang ternyata enggak dihormati terus ngukumi wong liu sombong, coba kalau kamu dari awal enggak thoma' sama orang lain wis ora kepikiran ngukumi wong li itu gak kepikiran (25:07). Makanya yang dikritik tasawuf itu apa, thoma' (25:22). Dan dipuja-puja di tasawuf istighna nopo istighna, merasa ndak butuh, bukan berarti bakhil baik gak maksudnya enggak perlu kamu ngukumi orang lain itu bakhil l ngih (25:22). Misale kulo dolan ning Gus Do, ning Mas Ham, ning Mas Samid, ning ngone Habib Ahmad gak arep-arep dikii mangan, arep-arep disang kan (25:30)... youn mosok gabar kok samp ngene wis ngene tok ling iya kan (25:47). Jadi tasawuf itu paling dikritik itu tawa, paling dipuja-puja itu istighna (25:47).
Makanya Sayidina Ali kalau ngajari kita luar biasa, kulo tak haal to niki kulo PD kulo bal kulo PD karena banyak orang alim di sini, ada Habib-habib alim, ada Mbah Idris, ada kiai-kiai alim (26:03). Kulo nak ngaji wong bodoh malah hati-hati k anane salah paham tok repot repot, tapi malah penak gak yo ora salahku tapi yo ora benerku (26:10). Sayidina Ali itu kalau ngajari kita itu gampang, ini masih sujudul qolbi, ahsin ila man syi'ta takun amirah kamu baik sama orang pasti kamu yang mimpin (26:25). Makanya nyun sewu ada menteri ada pejabat hormat sama orang yang mungkin satpam, ternyata itu yang rumat dia dulu-dulunya (26:36). Wa wahtaj ila man syi'ta takun asirah kamu butuh sama seseorang pasti kamu menjadi tawanan dia, lah yang rumus terakhir wastagni 'amman syi'ta takun nadzirah kamu enggak butuh orang itu pasti setara loh iya (26:43). Kamu kalau supir kamu gaib itu nyari-nyari karena butuh supir, seorang kiai besar nyari supir ya kan sopirnya di rumah aja kok pay buto r (26:52). Itu kayak apa Sayidina Ali wastagni 'amman syi'ta takun nadzirah kamu enggak butuh orang itu pasti kamu setara karena nanti sama-sama tidak butuh itu ya, termasuk bagian dari sujudul qolbi (27:14). Nah terus ila ayyil arifu apa orang yang sudah makrifat itu bisa maksiat? Fa'ajaba mengko jawab sopo abu yazid bilabian adab walam ya'kul naam wal tidak ngendikan naam ya tidak ngendikan lima'rifatihi bima samma terus niki hormat mbah panjenengan ngertos (27:22).
Kenapa dulu ketika sayidina ali sayidina muawiyah perang, ada waqatul jamal Abda Abbasiyah geger terus sama dinasti Umayyah sampai era Wali Songo ya ada yang pro Sunan Kudus pro Kalijogo ada Aryo Penangseng terus ada al-ikhtilafal ulama macam-macam mereka khilaf binanas tapi hubungannya sama Allah baik-baik saja (27:46). Karena ada sujudul qolbi, makanya ini tanamkan ala bidzikrillahi tathma'innul qulub (28:06). Jadi pokoke kepengin penak pokoke sujudku penak ya dados ngoten mawon (28:17). Niki pokoke niki hadiah kulo mugi-mugi dados amale Mbah Hamid, Mbahmah kulo kan s penting kulo pengin pokoke jenengan nikmati kebenaran, mengo nomor loro s penting nikmati Allah kayak tadi h mati, memangnya kalau saya mati ke mana, ila robbin karim (28:17). Tuhan di dunia ya sama dengan tuhan yang di akhirat, sifatnya ya tetap arrahman arrahim (28:38). Woh itu sudah makam inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 'alamin (28:47). Makanya kita dilatih oleh mazhab Syafi'i disuruh itu sebagai doa iftitah, soal ono sing nyoal hadise sahih tah ora wis penting diocah-waco iku ora wilayahmu pokoke diwaco nyatane kepenak nopo nyatane no di dunia ini inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal ardha kan (28:55). Kalau sujud sujud fisik itu ya kita sujud, tapi kalau hati kita yakin bahwa kita di dunia ini diurus oleh zat sing fatharas samawati wal ardha terus terus terakhir apa, inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahibil alamin la syarikalahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin (29:13). Kan terus enak maklumat hubungan kita dengan Allah apa, menyaksikan kalau Allah itu Tuhan la syarika, nggih ngoten mugi-mugi berkah (29:29).
Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh (29:39).
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar