BELAJAR BIJAK & BENAR

BELAJAR BIJAK & BENAR

Jika otaknya bercampur hawa nafsu
Pemikirannya bercampur petunjuk setan
Mengukur dan menilai orang lain dari sisi kelemahan dan kekurangannya.
Mengukur dan menilai diri sendiri dari sisi kekuatan dan kelebihannya
Padahal setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan tak terkecuali si penilainya sendiri.
Kalau setiap orang caranya bersikap  atas dasar kelemahan dan kekurangan orang lain, yang pasti terjadi adalah pertikaian pertengkaran dan permusuhan.

Apakah manusia lupa jika kekurangan dan kelemahan seseorang adalah hal yang wajar dan umum (manusiawi). Tidak ada manusia yang sempurna.

Setiap manusia juga punya kelebihan dan keunggulan masing-masing.
Dengan adanya kelemahan, kekurangan, kelebihan dan kekuatan yang berbeda-beda itulah manusia bisa saling memberikan kelebihan dan kekuatannya masing-masing. Dan pasti bukan untuk saling menghina atau merendahkan.

Oleh sebab itu pula manusia juga harus menyadari tentang adanya Allah dengan segala apa yang direncanakan-NYA dalam kehidupan manusia. Dan diberikan petunjuk kehidupan yang benar dan baik dalam berhubungan antara sesama manusia.

Dan membatasi sikap manusia dengan mewajibkannya melakukan peran dan tanggung jawabnya dengan panduan atau petunjuk sebagai manusia yang dititipi kelebihan, kekurangan, kelemahan dan kekuatan dalam kehidupannya.

Mempelajari segala apa yang terkait dengan dirinya masing-masing adalah suatu kewajiban agar dapat menjalankan kewajiban dengan cara-cara yang dibenarkan oleh Allah.

Agar dengan petunjuk Allah itu ia dapat mengetahui apa yang seharusnya diperbuat untuk menyikapi orang lain dan dirinya sendiri. 

Cara-cara pandang yang picik yang tak sesuai dalam petunjuk Allah, itu hanya akan membuat manusia salah langkah. Dan itulah penyebab kesusahan dan kesulitan manusia dalam kehidupannya. 


Manusia Kehilangan Essesi Kemanusiaannya 

Manusia kehilangan esensi kemanusiaannya bila hanya mengukur segala kejadian dan manusia lainnya dengan keperluan dan kepentingannya masing-masing. 

Iblis dan Syethan itu musuh yang nyata bagi manusia sejak Nabi Adam AS di ciptakan Allah.

Manusia dipengaruhi oleh Iblis dan Syethan agar kehilangan arah kehidupan. Semuanya dengan tujuan yang sama yaitu menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. 

Jalan yang lurus adalah ketaatan kepada Allah dan Rosulullah. Segala bentuk yang menyelisihi Ajaran Agama Islam yang berisikan petunjuk kebaikan dan kebenaran. 

Iblis dan Syethan selalu mencari cara agar manusia lalai dari Petunjuk Jalan Lurus itu. Agar manusia menjauhi Allah, yang artinya menjauhi kebaikan dan kebenaran.

Manusia diuji Allah dengan Hawa Nafsunya bersama Iblis dan Syethan yang selalu mempengaruhinya. Bila manusia mampu membebaskan dirinya dari belenggu hawa nafsunya, maka itu akan menjadi benteng yang kokoh terhadap hasudan Iblis dan Syethan. 

Dan apabila manusia dapat menjalani kehidupan dengan benar-benar berpegang kepada panduan kehidupannya yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah Nabi Muhammad ﷺ, maka ia akan menjadi manusia yang dalam keadaan yang terbaik. Ia akan menjadi Hamba Allah Sejati yaitu hamba yang taat dalam taqwa hati kepada Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARAM NERAKA ATASNYA.... SIAPA SAJA MEREKA & YANG MEREKA LAKUKAN?

PARA SALAF SHOLIH DAN PARA PENGIKUTNYA

BIOGRAFI IMAM ABU HANIFAH